Categories
Articles

Menguji Kestabilan Suhu Dengan Climatic Chamber

Climatic Chamber atau sering juga disebut temperature and humidity chamber atau chamber, adalah alat simulasi atau alat pengujian beberapa kondisi temperature (suhu) dan humidity (kelembapan).

Pengujian di suhu tertentu, bisa pada suhu minus (-40C) dan suhu plus (+100C atau +150C) dan menguji pada kondisi dengan Humidity (kelembapan udara) berkisar rasio antara 20% ~ 98%RH (Relative Humidity).

Aspek pengujian kestabilan suhu, Climatic (Temperature dan Humidity) menjadi faktor penting dalam salah satu pengujian “Reliability Testing” atau pengujian kehandalan produk, pada berbagai jenis produk yang dihasilkan, seperti produk otomotif yang berhubungan dengan elektronik sirkuit, produk elektronika, jenis kemasan, makanan dan minuman, produk bahan kimia, oil, cosmetics, farmasi dan lain lain.

Oleh karena itu, penggunaan Climatic Chamber sangat luas cakupannya, terutama pada sektor otomotif manufacturing, dimana Climatic Chamber atau temperature and humidity chamber ini mempunyai fungsi penting untuk menjamin kehandalan produk yang dihasilkan dan sekaligus menguji sejauh mana kehandalan dari produk tersebut dalam rangkaian panjang proses produksi . 

Climatic Chamber atau temperature and humidity chamber ini, sering digunakan oleh bagian Quality Control (QC dan QA), departement Quality, ataupun bagian laboratorium. Dan biasanya juga ada standard ketentuan khusus pengujian yang di request by customer dengan mengikuti standar dan ketentuan pengujian “Reliability Testing” atau uji kestabilan suhu mengikuti standard international yang berlalu, seperti dalam ISO/ASTM dan JIS, dll.

Penggunaan Climatic Chamber, sekarang ini juga terkadang mewajibkan pihak produsen di beberapa industri otomotif melakukan proses pengujian “Reliability Testing” tertentu terhadap produk yang dihasilkan sebelum dikirimkan ke customer baik pada pasar domestik ataupun untuk produksi ekspor ke luar negeri yang mana lebih ketat dalam proses pengujian produk ekspor dengan mengacu kepada standar tertentu.

Selain itu juga, perkembangan Climatic Chamber (Temperature and Humidity chamber), menjadi salah satu syarat penting dalam menentukan secara objective Quality suatu Produk sebelum dipasarkan. Hal tersebut membuat alat ini banyak digunakan pada Universitas berbasis Teknik industri, research and development product, Industri Kimia, Farmasi, Electro dan lainnya. Climatic Chamber ini dapat digunakan secara luas untuk berbagai terapan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pengujian terhadap kestabilan suhu dan kelembapan dan berbagai aspek lainnya yang dipengaruhinya, untuk mengetahui kwalitas dari suatu produk tersebut. 

Sejalan dengan hal tersebut, terdapat hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam proses menentukan pemilihan Climatic Chamber adalah: Performance by Climatic Chamber harus benar-benar dapat menjamin proses simulasi dari setiap tahapan pengujian kestabilan suhu dan kelembapan yang mencakup aspek performance, yaitu; Ketahanan, Akurasi penunjukan suhu, Keseragaman suhu ruang, Akurasi pencapaian suhu tertentu yang diperlukan, Sirkulasi udara dalam ruangan, Kemudahan pengoperasian alat, Pengolahan data, Rekapan hasil pengujian, Rekapan telusur masalah yang terjadi pada mesin, Efisiensi konsumsi listrik, Penggunaan freon yang ramah lingkungan yang mendukung program pengurangan GWP (Global Warming Potential), Tingkat kebisingan mesin, dan hal-hal lainnya yang perlu untuk dipertimbangkan saat menentukan kualitas dari Climatic Chamber tersebut untuk mendapatkan hasil maksimal dalam pengujian produk-produk yang dihasilkan.  

Untuk menentukan spesifikasi Climatic Chamber tersebut ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan, diantara adalah ;

  1. Jenis sample produk yang akan dilakukan pengujian;
    • Ukuran sample, bentuk dan jenis material
    • Jumlah sample saat satu kali pengujian
  2. Metode pengujian (mengacu pada standar tertentu)
  3. Spesifikasi jenis pengujian dan kondisi pengujian;
    • Rentang suhu (minus) ~ hingga range suhu (plus), selama berapa lama? Sebagai contoh: -20C ~ 70C
    • Rentang suhu minimum dan maksimum yang dibutuhkan
    • Temperature ramp-up & ramp-down (derajat celcius/menit)
    • Range Humidity, minimum dan maksimum yang dibutuhkan
    • Temperature and humidity variation rate 
  4. Dimensi inner dari climatic chamber (kapasitas liter)
  5. Hasil pengujian yang diharapkan, secara visual dan data rekapan pengujian

Untuk keterangan dan diskusi lebih lanjut terkait dengan informasi dan kebutuhan alat Climatic Chamber, silahkan dapat menghubungi kami PT. Dynatech International, kami akan dengan senang hati akan membantu dan memberikan solusi terbaik secara maksimal.

Unit HIFLEX Neo dan HIFLEX Neo S – Brand ETAC Japan

Categories
Articles

Analyzing coffee and milk samples using NMR Analyzer

The process of using NMR analyzer for molecular structure identification and verification can be applied to many real-world examples to enhance a student‘s learning experience. In these protocols, students are given the chance to apply NMR analyzer technology to evaluate samples many of them are probably very familiar with; coffee and milk.

Students will be able to answer questions like “Is there caffeine in my coffee?” or “Am I drinking lactose-free milk?” The students will gain hands-on experience with some basics of NMR analyzer and how to apply this technology to a broad range of real-world examples. One unique aspect of this application is fraud detection. Students will learn the importance of discerning arabica from robusta coffee types and how that is impacting the coffee industry today.

Sample Preparation is Key

Coffee beans and milk are great examples to show students the importance of precise sample preparation to allow for optimum NMR analyzer results. For example, to differentiate arabica from robusta coffee beans by a specific marker (16-OMC), ground coffee samples need to go through a specific extraction process in order to sufficiently evaluate a liquid coffee sample. In contrast, milk samples can be analyzed as is to allow the analysis of fat and sugar content without the need to ‘manipulate’ the samples.

While the milk is simply poured into an NMR analyzer tube, the coffee samples need to follow a dedicated extraction protocol, which is explained step by step in the sections of the experiments the students will work with

1H NMR analyzer spectra of arabica (red) and robusta (blue) beans extracts can be easily differentiated via the robusta marker signal obtained from 16-OMC. In addition, caffeine can be quantified.

Left: The blue spectrum contains mainly 1H signal deriving from water due to missing solvent suppression. Middle: Solvent suppressed 1H NMR analyzer spectra of different milk samples. Here, the difference between a lactose- free (blue) and lactose-containing milk samples is easily observed in the solvent suppressed signal region. Right: Spectral region used to quantify the fat content in the different samples as indicated by the numbers.

Why Solvent Suppression is a Basic NMR Tool?

When working with samples in non-deuterated solvents, the predominant 1 H NMR analyzer signal derives from the solvent itself, which often superimposes with the usually much smaller signals of interest. In case of the milk samples, the question whether a milk sample contains lactose or not, can only be answered after suppressing the water signal with dedicated NMR analyzer methods, which are part of this practical training.

Where to find more information

These, as well as many other experiments, are included in the Fourier EduLab. In addition to detailed step by step protocols for students, we deliver an instructor’s guide featuring

Categories
Articles

Mimicking a GHz NMR

For most NMR applications, higher external magnetic field strengths are preferred for better dispersion and sensitivity but are usually outside the budgets of educational labs. The good news is the Fourier 80 can do the job with a little help from auxiliary agents and Bruker’s step-by-step protocols designed for students.

Performing this experiment, students will learn in detail about chemical agents that can be used to manipulate the behaviour of NMR-active nuclei and how and when to make use of those effects.

Key Learnings

  • Applying auxiliary agents
  • Understanding dispersion
  • Setting up a homonuclear 2D COSY experiment

What are auxiliary agents used for?

When using NMR, it is sometimes useful to manipulate the spins of a sample. Most common are paramagnetic auxiliary (also known as ‘doping’) agents that have an accelerating effect on relaxation times, which allow the NMR spectroscopist to overcome long delays between experiments. Another example of how an auxiliary agent can be applied is shown in this protocol using a europium complex.

(A) Structure of the auxiliary agent Eu(fod)an europium complex with three fluorinated di-keton ligands. (B) Samples prepared contain of octanol in CDClwith ncreasing concentration of Eu(fod)3,   from zero to ten percent.

How to mimic a GHz spectrometer?

In NMR spectra, paramagnetic complexes cover a large chemical shift region (e.g. 1000 ppm in 1 H spectra), because their unpaired electrons have a strong influence on the chemical shift. Therefore, assigning those NMR spectra can be very challenging and not very straightforward. However, we can make use of this effect for molecules featuring unpaired electrons to enhance the chemical shift differences of protons within one molecule. When the molecule binds to such a paramagnetic complex, protons are shifted downfield (to the left of the spectrum). The proximity of the proton to the binding site determines the extent of the effect. In such a way it is possible to enhance dispersion – and this is exactly the effect we will use to mimic a GHz spectrometer.

While the Eu(fod)3 complex itself only shows one singlet (tert-Butyl group), the alkalic signals of the octanol are shifted more downfield the closer the protons are to the metal center. The effect scales with the Eu(fod)3 concentration

Where to find more information

This, as well as many other experiments, are included in the Fourier EduLab. Next to a detailed step by step protocol for students, we also deliver an instructor’s guide featuring additional information.

Categories
Articles

FOURIER 80: BENCHTOP NMR

Bruker’s Benchtop NMR

Easy To Install

The Fourier, an 80 MHz high-performance nuclear magnetic resonance (NMR) benchtop spectrometer designed for the routine laboratory. With a cryogen-free magnet design, the Fourier makes NMR accessible in the lab where users and operators work. It can be installed in the fume hood or on the bench without the need for new infrastructure, providing easy maintenance and minimal cost of ownership. The performance of the benchtop, combined with the intuitive software, means any lab can now incorporate the definitive analytical answers only NMR can provide.

Easy to Use

The Fourier features GoScan™, a newly developed modern interface that guides users through pre-defined, dedicated workflows. Novice NMR users can use pre-defined data acquisition choices in the GoScan software, or customize them, while experienced users can use Bruker’s industry-standard TopSpin™ software for more detailed acquisition parameters.

Easy To Do More

The Fourier has been designed for highest data quality and stability at 80 MHz, with excellent lineshape, resolution and sensitivity in 80 MHz homonuclear 1H or heteronuclear 1H/13C FT-NMR experiments. It runs Bruker’s TopSpin™ software, giving users access to the extensive TopSpin library of 1D and 2D homonuclear and proton-carbon heteronuclear experiments and pulse programs.

The Fourier is available with workflows and protocols to address four specific markets;

Academic and research: With the hands-on Fourier in university labs, researchers will no longer be frustrated by access bottlenecks and barriers and can advance their work at the touch of a button.

Education: The Fourier EduLab requires no new infrastructure and has low maintenance costs, which means more students can access it directly in the lab for training. And it needs no special preparation for holidays or extended breaks–simply shut it down.

Forensics: NMR provides data with a high degree of accuracy in the shortest amount of time. And now, the Fourier CrimeLab makes NMR an accessible, everyday tool for forensics.

Synthesis control: In academic, industrial, and pharmaceutical labs, chemists need to confirm the success of synthesis steps in order to produce high-quality final products. Fourier ChemLab provides unsurpassed structural information about intermediate compounds and educts or side products which might influence the next synthesis step.

Categories
Articles

The Fourier Benchtop NMR Spectrometer

As easy to use and interpret as other analytical techniques
Building on decades of experience creating top-quality NMR instruments, Bruker has reimagined high-performance NMR spectroscopy in a compact, cost-efficient form: the Fourier Benchtop NMR spectrometer.

With straightforward operation and software, the Fourier delivers high quality data rivaling other analytical techniques. It lets scientists who are not experts in Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy get the definitive answers NMR provides.
Best of all, the Fourier can be installed in the fume hood or on the bench without requiring any additional infrastructure.
With the power of Bruker NMR on the bench, any scientist or technician can gain NMR expertise.

NMR’s relevant chemical answers have never been so accessible.

The Fourier‘s modern, intuitive GoScan software acquires high-quality sample data at the touch of a button. TopSpin™. Bruker‘s well-known expert software, can also be used on the Fourier.

To help scientists take advantage of NMR‘s unique, unambiguous answers, Bruker is continually developing workflows for specific analytical questions in a diversity of application areas.

  • Academic/Basic Research (Advance discovery)
  • Education (Hands-on training)
  • Synthesis Control (Structure verification)
  • Forensics (Suspicious substance)

Users can also easily create their own workflows and protocols to take advantage of NMR’s power to deliver clear, high quality results in their own specialties.

Easy to own and maintain

  • Cryogen-free permanent magnet
  • No new infrastructure required
  • Compact footprint
  • Installs on bench or in fume hood
  • Minimal cost of ownership

Academic/basic research

Tackle the challenges. Remove the barriers. Advance discovery

Research chemists rely on NMR spectra to confirm synthesis steps, characterize molecular structures and dynamics, compile data for publication, and above all, push the boundaries of science with new techniques and discoveries. The Fourier now gives them direct access to the information they need. For basic research, the Fourier offers unprecedented flexibility. It can be operated with the same TopSpin™ software that runs. Bruker’s high-field NMR instruments, so scientists have the freedom to adjust their workflows and techniques from the benchtop to the dedicated NMR lab, and back. For direct access, scientists can also use the Fourier‘s streamlined GoScan software, which guides the user through pre-defined or customized data acquisition in just a few minutes. With the hands-on Fourier in university labs, researchers will no longer be frustrated by access bottlenecks and barriers and can advance their work at the touch
of a button.

Academic/basic research benefits

  • Work hands on with NMR in a familiar environment
  • Directly obtain the exact data needed from samples
  • Verify synthesized substances
  • Create and modify workflows, pulse sequences, parameter sets, AU programs
  • Use Bruker high-field systems workflows on the bench top

Education

Fourier EduLab: Give students hands-on experience with the power of NMR

Science students should learn a wide range of analytical techniques, but the infrastructure and maintenance needs of high-field NMR can limit access. So Bruker has created a special edition of the instrument for colleges and universities called Fourier EduLab. Students of Chemistry, Chemical Engineering, Environmental Science, Biology, and other subjects can now gain hands-on experience with NMR. The Fourier EduLab requires no new infrastructure and has low maintenance costs, which means more students can access it directly in the lab for training. And it needs no special preparation for holidays or extended breaks–simply shut it down. Beyond the system’s user-friendly GoScan software, students will gain a thorough understanding of NMR with free access to TopSpin™ , the same software that
operates Bruker’s high-field NMR systems. Bruker supports the learning experience with a teaching package that includes suggested experiments and spectra interpretation guidance. Fourier EduLab can easily be combined with industry-standard software for structure verification and elucidation, so students can learn how to analyze NMR spectra. Fourier EduLab can even be offered to students alongside Bruker‘s microESR (electron spin resonance) Education Package, for a more comprehensive learning experience.

Education Application

Teach everyday NMR examples, such as analyzing saturated and unsaturated fatty acids in edible oils.
Other examples:

  • Verify synthesized products
  • Observe enzymatic reactions
  • Determine pH
  • Study enantiomers
  • Analyze soft drinks

Chemical Synthesis Control

Fourier ChemLab Convenient straightforward access to NMR structure verification

In academic, industrial, and pharmaceutical labs, chemists need to confirm the success of synthesis steps in order to produce high-quality final products. NMR provides unsurpassed structural information about intermediate compounds and educts or side products which might influence the next synthesis step. Using either TopSpin™ or GoScan software, chemists can get a quick structural answer with just one look at the spectrum. Dedicated software tools for automated verification are also available to provide further confidence in the synthesis process. With the Fourier ChemLab, a compact NMR system now fits directly on the bench or under the fume hood to give immediate access to the power of NMR.

Synthesis control benefits

  • Verify synthesized products
  • Perform synthesis control directly on the bench
  • Simply touch a button for software data acquisition
  • Automated data interpretation
  • The confidence of immediate verification

Forensics

Fourier CrimeLab: Get unequivocal forensic evidence about unknown substances

Forensic scientists need to have clear, unambiguous data about suspicious substances that conclusive for legal proceedings. NMR provides data with a high degree of accuracy in the shortest amount of time. And now, the Fourier CrimeLab makes NMR an accessible, everyday tool for forensics. As criminals try to disguise illegal substances to avoid standard tests (e.g. new psychoactive substances/ designer drugs), Fourier CrimeLab identifies and quantifies the structural information that determines their true nature. And the included software organizes spectra data on seized substances into a searchable database that can be shared across jurisdictions for future identification.

Forensic Application

  • Analyze small organic molecules and metabolites up to mid-sized peptides and natural products
  • Mixture analysis of synthetic or biological substances in solutions or composites
  • Identification: signals can be easily assigned to a known structure
  • Quantification: integration of all signals obtained in a dedicated spectral region
  • No standard reference substance required
  • Database connectivity
Categories
Articles

Sensory Analysis Solution

Why you should use automated sensory analysis?

Electronic Nose offers high performance and reliability for quality assurance:

  • Fully automated operation
  • Excellent sensitivity
  • Fast analysis
  • Optimized analysis time and costs
  • Independent from analysis environment
  • Ease of operation, limited training
  • Unlimited availability

Application Range
Our sensory evaluation instruments give practical tools for decision making in quality control & product development:

  • Benchmarking of competitive products and characterization of sensory differences
  • Sensory profiling to help select the optimal formulation
  • Follow-up of sensory features ageing over time (stability & shelf-life testing)
  • Sensory quality preservation testing upon change of supplier, ingredient or process
  • Determination of the best storage conditions to preserve organoleptic quality
  • Sensory conformity checking, investigation of defect origin

Benefits of our Solutions

  • Make sensory evaluation more reliable and objective
  • Improve production sensory quality and consistency over time
  • Standardize sensory quality in production plants worldwide
  • Monitor the organoleptic features of your products
  • Qualify customer claims to reduce financial loss
  • Significantly decrease production loss thanks to earlier detection and better reactivity on sensory defects
  • Speed up liberating tests on production batches

Smell Analysis

Smell Analysis
HERACLES is an instrument dedicated to the analysis of products aroma as well as chemical molecules composing the odor.

  • Ultra fast analysis, high throughput
  • Embedded pre-concentration trap increasing sensitivity
  • 2x10m Columns / 2 Detectors
  • Liquid or headspace analysis
  • Different configurations to match application needs

Taste Analysis

Taste Analysis

ASTREE is an instrument dedicated to the analysis of products taste

  • Overall taste profile (fingerprint analysis)
  • Possible ranking based on some taste attributes intensity
  • 7 liquid sensors (ChemFET technology, conductivity measurement)
  • Analysis in liquids

Color & Shape Analysis

Color & Shape Analysis
IRIS visual analyzer achieves a detailed measurement of products aspect (colors and shapes) using high resolution camera imaging under controlled lighting conditions in a closed cabinet.

  • At-line instrumental analysis of products appearance
  • Colors & shapes
  • Whole surface or selected portions
  • Complex & non-uniform areas

Sensory Analysis Softwares

AlphaSoft operates all Alpha MOS instruments: monitor instruments settings, define analysis methods and sequences, run analysis, perform data acquisition and data processing using multivariate statistics. It is possible to combine HERACLES, ASTREE and IRIS results to have an overall point of view of products sensory features.
AroChemBase is a library of molecules and related sensory attributes for chemical and sensory characterization based on Kovats indices matching in gas chromatography.

Sensory Analysis Solutions Leader

Alpha MOS specializes in sensory analysis instrumentation and is the worldwide leader of smell, taste and visual industrial analyses. It has more than 1000 instruments installed worldwide for Food,
Beverage and Packaging industries. The company offers reliable and fast solutions that can control the sensory quality of products and secure manufacturing processes.

Categories
Articles

4 Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Uji Getaran

Pengujian getaran meniru kondisi yang mungkin dilihat produk atau struktur selama masa pakainya di bawah lingkungan pengujian. Sebuah prinsip fisika pendiri menyatakan bahwa setiap objek bergetar sampai batas tertentu. Itu bisa di tingkat mikro, di mana partikel atom dan sub-atom bergetar dengan kecepatan lambat atau cepat. Getaran juga terjadi di tingkat makro, di mana benda besar mengalami kekuatan lingkungan yang menyebabkannya bergerak. Adalah adil untuk menyatakan bahwa getaran adalah fakta kehidupan yang tak terhindarkan, dan itu adalah faktor penting dalam dunia yang berubah-ubah.

Baru Mengenal Uji Getaran?

Dalam istilah teknis, getaran adalah osilasi mekanis yang merespons gaya yang mendorong benda di luar kesetimbangan atau titik istirahatnya. Tinggi dan rendah ini, atau ayunan maju mundur, bisa diukur. Mereka berhubungan dalam hal seperti frekuensi, bentuk gelombang dan spektrum. Getaran merespons secara langsung ke interval waktunya yang dapat diukur menggunakan peralatan pengujian getaran produk yang sesuai. Getaran bisa berkala dengan interval gelombang spesifik, seperti pendulum di jam mekanis. Atau bisa acak, seperti suspensi kendaraan merespons jalan berkerikil kasar. Getaran juga dapat terjadi pada perangkat statis seperti peralatan elektronik yang diletakkan di rak tempat kekuatan eksternal menyebabkannya bergetar. Mereka juga dapat terjadi pada peralatan seluler seperti mesin dan kipas yang menghasilkan kekuatan internal, menyebabkan mereka bergetar. Banyak getaran mekanis merupakan hasil yang diinginkan dari desain yang direncanakan. Loudspeaker adalah contoh yang bagus di mana getaran disengaja untuk menghasilkan suara. Namun, beberapa getaran tidak diinginkan dan dihasilkan dari desain yang tidak tepat atau keausan yang wajar pada peralatan yang tidak seimbang atau tidak selaras. Apakah getaran disengaja atau tidak disengaja, ada layanan pengujian getaran yang tepat dan standar pengujian getaran yang tersedia untuk memverifikasi parameter. Fasilitas pengujian getaran ini dapat menentukan apakah osilasi berada di dalam atau di luar rentang yang dapat ditoleransi.

Mengapa Produk Harus Melalui Uji Getaran?

Produk diuji getaran untuk menentukan batas dan toleransi. Setiap produk rentan terhadap beban getaran dan potensi kerusakan atau kegagalan. Itu termasuk benda-benda kecil seperti mikroprosesor dan papan sirkuit hingga struktur raksasa seperti jembatan dan gedung pencakar langit. Pengujian getaran memungkinkan perancang, insinyur, dan produsen untuk mengetahui batas stres yang dapat ditahan produk mereka. Pengujian melalui getaran memastikan produk memenuhi syarat untuk tujuan yang dimaksudkan dan memenuhi standar keselamatan dan peraturan, serta mematuhi persyaratan Organisasi Standar Internasional (ISO). Bagian dari uji tuntas dalam pengujian getaran menentukan pengujian kelelahan, batas kegagalan dan penyaringan integritas struktural. Banyak industri secara rutin menggunakan pengujian getaran sebagai bagian dari program kendali mutu mereka. Mencari tahu getaran apa yang bisa ditahan produk sebelum rilis masuk akal bagi bisnis. Keterbatasan yang diketahui memungkinkan pengguna akhir untuk menggunakan produk mereka dengan aman dan memasukkannya ke layanan bebas masalah. Pengujian untuk ketahanan getaran mencegah penarikan kembali produk, mendukung kondisi garansi dan memberikan nilai pembelian produk yang sangat baik.

Berikut alasan mengapa produk harus melalui uji getaran:

1. Untuk memenuhi tujuan pembangunan

Getaran ada di mana-mana dan komponen terus-menerus mengalami getaran. Pengujian getaran dapat digunakan untuk memastikan bahwa produk kuat dan berkinerja aman selama operasi atau transit, menghindari kinerja tak terduga atau kegagalan awal kehidupan di lapangan. Lingkungan getaran simulasi di laboratorium digunakan untuk memenuhi syarat produk selama desain. Desain adalah segalanya. Dengan membawa pengujian di bagian depan dalam siklus desain, ada peluang untuk mengukur kinerja produk dan mengumpulkan wawasan yang tidak akan ada di sana. Jika Anda melakukannya dengan benar, Anda memiliki waktu yang singkat untuk memasarkan. Dengan melakukan pengujian pada tahap desain Anda mengoptimalkan tahap pengembangan. Optimalisasi berarti menggunakan data untuk melihat ke masa depan dan menghilangkan kegagalan berulang. Permintaan untuk siklus hidup produk yang lebih pendek secara langsung mempengaruhi Departemen & Pengembangan (R&D) industri mana pun. Departemen R&D harus mempersingkat fase pengembangan total produk. Fase pengembangan produk yang lebih pendek akan membutuhkan pengembangan lebih lanjut, karena memiliki lebih sedikit ruang untuk masalah berulang dan kegagalan selama pengujian prototipe. Pengembangan produk tidak mampu mengalami kegagalan berulang selama pengujian prototipe. Kegagalan berulang akan menyebabkan penundaan waktu produksi massal, yang akan berakhir dengan hilangnya peluang. Memulai produksi massal dengan masalah pengujian prototipe yang tidak terpecahkan, juga akan memberikan risiko lebih besar akan penarikan produk dalam jumlah besar yang an kerugian lebih besar. Electrodynamic Shaker (ED Shaker) telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu industri waktu pengembangan produk. Kita dapat menggunakan ED Shaker untuk tugas di bawah ini pada berbagai tahap pengembangan produk:

– Pengujian Komponen Skala Lab

– Pengujian Unit Skala Lab

– Validasi FEM

2. Untuk mematuhi Standar

Lingkungan getaran simulasi di laboratorium digunakan untuk menguji produk terhadap standar yang berbeda, mis. Mil-std 810 dll. Salah satu persyaratan uji yang paling umum adalah untuk kualifikasi elektronik, sistem kendaraan, dan senjata untuk aplikasi militer. Standar militer AS yang paling umum adalah MIL STD 810 dengan berbagai revisi. MIL-STD-810 adalah standar uji militer publik yang dirancang untuk membantu dalam pertimbangan teknik lingkungan untuk desain dan pengujian produk. Getaran MIL-STD-810 berisi metode pengujian dan perencanaan untuk arahan teknik untuk mempertimbangkan pengaruh tekanan lingkungan terhadap bahan, produk, atau peralatan di seluruh fase kehidupan layanan mereka. Digunakan oleh Militer Amerika Serikat untuk menguji batas dan kemampuan produk yang akan dialami oleh produk tersebut sepanjang masa pakainya. Pengujian getaran MILSTD-810 juga digunakan sebagai standar untuk produk komersial. Yang tidak kalah pentingnya adalah standardisasi dan kinerja minimum peralatan penerbangan. Standar penerbangan komersial paling umum di AS adalah DO-160 (Kondisi Lingkungan dan Prosedur Uji untuk Peralatan Lintas Udara) yang diterbitkan oleh RTCA, Komisi Teknis Radio untuk Penerbangan. DO-160 dikoordinasikan dengan spesifikasi EUROCAE / ED-14 dari EUROCAE. Ketika OEM otomotif mengalihkan biaya ke pemasok mereka, mereka juga menggeser sebagian besar persyaratan pengujian juga. Ada banyak standar ISO yang diarahkan untuk pengujian getaran otomotif, namun sebagian besar standar penerimaan kualifikasi diterbitkan atau disediakan langsung oleh OEM otomotif. Misalnya, GM secara rutin menerbitkan spesifikasi seperti GMW3172

Baca juga: Elektronika Dalam Revolusi Industri 4.0

3. Untuk analisa masalah getaran

Jika suatu produk memiliki masalah getaran, menggunakan pengujian Modal, pengujian FRF atau Bentuk Defleksi Operasi, dapat membantu mengidentifikasi dan menganalisisnya.

Pengujian Modal

Pengujian modal adalah bentuk pengujian getaran suatu objek di mana frekuensi (modal) alami, massa modal, rasio redaman modal dan bentuk mode dari objek yang diuji ditentukan. Ada beberapa cara untuk melakukan pengujian modal tetapi pengujian dampak palu dan pengujian pengocok (getaran tester) adalah hal biasa. Beberapa sinyal input tersedia untuk pengujian modal, tetapi sapuan sinus dan profil getaran frekuensi acak sejauh ini merupakan sinyal yang paling umum digunakan. Benda atau struktur kecil dapat dihubungkan langsung ke meja pengocok. Dengan beberapa jenis shaker, armature sering melekat pada tubuh untuk diuji dengan cara piano wire (pulling force) atau stinger (Pushing force). Ketika sinyal ditransmisikan melalui kawat piano atau stinger, objek merespon dengan cara yang sama seperti pengujian dampak, dengan melemahkan beberapa dan memperkuat frekuensi tertentu. Frekuensi ini diukur sebagai frekuensi modal. Biasanya sel beban ditempatkan di antara shaker dan struktur untuk mendapatkan gaya eksitasi.

Pengujian FRF

Pengukuran respons frekuensi digunakan secara luas dalam analisis modal sistem mekanis. Fungsi respons frekuensi dapat memiliki berbagai unit dan makna yang terkait dengannya. Misalnya, ketika melakukan analisis modal, yang paling umum adalah mengukur dan menghitung fungsi respons frekuensi akselerasi.

Operating Deflection Shape

Operating deflection shape (ODS), adalah istilah yang sering digunakan dalam analisis getaran struktural, yang dikenal sebagai analisis ODS. Analisis ODS adalah metode yang digunakan untuk visualisasi pola getaran mesin atau struktur yang dipengaruhi oleh kekuatan operasinya sendiri. Ini bertentangan dengan studi tentang pola getaran mesin di bawah analisis kekuatan eksternal (dikenal), yang merupakan analisis modal. Analisis Bentuk Defleksi Operasional (atau ODS) memberikan wawasan tambahan tentang masalah kebisingan atau getaran yang tidak diukur sendiri oleh masing-masing pengukuran. Dengan menggunakan Vibration Shaker, kita akan dapat melakukan Pengujian FRF atau Pengujian Modal. Setelah itu, dengan menggunakan DAq, Sensor dan Analisis Perangkat Lunak yang sesuai, kita akan dapat melihat Frekuensi Resonansi dan Bentuk Mode atau ODS (Operating Deflection Shape). Dengan mengetahui Mode Bentuk atau ODS, kita akan dapat melihat perilaku produk kami pada frekuensi atau resonansi tertentu. Akhirnya, dengan mengetahui perilakunya, kita dapat menentukan jenis perbaikan apa yang perlu kita lakukan untuk produk kita untuk mengurangi tingkat getaran produk kita dan melakukan iterasi “coba-coba” yang lebih sedikit selama siklus hidup pengembangan produk.

4. Untuk falidasi model elemen terbatas

Resonance Frequency

Dalam aplikasi suara, frekuensi resonansi adalah frekuensi getaran alami yang ditentukan oleh parameter fisik objek bergetar. Gagasan dasar yang sama tentang frekuensi alami yang ditentukan secara fisik ini berlaku di seluruh fisika dalam mekanika, listrik, dan magnet, dan bahkan di seluruh bidang fisika modern. Jembatan, sayap pesawat terbang, peralatan mesin, dan semua struktur fisik lainnya memiliki frekuensi alami. Frekuensi alami adalah frekuensi di mana struktur akan berosilasi jika terganggu dari posisi diamnya dan kemudian dibiarkan bergetar dengan bebas. Semua struktur memiliki setidaknya satu frekuensi alami. Hampir setiap struktur memiliki beberapa frekuensi alami. Resonansi terjadi ketika gaya yang diterapkan atau frekuensi eksitasi dasar bertepatan dengan frekuensi alami struktural. Selama getaran resonansi, perpindahan respons dapat meningkat hingga struktur mengalami tekuk, luluh, kelelahan, atau mekanisme kegagalan lainnya.

Frequency Response Function

Ada banyak alat yang tersedia untuk melakukan analisis dan pengujian getaran. Fungsi respons frekuensi adalah alat tertentu. Fungsi respons frekuensi (FRF) adalah fungsi transfer, yang dinyatakan dalam domain frekuensi. Fungsi respons frekuensi adalah fungsi kompleks, dengan komponen nyata dan imajiner. Mereka juga dapat diwakili dalam hal besarnya dan fase. Fungsi respons frekuensi dapat dibentuk dari data yang diukur atau fungsi analitis. Fungsi respons frekuensi mengekspresikan respons struktural terhadap gaya yang diterapkan sebagai fungsi frekuensi. Respons dapat diberikan dalam hal perpindahan, kecepatan, atau percepatan. Selanjutnya, parameter respons dapat muncul di pembilang atau penyebut fungsi transfer.

Mode Shape

Mode getaran ditandai dengan frekuensi modal dan bentuk mode. Ini dinomori berdasarkan jumlah setengah gelombang dalam getaran. Bentuk mode adalah pola getaran tertentu yang dilakukan oleh sistem mekanis pada frekuensi tertentu. Bentuk mode yang berbeda akan dikaitkan dengan frekuensi yang berbeda. Teknik eksperimental analisis modal menemukan bentuk mode dan frekuensi ini. Misalnya, jika sebuah balok bergetar dengan kedua ujungnya disematkan ditampilkan bentuk mode setengah dari gelombang sinus (satu puncak pada balok bergetar) itu akan bergetar dalam mode 1. Jika memiliki gelombang sinus penuh (satu puncak dan satu palung) ) itu akan bergetar dalam mode 2. Pada dasarnya, bentuk mode suatu sistem diperoleh saat Anda menghitung responsnya karena kondisi awal saja. Dengan menggunakan Vibration Shaker, kita akan dapat melakukan Pengujian FRF atau Pengujian Modal. Setelah itu, dengan menggunakan DAq, Sensor dan Analisis Software yang sesuai, kita akan dapat memperoleh hasil di bawah ini:

– Frekuensi gema

– Bentuk Mode

– Rasio Peredam

Kami akan dapat menggunakan data ini untuk memvalidasi Simulasi FEM (Model Elemen Hingga) kami. Dengan memiliki Simulasi FEM divalidasi, kita akan dapat menggunakannya untuk memprediksi respon getaran dari produk kami dan meningkatkan desain bahkan sebelum tahap prototyping. Ini bahkan akan memperpendek iterasi “coba-coba” selama siklus hidup pengembangan produk.

Tipe Uji Getaran

Ada dua jenis pengujian getaran yang berbeda. Salah satunya adalah pengujian getaran awal di mana perangkat menjalani pemeriksaan yang ketat dan canggih untuk membantu meningkatkan desain produk. Ini biasanya terjadi dalam pengaturan klinis seperti laboratorium pengujian kejut dan getaran atau fasilitas penelitian dan pengembangan. Pengujian dan analisis getaran memungkinkan pabrikan meregangkan tekanan dan tekanan ke titik puncaknya. Ini menetapkan batas parameter produk dan toleransi maksimum. Mengetahui keterbatasan sangat penting dalam evaluasi kritis seperti pengujian getaran pesawat ruang angkasa. Tipe lain dari tipe pengujian getaran adalah evaluasi sekunder. Ini berlaku untuk produk dan peralatan yang sudah beroperasi. Pengujian getaran sangat berharga untuk mempertahankan kinerja puncak atau memperkirakan potensi kegagalan. Kegagalan yang mahal, berbahaya atau bencana terjadi ketika mesin besar mengalami getaran dari kekuatan internal atau eksternal yang menyebabkan mereka aus, berhenti atau meledak. Kedua jenis pengujian getaran ini adalah ons pencegahan yang dibayarkan dalam pound penyembuhan. Perancang dan produsen produk yang baik melakukan evaluasi awal sepanjang prosedur produksi. Para insinyur merencanakan beban getaran dan toleransi, tetapi mereka hanya dapat melakukan banyak hal pada model yang terkomputerisasi. Pada titik tertentu, produk memerlukan pengujian getaran di dunia nyata dan di bawah beban gaya aktual.

Pengujian getaran di fasilitas yang dikontrol adalah prosedur yang tepat dan menuntut. Para profesional terlatih menggunakan mesin-mesin canggih untuk menguji semua jenis produk untuk toleransi getaran. Secara umum, semakin besar produk, semakin besar kebutuhan mesin pengujian. Bobot pengujian dapat berubah dari beberapa ons menjadi ribuan pound. Potongan-potongan peralatan pengujian getaran sering disebut shaker. Itu istilah sederhana untuk instrumen yang rumit. Pada intinya, pengujian getaran dilakukan untuk mengguncang suatu produk. Namun, cara itu dilakukan dan cara mengekstrak data membutuhkan banyak pengalaman untuk mendapatkan informasi yang bermakna. Produk yang sedang diuji getarannya di fasilitas pengujian khusus dipasang di atas meja di atas alat pengocok mekanis. Sebagian besar mesin uji getaran memiliki beberapa jenis perangkat penjepit yang menahan unit yang sedang diuji ke tabel getaran. Beberapa klem diaktifkan pegas. Unit lain mengamankan unit mereka melalui beberapa baut dan pelat penahan yang disebut sebagai perlengkapan uji. Perlengkapan uji sering dibuat khusus untuk bagian tertentu yang diuji. Setelah diamankan, instrumen getaran, atau pengocok, diaktifkan melalui amplifier daya yang dikontrol operator dan kontrol exciter. Penyesuaian variabel ini membiarkan analis getaran memvariasikan kecepatan dan kecepatan getaran yang diperkenalkan ke perangkat yang sedang diuji (DUT). Dua pengukuran bervariasi mengumpulkan data yang bermakna dari uji getaran, yang memungkinkan analis untuk menyimpulkan titik kegagalan produk. Pengukuran termasuk:

Frekuensi: Ini adalah jumlah getaran atau puncak getaran yang melewati titik tertentu dalam waktu tertentu. Seperti gelombang cahaya dan listrik, frekuensi getaran menggunakan pengukuran Hertz. Standar itu adalah satu puncak setiap detik. Banyak tes getaran merekam osilasi dalam kisaran kilohertz dengan seribu siklus atau lebih per detik.

Amplitudo: Pengukuran ini mencatat tingkat maksimum getaran atau osilasi yang diambil dari titik kesetimbangan. Amplitudo adalah angka yang sangat bervariasi dan tergantung pada jumlah gaya yang diterapkan pada DUT serta durasi siklus pengujiannya. Analis getaran mengekspresikan amplitudo dalam istilah nilai puncak, juga menggunakan skala Hertz. Rekaman tes getaran terkomputerisasi memberi analis dua jenis informasi. Ini membuat analis tahu apa yang terjadi pada DUT ketika mereka mengubah tingkat stres seperti resistansi resonansi, skala amplitudo dan pergantian frekuensi. Dua skala komputer meliputi:

– Informasi gelombang yang menunjukkan apa yang terjadi dari satu momen ke momen berikutnya selama pengujian getaran.

– Informasi spektrum yang merangkum semua yang terjadi saat data pengujian getaran dikumpulkan

Dua tes getaran umum melibatkan frekuensi yang diperkenalkan dalam pola getaran sinus atau acak. Sine adalah pola getaran linier yang juga disebut sebagai pengujian getaran sinusoidal. Ini melibatkan getaran yang diberikan pada tingkat yang sama selama tes.

PENGUJIAN SINE VIBRATION melibatkan getaran yang diberikan pada tingkat yang persis sama selama tes.

PENGUJIAN GETARAN RANDOM melibatkan shaker yang memungkinkan operator memperkenalkan getaran pada tingkat yang benar-benar acak dan tidak dapat diprediksi. Pengujian getaran sinus cocok untuk produk berisiko rendah yang ditujukan untuk aplikasi tugas ringan dan menengah. Itu bagus untuk banyak produk, tetapi dunia nyata jauh dari statis. Produk tugas berat memiliki segala macam tantangan getaran yang berkisar dari frekuensi rendah dan osilasi amplitudo hingga kondisi yang sangat tinggi. Pengujian getaran tingkat lanjut biasanya menggunakan pola getaran acak. Alat pengocok yang canggih memungkinkan operator memperkenalkan getaran pada tingkat yang acak dan tidak terduga. Ini memberikan DUT paparan luas untuk kondisi yang berubah yang mereka harapkan untuk temukan di luar fasilitas terkontrol dan keluar di dunia nyata.

Industri Menggunakan Pengujian Getaran Banyak industri yang berbeda menggunakan pengujian getaran sebagai bagian dari proses pembuatannya. Produsen terkemuka ingin memastikan keandalan produk. Pengujian getaran adalah bagian dari membangun kredibilitas, dan juga melindungi integritas dan reputasi pabrikan. Ini adalah beberapa industri yang biasanya menggunakan pengujian getaran selama pengembangan produk:

• Pabrikan Aerospace memastikan komponen yang sangat sensitif dapat menahan kekuatan lepas landas yang sangat besar serta kondisi ruang yang ekstrem.

• Pabrikan otomotif meminimalkan cacat pada pengendaraan dan penanganan dengan menguji getaran banyak bagian sebelum pemasangan pada jalur produksi. • Pabrikan penerbangan menghindari kerusakan bagian dan sistem seperti gerakan sayap dan tekanan engine dengan pengujian getaran.

• Produsen barang-barang konsumen melibatkan pengujian getaran untuk memastikan produk tahan terhadap kekakuan sehari-hari dalam penggunaan rumah tangga.

• Departemen pertahanan menggunakan pengujian getaran dalam peralatan dan sistem senjata untuk memastikan mereka dapat dengan aman diangkut dan digunakan di bidang pertempuran.

• Pabrikan elektronik menguji bagian-bagian kompleks untuk kemungkinan kerusakan dengan menjalankan prototipe melalui pengujian getaran.

• Produsen kelautan mengurangi keausan driveline dan kelelahan lambung dengan melakukan pengujian getaran di fasilitas yang terkontrol.

• Produsen peralatan medis mencegah kegagalan pada peralatan rumah sakit yang menyelamatkan jiwa dengan menguji getaran bagian.

• Produsen minyak dan gas mengandalkan pengujian getaran untuk mencegah masalah produksi di industri yang sangat tidak stabil.

• Stasiun pembangkit listrik juga menggunakan pengujian getaran untuk memastikan peralatan bertegangan tinggi beroperasi dengan aman dan andal.

Categories
Articles

Apa itu Universal Testing Machine (UTM)?

Universal Testing Machine (UTM)

Universal Testing Machine (UTM), juga dikenal sebagai penguji universal, mesin penguji bahan, atau kerangka uji bahan, digunakan untuk menguji kekuatan tarikan dan kekuatan ketahanan bahan. Nama sebelumnya untuk mesin uji tarik adalah tensometer. Bagian “universal” dari nama mencerminkan bahwa alat ini dapat melakukan banyak uji tarik dan kompresi standar pada bahan, komponen, dan struktur.

Apa beberapa variasi yang digunakan, atau apa komponen yang umum termasuk itu ??

Load frame – Biasanya terdiri dari dua penyangga kuat untuk alat berat. Beberapa mesin kecil memiliki penunjang tunggal.

Load cell – Transduser gaya atau cara lain untuk mengukur beban yang diperlukan. Kalibrasi berkala biasanya diperlukan oleh peraturan pemerintah atau sistem mutu.

Cross head – Cross head yang dapat bergerak (Crosshead) dikontrol untuk bergerak ke atas atau ke bawah. Biasanya digunakan dengan kecepatan konstan: kadang-kadang disebut mesin constant rate of extension (CRE). Beberapa mesin dapat memprogram kecepatan Crosshead atau melakukan pengujian siklus, pengujian pada gaya konstan, pengujian pada deformasi konstan, dll. Elektromekanis, servo-hidrolik, penggerak linier, dan penggerak resonansi juga digunakan.

Cara mengukur ekstensi atau deformasi – Banyak tes memerlukan ukuran respon spesimen uji terhadap pergerakan Crosshead. Terkadang Ekstensometer juga digunakan.

Output device – Diperlukan sarana untuk memberikan hasil tes. Beberapa mesin yang lebih tua memiliki tampilan dial atau digital dan perekam grafik. Banyak mesin yang lebih baru memiliki antarmuka komputer untuk analisis dan pencetakan.

Conditioning – Banyak tes memerlukan pengontrolan suhu (suhu, kelembaban, tekanan, dll.). Mesin dapat berada di ruang yang dikontrol atau sebuah lingkungan khusus dapat ditempatkan di sekitar spesimen uji untuk pengujian.

Test fixtures – spesimen yang memegang rahang, dan peralatan pembuatan sampel terkait keperluan dalam banyak metode pengujian

Modulus elastisitas?

Modulus elastis (juga dikenal sebagai modulus elastisitas) adalah kuantitas yang mengukur ketahanan benda atau zat untuk dideformasi secara elastis (contoh, Non-permanen) ketika tekanan diterapkan di sana. Modulus elastis suatu objek didefinisikan sebagai kemiringan kurva tegangan-regangannya di daerah deformasi elastis- Bahan yang lebih kaku akan memiliki modulus elastis yang lebih tinggi.

Baca juga: Macam-macam alat praktek kimia

Kurva tegangan – regangan?

Kurva tegangan-regangan untuk suatu bahan memberikan hubungan antara tegangan dan regangan. Ini diperoleh dengan secara bertahap menerapkan beban pada kupon uji dan mengukur deformasi, dari mana tegangan dan regangan dapat ditentukan. Kurva ini mengungkapkan banyak sifat material seperti modulus Young, kekuatan luluh dan kekuatan tarik pamungkas.

Young’s Modulus?

Young’s Modulus, atau modulus Young, adalah sifat mekanis yang mengukur kekakuan material padat. Ini mendefinisikan hubungan antara tegangan (gaya per satuan luas) dan regangan (deformasi proporsional) dalam suatu bahan dalam rezim elastisitas linier dari deformasi uniaksial.

Young’s Modulus dinamai setelah ilmuwan Inggris abad ke-19 Thomas Young; tetapi konsep ini dikembangkan pada tahun 1727 oleh Leonhard Euler, dan percobaan pertama yang menggunakan konsep modulus Young dalam bentuknya saat ini dilakukan oleh ilmuwan Italia Giordano Riccati pada 1782, pra-pembuatan karya Young pada 25 tahun. [1] Istilah modulus berasal dari modus istilah akar Latin yang berarti mengukur.

Necking (engineering)?

Necking (engineering)

Necking, dalam ilmu teknik atau material, adalah mode deformasi tarik dimana jumlah regangan yang relatif besar melokalisasi secara tidak proporsional di wilayah kecil material. [1] Penurunan mencolok yang dihasilkan di daerah penampang lokal menyediakan dasar untuk nama “leher”. Karena strain lokal di leher besar, ikatan sering dikaitkan dengan hasil, bentuk deformasi plastik yang terkait dengan bahan ulet, seringkali logam atau polimer. [2] Begitu necking telah dimulai, neck menjadi lokasi eksklusif untuk menghasilkan material, karena area yang diperkecil memberikan neck pada tekanan lokal terbesar. Leher akhirnya menjadi patah ketika cukup banyak ketegangan.

Categories
Articles

Reverse Engineering , Aplikasi Portable CMM dalam Reverse Engineering

CMM adalah singkatan dari Coordinate Measuring Machine, atau yang pada bahasa Indonesia dikenal dengan Mesin Ukur Koordinat. Istilah ini banyak digunakan pada disiplin ilmu Metrology. Alat ukur ini dipakai pada beberapa proses pengukuran yang berhubungan dengan karakteristik geometris fisik sebuah objek tiga dimensi.

Mengenal CMM

Mesin atau alat ukur CMM sering dipakai untuk fase inspeksi. Dengan menggunakan alat ukur CMM, hasil yang akan keluar akan akurat. Dalam prakteknya, alat ukur CMM dapat berperan untuk menentukan letak atau posisi probe yang berpindah dari posisi referensi.  Referensi yang digunakan ada pada sistem koordinat Kartesian tiga dimensi. Pada umumnya, koordinat tiga dimensi ini memiliki istilah sumbu X, Y, Z. CMM sendiri biasanya dipakai untuk melakukan kegiatan pengukuran geometri benda-benda fisik.

Mengapa Harus Menggunakan CMM?

Alat ukur CMM sendiri sampai saat ini dinilai sebagai salah satu metode atau teknik yang sangat berguna untuk meningkatkan kualitas dari produksi, salah satunya adalah pada industri otomotif. CMM juga bisa digunakan pada objek yang yang dua dimensi, asalkan sudah ditentukan titik referensinya. Stylus CMM bisa dioperasikan untuk mengukur objek dengan akurat dan spesifik pada permukaannya. Kemudian, membuat perbandingan terhadap data-data tersebut untuk mendapatkan hasil tentang proses pengukuran.

Mesin CMM sendiri bisa digunakan dan dikontrol oleh operator secara manual. Tapi, bisa juga menggunakan komputer sebagai pengendalinya. CMM atau mesin pengukur koordinat bekerja seperti jari manusia yang melacak koordinat pada peta. Tiga sumbu yang ada akan membentuk sistem koordinat. Hanya saja, alat ukur CMM memakai medium probe untuk menyelesaikan pengukuran titik tersebut pada sebuah benda kerja.

Apa itu Reverse Engineering (RE)

adalah sebuah proses dalam bidang manufacturing yang bertujuan untuk mereproduksi atau membuat ulang model yang sudah ada baik (komponen, sub asembly, atau produk) tanpa mengunakkan data-data dokumen desain atau gambar kerja yang sudah ada.

Reverse Engineering (RE) juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi sistematis dari suatu produk dengan tujuan replikasi atau pembuatan model baru karena bagian yang rusak umumnya terlalu mahal untuk mengganti, atau tidak lagi tersedia .

Pengolahan data digital adalah salah satu dari metode Reverse Engineering (RE), data digital yaitu berupa gambar atau JPG (Joint Photographic Experts Group) hasil dari kamera digital yang nantinya akan di olah menjadi obyek CAD tiga dimensi (3D). dari metode pengolahan data digital, diharapkan produk yang dihasilkan akan sama dengan degan produk aslinya.

Reverse Engineering bermanfaat untuk menganalisa kegunaan produk, analisa sub komponen, perkiraan biaya, dan identifikasi potensi pelanggaran paten.

Reverse Engineering adalah metode pembuatan model virtual 3 dimensi dari bagian fisik yang sudah ada untuk digunakan di 3D Computer-Aided Design (CAD), Computer-Aided Manufacturing (CAM), Computer-Aided Engineering (CAE), atau peranti lunak lainnya. Proses ini melibatkan pengukuran sebuah objek lalu direkonstruksi sebagai model 3 dimensi.

Reverse Engineering sangat berguna untuk menganalisa kegunaan produk, analisa sub komponen, perkiraan biaya, dan identifikasi potensi pelanggaran paten. Ini juga dapat dugunakan untuk menyediakan dokumentasi yang telah hilang atau tidak pernah dibuat, khususnya untuk bagian desain sebelum peranti lunak CAD tersebar luas.

Objek fisik dapat di ukur menggunakan teknologi 3D scanning yang disematkan pada mesin pengukur koordinat (CMM), mesin pengukur koordinat portable (PCMM) seperti tangan-tangan, dan digitaliser struktur cahaya putih. Data yang terukur biasanya berbentuk point cloud, yang kekurangan informasi topologis dan sering kali diproses menjadi berkas triangular-faced mesh (STL) lalu dibuat menjadi bentuk yang mudah di gunakan seperti satu set permukaan NURBS* atau model CAD solid.

* Non-uniform rational basis spline (NURBS)

Perusahaan kecil dan besar kerap kali menggunakan reverse engineering untuk mengenbalikan geometri fisik yang telah ada kepada lingkup digital. Beberapa contoh dari pengaplikasian reverse engineering adalah:

Industri otomotif

  • Alat penyetak lembaran logam yang digunakan dengan tangan dan tidaj meniliki catatan digital.
  • Digitalisasi Model tanah liat buatan tangan di studio desain.

Industri Penerbangan

  • Menyediakan data digital pada komponen yang tersemat untuk proses perakitan
  • Menyimpan peninggalan komponen pesawat (seperti bagian 747 yang dibuat tanpa CAD).
  • Membuat ulang pesawat ukuran penuh untuk analisis FEA oleh FAA.



Arsitektur dan Karya Seni

Menyiptakan satu-satunya, desain buatan tangan yang terdigitalisasi untuk pembangunan.

Anda harus memikirkan apa yang diinginkan untuk menyelesaikan dan dengan akurasi apa. Reverse engineering sebenernya tidak semudah mengambil data dari model. Ini dengan mudah dapat di kirim ke layar komputer, tapi secara keseluruhan prosesnya lebih rumit.

Untuk menyiptakan sebuah model dengan parametrik penuh, paket CAD (contoh, Catia, Solidworks, dll.) Biasanya digunakan untuk mendapatkan hasil akhir. Ada beberapa kerugian yang melekat pada ketelitian yang terjadi selama proses reverse engineering seperti berikut :

Alat Pengukur – semua sisten pengukuran memiliki ketidakpastian dalam akurasi volumetik karena kesibukan sistem atau lingkungan. Salah satu efek sampingnya dapat menghilangkan ketajaman detil

Mengkonversi point cloud menjadi jaringan – penghalusan dan pengurangan data harus diperhitungkan.

Pembungkusan permukaan NURBS menjadi jaringan – ketidaktepatan dan keberlangsungan kurva dapat menjadi pertimbangan.

Untuk organisasi yang belum tahu pasti kebutuhan reverse engineering mereka, Hexagon Metrology menyediakan jasa konsultasi seluruh kapabilitas reverse engineering untuk mereka yang belum ingin atau tidak dapat berinvestasi kepada mereka.

ketika anda telah menentukan apa yang ingin didapat, dan mendapatkan keuntungan serta kerugian, anda harus menganalisa pengaplikasiannya. Analisis ini harus meliputi:


Bagian karakteristik


Ukuran

Komponen kecil seringkali memiliki toleransi yang sedikit yang biasanya mengeluarkan mereka dari teknologi scanning. Ini terjadi karena tingkat kebisingan (dan ketidakpastian) dari metode ini yang kerap kali melewati toleransi dari komponen tersebut. Probing atau scanning secara manual dengan CMM, dan dengan ukuran ujung probe yang tepat sangat ideal untuk keadaan ini.

peraturan ibu jari yang baik adalah menggunakan sistem yang memiliki ketidakpastian 10 kali lebih baik dari yang diharuskan pada model akhir. Sayangnya, ini jarang sekali dapat diperoleh.

Pengukuran komponen besar dengan CMM atau PCMM bisa sangat lambat, jika tidak memungkinkan ketika data scan yang kompleks dibutuhkan. ‘Leap Frogging’ adalah sebuah tangan (menggerakan PCMM ketika komponen diukur) yang dapat melewwti toleransi budget kecuali fitur seoerti GridLOK tersedia. Laser pelacak Leica T-Scan dan scanner cahaya putih cognitens dapat menjadi pilihan terbaik untuk komponen yang berukuran lebih besar dari panjang tangan ROMER.

Toleransi

Fitur mesin prismatik, seperti pesawat dan rongga, atau komponen yang membutuhkan akurasi tinggi (kurang dari 25 mikron per meter) harus dihubungkan dengan probe pada CMMs atah PCMMs. Kekurangan dari scanning dengan probes adalah waktu pengambilan data yang lebih lama dan kenaikan resiko komponen bergerak secara tidak sengaja selama pengukuran. Komponen yang fleksibel dan memiliki kontur yang kompleks barus di ukur menggunakan non-contact scanner jika memungkinkan.

Fitur

Pola yang mudah, membuat rongga dan tepian adalah sebagian fitur yang harus dijadikan pertimbangan. Analog probing dapat mengukur radii yang kecil dengan sangat akurat, tapi prosesnya lambat. Laser scanner diatur pada titik jarak minimum dapat mengambil detil yang baik, tapi sedikit fitur dapat hilang pada gangguan ketidakpastian.

cakupan pandangan

Probes dapat menjangkau area diluar cakupan pandangan dari scanner. Laser scanner mungkin memiliki kesulitan masuk ke area yang sempit karena ukuran kepala dan tangakai yang pendek. Banyak dari scanner mendapatkan data ketika sensornya di arahkan 65 derajat dari permukaan normal.

ketika anda telah menentukan apa yang ingin didapat, dan mendapatkan keuntungan serta kerugian, anda harus menganalisa pengaplikasiannya. Analisis ini harus meliputi:


Faktor Eksternal

Geraran dan Lingkungan

Ketika proses pengukuran CMM dan tangan PCMM, scanner dan trackers membutuhkan komponen agar tidak bergerak karena berhubungan dengan alat pengukur. ini berarti lingkungan yang diinspeksi harus stabil.

Dibutuhkan kepadatan data

Kepadatan data berhubungan dengan titik jarak (resolusi) dan ketelitian dari pengukuran. hal ini sering dibahas pada ketentuan dari toleransi permukaan, atau devisiasi angular antara titik batas. Tingginya kepadatan data sering kali dibutuhkan pada fitur (rongga, detil tepian, dll.) Untuk di esktrak dari point clouds.

Dibutuhkan Kecepatan

Peraturan ibu jari yang baik dalam menimbang keuntungan dari probe scanning versus laser atau scanning cahaya putih dapat di tentukan pengambilan data dan kecepatan proses jaringan. Biasanya probe akan lebih lambat dalam pengambilan data tapi akan lebih cepat diproses. Sebaliknya, laser atau scanner cahaya putih dapat mengambil data lebih cepat tapi mengurangi
kecepatan proses penjaringan.

Operator Considerations

Ergonomis

Mengukur komponen yang besar dengan laser scanner itu melelahkan karena harus menjaga tangkai ± 1 inci agar mendapatkan 3 inci swath sekali scan. white light scanner, sepertias WLS 400A, WLS 400M dan WLS qFLASH  (sebelumnya dikenal dengan Cognitens), membantu dengan instan

Mudah Digunakan

Mengukur titik dengan probe manual itu membosankan jika yang dibutuhkan beberapa titik. Laser scanner yang dikendalikan manual menghasilkan point clouds yang tidak seragam dan dapat menambah waktu proses penjaringan dan produksi dari model akhir.

Peranti lunak yang kompatibel dari reverse engineering, PC-DMIS Reshaper menerjemahkan data yang diukur (kadang kala memberi angka sepuluh dari jutaan) dan menyiptakan jaringan loint cloud 3 dimensi. Walaupun peranti lunak tersebut berdiri sendiri, alat ini dengan mudah dapat dihubungkan dengan peranti lunak pihak ketiga seperti Polyworks, Geomagic, dan Rapidform.

Jaringan pada PC-DMIS Reshaper ini sangat cepat. Kuncinya terletak pada alogaritma triangular inovatif yang dikembangkan oleh PC-DMIS Reshaper.  Ini memungkinkan proses triangulasi lebih akurat untuk dapat bekerja dengan lebih sedikit titik yang mempercepat proses penjaringan; biasanya diselesaikan dalam hitungan detik.

Ketika jaring telah dibuat, ini dapat di manipulasi dengan berbagai cara:

  • Diperbaiki dengan pengisian rongga, penghalusan, dan alat perubah bentuk.
  • Pembagian jaringan
  • Membandingkan jaringan dengan berkas IGES untuk gaya inspeksi ‘weahtermap’.
  • Di eksport sebagai berkas IGES
  • Di eksport sebagai berkas STL untuk membuat prototip dengan cepat

Anda berhak mendapatkan seluruh akurasi yang ada! Secara terpisah, untuk pertimbangan, akurasi dari PCMM tidak sebagus fixed CMM. Jika ROMER PCMM (tangan) tidak sesuai kebutuhan anda, ada produk Hexagon Metrology lainnya yang dapat dipilih.

Namun, fitur tangan ROMER yang ditambah kapabilitas scanning dapat meningkatkan reverse engineering. Opsi scanning meliputi:

HP-L-20.8 External Laser Scanner – non-contact scanner yang sangat presisi dengan kapabilitas untuk membedakan antara ragam warna dan permukaan jadi. Fitur dari HP-L-20.8 menambah akurasi pada pengaplikasian untuk toleransi ketat.

RS6 Line Scanner terintergrasi – Standar pada sistem ROMER SI, RS6 mengumpulkan 1,200,000 titik per detik dan telah terkalibrasi pada tangan dari pabrik.

Untuk tangan ROMER, komponen yang ideal adalah ⅓ sampai ½ ukuran dari total volume. Komponen yang memiliki cakupan pengelihatan yang buruk, sulit untuk laser trackers Leica atau WLS white light digitizers, dapat di ukur dengan kapabilitas probe ROMER. Komponen prismatik dan memiliki kontur akan memudahkan fitur scanning.

Ketika mengukur komponen yang lebih besar daripada volume tangan, biasanya ‘Leap Frog’ dibutuhkan. ‘Leap Frogging’ membutuhkan lengan agar dapat mengalibrasi sendirinya berdasarkan tim 3 titik yang telah ditentukan pada komponen yang sedang diukur. Ketika lengan sedang bergerak mengitari komponen, ketidakcocokan tetapan pengukuran yang ada telah dicampur dengan mengurangi keseluruhan akurasi pengukuran. ROMER mempatenkan fitur LOK, GridLOK dan TooLOK contohnya, mengeliminasi ‘stacking error’ yang sering diasosiasikan dengan ‘Leap Frogging’.

Fitur lainnya dari lengan ROMER adalah menawarkan desain yang ergonomis. Lengan ROMER dilengkapi dengan SpinGrip Zero-G yang sederhana, imbang dan dipantenkan yang mengizinkan mereka untuk ‘float’ fi tangan operator. Hal ini mengurangi stress pada lengan yang dapat memaksimalisasi akurasi dan pengulangan serta meminimalisasi kelelahan pengguna.

Categories
Articles

Edukasi Industri 4.0: Peran Customization Automation dan IOT di Dynatech

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah revolusi industri 4.0. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada penggunaan teknologi dalam segala aspek kehidupan manusia. Termasuk pula dalam dunia industri. Dampak revolusi industri 4.0 ini cukup besar bagi perkembangan kehidupan saat ini. Apa saja manfaat dan dampak positif tersebut serta apa sajakah unsur penting dalam revolusi industri 4.0? Berikut ulasannya.

Unsur-unsur di dalam Industrial 4.0

Inti dari revolusi industri 4.0 adalah pemanfaatan teknologi untuk mendukung aspek kehidupan manusia dan masyarakat sehari-hari. Dalam revolusi industri 4.0 ini memiliki beberapa unsur yang tak dapat dipisahkan. Proses otomasi merupakan proses dari revolusi industri ke 3 yang dibawa ke dalam industrial 4.0 dimana proses otomasi ini diperkaya dengan teknologi teknologi yang memungkinkan semua proses dapat dilakukan secara mudah.  Adapun komponen tersebut adalah:

Unsur-unsur di dalam Industrial 4.0

    • IOT – Internet of Things

    Kita pasti sering mendengar tentang apa itu IOT , IOT adalah sebuah interkonektifitas antara sebuah device dengan si pengguna dan juga dengan device yang lainnya. Sebagai contoh , bukan hanya mobile phone atau komputer kita saja yang bisa berkomunikasi tetapi juga alat lain seperti mesin mesin produksi , alat alat di assembly line etc.

    • Cloud Data

    Cloud data adalah dimana semua data data disimpan, seluruh data ini dapat diakses oleh device yang terhubung dengan internet sehingga proses  penyimpanan data menjadi lebih mudah dan effisien

    • Big Data Analytics

    Big data analytics berhubungan erat dengan proses analisa untuk pengambilan sebuah keputusan. Data ini merupakan sebuah aset yang akan sangat membantu dalam penentuan strategi untuk berbisnis , menemukan produk yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan dari si pelanggan .  Semua proses ini dilakukan secara terstruktur sehingga banyak sekali kemudaha yang didapatkan

    • Smart Sensors

    Untuk melakukan otomasi secara optimal, maka smart sensor juga harus terintegrasi ke dalam proses industry 4.0 ini.  Tugas sensor ini adalah memberikan informasi sebanyak banyaknya kepada si pengguna sehingga mereka dapat menganalisa proses pekerjaan yang mereka lakukan secara cepat dan efisien

    • Augemted Reality

    Augmented reality adalah sebuah teknologi baru yang memberikan fitur nyata kedalam sebuah aplikasi .  Dengan menggunakan fitur ini pengguna dapat merasakan  sensasi yang nyata didalam aplikasi mereka.

    • Security

    Dengan berkembangnya proses pengolahan data maka proses keamanan juga harus meningkat untuk menghindari peretasan dan kebocoroan data penting

    • Collaborative Robots

    Collaborative robot adalah sebuah robot / mekanisme yang mampu menghbungkan sebuah proses produksi ke proses lainny adan juga memberikan informasi kepada si pengguna

    Semua fitur ini kemudian di integrasi kedalam sebuah proses baik itu produksi , assembli , maupun logistic sehingga memberikan data yang dibutuhkan untuk penngguna untuk melakukan analisa lebih lanjut.

    Dengan proses Industrial 4.0 maka industri diharapkan untuk berkembang dari segi flexibilititas , effisiensi produksi dan juga interaksi dengan customer

Baca Juga: Miliki Laboratorium Uji Pelumas, Indonesia Siap Meningkatkan Daya Saing Dalam Industri

Dampak Revolusi Industri 4.0

Dampak revolusi industri 4.0 sangatlah besar bagi perkembangan kehidupan manusia. Kita pun menjadi semakin mudah dalam menjalankan berbagai macam hal. Jika ditelaah lebih lanjut, manfaat dan dampak revolusi industri 4.0 ini akan membawa efisiensi dari segi produksi. Misalnya saja mengurangi biaya produksi dan waktu. Tak hanya itu, dampak revolusi industri 4.0 juga bisa dilihat dari segi sosial, ekonomi, hingga aspek produksi dalam ini adalah kinerja. Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui.

  • Dari Segi Sosial

Dampak yang pertama adalah dari segi sosial yang sangat signifikan. Kita dapat lihat dari masifnya penggunaan smartphone oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Masyarakat yang memiliki smartphone tersebut mustahil untuk tidak mengakses internet dan memiliki media sosial. Bahkan dari tahun ke tahun pengguna media sosial pun semakin meningkat.

Dampak revolusi industri 4.0 secara positif dari segi sosial adalah dapat mempermudah komunikasi antar manusia. Selain itu, berpengaruh pula pada meningkatnya lapangan kerja. Contohnya, seseorang dapat mengakses informasi mengenai lapangan kerja, dan sebagainya. Perputaran informasi pun menjadi semakin cepat. Lalu, bagi perusahaan perkembangan teknologi di internet juga bisa menjadi sarana untuk mengenalkan produk.

  • Dari Segi Ekonomi

Selanjutnya, yang paling dirasakan dari dampak revolusi industri 4.0 adalah dari segi ekonomi. Seperti disebutkan sebelumnya, revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan mesin dan teknologi digital juga mempermudah aspek produksi. Dengan begitu, hal ini bisa membuat proses produksi menjadi lebih cepat da cistomizable.

Kemudian, dari segi efisiensi biaya adanya teknologi digital dapat memangkas biaya produksi secara signifikan. Lalu, dari segi promosi produk dari sebuah brand pun menjadi lebih efektif dengan menggunakan media sosial dan media internet. Bandingkan saja bila menggunakan cara konvensional ini akan memerlukan biaya yang cukup besar dan tidak bisa dijangkau oleh masyarakat secara luas layaknya melakukan promosi menggunakan media sosial atau digital.

Setidaknya itulah beberapa dampak positif dari revolusi industri 4.0 di Dynatech. Dampak ini juga dirasakan membawa perubahan yang signifikan bagi sebagian besar orang. Apakah perusahaan atau Anda secara pribadi juga merasakan manfaat yang sama dari adanya revolusi industri 4.0 tersebut?