Categories
Articles

Checking a Groove Inside a Bore

The Challenge

Manufacturing a piston or an engine component often involves awkward geometric features, such as inner groves inside a bore or cavity.

Because they are part of a high tolerance system, the inner groove must still be gauged with a precise instrument. But noncontact sensors or pencil probes are impractical and space is limited.

The Solution

Checking a Groove Inside a Bore Solartron Metrology

Solartron specialty sensors such as Block Gauges provide the ability to check awkward dimensions accurately and repeatably, and with a lower cost than non-contact offerings.

Block Gauges have the probe mounted on the side of the base and is connected to a sliding top piece with robust, precision linear bearings. A top tool, tip holder, and tip can then be used to measure up inside a bore. With the optional pneumatic cylinder, the tip can then shuffle into a groove, and a measurement is taken.

  • 2, 5, and 10mm ranges
  • Up to 0.05% of reading accuracy, 0.25-micron repeatability
  • Tip Holders with 20mm to 60mm length
  • Right Angle Tip Adapter available

Network Block Gauges and other Solartron Digital Sensors using the Orbit® 3 Network

Orbit® 3 – The Total Measurement System from Solartron Metrology

The Solartron Orbit® 3 Digital Measurement System, in conjunction with Solartron’s wide range of transducers, including both contact (gauging probes) and non-contact linear measuring transducers, specialist transducers, and third party interfaces, provides a limitless set of measuring system solutions, with numerous different interfaces to computers and PLC’s, making Orbit® 3 completely flexible.

Orbit 3 – The Total Measurement System from Solartron Metrology

Block Gauge Components

Block Gauge Components

Categories
Articles

Apa Itu Pencil Probe dan Kriterianya

Beberapa pengukuran menggunakan Gauging probe atau biasa disebut Pencil probe adalah menggunakan system dimana ujung probe atau contact tip bersentuhan langsung dengan part / media yang diukur (contact probe). Istilah pencil probe timbul karena bentuknya yang seperti pensil (alat tulis pensil) yang dihubungkan dengan kabel dan komponen elektronik sebagai pengubah signal dan interface. Beberapa pengguna / user memakai istilah inductive probe, linier probe, LVDT dan sebagainya yang prinsipnya atau bentuknya hampir sama dengan pencil probe.

Contoh Penggunaan Pencil Probe

Didalam applikasi penggunaannya Pencil probe banyak digunakan untuk pengukuran Diameter (ID-OD), Runout, Thickness (ketebalan), Flatness (Kerataan) ataupun profile.

Industri-industri yang memerlukan pengukuran dengan tingkat akurasi dan keandalan yang tinggi banyak menggunakan probe tersebut terutama untuk laboratorium, line produksi, quality control, testing dan pengukuran serta mesin-mesin yang memerlukan repeatability yg baik (misal ≤ 1 micron) seperti industri otomotive, pesawat, elektronik, optik / lensa / kaca, medis dan sebagainya dimana akurasi dan repeatability menjadi pertimbangan kritis pada proses produksinya.

Pemilihan Pencil Probe

Beberapa kriteria yang diperlukan untuk pemilihan Pencil probe :

  1. Tentukan Measuring Range ±25 mm – ± 10 mm
  2. Pilih LVDT (Linear Variable Displacement Transformer) atau half bridge configuration.
  3. Output dengan Signal Conditioning : AC (mV/V), DC ± 5 VDC, 4 – 20mA
  4. Diameter probe 6 mm – 8 mm
  5. Jenis Spring Push, Pneumatic Push atau Vacuum retract.
  6. Operating Temperature Range
  7. Industrial Protection (IP) atau NEMA yg diperlukan
  8. Penggunaan untuk indoor / outdoor.

Salah satu pencil probe manufaktur terbesar seperti Solartron (Ametex group – United Kingdom) telah mengadopsi sistem pemilihan probe tersebut diatas.

Berdiri sejak tahun 1946, Solartron – UK memiliki global network diseluruh dunia dengan dukungan distributor yang handal baik dalam hal penjualan maupun technical supportnya. Semua produk Pencil probe maupun digital probe dibuat di pabriknya di UK.

Pencil probe Solartron :

  • Material selubung dari stainless steel yang dimachining
  • Menggunakan teknologi Swiss bearing
  • Anti rotation pin untuk kestabilan repeatability karena side load (benturan samping)
  • Material inti (core) dari Titanium
  • Lolos uji endurance testing 13 juta kali
  • Customize probe baik untuk material maupun panjang kabel
  • Material kabel : steel, nylon, armored

  • Akurasi 0,05% FS , Resolusi 0,05 µm, repeatability 0,07 µm dan IP 68 (customize)
  • Ketersediaan low tip force sampai 0,03N

Solartron probe sensor dapat digunakan untuk monitoring struktur bangunan :

  • Rekahan / crack di jembatan, bendungan (dam), terowongan dan struktur lain yang memerlukan monitoring secara berkala.
  • Sensor untuk tujuan tersebut haruslah handal dan tahan lama serta ber-resolusi tinggi.
  • Solartron menawarkan sensor dengan casing / selubung berbahan stainless steel dengan IP protection yang lebih baik (IP 68) menggunakan bahan sealing epoxy.
Categories
Articles

Mengenal Petrologi dan Alatnya

Apa itu Petrografi?

Petrografi telah berkembang menjadi alat yang sangat diperlukan untuk analisis lembaran keramik, khususnya mempelajari komposisi mineralogi dan tekstur benda keramik. Petrografi adalah teknik yang biasa digunakan dalam geologi untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan batuan. Petrografi keramik mempelajari bahan arkeologi atau sejarah berbasis tanah liat. Menggunakan mikroskop cahaya polarisasi (PLM) dalam studi keramik, bahan baku berbeda yang digunakan untuk membuat benda keramik dapat diidentifikasi, mulai dari lempung dan mineral lain hingga fragmen batuan dan temper an organik atau anorganik. Teknik ini juga dimasukkan ke dalam studi tentang asal dan asal bahan mentah, dan mampu membedakan prosedur teknologi yang berbeda yang diikuti untuk membuat benda keramik (dari pembentukan hingga pembakaran), di samping memberikan petunjuk tentang fungsi benda tersebut. Informasi ini tidak hanya membantu merekonstruksi perdagangan dan pertukaran bahan mentah dan keramik, tetapi juga membantu merekonstruksi masyarakat di balik pot.

Minerologi Tanah Liat

Mineral tanah liat (dan partikel seukuran tanah liat) mewakili nasib akhir batuan kristal saat mereka berinteraksi dengan kondisi lingkungan permukaan, menyediakan substrat yang menopang. Mineral tersebut adalah konstituen penting dari “zona kritis,” yang memainkan peran kunci dalam siklus biogeokimia global, dan penting bagi umat manusia sehubungan dengan peran mereka dalam bahaya alam (tanah liat yang membengkak, permukaan tergelincir tanah longsor dan patahan).

Sebagai sumber daya alam, karena berdampak pada kesehatan manusia, pentingnya proyek tersebut bagi proyek teknik sipil, dan masalah topikal seperti penyimpanan limbah nuklir.

Mikroskop Petrologi

Seorang ahli petrologi menggunakan mikroskop dan tes kimia untuk menentukan sifat batuan dan mineral. Pemeriksaan mikroskop dari spesimen batuan yang dipasang pada slide “bagian tipis” adalah teknik utama yang digunakan untuk mengidentifikasi spesimen batuan. Studi lebih lanjut dapat menentukan komponen dan fitur batuan beserta komposisinya, bagaimana terbentuknya dan pengaturan geologi batuan tersebut.

Irisan bernoda, hand specimens, atau butiran lepas dari batuan dan mineral dapat diuji dengan mikroskop stereo cahaya. Kemudian bagian tipis bisa diuji dengan mikroskop polarisasi cahaya yang ditransmisikan menggunakan Mikroskop Petrologi seperti milik Meiji, model ML9000 atau MT9000 Series.

Categories
Articles

Apa itu Hardness Testing

Pengertian dari kekerasan material atau bahan

Kekerasan (Hardness) adalah salah satu sifat mekanik (Mechanical properties) dari suatu material. Kekerasan suatu material harus diketahui khususnya untuk material yang dalam penggunaanya akan mangalami pergesekan (frictional force) dan deformasi plastis. Deformasi plastis sendiri suatu keadaan dari suatu material ketika material tersebut diberikan gaya maka struktur mikro dari material tersebut sudah tidak bisa kembali ke bentuk asal artinya material tersebut tidak dapat kembali ke bentuknya semula. Lebih ringkasnya kekerasan didefinisikan sebagai kemampuan suatu material untuk menahan beban indentasi atau penetrasi (penekanan).

Apa yang dimaksud dengan Uji Kekerasan material/bahan (Hardness Test) ??

Uji kekerasan adalah pengujian yang paling efektif untuk menguji kekerasan dari suatu material, karena dengan pengujian ini kita dapat dengan mudah mengetahui gambaaran sifat mekanis suatu material. Meskipun pengukuran hanya dilakukan pada suatu titik, atau daerah tertentu saja, nilai kekerasan cukup valid untuk menyatakan kekuatan suatu material.

Dengan melakukan uji kekerasan, material logam khususnya dapat dengan mudah di golongkan sebagai material ulet atau getas, mikro struktur jenis material melalui Analisa metalurgi dan lainnya.

Tujuan dari Uji kekerasan material atau bahan

Uji kekerasan adalah pengujian nilai kekerasan dari suatu material, yang mana pengujian ini dapat kita ketahui gambaran sifat mekanis dari suatu material/bahan. Meskipun pengukuran hanya dilakukan pada suatu titik, atau daerah tertentu saja. Nilai kekerasan akan memastikan, menggambarkan kekuatan dari suatu material tersebut. Dengan melakukan uji keras material tersebut, kita dapat mengetahui kekerasan, kekuatan dan sifat material ; Getas, Kelenturan dan untuk analisa material lanjutan seperti kondisi “microsctructure” dari logam material itu sendiri.

Uji kekerasan material atau bahan

3 skala pengujian kekerasan yang sering digunakan (Hardness tester)

Hardness tester

Brinnel ( HB / BHN / HBN )

Pengujian kekerasan dengan metode Brinnel bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (spesimen). Idealnya, pengujian Brinnel diperuntukan untuk material yang memiliki permukaan yang kasar dengan uji kekuatan berkisar 500-3000 kgf. Identor (Bola baja) biasanya telah dikeraskan dan diplating ataupun terbuat dari bahan Karbida Tungsten.

Rockwell (HR / HRN  )

Pengujian kekerasan dengan metode Rockwell bertujuan menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap indentor berupa bola baja ataupun kerucut intan yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut.

Rockwell (HR / HRN )                            Rockwell

Vickers/Microvickers (HV / VHN)

Pengujian kekerasan dengan metode Vickers bertujuan menentukan kekerasan suatu material dalam yaitu daya tahan material terhadap indentor intan dan mempunyai bentuk geometri berbentuk pyramid. Beban yang dikenakan juga jauh lebih kecil dibanding dengan pengujian Rockwell dan Brinnel yaitu antara 1 sampai 1000/2000gr (microvickers). Vickers 0.3kgf ~ 50kgf.
Angka kekerasan Vickers (HV) didefinisikan sebagai hasil bagi (koefisien) dari beban uji (F) dengan luas permukaan bekas luka tekan (injakan) dari indentor(diagonalnya) (A) yang dikalikan dengan sin (136°/2).

Aplikasinya : untuk melihat karakteristik material dan Analisa microsctructure metallurgy

  • Metode Vickers/Microvickers :

 Metode Vickers/Microvickers

Indentor dan Spesimen

  • Metode Microhardness

Edge Adjustment and CheckComputer and Metode Vickers/Microvickers

Metode Vickers/Microvickers ToolsRockwell 2

FLV-50Rockwell 3

FTC, FTP, FTMMetode Vickers/Microvickers 2

Categories
Articles

Simak Tahapan Proses Persiapan Sampel Penelitian!

Persiapan yang matang dari spesimen metallographic merupakan langkah penting untuk menentukan keakuratan mikrostruktur sebuah material dan sering kali memerlukan pemotongan, pembagian, bantalan, course grinding, fine grinding, pemolesan, pengetsaan dan pengamatan mikroskopis. Terdapat beberapa proses persiapan sampel, yaitu.

Pemotongan Sampel

  • Hal pertama yang perlu diketahui ketika memotong sampel penelitian ialah menjaga orientasi sumbu dari sampel. Memotong sampel dengan sedemikian rupa sehingga arah sampel yang penting seperti Arah Putaran, Arah Transversal, dan Sampel Normal tidak akan hilang.
  • Hal penting lainnya yang perlu diketahui ialah proses pemotongan tidak boleh merusak atau merubah sampel hingga menyebabkan hasil yang tidak benar.
  • Hindari metode pemotongan yang terlalu agresif karena dapat menimbulkan panas atau menyebabkan peleburan pada permukaan potongan. Kerusakan parah yang terjadi di tahapan ini dapat menyebar hingga kedalam material sehingga tidak dapat di hilangkan dengan penggilingan dan pemolesan.

  • Panas yang terjadi ketika pemotongan dapat menyebabkan perubahan pada fase transformasi mikrostruktur atau mekanisme pengendapa/difusi akan aktif. Maka dari itu pemanasan harus dihindari dengan segala cara. Pemotongan kasar lumrah terjadi pada industri logam dan cocok untuk memotong bagian yang lebih besar.
  • Sering kali sampel di hadapkan pada tekanan dan panas yang tinggi tetapi jika digunakan dengan benar, potongan yang bagus dapat dihasilkan dengan sedikit kerusakan. Panas merupakan masalah utama dan menggunakan tekanan berlebih serta roda pengikis yang tidak tepat dapat menyebabkan sampel berpendar merah karena panas. Biasanya produsen perlengkapan pemotong dan roda pengikis menerbitkan tabel dan diagram agar memudahkan dalam memilih piringan. Pentingnya mengamati rekomendasi produsen tidak dapat di hindari. Jika terjadi pemanasan berlebih, hal ini biasa disebabkan piringan yang digunakan terlalu ‘keras’ untuk material yang sedang dipotong. Roda yang digunakan secara tidak tepat dapat menyababkan pengikis menjadi tumpul.
  • Kemungkinan lainnya ialah pengikis menjadi clogged. Gesekan kemudian menyababkan panas berlebih dan merusak sampel. Panas seringkali menghasilkan perubahan permukaan struktur dimana penggilingan dan pemolesan susulan tidak dapat menghilangkannya. Pemilihan roda pengikis merupakan hal penting untuk mencegah kerusakan ketika memotong material.

Mesin Pemotong dengan Tingkat Peleburan Rendah yang Presisi

Ada banyak model pemotong di pasaran yang di desain untuk presisi dan pemotongan dengan sedikit kerusakan. Mesin tersebut umumnya menggunakan boron nitride dan roda pemotong bertipe diamond, walaupun tipe lainnya tersedia, bergantung pada mesinnya.

 

Bantalan dari Sampel

Tujuan utama dari bantalan sampel adalah untuk kenyamanan saat menangani sampel dengan kesulitan seperti bentuk dan ukuran pada saat tahap tambahan dari persiapan dan pengamatan. Tujuan kedua adalah untuk keamanan dan menjaga sudut yang ekstrem atau cacat permukaan pada saat persiapan.

Sampel juga membutuhkan bantalan untuk mengakomodasi penggunaan berbagai jenis alat otomatis pada laboraturium atau membantu penempatan pada meja mikroskop.

Manfaat lainnya dari bantalan adalah kemudahan dalam mengidentifikasi sampel dengan nama, nomor alloy, atau kode laboraturium untuk penyimpanan dengan menulis pada permukaan bantalan tanpa merusak sampel.Sampel yang kecil umumnya membutuhkan bantalan agar sampel tertopang dengan stabil dalam wadah pada saat pemotongan dan pemolesan. Wadah yang dipilih dapat berupa cold curing resin atau a hot mounting compound.

 

Sifat dari material bantalan di antaranya.

  • Bersifat tahan terhadap abrasi dan cukup kuat sehingga sudut dari sampel terlindungi, contoh, tempat terjadinya abrasi harus berada di seberang muka dari bantalan dan sampel
  • Stabil dan menopang sampel.Ini penting. Jika material bantalan memiliki tingkat adhesi yang buruk atau mudah menyusut, maka celah akan terbuka antara material bantalan dan permukaan sampel. Jika hal tersebut    terjadi, akan sangat sulit untuk menyegah terjadinya kontaminasi silang antara pengikis satu dengan lainnya yang menyebabkan goresan yang banyak pada bagian yang telah usai.
  • Lapisan permukaan yang rapuh juga harus di rekatkan pada permukaan dan tidak boleh di lepas. Perbaikan yang tepat waktu dan suhu yang yang tidak sesuai hanya dapat memperbaiki sebagian bantalan sampel.  Dengan kondisi ini, sifat dari material bantalan tidak sepenuhnya dikembangkan dan material akan menjadi longgar dan seperti bubuk. Umumnya, jika material tidak diperbaiki dengan benar, kekerasan dan sifat abrasi yang buruk sehingga material terkena dampak yang merugikan dari goresan dan larutan. Kemudian, sifatnya saat sedang kosong sangat buruk tanpa pemberian gas pada masalah utama. Jika meja bantalan di curigai bersalah, baiknya mengeluarkan sampel dan memulainya kembali.
  • Stabil saat kosong – tidak ada pemberian gas atau penguapan yang menyebabkan kontaminasi. Hal ini sangat penting untuk high magnification work, waktu perolehan peta yang panjang fan mikroskop dengan kritria high vacuum.

Metode Bantalan Sampel

Metode pembantalan tidak seharusnya merusak mikrostruktur dari sampel. Peleburan mekanis dan panas merupakan sumber utama yang menyebabkan efek kerusakan.

Wadah bantalan dan sampel harus sesuai dengan memerhatikan kekerasan dan ketahanan abrasi. Perbedaan besar pada kekerasan atau ketahanan abrasi antara media bantalan dan sampel menghasilkan perbedaan sifat pemolesan, kelegaan, perlindungan sudut yang buruk.

Wadah bantalan diharuskan tahan terhadap cairan kimia seperti cairan pemoles dan pengukir yang dibutuhkan untuk mengembangkan mikrostruktur dari sampel

Bantalan Tekanan Sampel (panas)

Tekanan bantalan merupakan metode yang paling umum digunakan untuk memberi lapisan di sekeliling sampel dengan memberi panas dan tekanan material lapisan seperti bakelite, diallyl phthalate resin, dan resin akrilik. Bakelite dan diallylic resins adalah thermosetting dan resin akrilik adalah thermoplastic.

Material thermosetting dan thermoplastic memerlukan panas dan tekanan selama proses penyetakan, tetapi setelah selesai, bantalan yang terbuat dari material thermosetting mungkin dikeluarkan dari cetakan pada suhu maksimal. Material thermoplastic akan tetap lunak pada suhu maksimal penyetakan dan harus di dinginkan dibawah tekanan sebelum di keluarkan.

Bantalan panas menggunakan thermosetting compound, di rapihkan pada mounting press yang akan mengeluarkan panas dan tekanan tinggi. Metode bantalan ini menghasilkan bantalan yang keras dengan waktu singkat.

Namun, pemanasan (umumnya pada 120 °C) dan tekanan tinggi yang terjadi mungkin tidak sesuai untuk sampel yang halus, lembut atau memiliki titik leleh yang rendah.

Teknik dapat digunakan untuk melindungi sampel yang halus dari pengaruh tekanan, seperti menempatkan sampel di bawah struktur pendukung di dalam rongga cetakan.

Struktur pendukung seperti itu dapat melindungi sampel dari tekanan awal yang diterapkan ketikan material cetakan berbentuk butiran, dan kemungkinan besar dapat menimbulkan kerusakan pada sampel. Ketika material cetakan berubah menjadi cairan, infiltrasi terjadi untuk membungkus sampel yang kemudian akan terkena tekanan hidrostatis.

Tekanan hidrostatis dapat diterapkan pada semua sampel halus tanpa masalah. Pada kasus yang sangat lembut atau material yang sensitive terhadap panas, pemasangan panas yang tidak sesuai. Pemasangan resins konduktif juga tersedia, yang mana baik untuk pengujian SEM, meskipun karakter adhesi dan kekerasannya tidak sebaik senyawa set panas epoxy.

Jika tepi specimen tidak menarik, maka bahan specimen non konduktif dapat digunakan. Secara umum, pemasangan panas lebih disukai daripada resin dengan pengaturan dingin, ketika sampel tidak terpengaruh oleh temperature dan tekanan (200º C & 50 kN). Namun, tidak semua specimen dapat mentolerir hal ini.

Ruang non konduktif harus ditutup dengan pita perekat konduktif atau dilapisi dengan media konduktif (area sampel dapat ditutup jika lapisannya sputter, atau menggunakan evaporator.) Alumunium foil atau slip penutup kaca berguna untuk tujuan ini. Catatan: banyak pita perekat logam adhesif tidak memiliki adhesif yang konduktif, sehingga penggunaan cat karbon/perak mungkin diperlukan pada sambungannya meskipun lapisan karbon yang tipis dapat ditoleransi pada sampel, yang ideal adalah permukaan sampel harus kosong.

Penempatan panas mungkin tidak diterima, jika pengaruh pada temperatur dan tekanan diperkirakan tidak sesuai untuk sampel yang diselidiki

Secara umum, bahan yang digunakan untuk pengaturan dingin tidak dapat menandingi kekerasan pada bahan yang biasanya digunakan dalam pemasangan panas. Hal ini mungkin menyebabkan kompromi dalam tingkat perlindungan tepi dan penyokong yang disediakan untuk sampel. Selanjutnya, karakteristik abrasi mungkin perlu diperhitungkan selama persiapan.

Bahan harus stabil selama divakum. Pengeluaran gas dapat menjadi masalah besar yang mengacu pada tingginya jumlah kontaminasi pada sampel, dan bahkan pada bagian mikroskopnya.

 

Penempatan dingin spesimen

Penempatan dingin tidak memerlukan tekanan dan hanya perlu sedikit panas, dan ini berarti penempatan dalam jumlah specimen yang banyak lebih cepat daripada penempatan dengan kompresion.

Bahan yang digunakan untuk penempatan dingin diklasifikasikan seperti polyester, epoksit, dan akrilik. Polyester adalah bahan yang transparan dan biasanya bening; epoksit hampir transparan dan berwarna seperti jerami; sedangkan akrilik buram.

Penempatan dingin pada ketiga klasifikasi bahan itu adalah dua system komponen yang terdiri dari resin dan sebuah pengeras; keduanya dapan dicairkan, dapat dipadatkan, atau salah satunya cair dan satunya lagi padat. Campuran dari resin dan pengeras ini menghasilkan polimerasi eksometrik, dan karena itu tindakan ini penting dalam menghasilkan perawatan yang memuaskan dan membatasi suhu ke tingkat yang diizinkan. Kenaikan suhu dapat dikurangi dengan mengorbankan waktu perawatan yang lebih lama

Penempatan dingin adalah metode pengecoran, karena masing-masing dari tiga klasifikasi bahan pemasangan dingin adalah cairan setelah resin dan pengeras tercampur (dua sistem padat dicairkan sebelum dicampurkan). Cetakan pengecoran dapat dari berbagai ukuran atau bentuk yang diinginkan. Untuk cetakan bundar, baik yang berbentuk cincin bakelite atau bagian cincin yang dipotong dari plastik atau tabung logam atau pipa yang cocok.

Bahan cetakan dapat menjadi bagian dari dudukan dalam bentuk lluar cangkang, atau bahan pelepas dapat digunakan untuk memungkinkan dudukan keluar dari cetakan. Cetakan persegi panjang dibentuk dengan membungkus heavy-duty aluminum foil di sekitar balok kayu dengan ukuran yang sesuai keinginan. Alumunium foil dapat dilepas dari dudukan dengan mengupasnya, menggilingnya, atau menggunakan bahan pelepas cetakan. Cetakan dengan ukuran atau bentuk apapun dapat dipersiapkan dari bahan karet silicon. Kelenturan dari cetakan silicon karet memungkinkan perawatan cetakan dingin lebih mudah dilepaskan.

Resin epoksi adalah bahan yang paling sering digunakan pada pemasangan dingin. Keras dan melekat kuat pada sebagian besar specimen metalurgis, mineral dan keramik. mereka juga menunjukkan kerutan volume yang lebih rendah daripada polyester ataupun akrilik dan sangat berguna untuk impregasi struktur berpori atau retakan dengan metode vakum. Dudukan epoksi resin dapat diawetkan pada suhu rendah atau ditempatkan dalam oven bersuhu rendah untuk proses pengeringan yang cepat, tergantung pada perbandingan campuran antara resin dan pengeras.

 

Penggerindaan

Penggerindaan adalah tindakan terpenting dalam persiapan specimen. Selama penggerindaan penindak memiliki peluang untuk meminimalisir kerusakan permukaan mekanis yang harus dihilangkan dengan memolesnya. Meskipun pemotongan dilakukan dengan sembarangan, mengakibatkan kerusakan permukaan yang parah, kerusakan dapat dihilangkan dengan penggerindaan yang berkepanjangan. Namun, pemolesan yang berkepanjangan tidak akan membantu banyak dalam menghilangkan kerusakan permukaan yang disebabkan oleh penggerindaan.

Menggerinda dilakukan dengan mengikis permukaan spesimen melalui serangkaian tindakan menggunakan pasir abrasif yang semakin halus. Ukuran girt dari 40 mesh hingga 150 mesh biasanya dianggap sebagai abrasif kasar dan ukuran girt 180 hingga 600 mesh sebagai abrasif halus.

Penggilingan harus dimulai dengan ukuran pasir kasar yang akan membentuk permukaan awal yang datar dan menghapus efek pemotongan dalam beberapa menit. Grit abrasif ukuran 150 atau 180 mesh cukup kasar untuk digunakan pada permukaan spesimen yang dipotong dengan roda pemotong. Gergaji besi, gergaji pita atau permukaan kasar lainnya biasanya membutuhkan ukuran pasir abrasif dalam kisaran 80 hingga 150 mesh. Bahan abrasif yang digunakan untuk setiap keberhasilan tindakan penggerindaan harus berukuran satu atau dua kali lebih kecil dari yang digunakan pada tindakan sebelumnya. Urutan penggilingan yang memuaskan mungkin melibatkan ukuran grit 180, 240, 400 dan 600 mesh.

Seperti pada pemotongan roda abrasif, semua penggerindaan harus dilakukan dalam keadaan basah, air tidak memiliki efek buruk pada bagian manapun dari struktur mikro. Penggerindaan basah meminimalisir pemuatan abrasif mengeluarkan logam dari spesimen yang sedang disiapkan. Air membilas sebagian besar produk yang terkikis pada permukaan sebelum melekat di antara partikel abrasif yang berdekatan. Dengan demikian tepi tajam dari partikel abrasif tetap terbuka ke permukaan spesimen selama tindakan berlangsung.

Jika ujung-ujungnya yang tajam tidak terekspos, hasilnya adalah mengolesi permukaan yang terkikis daripada menghilangkan logam permukaan. Penindak harus menentukan, dengan memeriksa spesimen sepanjang urutan langkah penggerindaan, bahwa bahan abrasif sebenarnya memotong dan tidak hanya mengolesi atau membakar. Hasil pembakaran terutama dari penggunaan abrasif yang melebihi batas efektif. Penggunaan bahan abrasif yang sudah usang dan tumpul akan menghambat persiapan yang baik.

Keuntungan lain dari penggerindaan basah adalah efek pendinginan dari air. Panas gesekan yang cukup besar dapat berkembang pada permukaan spesimen selama penggilingan dan dapat menyebabkan perubahan struktur mikro yang sebenarnya – misalnya, penempaan martensit dalam baja – yang tidak dapat dihilangkan selama pemolesan. Penggerindaan basah memberikan kontrol yang efektif atas panas berlebih. Permukaan spesimen yang terkikis dapat tertanam dengan partikel abrasif yang lepas selama penggilingan. Partikel-partikel ini dapat bertahan di permukaan dan tampak seperti inklusi nonlogam dalam spesimen yang dipoles.

Pembilasan air menghilangkan banyak partikel yang lepas yang mungkin tersangkut. Beberapa laboratorium telah menemukan bahwa membalut bahan abrasif dengan pelumas lilin padat yang direkomendasikan untuk penggerindaan dan operasi pemesinan lainnya dapat meminimalisir penyematan partikel abrasif.

Tujuan penggerindaan adalah untuk mengurangi kedalaman logam yang mengalami deformasi ke titik di mana sisa-sisa kerusakan terakhir dapat dihilangkan dengan serangkaian langkah pemolesan. Kedalaman gesekan dan kedalaman logam yang dikerjakan dingin di bawah gesekan berkurang seiring dengan berkurangnya ukuran partikel abrasif. Namun kedalaman logam yang secara kasar berbanding terbalik dengan kekerasan spesimen dan mungkin 10 sampai 50 kali kedalaman penetrasi partikel abrasif. Sangat penting bahwa setiap langkah penggerindaan benar-benar menghilangkan logam cacat yang dihasilkan oleh langkah sebelumnya. Penindak biasanya dapat berasumsi hal ini tercapai jika dia menggerinda lebih dari dua kali lebih lama dari waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan goresan yang terjadi pada langkah sebelumnya.

Untuk memastikan pengikisan sempurna pada penggerindaan sebelumnya yang terlihat kasat mata, arah penggerindaan harus diubah dari 45 hingga 90 derajat antara ukuran grit yang berurutan. Selain itu pemeriksaan mikroskopik pada permukaan mungkin bermanfaat dalam mengevaluasi efek penggerindaan. Setiap permukaan harus memiliki goresan yang rapi dan ukurannnya seragam, tanpa adanya bukti gesekan sebelumnya.

Keberhasilan dalam menggerinda sebagian tergantung pada tekanan yang diterapkan pada spesimen. Tekanan yang sangat ringan tidak cukup untuk merapihkan logam. Tekanan yang agak lebih berat menghasilkan pemolesan, sementara tekanan yang lebih berat menghasilkan aksi penggerindaan yang diinginkan. Tekanan yang sangat berat menghasilkan ukuran goresan yang tidak seragam, terpahat secara dalam, dan partikel abrasif yang tertanam. Umumnya, tekanan sedang hingga sedang yang diterapkan dengan kuat memberikan hasil terbaik.

Sebagian besar penggerindaan spesimen metalografi dilakukan dengan memegang spesimen secara manual dengan memegang permukaannya dan dihadapkan pada bahan gerinda. Untuk menetapkan dan mempertahankan permukaan datar di seluruh area yang sedang diarde, penindak harus memberikan tekanan yang sama pada kedua sisi spesimen dan menghindari gerakan goyang yang akan menghasilkan permukaan cembung. Jika tindakan penggerindaan terputus-penindak harus menjalin kembali kontak dengan bahan penggerindaan secara hati-hati untuk melanjutkan penggerindaan di bidang yang telah ditetapkan.

Spesimen harus dibersihkan setelah setiap langkah penggerinda untuk menghindari partikel abrasive terbawa ke langkah berikutnya. Larutan air yang mengandung deterjen adalah pembersih yang sangat baik dan pembersihan ultrasonik adalah teknik yang efektif. Kebersihan tangan penindak sama pentingnya dengan kebersihan spesimen. Kontaminasi peralatan penggilingan oleh partikel abrasif yang beterbangan harus dihindari.

Pemolesan

Pemolesan adalah langkah terakhir dalam menghasilkan permukaan yang rata, bebas goresan, dan tampilan seperti cermin. Permukaan seperti itu diperlukan untuk interpretasi metalografi berikutnya yang akurat, baik kualitatif maupun kuantitatif. Teknik pemolesan yang digunakan tidak boleh memasukkan struktur asing seperti logam rusak, lubang, penarikan inklusi, ekor komet dan pewarnaan.

Sebelum pemolesan akhir dimulai, kondisi permukaan harus setidaknya sebaik yang diperoleh dengan menggerinda pada abrasif 400-grit (25 mikron).

Pemolesan Akhir

Untuk preparasi sampel, umumnya perlu menggunakan tahap pemolesan akhir tambahan dengan menggunakan silika koloid. Pemolesan akhir tidak boleh diperpanjang, tetapi cukup untuk mencapai hasil akhir permukaan yang diinginkan tanpa menimbulkan kelegaan yang berlebihan.

Categories
Articles

Dasar-Dasar Prinsip Kerja XRF

Prinsip Kerja XRF (X-ray Fluorescence

Prinsip Kerja XRF atau sebuah metode yang berguna untuk analisis kualitatif dan kuantitatif dari komposisi elemen dengan perangsangan atom dan mendeteksi karakteristik sinar X-rays mereka. Sebelum memasuki penjelasan mengenai prinsip kerja XRF, kami PT Dynatech International selaku distributor XRF Indonesia terpercaya dapat melayani kebutuhan laboratorium Anda. Mari simak penjelasan mengenai XRF di bawah ini.

Kelebihan dari XRF

  • Sampel cair dan padat dapat langsung di analisis : dengan berbagai macam pengaplikasian
  • Persiapan sampel yang mudah
  • Proses analisis yang aman ( tidak merusak sampel)
  • Waktu pengambilan hasil analisis sampel yang singkat
  • Analisis dapat dilakukan secara Kualitatif dan Kuantitatif
  • Akurasi dan stabilitas jangka panjang
  • Cakupan elemen: (Be) Na hingga U
  • Linearitas dari ppm hingga 100%

Kapabilitas XRF

Sampel diukur sebagai:

    • Cairan
    • Langsung
    • Bubuk
    • Langsung
    • Sebagai pressed pellets
    • Sebagai fused beads
    • Bulk
    • Langsung, setalah di muat pada sampel

Bentuk fisik dari X-ray

  • 4 tahapan dari analisis emisi X-ray adalah : 
    • Merangsang karakteristik radiasi dari sampel dengan menembakkan energi photon, elektron, dan proton, dan lainnya berkekuatan tinggi
    • Memilih jajaran karakteristik emisi
    • Deteksi dan integrasi jajaran karakteristik untuk memberikan garis intensitas
    • Konversi dari intensitas menjadi konsentrasi elemen
  • Cakupan: 0.2 hingga 20.0 Å (60 – 0.6keV)
  • Level rangsangan: K, L dan beberapa M-series
  • Kualitatif: posisi puncak
  • Kuantitatif: intensitas puncak

WD-XRF Spectrometer – bagian dalam

Bentuk Fisik X-rays Origin – Tabung Spektrum

  • Model atom Bohr

  • Radiasi berkelanjutan 
(Bremsstrahlung)

Prinsip Kerja XRF Bentuk Fisik dari X-rays

Origin – Tabung spektrum

                     

.   

Bentuk Fisik dari X-rays

Origin – Efek Auger

Origin – Fluorescent yield

  • Proses yang bersamaan
    • Emisi dari photo elektron
    • Emisi dari elektron Auger

XRF Indonesia

Properti – Compton & Rayleigh

 λ?? λ?? λ??

Penyebaran elastis

  • Tidak ada energi yang terbuang setelah gesekan elektron
  • Efek Rayleigh hadir ketika elektron menyatu dengan kuat
  • Rayleigh hadir lebih banyak pada matriks yang berat

Penyebaran tidak elastis

  • Energi terbuang setelah gesekan elektron
  • Efek Compton hadir ketika elektron menyatu dengan lemah
  • Compton hadir lebih banyak padah matriks ringan

Properti – Effects

Parameter Instrumen

Tabung X-ray – kV, mA, Z

Filter – Pengecualian jalur tabung, meningkatkan LLDs

XRF Indonesia

Filter – Pengeluaran jalur tabung

Filter – Meningkatkan LLDs

Parameter Instrumen Sensitivitas – Kolimator

Jika digabungkan dengan resolusi, sensitivitas dapat diatur dengan dua parameter instrumen:

  • The collimator atau soller slit 
  • Efisiensi pantulan dari crystal

Sensitivitas dapat ditingkatkan dengan resolusi dan sebaliknya.

  • Kolimator biasanya di dahului oleh penutup Kolimator
  • Penutup menyembunyikan gelas sampel, radiasi umumnya berasal dari sampel
  • Ukuran penutup (5, 8, 18, 23, 28 dan 34mm):
    • Ukuran sampel yang berbeda
    • Memperkuat penutup gelas
  • Kolimator:
    • Membelah sinar X-rays sekunder
    • Resolusi meningkat baik, tetapi intensitas berkurang
    • Ukuran berbeda: 0.12°, 0.23°, 0.46°, 1° dan 2°

Pengaruh Kolimator pada Resolusi

Jenis Kristal

Jenis Kristal

Pengaruh Kristal terhadap Resolusi

Kombinasi dari Kolimator dan Kristal

The Proportional Counter = detektor arus

  • Foton X-ray yang datang di ionisasi Ar- atom hingga energinya bertambah
    • Elektron(-) tertarik terhadap kawat anoda(+)
    • Awan elektron kecil menghasilkan aliran arus dan penurunan voltase
    • Getaran teregistrasi pada amplifier
  • CH4 untuk merekombinasi Ar = quench gas 
  • Efek Samping = escape effect
    • Foton merangsang elektron K dari Ar

The Proportional Counter

Dynatech International: XRF Indonesia
Dynatech International: XRF Indonesia

The Scintillation Counter

Pengganda sinar

Voltase tinggi

  • Foton X-ray di konversi menjadi pancaran radiasi pada area sinar biru (+/- 410 nm) oleh Thallium yang mengaktivasi kristal Nal (ketebalan 2mm, hygroscopic, kedap udara karena jendela Be)
  • Jatuh pada sinar katoda, ledakan elektron, penggandaan oleh denoda, masing-masing pada potensi tertinggi, anoda tercapai, arus dihasilkan, penurunan voltase, getaran terbentuk oleh amplifier
  • Efek samping : flouresensi yodium dari kristal Nal

Prinsip Kristal dari Pantulan

Untuk mendapatkan produk terbaik, kami PT Dynatech International selaku distributor terpercaya XRF Indonesia siap melayani Anda. Berikut produk-produk yang tepat untuk laboratorium Anda:

https://dynatech-int.com/id/kategori/product/5-wdxrf-bruker-indonesia

Categories
Articles

Peranan Penting Metal Analyzer dalam Industri Logam

Industri pengolahan logam adalah industry yang mengolah logam (metal working) untuk membuat perkakas atau suku cadang mesin. Istilah metal working mencakup semua pekerjaan logam yang luas, mulai dari pembuatan kapal-kapal besar dengan koponen baja yang besar dan keras, pembuatan kilang minyak lepas pantai atau pengeboran sampai pembuatan instrumen mesin yang presisi dan pembuatan perhiasan yang kecil dan halus maupun peralatan di bidang kesehatan. 

Maka dalam bidang metal working mencakup banyak keahlian, keterampilan dan penggunaan berbagai macam peralatan, termasuk penggunaan Metal Analyzer.

Peran Metal Analyzer dalam Industri Logam atau Pengolahan Logam sangat penting karena Pengunaan Peralatan Metal Analyzer dapat menentukaan hasil akhir produksi sesuai rancangan awal suatu produk metal. Dalam Pengolahan logam terdapat produk olahan seperti Berikut ;

Masing masing Pengolompokan Perlu Paduan atau formula khusus untuk membentuk suatu produk logam yang diinginkan sesuai karakteristik dan kegunaan benda yang terbuat dari logam yang telah dipadukan sesuai standar yang berlaku seperti ;Komposisi elemenent untuk sebuah Produk Besi Tuang atau cast Iron dan Stainless Steel,

Komposisi Besi Tuang

Utama   :  Fe (besi)

 Paduan :  C  (karbon)   = 2.75 – 4.00%

                 Si (silikon)    = 0.75 – 3.00%

                Mn (mangan) = 0.25 – 1.50%

    P  (posfor)    = 0.02 – 0.75%

    S  (sulfur)     = 0.02 – 0.2%

Komposisi Stailes Steell Berdasarkan Aisi Grade

Untuk Menghasilkan Produk Besi Tuang (Cast Iron ) atau Iron Steell atau olahan logam lain diperlukan sebuah Metal Analyzer Seperti OES maupun XRF untuk menentukan,memonitoring atau mensortir selama proses peleburan atau Foundry dalam sebuah Industri Logam yang mengahasilkan suatu Barang atau peralatan dari logam.

Dengan Bantuan Metal Analyzer Produksi Baja/Besi atau produk logam lainya bias di rancang dan dipadukan sesuai karakteristik yang dipuruntukan sesuai kegunaan alat tersebut. PT.Dynatech International Menyediakan berbagai macam alat Metal Analyzer untuk Menganalisa Senyawa pada suatu Logam baik Digunakan Di Industri Foundry maupun Pensortiran Material di Bisnis Scarp maupun Mining.

Untuk Industri Peleburan Atau Foundry ,PT.Dynatech Internasional Menyediakan Spectrometer dari Brand Hitachi High Tech dengan Teknologi Optical Emision Spectrometer (OES), Beberapa Series Spectrometer yang diproduksi oleh Hitachi High Tech seperti;

1. Foundry Master Expert

Optical Emission Spectrometer (OES) FM EXPERT terbaru ini merupakan OES Terbaik Dikelasnya ,FM EXPERT adalah Metal Analyzer jenis  spektrometer emisi optik yang menggabungkan kinerja analitik superior dengan ukuran yang ringkas. Rentang panjang gelombang yang besar sangat ideal untuk analisis semua elemen yang relevan dalam jaminan kualitas logam dan kontrol proses produksi. FM EXPERT mendukung analisis nitrogen pada tingkat rendah dengan sistem optik CCD baru.

FM EXPERT memiliki optik pintar yang dipatenkan dengan tampilan plasma yang lebih baik, menghasilkan kinerja analitik yang sangat baik dengan batas deteksi rendah di seluruh rentang panjang gelombang. FM EXPERT yang baru memerlukan interval perawatan yang lebih sedikit dan biaya kepemilikan dengan analisis nitrogen yang andal hingga batas deteksi hanya 30 ppm.

2. Stationary-Benchtop Optical Emission Spectrometer (OES) OE750

OE750 adalah Metal Analyzer OES terbaru yang inovatif. Mencakup spektrum lengkap elemen dalam logam, ia juga memiliki beberapa batas deteksi terendah di kelasnya.
Pengetatan peraturan industri, rantai pasokan yang kompleks, dan peningkatan penggunaan scrap sebagai bahan dasar berarti sangat penting bagi pabrik pengecoran logam untuk mengontrol elemen pelacak dan jejak pada kisaran ppm terendah. Secara historis, analisis OES pada tingkat ini berada di luar jangkauan banyak bisnis. Itu sekarang berubah dengan OE750 dari Hitachi High-Tech.

Spektrometer baru ini memungkinkan Anda untuk menganalisis semua elemen paduan utama dan mengidentifikasi elemen pelacak, jejak, dan perlakuan yang sangat rendah pada logam, seperti nitrogen dalam baja. Waktu pengukuran yang cepat, keandalan yang tinggi, dan biaya pengoperasian yang rendah berarti OE750 sangat berharga untuk analisis sehari-hari dan kontrol kualitas total, dengan kinerja yang setara dengan spektrometer yang lebih besar dan lebih mahal.

Ada lebih dari 45 tahun pengalaman industri logam di balik desain OE750 buatan Jerman. Dari mengukur nitrogen dalam baja dan besi hingga fosfor dalam aluminium, penganalisis ini memberi Anda analisis logam komprehensif yang Anda butuhkan untuk memenuhi spesifikasi tangguh saat ini.

Untuk analisis kualitas logam yang cepat dan komprehensif dalam satu instrumen yang terjangkau, OE750 dari Hitachi High-Tech memberikan semua yang Anda butuhkan.

3. Handheld X-ray Fluorescence Spectrometers (HHXRF)

Rangkaian X-MET8000 penganalisis fluoresensi sinar-X  (HHXRF) memberikan kinerja yang dibutuhkan untuk identifikasi kelas paduan yang cepat dan kimia yang akurat dari berbagai macam bahan (logam padat dan bubuk, polimer, kayu, larutan, tanah, bijih, mineral dll). X-MET praktis, kokoh, dan mudah digunakan untuk memberikan hasil yang dapat di andalkan dengan tampilan yang user friendly dan dilengkapi dengan Proteksi IP.54

Kami menyediakan berbagai model untuk memenuhi semua kebutuhan analisis dan anggaran untuk berbagai aplikasi.

Categories
Articles

Analisa dan Eksplorasi Nickel Laterite menggunakan XRF

Eksplorasi Mineralisasi Nickel Laterite Menggunakan Benchtop XRF

Analizer tipe X-ray Fluoresensi (XRF) dari Bruker memungkinkan dilakukannya analisa  geochemical / geokimia berkinerja tinggi yang real-time untuk mengkarakterisasi multi-elemen dalam batu, bijih, dan tanah secara cepat.

Akhir-akhir ini, perkembangan yang cukup besar dalam teknologi XRF telah sangat baik dalam hal meningkatkan batas deteksi dan jumlah elemen yang dapat ditetapkan / dikuantifikasi dan sekalian  juga mengurangi waktu uji analisis secara signifikan. Saat ini, XRF digunakan sebagai teknik yang efektif untuk mempelajari mineralisasi nickel laterite.  Secara teratur digunakan dalam industri pertambangan seperti penggalian, pengeboran, verifikasi stockpile, pengambilan sampel dan pada produk konsentrat.

Geologi dari Nikel Laterit

Nikel hadir dalam dua jenis utama endapan seperti endapan sulfida magmatik (volcanic) dan nickel laterit. Saat ini Laterit nikel memiliki sekitar 70% cadangan nikel, namun sebagian besar produksi nickel jaman dulu berasal dari sumber nickel sulfida.  Sekarang sudah sangat berubah karena menipisnya cadangan nikel sulfida dan peningkatan bertahap dalam konsumsi global nikel setiap tahun. Produk sampingan lain yang diinginkan dari penambangan  nikel laterit adalah konsentrat kobalt, yang sangat penting karena pertumbuhan yang cepat dari logam baterai.

Nikel laterit diproduksi melalui pelapukan batuan dasar ultramafik yang mengandung nikel yang diciptakan oleh pelapukan mekanik dan kimia yang berkepanjangan di lingkungan tropis yang hangat dan basah.  Cadangan Nikel laterit biasa berbentuk tabular memanjang yang panjangnya lebih dari beberapa ratus meter, tetapi hanya dengan kedalaman belasan / puluhan meter. Deposit ini mengandung profil pelapukan yang dapat diprediksi yang memiliki lima “zona” (lihat di bawah) – lapisan batuan ultramafik yang tidak lapuk, lapisan batuan lapuk atau “saprolit”, lapisan yang kaya akan tanah liat, zona limonit, dan ferricrust atau “iron cap” .

 Deposit nickel laterite

Sumber: https://www.geologyforinvestors.com/nickel-laterites

Proses pengambilan contoh (sample) pada permukaan tambang “open cut”.

Tehnik penambangan “open-cut” atau “shallow tabular” memungkinkan XRF digunakan secara efektif untuk menguji elemen / unsur-unsur vital dalam tambang tersebut seprti Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Mg, Al dan Si.   

Ekstraksi dan pemrosesan nikel laterit biasanya memerlukan pelindian dengan asam / “acid leaching” atau pemanggangan (roasting) berskala besar dalam autoklaf atau tanur berputar (rotating kiln), oleh karena itu mencampur umpan bijih (ore feed) dengan kualitas yang konstan adalah sangat penting untuk mengoptimalkan perolehan (recovery) elemen Ni (dan Co).   Maka XRF  biasanya dipakai mulai dari fase eksplorasi (diamond percussion drilling), Run-of-Mine (ROM atu dalam manajemen pencampuran stockpile), kontrol kadar selama penambangan (pengambilan sampel / SM), sampai untuk memeriksa kadar konsentrat akhir sebelum diangkut ke suatu pabrik peleburan

Kadar Air dan Hasil Analisa XRF (Moisture Content)

Mengelola bervariasinya kadar air selama pengambilan sampel in-situ adalah salah satu tantangan dalam memanfaatkan XRF pada deposit nickel laterit. Kelembaban akan berinteraksi dengan sinar-X yang dapat melemahkan sinyal yang diterima kembali oleh detektor, sehingga menyebabkan variasi hasil dari analisa XRF. Hal ini biasanya mengarah pada bias yang rendah (low bias) atau hasil yang terlalu rendah dalam pelaporan.  Bias sebenarnya dapat diperbaiki dengan mengembangkan teknik kalibrasi khusus kelembaban atau dengan mengimplementasikan metode pengeringan pada sampel.  Bisa dari hal dasar seperti mengeringkan sampel di bawah sinar matahari dalam wadah aluminium atau plastik, atau dikeringkan dengan bantuan oven kecil portabel lapangan atau dikeringkan dengan api tidak langsung dari suatu pemanas gas propana portabel.

Categories
Articles

Absolute Arm: Alat Pengukur Serbaguna dan Praktis

Absolute Arm: Serbaguna

Fleksibilitas untuk mengukur apapun, dimanapun.

 

Bukan Absolute Arm namanya, jika tidak serbaguna. Untuk pengukuran probe sentuh, tersedia hampir 100 aksesori ujung probe, termasuk probe lurus, probe miring, probe pemicu, dan probe tabung inframerah, semuanya tersedia dalam berbagai panjang dan diameter ujung pengukuran.

Untuk pemindaian laser 3D, kami memiliki RS6 Laser Scanner yang tak terkalahkan, yang dapat dengan cepat dan mudah dipasang di pergelangan tangan Absolute Arm untuk permukaan kecepatan tinggi dan digitalisasi fitur langsung. Didukung oleh algoritma SHINE canggih milik kami, RS6 dapat memberikan hasil pengukuran yang cepat dan akurat pada berbagai jenis permukaan tanpa mengharuskan pengguna untuk mempelajari kombinasi pengaturan yang rumit – hanya memerlukan fungsi pengukuran serbaguna yang sederhana dan cepat.

Bersama RS-SQUARED Area Scanner yang inovatif, pemindai cahaya putih pertama yang bekerja dengan lengan pengukur portabel untuk pemosisian. Menawarkan digitalisasi ultra-cepat pada permukaan sederhana, RS-SQUARED adalah pelengkap yang sempurna untuk pemindaian laser akurasi tinggi pada RS6.

Lalu ada RS5 Laser Scanner, pemindai laser 3D umum milik kami untuk pengaplikasian yang tidak terlalu sulit namun tetap dengan teknologi mutakhir RS6 untuk melampaui kebutuhan anda. Tersedia juga HP-L-8.9 Laser Scanner, solusi pertama untuk lengan 6-Sumbu yang membuat pengenalan sempurna untuk fungsi pengukuran nirkontak.

Pilihan Absolute Arm lainnya mencakup berbagai Paket Kontrol yang menghadirkan berbagai fitur yang sangat berguna seperti operasi WiFi tanpa kabel, pengukuran bertenaga baterai penuh, menjadikan Absolute Arm mudah dibawa kemana saja.

Dalam hal banyaknya opsi pengukuran untuk aplikasi berukuran kecil hingga sedang tanpa mengorbankan portabilitas, tidak ada pilihan lain yang lebih cocok selain Absolute Arm yang memang didesain demikian.

 

 

 

Absolute Arm: Produktivitas

Kemudahan produktivitas melalui pengukuran 3D yang lebih canggih

 

 

Absolute Arm adalah ahlinya dalam hal peningkatan produktivitas. Dari penghapusan pemanasan dan encoder yang mengacu untuk pertukaran antara probe dan pemindai tanpa perlu kalibrasi ulang, alat ini merupakan alat pengukur portabel yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengukuran dengan praktis. 

Dengan pengukuran kecepatan dan keakuratan penuh yang dimiliki oleh RS6 Laser Scanner dan garis pindai yang lebar – lebar 150 milimeter pada kisaran menengah – Pemindaian dan digitalisasi 3D dapat dilakukan dengan cepat dan tidak perlu menurunkan ekspektasi Anda. Dengan menggunakan algoritme canggih dari teknologi SHINE kami, RS6 memberikan kinerja penuh setiap saat pada semua material – akurasi penuh, kecepatan bingkai penuh, dan lebar pemindaian laser penuh untuk produktivitas pengukuran penuh. 

Dan tingkat produktivitas semakin meningkat dengan diperkenalkannya RS-SQUARED Area Scanner, pemindai cahaya putih inovatif yang memiliki luas permukaan 300 x 300 mm, dapat memindai permukaan sederhana hingga enam kali lebih cepat daripada pemindai laser kelas atas. Dengan RS-SQUARED, mendigitalisasi hanya butuh waktu 10 menit untuk permukaan yang memakan waktu lebih dari satu jam dengan pemindai laser.

Dilengkapi integrasi penuh dengan paket perangkat lunak metrologi terkemuka, dan dapat ditambahkan ke layar tampilan baru di pergelangan tangan, yang memungkinkan pengguna untuk memilih pengaturan dan profil pada titik pengukuran.

Hadir bersamaan juga dengan isyarat umpan balik pengguna lainnya, haptic, visual dan akustik, yang membuat pengguna tetap dalam waspada dan mengontrol proses pengukuran tanpa perlu kembali ke layar komputer – Anda dapat terus mengukur dan membuat kerja Anda menjadi lebih produktif dari sebelumnya.

Dalam hal mendorong produktivitas pengukuran untuk aplikasi berukuran kecil hingga menengah tanpa mengorbankan portabilitas, tidak ada pilihan lain yang layak selain Absolute Arm karena memang didesain demikian.

 

 

 

Absolute Arm: Kegunaan

Lengan pengukur portabel yang mudah digunakan

 

 

Penggunaan yang mudah merupakan inti dari desain untuk Absolute Arm. Masukan dari pengguna tentang alat yang lebih ergonomis dan lebih mudah digunakan adalah unsur penting bagi pengguna, membuat teknisi kami berfokus pada peningkatan kegunaan seperti halnya kami mempertahankan reputasi untuk akurasi kelas wahid.

Bahan konstruksi yang ringan dan kuat membuat lengan lebih mudah digunakan, seperti halnya grip rotasi tak terbatas pada titik-titik utama lengan dan sistem penyeimbang Zero-G yang unik. Dengan Absolute Encoder milik kami, alat ini dapat diatur atau diposisikan ulang tanpa pemanasan atau referensi encoder – hanya tinggal menyalakan alat dan mulai mengukur, tanpa ada kesulitan.

Pergelangan tangan modular yang dapat dikonfigurasi membuat pengukuran lebih mudah, baik untuk pemindaian 3D atau aplikasi pemeriksaan (probing) sentuh. Pegangan pistol lengan dapat ditukar/diganti dengan salah satu dari tiga ukuran yang berbeda, atau bahkan dilepas seluruhnya, untuk memudahkan akses ke rongga dan atu area pengukuran yang sulit dijangkau. Setiap pemindai 3D yang kompatibel dengan Absolute Arm 7-Axis juga dapat dibongkar pasang dengan mudah saat tidak melakukan pemindaian, serta dapat dipasang kembali tanpa perlu melakukan kalibrasi, membuat peralihan di antara fungsi pengukuran menjadi sederhana, bahkan dalam satu sesi pengukuran yang sama.

Dalam hal pengukuran yang akurat menjadi lebih mudah untuk aplikasi berukuran kecil hingga sedang tanpa mengorbankan portabilitas, tidak ada pilihan lain yang layak selain Absolute Arm karena memang didesain demikian.

 

 

 

Absolute Arm 7-Axis

Solusi untuk semua pengukuran 3D portable

 

 

Keunggulan dari rangkaian Absolute Arm yaitu Absolute Arm 7-Axis hadir dengan pemeriksaan taktil dan pemindaian laser dalam paket ergonomis yang unik. Alat ini menjadi pilihan yang jelas untuk aplikasi pengukuran portabel kelas atas. Dengan kegunaan utama pada desainnya, alat ini adalah lengan pengukur memposisikan diri bahwa tidak dapat dikalahkan dalam hal kemudahan pengukuran dan pergerakan.

Keserbagunaan yang dihadirkan dengan bentuk desain pergelangan tangan modular yang unik, termasuk tampilan di pergelangan tangan yang memberikan kendali dan hasil di tangan penggunanya. Pemilihan antara bentuk dan ukuran pegangan yang dapat dikonfigurasi serta berbagai aksesori, mulai dari ujung probe dan pemindai optik 3D hingga sistem pengukuran lengkap yang dirancang untuk pengaplikasian khusus.

Keunggulan dari RS6 Laser Scanner adalah pemindaian dan digitalisasi 3D kelas atas, sedangkan RS5 Laser Scanner milik kami menawarkan fungsionalitas pemindaian untuk tujuan umum yang andal dan mantap. RS-SQUARED Area Scanner yang inovatif menawarkan alternatif produktivitas tinggi berdasarkan teknologi pemindaian cahaya terstruktur. Tiap alat ini dapat dengan cepat dan mudah dipasang pada Absolute Arm 7-Axis oleh pengguna tanpa perlu kalibrasi ulang.

Semua ini menghasilkan lengan yang serbaguna dan jauh lebih produktif serta mampu memberikan hasil pengukuran berakurasi tinggi dengan lebih cepat dan mudah dari sebelumnya.

 

 

 

Absolute Arm 6-Axis

Lengan pengukur portabel yang dioptimalkan untuk penyelidikan (probing)

 

 

Absolute Arm 6-Axis adalah alat pengukuran sentuh khusus yang salah satu jenisnya menawarkan pilihan untuk pemindaian 3D level pemula. Berdasarkan teknologi yang dipatenkan dengan Absolute Encoders yang terletak di setiap titik artikulasi dan dirancang dengan kemudahan penggunaan dan pergerakannya sebagai fokus, alat ini adalah lengan pengukur portabel yang tiada duanya.

Pilihan WiFi dan baterai memastikan portabilitas absolut alat ini dan diwaktu yang bersamaan hampir 100 aksesori ujung probe memudahkan pencarian alat yang tepat untuk aplikasi probe sentuh atau tabung inframerah tertentu. Pemasangan probe kinematik berulang yang mantap memungkinkan hot-swapping ujung probe tanpa kalibrasi ulang, dan kita tidak perlu khawatir tentang waktu pemanasan atau referensi pada penyetelan atau pemosisian ulang – ini merupakan solusi berteknologi canggih yang memberikan peningkatan produktivitas dan membuat pengukuran portabel menjadi lebih mudah dari sebelumnya.

 

 

 

Absolute Arm Compact

Alat ukur portabel terakurat di dunia

 

 

Absolute Arm Compact adalah solusi terbaik untuk pengukuran probe sentuh dengan tingkat akurasi sangat tinggi untuk komponen berukuran kecil hingga sedang. Dapat dipasang dengan mudah di meja bengkel atau di bawah mesin CNC, Absolute Arm Compact adalah alat dengan tingkat portabilitas dan kegunaan yang begitu tinggi. Hadir dengan fitur definitif yang sama dengan Absolute Arm andalannya, dari Absolute Encoders di setiap sambungan artikulasi yang menghilangkan waktu pemanasan dan referensi ke WiFi serta pilihan pengoperasian baterai yang memungkinkan pemosisian ulang yang mudah tanpa adanya kabel yang berantakan di lantai bengkel.

Dibangun berdasar basis yang terintegrasi dan sistem keseimbangan counterweight yang inovatif, Absolute Arm Compact siap digunakan langsung tanpa perlu pemanasan dan menunggu, serta tidak perlu merakitnya lagi – hanya dengan meletakkannya di tempat yang Anda butuhkan dan anda dapat langsung mulai mengukur. Untuk kontrol kualitas yang menuntut pengukuran cepat dan sangat akurat, tidak ada lengan pengukur portabel yang lebih baik dari Absolute Arm Compact di pasaran.

Categories
Articles

Apa itu Elongation dan Cara Mengujinya

Pengertian Elongation / pemanjangan

Elongation (pemanjangan) adalah sebuah pengujian mekanikal pemeluran/pemanjangan suatu benda dan bukan sebuah elastisitas. Hampir di setiap pengujian material, elongation itu ada. Dan setiap benda memiliki elongation yang berbeda: HDPE standard elongation min 300%

Dan setiap benda memiliki elongation yang berbeda, sebagai contoh :

  • HDPE standard elongation min 300%
  • MDPE dan LDPE standard elongation min 200%
  • PVC standard elongation min 150%
  • CU/tembaga/copper standard elongation min 20%
  • Al/aluminium standar elongation min 10%
  • Steel atau baja grade A standard elongation min 4% 
  • Yarn/benang standard min 2%

Cara menguji elongation itu didapat ketika benda tersebut ditarik hinga putus. 

Dan dapat dirumuskan sebagai berikut:

Elongation (%)  = ((panjang akhir –  panjang awal) : panjang awal) x 100

Selanjutnya, Kekuatan tarik (tensile strength, ultimate tensile strength) adalah tegangan maksimum yang bisa ditahan oleh sebuah bahan ketika diregangkan atau ditarik, sebelum bahan tersebut patah. Kekuatan tarik adalah kebalikan dari kekuatan tekan, dan nilainya bisa berbeda.

Beberapa bahan dapat patah begitu saja tanpa mengalami deformasi, yang berarti benda tersebut bersifat rapuh atau getas (brittle). Bahan lainnya akan meregang dan mengalami deformasi sebelum patah, yang disebut dengan benda elastis (ductile).

Kekuatan tarik umumnya dapat dicari dengan melakukan uji tarik dan mencatat perubahan regangan dan tegangan. Titik tertinggi dari kurva tegangan-regangan disebut dengan kekuatan tarik maksimum (ultimate tensile strength). Nilainya tidak bergantung pada ukuran bahan, melainkan karena faktor jenis bahan. Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi seperti keberadaan zat pengotor dalam bahan, suhu dan kelembapan lingkungan pengujian, dan penyiapan spesimen.

Dimensi dari kekuatan tarik adalah gaya per satuan luas. Dalam satuan SI, digunakan pascal (Pa) dan kelipatannya (seperti MPa, megapascal). Pascal ekuivalen dengan Newton per meter persegi (N/m²). Satuan imperial diantaranya pound-gaya per inci persegi (lbf/in² atau psi), atau kilo-pound per inci persegi (ksi, kpsi).

Kekuatan tarik umumnya digunakan dalam mendesain bagian dari suatu struktur yang bersifat ductile dan brittle yang bersifat tidak statis, dalam arti selalu menerima gaya dalam jumlah besar, meski benda tersebut tidak bergerak. Kekuatan tarik juga digunakan dalam mengetahui jenis bahan yang belum diketahui, [1] misal dalam forensik dan paleontologi. Kekerasan bahan memiliki hubungan dengan kekuatan tarik. Pengujian kekerasan bahan salah satunya adalah metode Rockwell yang bersifat non-destruktif, yang dapat digunakan ketika uji kekuatan tarik tidak dapat dilakukan karena bersifat destruktif.[2]

Aplikasi kurva tegangan – regangan

Contoh: Aplikasi kurva tegangan (stress) – regangan (Strain) baja struktural dalam pengujian kekuatan tarik

Penguji Kekuatan Elongation (pemanjangan) dapat dilakukan dengan mesin Universal Testing Machine (UTM), memiliki kapasitas kekuatan pengujian bervariasi, misalnya dari 1kN (100Kgf) hingga 300kN (30,000Kgf/30tf) disesuaikan dengan kapasitas kekuatan yang dibutuhkan. 

Bahan baku /Material yang pengujiannya dibatasi sebagai suatu standar kualitas dari material tersebut.

Mesin UTM ini dapat melakukan uji tarik, uji tekan, uji sobek, uji kupas, uji ikatan dengan klem yang berbeda untuk kertas, selotip, film, jenis material kulit, plastik dan jenis bahan lainnya.

Mesin UTM ini dioperasikan melalui perangkat sensor terhubungan dengan program melalu PC dan penggerak menggunakan motor untuk menggerakkan komponen jig/Grip pada perlengkapan penjepit/penekan sample saat pengujian. 

Penyesuaian posisi sampel antara perlengkapan/grip atas dan bawah dan tarik sampel dengan perlengkapan atas ke atas dengan kecepatan yang ditentukan. Sel beban (load cell) yang terhubung dengan perlengkapan atas akan memberikan gaya atau tekanan dan kemudian mengubahnya menjadi tanda tegangan ke layar tampilan (display maupun melalui PC monitor), Nilai gaya akan ditampilkan secara otomatis di layar. 

Model UTM sendiri ada yang Table model maupun Floor model. Dan terdiri dari jenis single column frame dan double column frame.

Pengujian Aplikasi :

Jenis sampel yang diuji adalah berupa: Material Logam, film plastik, bahan laminasi, pita perekat, perban perekat (plester), kertas, benang, kulit, karet & plastik, kertas, serat, dll.

Tiap pengujian yang berbeda, maka jenis Grip/Jig /instrument akan berbeda yang akan disesuaikan, seperti: Uji tarik, tekan, kupas, sobek, perekat, tekuk dan lainnya.

Deformasi di bawah beban yang ditentukan: Uji deformasi di bawah beban yang ditentukan dari sampel yang diuji

Beban di bawah deformasi yang ditentukan: Beban uji di bawah deformasi yang ditentukan dari sampel yang di uji

Dengan menggunakan Software khsusus,  dapat mengeluarkan laporan word / excel dengan hasil dengan beberapa parameter yg dibutuhkan seperti: untuk maks. gaya, perpanjangan, kekuatan tarik, kekuatan kulit, kekuatan sobek, kekuatan kompresi/tekan , dll.

Standar Aplikasi :

Termasuk namun tidak terbatas pada ASTM, JIS, CE, ISO, EN, BS EN, SAE, FTM … dll.

TensilonTensilon 2