Categories
Articles

Pentingkah Mesin CMM dalam Perkembangan Industri?

Dengan perkembangan industri yang lebih aktif dan semakin modern, hal tersebut mempengaruhi persyaratan kualitas dan mekanis yang menjadi lebih tinggi dan lebih rumit, kemudian juga membutuhkan metode pengukuran yang cepat dan dapat diandalkan. Ini semua berawal dari evolusi Industri ke Era 4.0. Industri 4.0 atau revolusi industri keempat merupakan istilah yang umum digunakan untuk tingkatan perkembangan industri teknologi di dunia. Untuk tingkatan keempat ini, dunia memang fokus kepada teknologi-teknologi yang bersifat digital.

Secara umum, Industri 4.0 menggambarkan tren yang berkembang menuju otomasi dan pertukaran data dalam teknologi dan proses dalam industri manufaktur. Tren-tren tersebut diantaranya adalah Internet of Things (IoT), Industrial Internet of Things (IioT), Sistem fisik siber (CPS), artificial intelligence (AI), Pabrik pintar, Sistem Komputasi awan, dan sebagainya. Bahkan pada rancangan Industrial Internet of Things, level industri ini menciptakan sistem manufaktur di mana mesin di pabrik dilengkapi dengan konektivitas nirkabel dan sensor untuk memantau dan memvisualisasikan seluruh proses produksi. Bahkan pembuatan keputusan secara otonomi juga bisa dilakukan langsung oleh mesin-mesin tersebut.

Pilihan Mesin CMM Untuk Industri Anda

Mesin CMM

Untuk memberikan customer jaminan kualitas tinggi pada suatu produk yang di produksi, CMM (Coordinate Measuring Machine) alat ukur yang mempunyai akurasi dan stabilitas yang tinggi, akan menjadi solusi dan penawaran yang baik.

Apakah small tools cukup untuk memenuhi kebutuhan anda? Pengukuran geometri dengan metode pengukuran yang manual / konvensional tidak dapat support anda dalam segi waktu, jaminan akurasi, dan juga penghematan biaya perbaikan, kalibrasi, dll

Tidak seperti metode manual / konvensional, CMM (Coordinate Measuring Machine) dapat mengukur berbagai macam bentuk / profile dan tingkat kesulitan dengan cepat sehingga kami dapat menjamin kualitas dan ke presisi-an produk pada Industri Anda.

Pada mesin CMM kami, Type Global Explorer adalah mesin CMM untuk Industri dengan harga yang terjangkau dengan beberapa fitur menarik pada spesifikasi yang dapat mendukung produktivitas anda. Explorer series dibagi menjadi dua type yaitu: Explorer Classic dan Explorer Performance

  • Explorer Classic untuk pengukuran sederhana probing / touch probe yang bisa mengukur berbagai macam sample dan bentuk. 
  • Explorer Perfomance untuk aplikasi Scanning Probe dengan akurasi yang tinggi sehingga  dapat efesiensi waktu dengan pengukuran yg lebih cepat. Solusi terbaik untuk CMM yang memiliki fitur lengkap  dengan harga yang terjangkau

                                  Explorer Classic Explorer Performance

Explorer Classic & Explorer Performance

Untuk informasi lebih lanjut dan penawaran hubungi kami di sales@dynatech-int.com

Categories
Articles

Karakterisasi Baterai Lithium Untuk Mobil Listrik

Sejak diperkenalkan secara komersial pada awal tahun 90-an, baterai lithium -ion ukuran kecil telah digunakan secara luas dalam konsumsi elektronik karena energi yang spesifik dan kepadatan energinya yang tinggi. Baru-baru ini baterai lithium -ion juga mulai menggantikan baterai nikel -metal hidrida di kendaraan hibrida dan listrik. Aplikasi otomotif ini memerlukan baterai ukuran besar dengan kepadatan energi tinggi dan siklus waktu pakai berjangka panjang. Berkat pengembangan ini, Baterai Lithium saat ini dipergunakan untuk Mobil Listrik.

Secara khusus bahan katoda memiliki pengaruh yang besar terhadap kapasitas baterai. Oleh karena itu, peningkatan baterai untuk aplikasi otomotif dan jaringan listrik sangat difokuskan pada penelitian bahan katoda dan karakteristiknya, khususnya dalam kondisi operasi.

Catatan aplikasi ini menjelaskan karakterisasi operando bahan katoda berbasis litium menggunakan XRD dengan D8 ADVANCE. 

Figure 1. Battery cell basic design

Sel baterai yang digunakan untuk studi operasi dikembangkan oleh Laboratoire de Réactivité et de Chimie des Solides di Université de Picardie Jules Verne (Amiens, Prancis), dan dikomersialkan secara eksklusif oleh Bruker AXS. Sel baterai jenis Swagelock yang ramah pengguna ini digunakan oleh banyak kelompok penelitian lain di seluruh dunia dan telah terbukti bekerja secara efisien. Desain dasar ditunjukkan pada Gambar. 1. Elektroda positif, pemisah (dibasahi dengan elektrolit) dan elektroda negatif ditumpuk lapis demi lapis di antara jendela Be dan plunger baja tahan karat. Rincian teknis lebih lanjut dijelaskan oleh J.B. Leriche et al. dalam Journal of The Electrochemical Society 157 (5) A606-A610 (2010). Sel baterai tepat terpasang ke pemegang sampel yang berputar dari difraktometer D8 ADVANCE. Selain untuk bahan elektroda berbasis litium, sel baterai juga dapat digunakan untuk karakterisasi operando bahan elektroda berbahan dasar natrium.

Untuk percobaan saat ini, sel baterai disiapkan dalam glove box menggunakan Li+Fe2+PO4 (LFP) sebagai bahan elektroda positif. 15 siklus pengisian/pemakaian dijalankan pada rate C/2,5 menggunakan potensiostat SP-50 dari BioLogic (Claix, Prancis).

Karena perubahan struktural terjadi selama siklus, maka sangat penting untuk mengumpulkan beberapa pola difraksi saat pengisian/pemakaian. D8 ADVANCE memiliki fitur Dynamic Beam Optimization (DBO), yang memungkinkan pengumpulan data kualitas tertinggi pada rentang sudut besar dalam waktu pengukuran terpendek.

Untuk pola difraksi pada percobaan khusus ini, dikumpulkan dari 16 ° (2q) hingga 38 ° (2q) hanya dalam 5 menit. Pemotongan waktu ini menghasilkan sekitar 30 pola difraksi yang dikumpulkan selama pengisian dan pengosongan, total sekitar 900 pola difraksi dalam 75 jam.

Setelah pengisian ion Li + ditransfer dari elektroda positif ke elektroda negatif. Akibatnya, LFP direduksi menjadi fase bebas Li (Fe3 + PO4, FP). Setelah pemakaian, reaksi sebaliknya terjadi.

Gbr. 2 menunjukkan analisis fase kualitatif pada pola difraksi yang diambil selama siklus pengisian. Fase LFP dan FP mudah diidentifikasi.

analisis fase kualitatif pada pola difraksi yang diambil selama siklus pengisian battery lithium

Figure 2. Qualitative phase analysis with DIFFRAC.EVA of diffraction pattern (background-subtracted) collected during the charging process. LFP dan FP are easily identified.

Figure 3a. Iso-intensity plot of the 15 charge/discharge cycles with DIFFRAC.EVA.


Figure 3b. Waterfall plot of the first charge/discharge cycle with DIFFRAC.EVA.

Plot intensitas-iso pada Gbr. 3a dengan baik menunjukkan bahwa komposisi fase berubah saat bersepeda, plot waterfall pada Gbr. 3b menunjukkan hal ini lebih detail untuk siklus pengisian-pelepasan pertama.


Figure 4. Zoomed view on the LFP (200) and FP(200) reflections during the first charge cycle. For clarity only every third diffraction pattern is shown. Article: Karakterisasi Baterai Lithium pada Mobil Listrik.

Gbr. 4 menunjukkan tampilan yang diperbesar dari pantulan LFP (200) dan FP (200) selama pengisian daya. Seperti yang diharapkan untuk tingkat pengisian yang agak lambat ini, LFP (200) secara bertahap berkurang dan FP (200) secara bertahap meningkat, menunjukkan transisi fase orde pertama.

Di luar informasi kualitatif ini, juga informasi kuantitatif dan (mikro) struktural dapat diekstraksi dari penyempurnaan Rietveld. Ini dilakukan secara otomatis pada semua pola difraksi menggunakan DIFFRAC.TOPAS dalam modus batch. Biasanya dalam eksperimen operando akan terdiri dari beberapa ratus atau bahkan ribuan siklus pengisian / pengosongan, oleh karena itu evaluasi mode batch otomatis sangat penting untuk menganalisis secara efisien sejumlah besar pola difraksi.

Figure 5. Rietveld refinement with DIFFRAC.TOPAS. Note that the increase in the background is due to the fact that data have been collected using a variable divergence slit to keep a constant 12 mm footprint. This significantly improves counting statistics at high 2Theta angles without over-illuminating the sample at low 2Theta angles. Unlike traditional Rietveld refinement programs requiring fixed divergence slit data, DIFFRAC.TOPAS can correctly handle both fixed and variable divergence slit data. The hump in the background observed about 23-24°(2q) comes from the amorphous glass fiber separator material.

Gbr. 5 menunjukkan perbaikan Rietveld dari pola difraksi tipikal. Perbaikan Rietveld memungkinkan penghitungan fasa kristal masing-masing, serta memperoleh informasi struktural seperti parameter kisi, dan informasi mikrostruktur seperti parameter ukuran kristal

Jumlah fase kuantitatif yang diperoleh dari pemurnian Rietveld (Gbr. 6) diplot untuk siklus pelepasan muatan pertama. Data menunjukkan bahwa setelah pengisian ada konversi dari LFP ke FP, yang sepenuhnya dapat dibalik setelah pemakaian.

Ekstraksi dan penyisipan Li + juga berpengaruh pada struktur kristal dari masing-masing fase dan secara jelas mengikuti siklus pengisian / pengosongan. Gambar. 7 menunjukkan evolusi parameter kisi-c selama siklus.

Juga, ukuran kristal berubah saat bersepeda. Efeknya agak kecil untuk LFP, tetapi ukuran kristal FP berkurang secara signifikan saat mendekati pelepasan penuh (Gbr. 8).

Catatan aplikasi ini menunjukkan bahwa banyak informasi dapat diperoleh dari studi operando pada bahan baterai menggunakan difraktometer laboratorium-rumah. Karakterisasi Baterai Lithium dapat digunakan kepada mobil listrik.

Acknowledgment

Sampel untuk studi operasi disediakan oleh Laboratoire de Réactivité et de Chimie des Solides (Université de Picardie Jules Verne, Amiens, Prancis).

Dapatkan berbagai solusi untuk laboratorium atau industri Anda di sini.

Categories
Articles

7 Macam-macam Alat Ukur Berat dalam Industri

Ada macam-macam alat ukur berat yang telah dipakai di dalam berbagai jenis industri. Termasuk untuk bidang penelitian, pendidikan, kendali mutu, dan pengujian. Penasaran dengan penjelasan dari setiap alat ukur berat yang ada pada saat ini? Simak rangkumannya bersama Dynatech di bawah ini.

Macam-Macam Alat Ukur Berat

Total ada tujuh macam alat ukur berat yang dapat memberikan informasi berat benda dengan lebih tepat. Penggunaannya pun berbeda-beda pula, tergantung maksud dan tujuannya.

1. Timbangan Duduk

Timbangan duduk adalah alat ukur berat yang memiliki ukuran cukup besar. Sesuai namanya, permukaan untuk menaruh benda yang akan ditimbang cukup luas. Itulah mengapa timbangan ini banyak digunakan pedagang hingga peternak.

Kapasitas timbangan duduk juga beragam. Ada yang kapasitas maksimal 50 kg hingga 500 kg. Untuk kapasitas 500 kg biasanya memiliki roda besi agar lebih mudah dipindahkan. Kemudian dilengkapi pula dengan timbangan bandul geser kuningan supaya hasil penimbangan lebih tepat.

2. Neraca

Neraca merupakan alat ukur berat dengan fitur berbeda. Anda bisa mengetahui massa atau banyaknya zat yang terkandung di dalam benda melalui neraca ini. Massa benda dapat diukur hingga mencapai tingkat ketelitian 0,01 g.

Ada beberapa jenis neraca yang tersedia pada saat ini. Dimulai dari neraca digital, neraca lengan gantung, hingga neraca analitis dua lengan. Perlu pemilihan jenis neraca yang tepat untuk mengukur massa benda yang diinginkan.

3. Timbangan Badan 

Timbangan badan adalah alat ukur berat yang sangat mudah ditemukan dan sudah sering digunakan masyarakat luas sejak lama. Fungsi utama benda ini adalah mengukur berat badan seseorang. Inilah mengapa timbangan badan sering digunakan di bidang kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, hingga apotik. Sekarang ini, timbangan badan sudah ada versi digital dan mampu mengukur tinggi badan juga.

Baca juga: Pengertian Fungsi Desikator dan Cara Menggunakannya

4. Timbangan Digital

Timbangan digital memiliki nilai pengukuran yang lebih akurat. Ada beberapa jenis timbangan digital. Anda pasti sering menemukan timbangan ini di supermarket hingga dalam pembuatan minuman kopi di kafe.

5. Timbangan Kodok

Timbangan kodok identik dengan penggunaan di pasar. Timbangan ini terhitung kuno tapi masih tetap relevan untuk digunakan saat ini. Disebut juga sebagai timbangan bebek, alat ukur berat model ini memiliki anak batu untuk mendukung proses pengukuran. Ukuran anak batu ini dimulai dari 50 gram (1/2 ons), 100 gram (1 ons), 200 gram (2 ons), 500 gram (1/2 kg), hingga 1.000 gram (1 kg). Kapasitas pengukuran maksimalnya adalah 10 kg.

6. Timbangan Gantung

Timbangan gantung mampu mengukur berat benda dengan cara digantung menggunakan pengait. Ada dua jenis timbangan jenis gantung, yakni manual dan digital. Dengan penambahan fitur teknologi modern, sudah jelas bahwa timbangan gantung digital memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan jenis manual.

7. Timbangan Hybrid

Timbangan hybrid merupakan hasil kombinasi timbangan digital dan mekanik. Kelebihan dari timbangan model ini adalah dapat digunakan untuk menimbang benda berukuran besar. Melihat bagaimana kekuatan timbangan hybrid, semakin banyak industri yang menggunakannya.

Baca juga: Apa Itu Elongation dan Cara Mengujinya

Jadi itulah informasi mengenai macam-macam alat ukur berat yang ada di industri pada saat ini. Jika disuruh memilih salah satu, mana yang paling sering Anda gunakan?

Timbangan juga menjadi peralatan penting di dalam sistem kerja laboratorium. Dynatech menyediakan timbangan laboratorium yang dapat Anda pesan dan miliki sekarang juga. Kunjungi Dynatech untuk mendapatkan informasi produk dan pemesan lebih lanjut. 

Categories
Articles

Failure Analysis dalam Industri Otomotif

Kebutuhan untuk tahan uji pada industri otomotif sangat tinggi dan terus berkembang. Penerapan prosedur 6-Sigma menurunkan tingkat kegagalan secara signifikan, namun perlu upaya yang tinggi untuk melakukan identifikasi kegagalan tersebut atau biasa disebut Failure Analysis di dunia Industri.

Seringkali kegagalan disebabkan oleh masalah material, misalnya inhomogenitas, inklusi atau kontaminasi yang dapat menimbulkan retakan atau material akan cepat rusak. Kerusakan material ini, biasanya terjadi hanya dibagian tertentu. Bagian tersebut tidak homogen dan bentuk yang tidak teratur. Sejauh ini, analisa material pada bagian tertentu atau distribusi elemen diperlukan untuk identifikasi. Dengan demikian, micro-X-Ray Fluorescence (μ-XRF) merupakan alat analisis yang tepat untuk melakukan analisa tersebut.

Instrumen Micro-Xray Fluorescence (μ-XRF):  M4 Tornado Bruker

Pada Micro-XRF M4 Tornado Bruker, radiasi X-Ray difokuskan menggunakan optic kapiler ke titik kecil pada sampel dengan energi resolusi detector yang tinggi sehingga mampu mendeteksi mendeteksi radiasi fluoresensi yang dihasilkan. Sampel diposisikan pada stage yang dapat bergerak secara X-Y-Z.

Micro-XRF M4 Tornado Bruker

Spesifikasi teknis M4 Tornado:

Spesifikasi teknis M4 Tornado

Tabel 1: Spesifikasi Teknis padaTornado M4

Point Measurement

Point measurement merupakan mode pengukuran di titik tertentu pada sampel. Mode ini  dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kontaminasi di titik tertentu (Salah satu proses failure analysis di Industri)

Analisa Kontaminasi

Masalah lain yang sering terjadi yaitu identifikasi kontaminasi misalnya pada permukaan yang dapat mempengaruhi keandalan kontak listrik, ketahanan geser pada roll bearings dan lainnya. Kontaminasi tersebut dapat ditentukan dengan membandingkan spektrum permukaan bahan yang terkontaminasi dan permukaan yang bersih, atau juga bisa dengan analisa distribusi unsur. Ini akan ditunjukkan pada contoh berikut. Gambar 2a terlihat kontaminasi pada stainless steel cylinder. Terlihat distribusi Sulfur (gbr. 2b) dan Fosfor (gbr. 2c) dan juga false-color (gbr. 2d).

Analisa Kontaminasi

Gambar 2: Gambar kontaminasi pada silinder stainless steel

Selain dengan melihat dari distribusi unsur pada sampel yang terkontaminasi, kita juga dapat menganalisa dengan membandingkan spektrum pada sampel yang terkontaminasi dengan sample yang bersih. Terlihat pada gambar 3 spektrum yang berwarna biru menunjukkan adanya kontaminasi yaitu Fosfor dan Sulfur. Berdasarkan unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa kontaminasi berasal dari residu mesin.Spektrum point sampel yang bersih (merah) dan terkontaminasi (biru)

Gambar 3: Spektrum point sampel yang bersih (merah) dan terkontaminasi (biru)

Analisis Distribusi Unsur

Dengan mapping distribusi unsur, kita dapat melihat persebaran unsur yang berbeda di suatu area sampel. Oleh karena itu, fluoresensi seluruh titik matriks harus diukur. Fungsi Hypermap dari M4 Tornado menyimpan spektrum lengkap untuk setiap piksel hingga memungkinkan proses pos data secara ekstensif dan evaluasi yang fleksibel.

Pengujian Ball Bearings

Roll bearings harus memiliki masa pakai yang panjang, meskipun mendapatkan tekanan yang besar dari gesekan. Oleh sebab itu, pelumas sangat penting meskipun adanya pengaruh terhadap material roll bearing. Salah satu kemungkinan saat penyelidikan adalah analisis bearing shells. Gambar 4 menunjukkan bagian dari bearing shell yang telah lama digunakan. Pada gambar tersebut bearing shell berwarna akibat pengaruh pelumas.

Gambaran bearing shell

Gambar 4: Gambaran bearing shell

Distribusi unsur pelumas pada bearing  terlihat pada gambar 5, dua distribusi pertama Zn dan S dalam presentasi satu warna dan terakhir untuk P dalam distribusi  false color. Konsentrasi P sangat kecil sehingga distribusi satu warna tidak memiliki kontras yang cukup. Distribusi ini menandai konsentrasi yang lebih tinggi dari elemen-elemen pada bearing shell.  Hal tersebut, merupakan bagian dari minyak kemudian menyebar dan didukung dengan peningkatan suhu  akibat  gesekan  antara ball  dengan shell.

Distribusi unsur pelumas pada bearing shell

Gambar 5: Distribusi unsur pelumas pada bearing shell (gambar atas: Zn, gambar tengah: S, gambar bawah: P)

Ringkasan: Failure Analysis di Industri Otomotif

Micro X-Ray Fluorescence merupakan alat analisis yang memiliki potensi tinggi untuk menganalisa berbagai tahapan dalam pembuatan komponenen otomotif. Fleksibilitas yang tinggi dari metode ini untuk menganalisa sampel pada titik tertentu dan juga distribusi unsur mampu mengidentifikasi material. Contohnya seperti menganalisa ketebalan coating pada sampel yang kecil atau tidak beraturan, failure analysis, meneliti pengaruh penerapan suatu bahan dan pengaruhnya terhadap ketahanan terhadap bahan tersebut, analisa kontaminasi dan lainnya.

Dengan menggunakan M4 Tornado Bruker, waktu proses Failure Analysis pada Industri Anda dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Hal ini dikarenakan intensitas eksitasi dan kemampuan count rate yang tinggi. Untuk Indentifikasi unsur hanya perlu beberapa detik, untuk kuantifikasi kurang dari 1 menit dan analisa distribusi unsur waktunya dapat di sesuaikan dengan mengatur dwell times sampai kurang dari 1ms.

Evaluasi data menjadi sangat penting, untuk kuantifikasi tanpa perlu menggunakan standar dapat digunakan untuk  kualitas sample dan kondisi pengukuran yang berbeda-beda. Dengan Fleksibilitas yang tinggi, akurasi dapat ditingkatkan dengan kalibrasi meskipun hanya menggunakan beberapa sampel dari kualitas sampel yang diperiksa. Untuk evaluasi analisa/pengukuran distribusi, tersedia berbagai format data dan juga metode chemometric yang membuat interpretasi data pemetaan lebih cepat dan akurat.

Categories
Articles

Drying Oven: Pengertian dan Jenisnya

Apa itu pengeringan?

Pengeringan adalah proses yang cukup rumit karena pengeringan terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak merata pada sample/barang yg di uji, khususnya pada bagian-bagian di permukaan tertentu. Hal ini dapat merusak proses sempurna, ataupun hasil dari pengujian tersebut tidak maksimal sesuai dengan kriteria pengujian. Pada dunia Industri dan Laboratorium, pengeringan ini dapat menggunakan Drying Oven, berikut pengertian dari instrumen ini:

Drying Oven

Drying Oven atau Oven Pengering dapat digunakan di laboratorium atau di berbagai sektor industri lainnya, tergantung dengan aplikasi dan keperluannya, dapat digunakan juga untuk berbagai tugas pekerjaan termasuk proses penguapan, sterilisasi, pengujian terhadap suhu tinggi (high temperature), ataupun untuk percobaan peka suhu inkubasi dan lainnya.

Terdapat banyak jenis oven pengering untuk berbagai kebutuhan di sesuaikan dengan berbagai macam peruntukannya. Oven pengering utilitas dinding ganda dasar tidak jauh berbeda dari oven yang Anda gunakan di dapur rumah. Oven pengering konveksi gravitasi atau konveksi udara paksa memberikan tingkat kemerataan yang lebih tinggi, kontrol suhu yang stabil, kemampuan pengeringan cepat, dan banyak model baru yang dapat diprogram (setup menu), dan pengaturan ventilasi pembuangan udara panas dan lainnya.

Ada juga jenis Oven pengering dengan spesifikasi keamanan dan pencegahan terhadap terjadinya ledakan dalam oven yang dapat berakibat fatal. Oven yg di design khusus pada panel door oven dan dilengkapi dengan cerobong pembuangan udara saat terjadi ledakan karena pemanasan suhu tinggi terhadap sample/barang2 yg diuji ada potensi terjadinya ledakan.

Performance Drying Oven bisa dipengaruhi juga dengan spesifikasi “Heater Capacity”-nya yang sesuai, untuk mengoptimalkan proses pengeringan dengan sempurna, terutama Oven yang digunakan untuk keperluan pengujian pada suhu tinggi, maka diperlukan performance “Heater Capacity” yang tinggi. Drying oven tersedia dipasaran dengan suhu maksimum 200C dan maksimum 300C. Selain itu, oven pengering juga tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuknya ada yang vertical (melebar samping) maupun yang horizontal (tinggi keatas).

Contoh jenis-jenis Oven Pengering – HISPEC ETAC Japan

Contoh jenis-jenis Oven Pengering – HISPEC ETAC Japan  Contoh jenis-jenis Oven Pengering – HISPEC ETAC JapanContoh jenis-jenis Oven Pengering – HISPEC ETAC Japan

Contoh jenis-jenis Oven Pengering – HISPEC ETAC JapanContoh jenis-jenis Oven Pengering – HISPEC ETAC JapanContoh jenis-jenis Oven Pengering – HISPEC ETAC Japan

Setelah mempelajari pengertian Drying oven untuk keperluan bisnis, Dynatech menyediakan berbagai pilihan Drying oven dengan berbagai ukuran dan jenis, serta alat laboratorium lainnya yang cocok dengan kebutuhan Anda. Dynatech merupakan distributor alat laboratorium resmi di Indonesia, ingin bertanya seputar produk Drying oven yang kami miliki segera hubungi kami disini.

Categories
Articles

Digital Gauging Probes

Apa itu Aplikasi kerataan (Flatness) Pada Digital Gauging Probes?

Terdapat tantangan yang ditemukan pada industri elektronik dan automotif, kerataan (flatness) sebuah part merupakan fitur yang sangat kritis. Tiap bagian dari layar laca telepon selular atau cakram rem hanya memiliki torelansi kerataan kecil (sub-micron), sehingga memiliki keterbatasan ketika di pasang. Dalam hal ini, diperlukan pengecekan / pengukuran beberapa point diatas permukaan yang kecil dengan akurasi tinggi sebagai fiturnya. Non Contact 3D atau Imaging Solution dapat digunakan, tetapi harganya sangat mahal dan berkurang akurasinya. Lalu apa solusinya untuk aplikasi ini? Digital Gauging Probes solusinya!


Pengukuran Kerataan (Flatness) pada kaca telepon seluler menggunakan Ultra Feather Touch Probes

Pengukuran Kerataan (Flatness) pada kaca telepon seluler menggunakan Ultra Feather Touch Probes

Solusinya dengan Digital Gauging Probes

Solartron Digital Gauging Probes memberikan performance yang sangat bagus (excellent) aplikasi kerataan (flatness) karena fitur-fitur sebagian berikut:

  • Class leading resolusi kurang dari 0,01 um. Dalam artian meskipun mengukur dengan variasi yang sangat kecil (tipis) antar point.
  • Repeatability tidak lebih dari 0.015 um. Mengukur secara konsisten dari part ke part.


Probe Diameter 6mm dan 3mm yang dapat mengukur beberapa point kerataan (flatness) dengan area terbatas

Probe Diameter 6mm dan 3mm yang dapat mengukur beberapa point kerataan (flatness) dengan area terbatas

  • Low Tip Forces: Solartron menawarkan low tip forces dari 0.30 N dengan Feather Touch Probes, yang artinya permukaan yang dicek tidak akan tergores (scratch) atau rusak.Selain itu, Tekanan rendah (low forces) tidak akan menyebabkan part terangkat ketika mengukur.
  • Mengukur beberapa point dengan mudah: Dengan Solartron Orbit 3 network, sampai dengan 150 points dapat digabungkan dengan keluaran (output) ke Komputer PC atau PLC. Kerataan (Flatness) atau “max – Min” kemudian dapat dihitung menggunakan Excel atau software yang lain.
  • Biaya Rendah: Solartron Gauging Probe memberikan biaya perpoint lebih rendah dibandingkan menggunakan Imaging System atau 3D Scanner, dengan repeatability lebih tinggi dan setting yang mudah.

Pengecekan kerataan (Flatness) sebuah cakram rem dengan data keluaran (output) excel

Pengecekan kerataan (Flatness) sebuah cakram rem dengan data keluaran (output) excel

Berbagai Sensor Solartron

  • Block Gauges

Sensor untuk dimensi kaku (sulit) Konfigurasi Multiple Contact tip.

Block Gauges

Range: 2, 5, atau 10mm

Akurasi Pembicaraan: < 0.05% dari pembacaan

Repeatability: < 0.25 um

 

  • Flexures

Sensor untuk dimensi kaku (sulit) Frictionless travel / non gesekan Multiple contact tips dan konfigurasi. 

Flexures Range: 0.5,1, atau 2mm 

 Akurasi: ,0,1% dari pembacaan

 Repeatability: <0.1um

 Resolution: <0.1 um

 Ditest lebih dari 20 juta cycle

  • Orbit LT

Aplikasi dimana kontak sensor tidak cocok

Orbit LT

 Range: 15 dan 50mm

 Akurasi: < +/-0.1% F.S.

 Resolusi: < 1 um

 Repeatability: <2um

  • Orbit LTH

Sensor aplikasi presisi tinggi dan dinamik

Orbit LTH

 Range: 2, 10, 20, atau 100mm

 Akurasi: < 0.02% dari pembacaan 

 Resolusi: < 0.0076 um

 Repeatability: 0,04 um

  • Mini Probe

Bore gauging 

Mini Probe Range: 0,5 dan 1mm

 Akurasi: +/-0.2% F.S.

 Resolusi: < 0.1 um

 Repeatability: <0.1 um

 Orbit Network

Solartron’s Touch Probes, Block Gauges, dan Laser dengan mudah dihubungkan dengan Orbit Network. Dengan multiple gateways ke PC dan PLC

Orbit 3 – The Total Measurement System from Solartron MetrologyPengukuran Kerataan (Flatness) pada kaca telepon seluler menggunakan Ultra Feather Touch Probes

Categories
Articles

Digital Probe dan Orbit Network

Tantangan yang dimiliki oleh aplikasi pada pengecekan Distorsi dan Axle Bending

Pada industri otomotif, rod san komponen transmisi seringkali harus disesuaikan terhadap kelurusannya (straighness). Karena tidak sesuai dengan spesifikasi setelah dibuat. Mesin alignment atau distorsi ini memerlukan komponen pengukuran berpresisi tinggi dan respon cepat. Komponen rod tersebut bisa jadi melengkung beberapa derajat.

Digital Probe dan Orbit Network.                                  Digital Probe dan Orbit Network

Solusi pada pengecekan Distorsi dan Axle Bending

Solartron Metrology menawarkan sensor presisi tinggi dan kuat yang diperlukan untuk mesin aligment dan distrosi, dengan output komputer PC atau PLC.

  • Resolusi Tinggi: LVDT dari solartron dengan resolusi sampai dengan 0,01 micron, memperlihatkan pengukuran paling kecil (tipis) yang tidak dapat diberikan oleh Linear Encoder biasa.
  • Kuat: Design probe ditest jutaan cycles dengan beban samping untuk memastikan repeatability bearingnya.
  • Opsi IP 68 sealing: Setiap standard solartron probe dapat di-seal dan di test IP 68 di pabriknya.
  • Customize: Element-element seperti panjang kabel, inline signal conditioning modul, atau kontrak tip.
  • Output: Solartron modul orbit network dapat disambungkan ke pc atau PLC
  • Dapat dihubungkan dengan Rotary Encoders: Orbit network dapat disambungkan dengan input pihak ke 3. Rotary Encoder dapat dihubungkan via Encoder Interface Module, dengan mengukur perubahan putaran meskipun jarak yang diukur.
Solusi pada pengecekan Distorsi dan Axle Bending
Tanda Panah
Encoder Interface Module (EIM) dihubungkan ke Rotary Encoder 

           

Encoder Interface Module (EIM) dihubungkan ke Rotary Encoder                                        Hubungan Solartron Protocol Interface Module dengan Orbit Probes dan Rotary Encoder ke PLC

  • Opsi Single Channel: G-Type probe dengan output DC dan 4-20mA juga tersedia seperti Orbit ACS
Solartron G-Type Probe menawarkan signal conditioning dengan output DC atau 4-20mA untuk pembacaan Signal Channel

Solartron G-Type Probe menawarkan signal conditioning dengan output DC atau 4-20mA untuk pembacaan Signal Channel

Orbit – Total Measurement System dari Solartron Metrology

Solartron Orbit Digital Measurement System memberikan solusi sistem pengukuran tanpa batas dengan berbagai interface ke PC mau PLC

Orbit - Total Measurement System dari Solartron Metrology

                                                                                                     

                                   

Orbit ACSFlexures        Block Gauges  Bore Gauging
Orbit ACSFlexuresBlock GaugesBore Gauging

 

 

Low tip force probe for glass Multi-Channel Wireless GaugeWireless
Low tip force probe for glassMulti-Channel Wireless GaugeWireless

      

 

Orbit Network checking a headlamp with UFT Probes
Orbit Network checking a headlamp with UFT Probes

 

Categories
Articles

Apa itu Tegangan dan Regangan?

Sebelum mempelajari apa itu Tegangan dan Regangan, kembali ke teori berikut terlebih dahulu: Benda Padat memiliki berbagai sifat, contohnya seperti sifat Elastis dan Plastis. Sifat Elastisitas benda padat artinya kemampuan benda untuk kembali ke bentuk awal ketika gaya yang bekerja pada benda tersebut ditiadakan. Salah satu benda yang biasa digunakan untuk perhitungan gaya elastis adalah pegas/per, jika ditarik pegas akan bertambah Panjang. Jika ditekan, akan menjadi lebih pendek. Saat ditarik/ditekan lalu dilepaskan akan kembali ke bentuk semula. Benda yang memiliki sifat tersebut disebut benda elastis.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, ada sifat Plastis pada benda padat. Sifat ini merupakan ketidakmampuan benda untuk kembali ke bentuk semula ketika gaya yang bekerja pada benda tersebut ditiadakan. Contohnya lilin yang ditekan, setelah gaya dihilangkan, benda-benda tersebut kembali seperti semula.

Kedua sifat ini dapat dihitung dengan memperhatikan Tegangan/Stress dan juga Regangan/Strain.

Tegangan/Stress (σ)

Jika sebuah benda elastis ditarik oleh sebuah gaya, benda tersebut akan bertambah panjang sampai ukuran tertentu. Besarnya tegangan adalah perbandingan antara gaya tarik yang bekerja terhadap luas penampang benda. Jika suatu batang yang luasnya A, setiap ujung batang tersebut mengalami gaya Tarik sebesar F yang sama besar dan berlawanan arah. Batang itu dikatakan mengalami tegangan. Apabila ditinjau sebuah irisan tegak lurus pada Panjang batang, tarikan oleh gaya F akan tersebar rata pada luas penampang A. Oleh karena itu, tegangan didefinisikan sebagai perbandingan besar gaya F terhadap luas penampang bidang A. Tegangan dinotasikan dengan σ (sigma), satuannya Nm-2. Secara matematis, tegangan dirumuskan dengan:

Regangan/Strain (e)

Regangan  ialah  perubahan  relatif   ukuran  atau  bentuk  benda  yang mengalami tegangan.

Gambar 01, dibawah memperlihatkan sebuah batang yang mengalami regangan akibat gaya tarik F.

Panjang batang mula-mula adalah Lo. Setelah mendapat gaya tarik sebesar F, batang tersebut berubah panjangnya menjadi L. dengan demikian, batang tersebut mendapatkan pertambahan panjang sebesar , dengan ∆L= L-Lo            .

Gambar 01 : # Regangan pada sebuah batang

Maka, Regangan didefinisikan sebagai perbandingan antara pertambahan panjang benda dan panjang benda mula-mula. Secara matematis dirumuskan:

Apakah yang dimaksud dengan tegangan dan regangan?

Sekilas keduanya memiliki kata yang hampir sama. Tetapi keduanya memiliki penjelasan yang berbeda. Mari kita bahas bersama-sama. Setiap benda memiliki sifat lentur atau elastis. Dilansir dari Teori Elastisitas oleh Made Suangga tahun 2019,

elastisitas merupakan kajian yang mempelajari perilaku suatu material dalam keadaan elastis. Benda padat yang dapat berubah akibat pengaruh dari gaya luar dan dapat kembali seperti semula termasuk benda elastis.

Tegangan dan regangan merupakan konsep dasar dalam meninjau kekuatan elastisitas benda. Keduanya saling terkait satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Perhatikan gambar di bawah ini.

Sebuah benda dipengaruhi oleh gaya tarikan ke ujung kanan dan ke ujung kiri. Benda yang belum dikenai gaya ke arah kanan dan kiri masih dalam keadaan setimbang dan memiliki panjang mula-mula benda tersebut. Sedangkan benda yang telah dikenai gaya akan bertambah panjang. Sekarang mari kita tinjau definisi dari tegangan dan regangan.

Tegangan adalah besarnya gaya yang diberikan oleh molekul-molekul terhadap luasan penampang.

Regangan adalah pertambahan panjang suatu benda terhadap panjang mula-mula yang disebabkan oleh adanya gaya luar yang mempengaruhi benda. Regangan dapat diartikan juga sebagai ukuran perubahan dimensi yang terjadi akibat tegangan.

Instrument / Alat untuk pengujian nilai Tegangan (Stress) dan Regangan (Strin), dapat menggunakan ;

Universal Testing Machine (UTM) – Tensilon AND Japan

Categories
Articles

Apa itu Modulus Young?

Modulus Young erat kaitannya dengan teori elastisitas benda, lalu apa artinya? Bagaimana kaitannya dengan sifat elastisitas benda? Dan apa persamaan dari modulus Young itu sendiri? Ayo kita simak dan pelajari pembahasan mengenai hal ini. Dikutip dari Young’s Modulus oleh Jesse Russell dan Ronald Cohn tahun 2012, modulus Young atau modulus elastis adalah ukuran kekakuan bahan elastis dan merupakan besaran yang digunakan untuk mengkarakterisasi bahan. Hal ini berkaitan dengan ukuran tegangan dan regangan suatu benda. Untuk memahaminya mari kita amati grafik hubungan antara tegangan dan regangan di bawah ini.

Grafik tersebut menunujukkan grafik yang linear sampai titik A. Pada daerah ini apabila gaya atau tegangan dihentikan maka benda akan kembali seperti semula. Apabila tegangan diperbesar lagi sampai batas titik B, maka antara regangan dan tegangan tidak linear lagi. Jika tegangan diperbesar lagi melampaui batas titik B, maka benda tidak akan kebali ke dimensi semula. Jika tegangan diperbesar lagi sampai benda mencapai pada titik C, akhirnya benda akan patah. Perbandingan tegangan dan regangan pada grafik yang linear tersebut adalah konstan, besarnya konstanta disebut dengan modulus elastis.

Secara garis besar, Modulus Elastisitas adalah perbandingan antara tegangan dan regangan dari  suatu  benda.

Modulus elastisitas dilambangkan dengan E dan satuannya Nm-2. Modulus elastisitas.

Atau dapat juga, Modulus Elastisitas didefinisikan sebagai berikut; Selama gaya F yang bekerja pada benda elastis tidak melampaui batas elastisitasnya, maka perbandingan antara tegangan (σ) dengan regangan (ε) adalah konstan.

Bilangan (konstantan) tersebut dinamakan modulus elastis (E).

Jadi, modulus elastis merupakan perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami oleh suatu benda. Secara matematis ditulis seperti berikut.

E : modulus Young (N/m2 atau Pascall)

Nilai modulus elastisitas hanya bergantung pada jenis bahan suatu benda, tidak bergantung padamo ukuran ataupun bentuk benda.

Berikut ini adalah nilai modulus elastisitas dari beberapa jenis bahan :

Instrument / Alat untuk pengujian nilai Modulus Elastisitas, dapat menggunakan ;

Universal Testing Machine (UTM) – Tensilon AND Japan

Categories
Articles

Pengecekan Groove di dalam Bor

Tantangan

Pembuatan piston atau komponen mesin sering melibatkan fitur geometri yang kaku / janggal, seperti inner grooves dalam part dalam. Karena bagian dari system dengan toleransi tinggi, inner groove mestinya masih bisa diukur menggunakan alat yang presisi. Sayangnya baik sensor non-contact atau pencil probes tidak praktis dan dibatasi ketersediaan ruang.

Solusi Pemecahan

Block Gauges Solartron Metrology

Sensor khusus Solartron seperti Block Gauges memberikan kemampuan untuk mengecek dimensi yang kaku secara akurat dan berulang, serta dengan harga yang lebih murah daripada non-contact probe.

Pada Block Gauge terdapat probe yang terletak di samping dan dihubungkan dengan bagian atas sliding secara kuat. Sebuah contact tip dan tip holder kemudian digunakan untuk mengukur bagian atas dari bor dalam. Dengan silinder pneumatic, tip/ujung probe dapat masuk ke groove untuk mengukur.

  • 2, 5, and 10mm ranges
  • Akurasi pembacaan lebih dari 0.05%, 0.25-micron repeatability
  • Tip Holders berukuran 20mm to 60mm
  • Right Angle Tip Adapter available

Network Block Gauges and other Solartron Digital Sensors using the Orbit® 3 Network

Orbit® 3 – Sistem Pengukuran Total dari Solartron Metrology

Sistem Pengukuran Digital Solartron Orbit® 3 Digital dalam kaitannya dengan penggunaan range transducer yang lebih luas, meliputi contact (gauging probes) dan non-contact linear measuring transducers, specialist transducers dan berbagai interfaces. Menghadirkan sistem pengukuran tanpa batas, dengan berbagai interface yang berbeda ke komputer dan PLC, menjadikan Orbit® 3 sangat fleksibel.

Orbit 3 – Sistem Pengukuran Total dari Solartron Metrology

Komponen Block Gauge

Komponen Block Gauge