Categories
Articles

Analisa Polimer dan Jenis-jenis Karakteristiknya

Polimer adalah makromolekul yang banyak ditemukan pada benda-benda di sekitar Anda. Polimer menjadi salah satu bahan baku yang banyak digunakan industri Indonesia, seperti plastik, karet, dan lainnya. Polimer terdiri dari banyak subunit berulang dan memiliki sifat luas. Berkat sifatnya yang luas ini, polimer sintesis dan polimer alami memainkan peran penting dalam industri. Ketahui analisa polimer dan jenis – jenis karakteristik yang perlu diketahui untuk Anda yang bekerja di industri polimer.

Untuk memastikan produk yang dibuat dengan polimer berkualitas baik, maka analisa polimer pada sampel wajib dilakukan. Hal ini demi meyakinkan bahwa produk yang dihasilkan dari polimer, memiliki kualitas yang tinggi serta tidak membahayakan lingkungan.

Baca Juga: Ketahui Perkembangan Alat FTIR biodiesel di Indonesia

Figure 1. Ilustrasi Struktur Polimer

Mengenal polimer dalam industri

Dalam industri, polimer digunakan sebagai bahan baku banyak produk. Yang paling banyak ditemui adalah plastik. Jenis polimer yang digunakan untuk plastik adalah PE polietilena untuk plastik pembungkus, pembungkus makanan, panci, dan kantung plastik. Lalu, ada juga polietilen tereftalat PET yang digunakan untuk jas hujan dan tas plastik. Kemudian, ada polimer jenis polivinil klorida yang digunakan untuk pipa dan karpet.

Dalam setiap jenisnya, analisa polimer dilakukan untuk melihat karakteristiknya, serta menyesuaikan bahan baku dan produk yang akan dibuat. Penentuan karakteristik polimer ini dilakukan dalam beberapa teknik:

  1. Kromatografi eksklusi ukuran untuk menentukan jumlah rata-rata berat molekul, berat molekul rata-rata berat, dan disperse.
  2. Difraksi sinar-X sudut lebar untuk menentukan struktur kristal polimer.
  3. Teknik hamburan untuk menentukan dimensi makromolekul dalam lelehan dan larutan.
  4. Teknik spektroskopi untuk menentukan komposisi kimia.
  5. Termogravimetri untuk mengevaluasi stabilitas termal polimer.
  6. Kalorimetri pemindaian diferensial untuk karakterisasi sifat termal polimer.
  7. Reologi untuk menggambarkan perilaku aliran dan deformasi.

Bruker Corp

Bruker Corp adalah industri atau perusahaan yang menawarkan solusi untuk masalah uji dan analisa polimer. Bruker Corp paham betul bahwa analisa polimer memegang peran penting dalam proses pembuatan produk, seperti plastik, nilon, karet, dan bakelit. Oleh sebab itu, Bruker Corp memiliki beberapa alat atau metode yang mampu memberikan hasil analisa polimer terukur sehingga industri polimer bisa memproduksi produk yang berkualitas. Solusi ini juga berperan penting dalam mengidentifikasi karakteristik polimer.

Solusi Bruker untuk industri polimer Indonesia

Figure 2. NMR – Avance III HD

Untuk analisa polimer dalam industri, Bruker Corp menawarkan uji analisa dalam beberapa tahap dan dengan menggunakan alat yang berbeda. Yang pertama, ada analisa polimer dengan menggunakan alat yang dinamakan NMR. Yang kedua, ada analisa karakterisasi polimer dengan menggunakan Spektroskopi Infra Merah dan Raman.

Figure 3. Bravo – Portable Raman Spectroscopy

Yang ketiga, ada proses pemantauan proses polimer yang menggunakan spektroskopi dan spektrometer MATRIX-F FT-NIR. Di langkah ini, ada juga proses analisis dengan mikroskop elektron. Yang keempat, ada analisis polimer struktural dengan spektrometri massa.

Baca Juga: Tips Melakukan Perhitungan Alat Uji Tarik

Pengaplikasian solusi Bruker untuk industri polimer Indonesia

Dalam langkah pertama analisa polimer, Bruker Corp akan melalukan uji analisa polimer dengan menggunakan NMR. NMR dalam bentuk padat bisa digunakan untuk analisa polimer tidak larut atau tidak leleh. Sedangkan, NMR suhu tinggi dapat diterapkan untuk studi polimer cair. Analisa dengan NMR ini akan menghasilkan informasi seputar kelompok akhir polimer, percabangan, dan fitur-fitur lain dari material yang ada dalam jumlah kecil.

Langkah kedua, menentukan karakterisasi polimer dengan spektrsokopi infra merah dan raman. Dalam hal ini, inframerah dan spektrum raman akan memberikan informasi struktur tingkat molekuler sebagai orientasi dan konfrontasi rantai polimer. Kemudian, spektroskopi FT-IR akan digunakan untuk kontrol kualitas polimer. Jika ada perubahan pola karakteristik pita serapan, maka ada perubahan komposisi bahan dan kontaminasi.

Langkah ketiga, pemantauan proses polimer dengan spekstrometer MATRIX-F FT-NIR. Spektrometer NIR memberikan analisis tinggi dari banyak komponen dan parameter sistem yang berbeda, meliputi viskositas, kepadatan, konten monomer, stabilizer, dan tingkat keterkaitan. Lalu dilanjutkan dengan analisis mikroskop electron untuk analisis polimer hingga ppm dengan resolusi spasial tinggi dan dalam sampel topografi tinggi, seperti polimer dengan inklusi atau bahan berpori.

Langkah keempat, analisa polimer struktural oleh spektrometri massa. Spektrometri massa adalah alat yang telah lama digunakan untuk analisa dan mempelajari struktur polimer, komposisinya, distribusi berat permukaan, isi pengotor, sifat permukaan, dan lain sebagainya. Spektrometri massa juga bisa mengidentifikasi komponen polimer minor atau pengotor dalam bahan polimer sehingga setiap produk dipastikan bebas dari pengotor ini.

Mengingat pentingnya analisa polimer dalam sebuah industri, sudah saatnya Anda menerapkan proses dan prosedur analisa yang spesifik dan menyeluruh. Jangan sampai, ada perubahan komposisi dan struktur polimer, termasuk juga pengotor, dalam produk Anda yang akan menurunkan kualitas produk. Jika Anda tertarik dengan solusi dari Bruker Corp untuk analisa polimer, langsung saja kunjungi website-nya!

Categories
Articles

Alat Umum pada Laboratorium Farmasi Apa Saja?  

Dalam dunia farmasi, peran alat laboratorium farmasi merupakan sangat penting dan harus ada di dalamnya. Alat laboratorium farmasi memegang peranan penting dalam menguji komponen yang ada pada kandungan obat dan senyawa yang diuji. Alat laboratorium farmasi yang umum Anda temukan adalah mikroskop, timbangan analitik, spektrofotometer, dan HPLC. Untuk fungsi dan kegunaan masing-masing pada laboratorium akan ada ada detail berikut ini.

Baca Juga: Mempelajari Struktur Polimer, Rantai Berulang dari Atom yang Panjang

Alat Laboratorium Farmasi

Mikroskop

Mikroskop memegang peranan yang sangat penting di semua laboratorium. Mikroskop memegang peranan penting untuk mengamati objek yang berukuran mikro. Pemilihan mikroskop didasarkan pada kegunaan dan perannya dalam sebuah laboratorium. Terdapat empat macam mikroskop, yaitu monokuler, binokuler, trinokuler, dan inverted.

Figure 1. Meiji Techno – Biological Microscope

Berbagai mikroskop berkualitas tinggi buatan Meiji Techno dapat anda akses melalui Dynatech selaku distributor peralatan laboratorium terlengkap di Indonesia.

Timbangan analitik

Timbangan analitik memegang peran penting dalam mengukur massa benda yang akan diuji dalam sebuah laboratorium. Timbangan analitik memiliki kemampuan yang sangat spesifik untuk menimbang berat dengan massa yang sangat ringan. Timbangan analitik haruslah ada pada alat laboratorium farmasi. Nama lain timbangan analitik adalah timbangan gram halus, analytical balance, timbangan obat, neraca analitik, dan timbangan digital akurasi tinggi.

Spektrofotometer

Pada sebuah laboratorium farmasi, spektrofotometer haruslah ada dan memegang peranan penting. Alat laboratorium farmasi ini merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur serapan suatu zat atau larutan. Terdapat banyak jenis spektrofotometer, yaitu visible spektrofotometer, ultra violet spektrofotometer, ultra violet visible spektrofotometer, dan infrared spektrofotometer yang semuanya mamapu melakukan analisis bahan baku obat dan sediaan farmasi dalam segi kualitatif dan kuantitif.

Figure 2. Bruker – Invenio

Untuk mengetahui produk unggulan dari spektrofotometer dari Bruker Invenio bisa mengunjungi website di sini.

High Performance Liquid Chromatography

High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan alat laboratorium farmasi yang digunakan untuk menganalisis sampel cair maupun padatan, yang telah melewati proses preparasi. Alat ini mampu menghasilkan analisis kualitatif dan kuantitatif berkat adanya detektor UV di dalamnya. Di dalam alat ini terdapat bagian-bagian, yaitu solvent organizer, high pressure pump, auto sampler, column oven, dan UV-Vis detector yang bisa dikostumisasi sesuai dengan kebutuhan laboratorium.

Figure 3. HLPC Systems – Thermo Fisher Scientific

Thermo Fisher Scientific™ memiliki pilihan terbaik untuk peralatan HPLC. Untuk mendapatkan produknya dapat mengunjungi website Thermo Fisher Scientific™.

Baca Juga: Keunggulan Alat Ukur CMM yang Tidak Dimiliki Alat Sejenis Lainnya

Peran Bruker Corp dalam penyediaan alat laboratorium farmasi

Alat laboratorium di atas memegang peranan yang sangat di industri farmasi bagi kehidupan kita. Peran industri farmasi telah menjadi penggerak utama perekonomian karena dalam industri produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh pesat dan meningkat dari tahun ke tahun.

Peran penting industri farmasi di Indonesia membuat ketatnya quality control di Pharma. Pharma menyadiakan alat laboratorium farmasi yang telah diseleksi ketat lewat quality control yang ketat. Seleksi ini menjadikan pengujian sampel labororatorium menjadi lebih mudah dengan hasil yang sangat akurat.

Quality control yang ketat di Pharma terwujud berkat adanya prinsip FTIR yang ditekankan. Apa itu prinsip FTIR? FTIR adalah Fouries-Transform-Infrared spektoskopi atau disebut juga dengan molekuler spektorskopi. Prinsip ini menjadikan cahaya inframerah mampu menginduksi molekul dan getaran molekul yang terjadi pada proses analisis. Getaran molekul akan divisualisasikan dalam benuk spektrum inframerah yang terbaca sebagai garis serapan. Prinsip FTIR mampu mengidentifikasi setiap zat kimia yang diuji berkat spektrum berbeda yang ditampilkan.

FTIR merupakan solusi Bruker untuk dunia farmasi, khususnya laboratorium farmasi, yang membutuhkan alat dengan kecanggihan dan keakuratan yang tinggi. Hal ini sangat dibutuhkan karena kebutuhan industri farmasi yang semakin menuntut kemajuan dalam terwujudnya inovasi pembuatan obat-obatan dan sediaan obat dalam segi kualitatif dan kuantitatif.

Oleh karena itu, keberadaan Bruker Corp memiliki peran yang sangat penting dalam industri farmasi. Hal ini dikarenakan Bruker Corp adalah penyedia alat pengujian yang mementingkan kualitas dan kecanggihan alat-alat yang sangat berguna bagi industri, yang mengutamakan kemajuan dan kecanggihan pengetahuan selayaknya industri farmasi. Untuk mengenal produk-produk unggulan dari Bruker Corp klik link ini.

Categories
Articles

Berikut Alat Pengujian Logam

Melalui alat pengujian logam, material satu ini akan diperiksa karakteristiknya, mulai dari bentuk struktur, sifat fisik, bahkan hingga komposisi unsur di dalamnya. Nah, secara umum, proses pengujian logam terbagi menjadi beberapa metode. Tanpa disadari, kehidupan manusia sebetulnya sangat dekat dengan penggunaan logam. Mulai dari kendaraan, saklar listrik, konstruksi gedung, hingga smartphone yang kita genggam setiap hari, semuanya menggunakan logam sebagai salah satu material pembuatnya. Untuk memastikan agar logam yang dipakai sudah sesuai dengan penggunaan produk tertentu, maka perlu dilakukan yang namanya pengujian logam.

Baca: Metode Rockwell, Solusi Tepat Untuk Melakukan Pengujian Kekerasan Terhadap Logam

Alat Pengujian Logam

1. Hardness Rockwell Test

Salah satu metode pengujian logam yang paling banyak dipraktikkan adalah hardness rockwell test. Cepat dan sederhana menjadi alasan utama kenapa metode satu ini cukup populer. Terlebih, hardness rockwell test juga umumnya tidak membutuhkan mikroskop dalam mengukur jejak perubahan. Prosesnya pun bersifat non destructive alias tidak akan menimbulkan kerusakan pada logam.

Hardness rockwell test melakukan pengujian dengan menekan permukaan benda logam menggunakan indentor. Awalnya, benda akan diberikan beban minor, lalu ditambah beban mayor. Setelah itu, beban mayor dilepaskan dengan beban minor yang masih bertahan. Namun, metode satu ini memiliki sedikit kekurangan, yaitu tingkat ketelitian yang cenderung rendah dan kurang stabil jika terkena goncangan.

Figure 1. Rockwell Hardness Tester – FutureTech Corp.

Untuk alat yang tepat, FR Series FUTURETECH CORP Rockwell Hardness Tester adalah sistem yang terfavorit di laboratorium Quality Control di setiap industri logam. Desain baru ini memberikan kelebihan dan berbagai pilihan untuk pengguna. Sistem ini mampu mengonversi kekerasan, mode pengukuran plastik, dan pemuatan awal secara otomatis. Muncul dengan 4 model berbeda, FR – 1 hanya menguji Rockwell Hardness, FR-2 menguji Superficial Rockwell Harness, FR-3 menguji keduanya superfisial dan Rockwell Hardness dan FR-1AN adalah tipe analog.

2. Optical Emission Spectroscopy

Dikenal juga dengan singkatan OES, optical emission spectroscopy mampu menetapkan komposisi unsur berbagai logam. Idealnya, jenis-jenis logam yang diuji menggunakan metode OES adalah Fe, Ni, Cu, Zn, Al, Mg, Ti, Sn, Pb, dan Co. Dalam proses pengujian logam, OES menggunakan bagian dari spektrum elektromagnetik, yang panjang gelombangnya mencapai 130 – 500 nanometer.

Dari sekian metode pengujian logam yang ada, bisa dibilang bahwa OES memberikan performa paling prima. OES dapat menganalisis dan melakukan uji kontrol terhadap logam dengan rentang konsentrasi yang luas, serta mampu menghasilkan akurasi dan presisi yang cukup tinggi.

Meski begitu, untuk bisa mendapatkan hasil tersebut, tetap dibutuhkan mesin OES berkualitas tinggi. Salah satu rekomendasi terbaik adalah Optical Emission Spectroscopy yang diproduksi Hitachi High-Tech Analytical Science. Puluhan tahun berkecimpung di dunia produksi alat-alat pengujian berteknologi tinggi, Hitachi High-Tech Analytical Science menghadirkan mesin OES dengan tingkat ketelitian dan akurasi yang tinggi. Lengkap dengan software yang membuat mesin OES mudah untuk dioperasikan.

Baca: Telah Hadir Alat Ukur Coordinate Measuring Machine Portable

3. Brinell Hardness Test

Umumnya, brinell hardness test digunakan untuk menguji kekuatan logam pada titik tertentu. Karena fungsinya tersebut, metode pengujian logam satu ini pun memungkinkan Anda untuk mempelajari gambaran sifat mekanis dari material. Dari sinilah nantinya Anda bisa menggolongkan apakah material logam tersebut termasuk material getas atau ulet. Pada proses pengujian kekuatan logam, biasanya bakal digunakan bola baja sebagai indentor.

Umumnya, brinell hardness test bisa diaplikasikan melalui dua metode, yaitu dinamis dan statis. Pada metode dinamis, pemberian beban dilakukan secara tiba-tiba, dengan proses yang berlangsung cepat karena waktu penetrasi relatif singkat. Itulah kenapa tingkat ketelitiannya pun cenderung rendah. Sedangkan, pada metode statis, tingkat ketelitiannya relatif lebih tinggi karena pemberian beban terjadi perlahan-lahan dan waktu penetrasinya lebih panjang.

Figure 2. Hitachi High-Tech X-MET8000

Terdapat produk-produk dari Hitachi High-Tech, yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk pengujian Logam. Seperti X-MET8000 adalah XRF (X-Ray Fluorescence) yang memberikan performa terbaik untuk identifikasi logam dan berbagai material kimia secara akurat.

Figure 3. Hitachi High-Tech Vulcan

Lalu ada Vulcan, salah satu alat analisis logam tercepat yang dibuat untuk bertahan lama. Tekan saja pemicu dan satu detik kemudian hasilnya muncul. Karena menggunakan teknologi Laser Induced Breakdown (LIBS), Anda tidak perlu khawatir tentang sinar-X. Apakah bisnis Anda menyortir memo atau kontrol kualitas PMI, Vulcan memberikan ID nilai yang akurat dan konsisten setiap saat.

Pengujian logam penting untuk dilakukan karena dapat membantu Anda untuk mengetahui komposisi unsur berbagai logam. Dengan begitu, Anda juga bisa tahu kualitas ketahanan dari material logam tersebut sebelum diolah atau dimanfaatkan kembali menjadi barang atau produk tertentu.

Categories
Articles

Macam-Macam Alat Ukur Panjang Modern Terbaru

Alat ukur panjang memang sangat penting dalam kebutuhan sehari-hari. Terutama dalam dunia konstruksi, otomotif dan sebagainya. Dulu, alat ukur dibuat dengan cara manual, salah satu jenisnya adalah penggaris atau mistar. Namun, seiring perkembangan teknologi alat ukur panjang dibuat dengan modern. Berikut macam-macam alat ukur panjang modern yang perlu Anda ketahui.

Baca Juga: Mengenal Alat Uji Tarik Untuk Berbagai Kebutuhan Test

Berbagai Macam Jenis Alat Ukur Panjang Modern 

Alat ukur sebenarnya bisa kita jumpai dengan gampang, contohnya mistar, penggaris, pita ukur, atau roll meter. Namun ada beberapa jenis alat ukur panjang yang busa membantu berbagai macam kegiatan manusia di jaman modern. Yaitu:

Vernier Capiler/Jangka Sorong

Macam-macam alat ukur panjang yang pertama adalah vernie capiler. Dalam kehidupan sehari-hari benda ini sering pula disebut dengan jangka sorong. Jika dahulu jangka sorong hanya dalam bentuk manual saja, kini seiring perkembangan teknologi ada pula jangka sorong yang dilengkapi dengan papan digital. Tujuannya untuk lebih memudahkan seseorang dalam mengukur sebuah diameter dalam maupun diameter luar maupun ketebalan dari benda yang akan diukur. Tingkat ketelitian akan semakin bertambah. Sebab, hasil ukur angka yang tertera akan muncul secara digital.

Keunggulannya adalah selain lebih mudah maka juga akan lebih akurat dalam hal pengukuran. Selain banyak digunakan dalam dunia konstruksi bangunan, vernie capiler juga kerap digunakan untuk dunia teknik mesin maupun bengkel. Begitu juga dengan bengkel bubut dan bidang lain yang sejenis juga membutuhkan alat ukur panjang ini.

Mikrometer Sekrup

Mikrometer Sekrup

Alat ukur selanjutnya adalah mikrometer sekrup. Mikrometer sekrup berfungsi untuk mengukur ketebalan sebuah benda kecil sekalipun. Tingkat keakurasian dan ketelitian alat ukur ini sangat tinggi hingga mencapai 0.01 mm. Berkat tingkat akurasinya yang tinggi ini, mikrometer biasa digunakan untuk mengukur keberadaan alat dengan ukuran kurang dua centimeter saja.

Baca Juga: Tips Menggunakan Mikroskop Digital

Dial Gauge Indikator

Konstruksi sebuah alat dial gauge terdiri atas jarum ukur,yang dilengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet,batang penyangga,penjepit,dan baut penjepit.

Pada dial gauge indikator terdapat dua skala,yang pertama skala yang besar (terdiri dari 100 strip) dan skala yang lebih kecil. Pada skala yang besar tiap stripnya bernilai 0,01 mm.

Jadi ketika jarum panjang berputar 1 kali penuh maka menunjukkan pengukuran tersebut sebesar 1 mm,sedangkan skala yang kecil merupakan penghitung putaran dari jarum panjang pada skala yang besar. Sebagai contoh,jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 6 strip dan jarum pada skala kecil bergerak pada skala 3 maka artinya hasil pengukurannya adalah 3,06 mm. Hasil pengukuran tersebut diperoleh dari :

* Skala pada jarum panjang dibaca : 6 x 0,01 mm = 0,06 mm

* Skala pada jarum pendek dibaca : 3 x 1 mm = 3 mm

* Maka hasil pengukurannya adalah 0,06 mm + 3 mm = 3,06 mm

Cylinder Bore Gauge

Cylinder Bore Gauge

Cylinder bore gauge adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lain secara teliti dalam pengukuran komponen-komponen otomotif.

Height Gauge

Height Gauge

Height gauge adalah sebuah alat mengukur benda yang berfokus untuk mengetahui tinggi dari suatu benda terhadap suatu bidang acuan atau bisa juga untuk memberikan tanda goresan secara berulang terhadap benda kerja sebagai acuan dalam proses permesinan. Jenis yang pertama sering digunakan pada dokter operasi untuk menemukan tinggi seseorang. Height gauge memiliki dua buah kolom berulir dimana kepala pengukur bergerak naik turun akibat putaran ulir kasar dan halus yang digerakkan oleh pengukur. Alat pengukur ini digunakan pada pekerjaan logam atau metrologi untuk menetapkan maupun mengukur jarak tegak. Untuk meningkatkan keakuratan pengukuran dengan mengurangi defleksi pada benda kerja, height gauge sering dipasangkan dengan dual probe dial indicator. Selain itu dengan penambahan probe dua arah, height gauge mampu mengukur diameter luar dan dalam dari sebuah lubang dalam posisi horisontal

Coordinate Measuring Machine

Coordinate Measuring Machine

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, alat ukur ini merupakan sebuah mesin pengukur koordinat. Alat ukur ini dilengkapi dengan kecepatan tinggi. Sehingga lebih praktis, efisien dan memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. proses digitalisasi yang modern pada alat ukur ini, mampu mengubah data yang ada secara cepat dan Anda bisa melihat hasilnya secara langsung maupun dicetaknya.

Kemudian, waktu setting dalam pengukuran relatif lebih singkat bila menggunakan alat manual. Cara kerja CMM ini adalah probe dengan benda kerja nantinya akan menghasilkan sebuah koordinat. Adanya bantalan udara pada mesin CMM membuat gerakannya semakin halus. Mesin atau alat ukur panjang ini dibuat dengan sangat kaku atau rigid untuk menjamin tingkat akurasinya.

Baca Juga: Alat Umum pada Laboratorium Farmasi Apa Saja?

Portable CMM/ Absolute Arm

Portable CMM

Portable CMM/ Absolute Arm Compact adalah solusi pamungkas untuk pengukuran probe sentuh ultra-akurasi tinggi untuk komponen berukuran kecil hingga sedang. Pas dengan mudah di atas meja bengkel atau di bawah mesin CNC, Portable CMM/Absolute Arm Compact adalah ketinggian portabilitas dan kegunaan. Ini membanggakan fitur-fitur definitif yang sama dengan Absolute Arm andalan, dari Absolute Encoders di setiap sambungan artikulasi yang menghilangkan pemanasan dan merujuk ke WiFi dan opsi pengoperasian baterai yang memungkinkan reposisi dan tidak ada kabel yang berantakan di lantai bengkel.

Dibangun di atas dasar yang terintegrasi dan sistem keseimbangan penyeimbang yang inovatif, Portable CMM/Absolute Arm Compact siap untuk digunakan – tanpa pemanasan, tanpa menunggu, tidak perlu memperbaikinya ke permukaan kerja – letakkan saja di tempat yang Anda butuhkan dan mulai mengukur. Untuk kontrol kualitas yang menuntut pengukuran cepat dan sangat akurat, tidak ada lengan pengukur portabel yang lebih baik di pasaran.

Itulah macam-macam alat ukur panjang modern yang ada di pasaran. Anda bisa memilih peralatan tersebut sesuai dengan kebutuhan. Kini, mendapatkan alat ukur tersebut tidak sulit dan Anda bisa mendapatkannya di Dynatech untuk alat ukur modern terbaik. Semoga bermanfaat.

Categories
Articles

Macam-Macam Alat Ukur, Fungsi dan Gambarnya

Alat ukur merupakan benda penting dalam kehidupan sehari-hari dalam menunjang aktivitas. Jenisnya pun beragam, baik untuk mengukur panjang, suhu, dan lainnya. Begitu pula satuan panjangnya pun berbeda-beda. Berikut macam-macam alat ukur dan fungsinya beserta gambarnya yang perlu Anda ketahui.

Baca Juga: Macam-Macam Alat Ukur Panjang Modern Terbaru

Macam-Macam Alat Ukur dan Fungsinya Terbaru 

1. Meteran

Roll meter kerap digunakan untuk mengukur satuan panjang. Material yang digunakan adalah berbahan lentur sehingga dapat digulung dengan mudah. Biasanya terbuat dari seng, kain maupun benang. Ukurannya pun bervariasi mulai dari 5 – 20 meter yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

2. Penggaris Mistar

Setelah meteran, Anda juga bisa menggunakan penggaris mistar sebagai alat pengukur panjang. Alat ukur ini bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas para pelajar juga menggunakan alat ini. Di pasaran pun penggaris mistar terdiri dari berbagai ragam ukuran mulai dari 30 cm hingga 100 cm atau satu meter.

3. Jangka Sorong

Selain penggaris mistar, macam-macam alat ukur dan fungsinya beserta gambarnya adalah jangka sorong. Sebenarnya janga sorong adalah alat pengukur panjang dengan tingkat ketelitian tinggi hingga 0.01 mm. Alat ukur ini juga bisa digunakan dalam mengukur kedalaman lubang, diameter bagian luar maupun dalam hingga panjang dan lebar material. Biasanya kerap digunakan dalam otomotif, dan konstruksi bangunan. 

Baca Juga: Tips Melakukan Perhitungan Alat Uji Tarik

4. Dial Gauge Indikator

Konstruksi sebuah alat dial gauge terdiri atas jarum ukur,yang dilengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet,batang penyangga,penjepit,dan baut penjepit. 

Pada dial gauge indikator terdapat dua skala,yang pertama skala yang besar (terdiri dari 100 strip) dan skala yang lebih kecil. Pada skala yang besar tiap stripnya bernilai 0,01 mm. 

Jadi ketika jarum panjang berputar 1 kali penuh maka menunjukkan pengukuran tersebut sebesar 1 mm,sedangkan skala yang kecil merupakan penghitung putaran dari jarum panjang pada skala yang besar. Sebagai contoh,jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 6 strip dan jarum pada skala kecil bergerak pada skala 3 maka artinya hasil pengukurannya adalah 3,06 mm. Hasil pengukuran tersebut diperoleh dari : 

         * Skala pada jarum panjang dibaca : 6 x 0,01 mm = 0,06 mm

         * Skala pada jarum pendek dibaca : 3 x 1 mm = 3 mm

         * Maka hasil pengukurannya adalah 0,06 mm + 3 mm = 3,06 mm

5. Cylinder Bore Gauge


Cylinder bore gauge adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lain secara teliti dalam pengukuran komponen-komponen otomotif.

Baca Juga: Ketahui Perkembangan Alat FTIR biodiesel di Indonesia

6. Mikrometer Sekrup (Ulir)

Mikrometer sekrup ialah alat ukur yang memiliki tingkat akurasi tinggi serta memiliki presisi tinggi. Dimana, mikrometer bisa melihat serta mengukur benda dengan satuan ukur yang mempunyai ketelitian sampai 0,01 mm.

Umumnya micrometer digunakan pada teknik mesin serta elektro karena akurasinya yang begitu bagus dalam mengukur diameter serta ketebalan benda dengan ukuran sangat kecil. Benda yang bisa diukur menggunakan mikrometer sekrup antara lain adalah rambut, kertas, lempengan baja, seng, diameter kabel, kawat, dan masih banyak lainnya.

7. Height Gauge 

Height gauge adalah sebuah alat pengukuran yang berfungsi mengukur tinggi benda terhadap suatu bidang acuan atau bisa juga untuk memberikan tanda goresan secara berulang terhadap benda kerja sebagai acuan dalam proses permesinan. Height gauge memiliki dua buah kolom berulir dimana kepala pengukur bergerak naik turun akibat putaran ulir kasar dan halus yang digerakkan oleh pengukur.

Height Gauge digunakan untuk mengukur tinggi sekaligus menarik garis sejajar dan juga dapat untuk memeriksa ukuran tinggi. Selain itu dengan penambahan probe dua arah, height gauge mampu mengukur diameter luar dan dalam dari sebuah lubang dalam posisi horisontal.

Baca Juga: Berikut Alat Pengujian Logam

8. CMM (Coordinate MeasuringMachine) 

Coordinate Measuring Mechine (CMM) merupakan salah satu alat ukur yang memiliki tiga sumbu gerak yang membentuk sumbu koordinat kartesian (X,Y,Z). Alat ukur Coordinate Measuring Mechine (CMM) menggunakan geometrik modern dengan memanfaatkan komputer untuk mengontrol gerakan sensor relatif terhadap benda ukur serta untuk menganalisis data pengukuran. Dengan menggunakan sensor kontak atau sensor scanning maka proses pengukuran yang rumit bisa dilakukan dengan cepat, namun tetap dibutuhkan operator yang mempunyai keahlian dan ketrampilan dibidang metrologi geometrik.

9. Portable CMM/ Absolute Arm

Portable CMM/ Absolute Arm Compact adalah solusi pamungkas untuk pengukuran probe sentuh ultra-akurasi tinggi untuk komponen berukuran kecil hingga sedang. Pas dengan mudah di atas meja bengkel atau di bawah mesin CNC, Portable CMM/Absolute Arm Compact adalah ketinggian portabilitas dan kegunaan. Ini membanggakan fitur-fitur definitif yang sama dengan Absolute Arm andalan, dari Absolute Encoders di setiap sambungan artikulasi yang menghilangkan pemanasan dan merujuk ke WiFi dan opsi pengoperasian baterai yang memungkinkan reposisi dan tidak ada kabel yang berantakan di lantai bengkel.

Dibangun di atas dasar yang terintegrasi dan sistem keseimbangan penyeimbang yang inovatif, Portable CMM/Absolute Arm Compact siap untuk digunakan – tanpa pemanasan, tanpa menunggu, tidak perlu memperbaikinya ke permukaan kerja – letakkan saja di tempat yang Anda butuhkan dan mulai mengukur. Untuk kontrol kualitas yang menuntut pengukuran cepat dan sangat akurat, tidak ada lengan pengukur portabel yang lebih baik di pasaran.

Itulah macam-macam alat ukur dan fungsinya beserta gambarnya. Anda bisa mendapatkan beberapa alat ukur terbaik di atas hanya di Dynatech, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Categories
Articles

Fungsi Mikroskop Cahaya Lengkap Dengan Pengaplikasiannya

Mikroskop cahaya adalah salah satu jenis mikroskop yang sering digunakan oleh ilmuwan untuk melakukan pengamatan dan perbesaran objek mikroskopik seperti jaringan atau sel pada hewan dan tanaman. Fungsi mikroskop cahaya adalah untuk mendapatkan gambaran secara lebih detail dan besar untuk objek-objek kecil yang tidak dapat terlihat oleh mata manusia secara langsung. Karena ukurannya sangat kecil, objek mikroskopik ini membutuhkan mikroskop cahaya untuk melakukan perbesaran. Mikroskop cahaya salah satu jenis dari mikroskop masih ada jenis mikroskop lain. Seperti Mikroskop Trinokuler, Mikroskop Stereo, serta Mikroskop Digital juga Mikroskop Elektron.

Fungsi mikroskop cahaya juga bisa untuk pengajaran di sekolah. Guru atau tenaga pengajar lain bisa menggunakan mikroskop untuk menunjukkan sel-sel kecil hewan dan tanaman di kelas biologi. Dengan begitu, tidak hanya siswa mengetahui detail sel hewan atau tanaman, mereka juga mendapat ilmu tentang bagaimana cara mengaplikasikan mikroskop cahaya. Berikut penjelasan lengkap mengenai fungsi mikroskop cahaya dan cara pengaplikasiannya.

Baca Juga: Yuk Ketahui Jenis Jenis Mikroskop Untuk Penelitian

Fungsi Mikroskop Cahaya

Sesuai dengan namanya, mikroskop cahaya adalah salah satu jenis mikroskop yang digunakan untuk melakukan perbesaran pada objek kecil, untuk melihat detail terkecil bagian-bagiannya. Biasanya, objek kecil ini berupa jaringan pada hewan, tanaman, protozoa, virus, bakteri, dan yang lainnya. Berkat mikroskop, objek kecil seperti ini bisa terlihat lebih detail hingga bagian paling mikroskopik yang tidak akan terlihat dengan mata telanjang.

Mikroskop cahaya memiliki kemampuan perbesaran hingga seribu kali lipat. Perbesaran paling kecil yang bisa dilakukan oleh mikroskop cahaya adalah empat puluh kali lipat, lalu seratus kali lipat, empat ratus kali lipat, dan paling besar seribu kali lipat.

Cara Pengaplikasian Mikroskop Cahaya

Sebagai objek laboratorium yang digunakan untuk pengamatan, mikroskop cahaya harus diaplikasikan dan digunakan dengan baik dan benar. Anda harus memahami bagaimana cara menggunakan dan fungsmikroskop cahaya agar pengamatan yang dilakukan berhasil, serta meyakinkan agar mikroskop tidak cepat rusak. Begini cara pengaplikasian mikroskop cahaya yang tepat:

  1. Pegang mikroskop cahaya pada pegangan dan letakkan pada permukaan yang datar. Pastikan Anda meletakkan mikroskop pada ruangan yang kaya cahaya alami seperti matahari, atau cahaya buatan seperti lampu.
  2. Letakkan gelas preparat di permukaan yang datar.
  3. Atur perbesaran pada lensa objektif pada titik yang rendah. Pastikan lensa objektif ada di sumbu pengamatan agar sesuai dengan arah masuknya cahaya dan lensa okuler. Anda bisa melakukan pengaturan ini dengan revolver.
  4. Cari cahaya alami maupun buatan di dalam ruang pengamatan. Kemudian, atur cermin agar fungsi mikroskop cahaya berjalan sempurna seiring dengan jumlah cahaya.
  5. Buka diafragma dengan menggunakan tuas untuk menyesuaikan jumlah cahaya yang diterima.
  6. Atur lensa objektif agar berada cukup jauh dari gelas preparat dengan menggunakan makrometer searah jarum jam.
  7. Pasang preparat di tempatnya dan jepit dengan penjepit preparat agar tidak bergeser, tepat di bawah lensa objektif. Kemudian naikkan meja preparat mendekat lensa objektif dengan jarak sekitar 0.5 cm dengan menggunakan makrometer atau focus pada stage
  8. Lihat bayangan objek melalui lensa okuler dengan cara menaikturunkan preparat dengan mikrometer. Kemudian lihat objek preparat dari samping sembari menyesuaikan lensa objektif.
  9. Pastikan lensa objektif tidak menyentuh preparat karena akan merusak objek pengamatan. Di samping itu, Anda bisa memfokuskan preparat dengan cara memutar mikrometer kea rah yang berlawanan dengan jarum jam. Jika hasil pengamatan belum jelas, maka atur pencahayaan.
  10. Putar revolver di lensa objektif ke posisi semula setelah Anda selesai melakukan pengamatan.
  11. Turunkan meja preparat dan naikkan tabung mikroskop. Setelah itu, ambil preparat dan keluarkan dari mikroskop.

Memahami fungsi mikroskop cahaya dan cara pengaplikasiannya akan memudahkan Anda ketika pengamatan sudah dimulai. Di samping itu, memahami fungsi dan cara pengaplikasian mikroskop cahaya akan membuat mikroskop tidak mudah rusak karena penggunaan yang tidak sesuai. Jika Anda belum memiliki mikroskop untuk penelitian, bisa dapatkan produk-produk mikroskop di Dynatech.

Informasi Lainnya

Mikroskop Trinokuler: Bagian-Bagiannya, Definisi, Serta Cara Kerja

Uji Kadar Emas Dengan Hitachi XMET 8000 Portable XRF

Categories
Articles

Mengenal Mikroskop Cahaya, Cara Kerja serta Bagian-bagiannya

Mikroskop cahaya adalah salah satu jenis mikroskop yang paling umum dan paling banyak digunakan di laboratorium untuk pengamatan, maupun di sekolah untuk pengajaran. Mikroskop jenis ini memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya alami untuk energi utama melakukan pengamatan. Meski demikian, mikroskop cahaya bisa juga menggunakan cahaya lampu sebagai cahaya buatan untuk membantu pengamatan.

Sebagai alat yang digunakan untuk pengamatan, mikroskop cahaya memiliki cara kerja yang mudah dipahami. Bagian-bagian mikroskop cahaya juga banyak ditemukan di mikroskop pada umumnya. Oleh sebab itu, akan sangat mudah untuk menggunakan mikroskop cahaya. Jika Anda baru pertama kali akan menggunakan mikroskop cahaya untuk melakukan pengamatan, berikut penjelasan lengkap mengenai cara kerja dan bagian-bagiannya.

Baca juga: Fungsi Mikroskop Cahaya Lengkap Dengan Pengaplikasiannya

Bagian-bagian mikroskop cahaya

Mikroskop cahaya yang banyak ditemukan di laboratorium umumnya memiliki kemampuan untuk melakukan perbesaran mulai dari empat kali, sepuluh kali, empat puluh kali, hingga seribu kali perbesaran. Dengan kemampuan perbesarannya tersebut, mikroskop cahaya bisa digunakan untuk melakukan pengamatan beragam objek seperti jaringan pada tumbuhan, hewan, bakteri, protozoa, dan objek mikroskopik lainnya.

Mulanya, mikroskop cahaya ditemukan dengan sudah memiliki lensa cembung yang berfungsi sebagai kaca pembesar. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, mikroskop cahaya memiliki bagian-bagian yang semakin banyak dan rumit. Namun, perubahan pada jumlah bagian mikroskop cahaya ini justru memberikan manfaat yang baik karena pengamatan bisa lebih detail. Berikut bagian-bagian dari mikroskop cahaya:

  1. Lensa objektif
  2. Lensa okuler
  3. Revolver
  4. Meja sample atau meja preparat
  5. Jepit preparat
  6. Diafragma
  7. Kaki penyangga
  8. Lengan mikroskop
  9. Kaki mikroskop
  10. Skala sample atau skala preparat
  11. Makrometer horizontal dan vertikal
  12. Mikrometer horizontal dan vertikal
  13. Switch button
  14. Tuas pengatur kecerahan

Baca juga: Mikroskop Trinokuler: Bagian-Bagiannya, Definisi, Serta Cara Kerja

Cara kerja mikroskop cahaya

Sebagai alat yang digunakan untuk melakukan pengamatan dan perbesaran objek mikroskopik, mikroskop cahaya menggunakan bagian-bagian yang ada di dalamnya untuk melakukan perbesaran pada objek. Bagian-bagian mikroskop cahaya yang disebutkan di atas tadi, memiliki fungsi berbeda dalam cara kerja mikroskop cahaya. Supaya Anda lebih memahami bagaimana cara menggunakan dan cara kerja mikroskop cahaya, berikut penjelasan fungsi tiap bagiannya:

1. Lensa Okuler

Lensa okuler pada mikroskop cahaya memiliki fungsi untuk membentuk bayangan nyata yang berasal dari bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Jumlah lensa okuler pada mikroskop beragam: dua lensa okuler pada mikroskop binokuler dan satu lensa okuler pada mikroskop monokuler.

2. Lensa Objektif

Fungsi lensa objektif pada mikroskop cahaya adalah membentuk bayangan nyata dari suatu objek pengamatan. Jumlahnya ada tiga hingga empat, tergantung pada jenis mikroskop.

3. Revolver

Revolver merupakan bagian mikroskop cahaya yang menyangga lensa objektif. Fungsi revolver untuk mempermudah pengaturan nilai pengamatan dari sebuah mikroskop.

4. Meja Preparat

bagian dari mikroskop ini berfungsi sebagai tempat meletakkan objek pengamatan dengan dilengkapi capita tau penjapit agar preparat tidak bergeser.

5. Kaki Penyangga Mikroskop

aki penyangga mikroskop bisa ditemukan pada mikroskop cahaya jenis terbaru. Fungsinya untuk menyangga mikroskop saat diletakkan di bidang yang tidak datar.

Baca juga: Spektrometer – Pengertian, Fungsi, Cara kerja, Prinsip

6. Diafragma

Diafragma berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk dan difokuskan ke objek pengamatan.

7. Lengan Mikroskop

Lengan mikroskop digunakan sebagai frame atau rangka yang memudahkan penggunaan mikroskop ketika pengamatan dilakukan. Begitu juga dengan saat mikroskop dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya.

8. Skala Preparat

Bagian dari mikroskop cahaya ini merupakan bagian tambahan yang tidak ditemukan pada semua jenis mikroskop. Fungsi utamanya adalah untuk memudahkan penempatan preparat sebelum diamati.

9. Makrometer dan mikrometer

Makrometer dan mikrometer mikroskop cahaya digunakan untuk memfokuskan lensa pada objek pengamatan baik secara horizontal maupun vertikal.

10. Tuas Pengatur Kecerahan

Tuas ini adalah potensiometer yang terhubung dengan bola lampu di mikroskop yang fungsinya mengatur kecerahan cahaya yang dihasilkan untuk melakukan pengamatan.

Itulah ulasan ringkas mengenai mikroskop cahaya dari segi cara kerja maupun bagian-bagiannya yang perlu Anda ketahui. Bila Anda ingin membeli produk untuk Mikroskop, lihat halaman produk Mikroskop berikut ini dari Dynatech.

Informasi Lainnya

Uji Kualitas Susu Formula Dengan WDXRF Spectrometer

Mikroskop Digital: Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagian-Bagiannya

Categories
Articles

Mikroskop Stereo:Definisi, Fungsi, dan Cara Kerjanya!

Mikroskop stereo adalah satu dari sekian banyak jenis mikroskop yang digunakan di dalam laboratorium. Mikroskop ini memiliki lensa objektif dan lensa mata yang terpisah. Sehingga, memudahkan Anda untuk melakukan pengamatan karena ada dua jalur optik yang terpisah untuk setiap mata yang melihat.

Pengamatan yang bisa dilakukan melalui sisi samping menghasilkan pandangan miring ke mata kanan dan kiri sehingga menghasilkan visual tiga dimensi. Oleh karena itulah mikroskop stereo dikenal juga sebagai mikroskop bedah atau pembedah. Mari simak lebih lanjut tentang penjelasan mikroskop stereo.

Definisi mikroskop stereo

Mikroskop stereo umumnya digunakan untuk melihat spesimen hidup atau objek tiga dimensi. Mikroskop stereo memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan mikroskop lain biasanya. Mikroskop ini memiliki dua jalur optik yang terpisah, sehingga menghasilkan tujuan yang terpisah. Ini merupakan fitur yang tidak dimiliki oleh mikroskop lainnya.

Di samping itu, mikroskop stereo juga menggunakan cahaya sebagai sumber energi utama agar pengamatan dapat dilakukan. Sumber cahaya ini bisa berasal dari matahari maupun lampu. Cahaya yang didapat kemudian dipantulkan dari objek. Dengan begitu, mikroskop stereo akan menghasilkan perbesaran antara dua puluh hingga lima puluh kali.

Fungsi mikroskop stereo

Mikroskop stereo memiliki bagian-bagian berbeda yang bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Bagian dari mikroskop stereo ini sangat bervariasi sesuai dengan konfigurasi.

Mikroskop stereo banyak digunakan untuk aplikasi industri jam tangan. Elektronika dan lain lain Mikroskop ini juga bisa untuk bedah mikro. Ini umumnya digunakan di kedokteran atau rumah sakit. Jadi, bisa disimpulkan bahwa mikroskop stereo bisa digunakan untuk beragam bidang.

Cara kerja mikroskop stereo

Cara kerja mikroskop stereo beragam, tergantung pada jenisnya. Untuk mikroskop stereo tetap, Anda mungkin harus mengganti lensa mata karena mikroskop ini memiliki perbesaran tetap menggunakan dua lensa objektif. Perbesaran ini dibatasi oleh kemampuan lensa dan derajat tetap. Sedangkan, untuk mikroskop mikrofon Menara stereo, ada lensa objektif tambahan yang bisa Anda putar ke posisi pandangan. Anda bisa dengan mudah mengubah perbesaran dengan memutar pemasangan turret.

Lain lagi dengan mikroskop zoom stereo. Mikroskop ini adalah yang paling populer di mana Anda bisa melakukan pengaturan perbesaran dengan bebas dan mudah. Pengaturan perbesaran dan perkecilan pengamatan bisa Anda lakukan dengan mengganti lensa mata. Namun secara umum, mikroskop stereo menggunakan cahaya yang dipantulkan oleh objek untuk melakukan perbesaran. Sehingga, objek seperti spesimen, fosil, serangga, bisa terlihat di mikroskop stereo.

Bagian-bagian mikroskop stereo

Berikut bagian-bagian lengkap mikroskop stereo yang biasa digunakan dalam pengamatan:

  1. Kepala stereo: kepala stereo merupakan bagian paling atas mikroskop yang bisa dipindahkan. Di sini terdapat dua eye pieces yang digunakan untuk pengamatan.
  2. Lensa okuler: ini merupakan eyepieces yang ditetapkan perbesarannya hingga sepuluh kali.
  3. Pengaturan dioptre: pengaturan ini merupakan bagian yang digunakan untuk menyesuaikan hasil penglihatan di mata kanan dan kiri sehingga mengurangi perbedaan fokus.
  4. Lensa objektif: digunakan untuk menentukan perbesaran mikroskop stereo.
  5. Tombol fokus: tombol fokus mikroskop stereo digunakan untuk menggerakkan kepala mikroskop ke atas dan bawah untuk menghasilkan hasil objek yang lebih jelas.
  6. Pencahayaan: pencahayaan adalah bagian mikroskop stereo yang digunakan mengatur cahaya yang masuk.
  7. Klip preparat: merupakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop stereo. Biasanya berupa sel terkecil dari tanaman maupun binatang.
  8. Meja preparat: merupakan bagian dari mikroskop stereo yang digunakan untuk meletakkan preparat objek yang akan diamati. Biasanya dilengkapi dengan penjapit agar preparat tidak bergeser.

                                                                                                                                               

Memahami definisi, fungsi, cara kerja, dan bagian mikroskop stereo akan memudahkan Anda saat melakukan pengamatan. Jika kebetulan Anda sedang mencari mikroskop stereo untuk melakukan pengamatan di laboratorium, bisa dapatkan di Dynatech distributor peralatan laboratorium dan alat ukur. Semoga informasi ini membantu!

Informasi Lainnya

Mikroskop Trinokuler: Bagian-Bagiannya, Definisi, Serta Cara Kerja

Categories
Articles

Mikroskop Trinokuler: Bagian-Bagiannya, Definisi, Serta Cara Kerja

Mikroskop trinokuler merupakan jenis mikroskop cahaya yang memiliki tiga saluran untuk eyepiece dan kamera. Berbeda dengan mikroskop binokuler yang hanya bisa diamati oleh dua mata saja, mikroskop trinokuler memiliki satu lagi eyetube yang bisa disambungkan dengan monitor komputer atau proyektor dengan memasang kamera di salah satu eyetube-nya. Dengan begitu, mikroskop trinokuler akan sangat memudahkan Anda sebagai tenaga pengajar untuk menunjukkan hasil pengamatan kepada siswa melalui monitor maupun proyektor.

Seperti apa kira-kira cara kerja dan bagian mikroskop trinokuler? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Definisi lengkap mikroskop trinokuler

Secara umum, mikroskop trinokuler sama dengan mikroskop monokuler dan binokuler yang memanfaatkan cahaya untuk bisa melakukan pengamatan. Mikroskop jenis cahaya seperti ini menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi utama untuk melakukan pembesaran objek pengamatan. Dengan bantuan cahaya, mikroskop trinokuler ini bisa melakukan pembesaran mulai dari empat kali, sepuluh kali, empat puluh kali, hingga seratus kali pembesaran.

Meski mikroskop trinokuler membutuhkan cahaya sebagai energi utama melakukan pengamatan dan pembesaran objek yang diamati, namun cahaya yang digunakan tidak harus berasal dari cahaya matahari. Mikroskop ini bisa menggunakan cahaya yang berasal dari lampu, yang mana merupakan cahaya buatan. Cahaya lampu ini akan dibantu oleh lensa mikroskop agar bisa fokus pada objek pengamatan.

Cara kerja mikroskop trinokuler

Model terbaik dari mikroskop trinokuler memiliki kemampuan untuk pengamatan dari tiga posisi. Karena mikroskop trinokuler memiliki tiga tube, maka dua tube digunakan untuk melakukan pengamatan dengan menggunakan mata, sedang satu lagi eyepieces digunakan untuk melakukan pengamatan dengan kamera. Kamera yang terpasang kemudian dihubungkan dengan monitor agar bisa menampilkan hasil pengamatan dari objek secara jelas ke monitor atau proyektor.

Mikroskop trinokuler ini bisa melakukan tiga posisi: 100% cahaya ke teropong, 80% ke arah kamera, dan 20% ke teropong atau 100% ke kamera. Keuntungan terbesar dari kemampuan mikroskop trinokuler untuk melakukan tiga posisi ini adalah fleksibilitas dalam pengamatan. Contohnya saja, untuk keperluan fotografi brightfield, sistem mikroskop trinokuler dengan 20% untuk foto dan 80% untuk visual adalah pilihan terbaik.

Bagian-bagain mikroskop trinokuler

Sama seperti mikroskop jenis lainnya, mikroskop trinokuler juga memiliki bagian-bagian optik dan non-optik. Bagian optik dari mikroskop trinokuler adalah lensa okuler, lensa objektif, diafragma, cermin, dan kondensor. Sedangkan, untuk bagian non-optik dari mikroskop trinokuler adalah lengan mikroskop, tabung mikroskop, makrometer, revolver, meja benda, mikrometer, dan kaki mikroskop.

Bagian optik dari mikroskop trinokuler digunakan untuk fokus pada pengamatan langsung. Seperti lensa yang digunakan untuk melihat objek, diafragma untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk, cermin untuk memantulkan cahaya, dan kondensor untuk mengumpulkan cahaya.

Sedangkan, bagian non-optik dari mikroskop trinokuler digunakan untuk mendukung pengamatan. Seperti, lengan mikroskop untuk pegangan saat mengangkat mikroskop, tabung mikroskop untuk menyatukan lensa okuler dan objektif, revolver untuk mengatur perbesaran benda, meja benda sebagai tempat untuk meletakkan objek pengamatan, kaki mikroskop untuk penyangga dan tempat pegangan pada mikroskop, dan makrometer serta mikrometer yang gunanya untuk menaik-turunkan tabung dengan cepat.

Mikroskop trinokuler banyak digunakan di laboratorium penelitian maupun laboratorium sekolah. Jika digunakan pada laboratorium sekolah, maka mikroskop trinokuler akan sangat membantu Anda para tenaga pengajar menunjukkan hasil pengamatan secara lebih jelas kepada siswa.

Jika Anda membutuhkan mikroskop trinokuler untuk kebutuhan penelitian atau pengajaran, bisa dapatkan di Dynatech distributor peralatan laboratorim dan alat ukur. Semoga informasi ini membantu!

Informasi Lainnya

Mikroskop Stereo: Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagian-Bagiannya 

Metode IR untuk Quality Control Industri Farmasi

Categories
Articles

Mikroskop Digital: Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagian-Bagiannya

Mikroskop digital bisa dikatakan merupakan jenis mikroskop model baru yang dilengkapi dengan kamera digital. Mikroskop jenis ini terhubung dengan kamera yang akan menunjukkan output gambar pengamatan pada monitor atau proyektor. Dengan begitu, hasil pengamatan bisa dilihat atau ditunjukkan oleh orang banyak, seperti tenaga pengajar yang ingin menunjukkan hasil pengamatan preparat kepada siswa. Mikroskop digital juga ada yang memiliki kemampuan untuk mengukur dan menampilkan gambar tiga dimensi. Berikut definisi, fungsi, cara kerja, dan bagian mikroskop digital!

Definisi mikroskop digital

Mikroskop digital merupakan perpaduan mikroskop optik dan kamera digital yang bisa menghasilkan gambar yang bisa tersimpan di dalam komputer. Berbeda dengan mikroskop model lainnya.

Di samping itu, mikroskop digital juga tidak lagi mengharuskan Anda melihat objek pengamatan langsung dengan mata melalui lensa pengamat. Mikroskop digital sudah bisa melakukan pengamatan otomatis karena gambar difokuskan pada sirkuit digital dan seluruh gambar dirancang untuk gambar monitor, bukan gambar visual mata manusia.

Fungsi mikroskop digital

Sama seperti mikroskop jenis lainnya, mikroskop digital memiliki fungsi untuk melakukan perbesaran pada objek kecil mikroskopik yang tidak akan mungkin terlihat oleh mata telanjang. Mikroskop ini cocok digunakan untuk penelitian di laboratorium maupun tujuan pendidikan di sekolah maupun universitas.

Mikroskop digital, seperti yang sudah dijelaskan, bisa terhubung atau tersambung dengan komputer, sehingga hasil pengamatan yang dilakukan bisa lebih detail. Di samping itu, hasil pengamatan bisa langsung didokumentasikan ke dalam komputer. Kemampuan mikroskop digital ini sangat membantu dunia penelitian yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Hasil pengamatan penelitian tingkat tinggi bisa langsung didokumentasikan dan disimpan di dalam komputer sehingga semua data penelitian aman.

Cara kerja mikroskop digital

Mikroskop digital memiliki hasil perbesaran yang lebih besar daripada mikroskop optik jenis lainnya. Pasalnya, mikroskop digital menghasilkan gambar atau hasil pengamatan yang ditentukan oleh ukuran monitor tempat gambar akan ditampilkan. Oleh sebab itu, perbesarannya tergantung pada ukuran monitor tempat hasil pengamatan ditampilkan.

Selain itu, mikroskop digital sudah memiliki sumber cahaya sendiri sehingga tidak lagi membutuhkan cahaya matahari . Anda cukup meletakkan preparat di meja pengamat dan pengamatan bisa dilakukan. Hasil gambar akan otomatis ditampilkan di monitor. Anda juga tidak perlu lagi melakukan pengamatan manual dengan mata melalui lensa okuler.

Mikroskop digital memberi manfaat bagi pengguna di setiap industri yang menghabiskan waktu setiap hari bekerja dengan mikroskop. Anda bisa duduk dalam posisi tegak santai, tanpa harus mengintip melalui lensa mata.

Biasanya, mikroskop digital dilengkapi dengan perangkat lunak yang berjalan di komputer untuk mendukung fungsinya. Dengan perangkat lunak, Anda dapat melihat dan mengambil gambar. Banyak versi perangkat lunak juga memiliki fitur canggih tambahan, termasuk perekaman video, pengukuran, anekdot/pelabelan dan pengeditan foto. Pada beberapa program, Anda dapat memperbesar dan memodifikasi gambar dari mikroskop digital dengan berbagai cara.

Baca juga: Tips Menggunakan Mikroskop Digital

Bagian-bagian mikroskop digital

Mikroskop digital

Secara umum, bagian mikroskop digital terdiri dari lensa objektif, pegangan mikroskop, kaki mikroskop, makrometer, mikrometer, meja preparat, klip preparat, dan yang lainnya.

Yang membedakan mikroskop digital dengan mikroskop jenis lainnya adalah adanya tombol untuk menyalakan lampu LED dan layar LCD yang ada di bagian kepala mikroskop. Tombol lampu ini digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu LED untuk pengamatan. Sedangkan, bagian LCD digunakan untuk menampilkan gambar hasil pengamatan.

Istilah – Istilah Pada Mikroskop Digital

Di dalam mikroskop digital sendiri, juga ada barisan istilah dan nama yang berguna. Daripada bingung tentang apa saja yang ada di dalam mikroskop digital, simak Glossary di bawah ini:

A

ACSAkronim untuk Auto Calibration Select. Fungsinya untuk mendeteksi secara otomatis lensa zoom dan nilai kalibrasi.
AFMKependekan dari Atomic Force Microscopy. Teknik ini menggunakan probe mekanis untuk memperbesar gambar dan menghasilkan rendering 3D ke tingkat atom.
Anti-HalationFitur yang menghilangkan cahaya silau yang kuat dari objek yang sangat reflektif.
BBGABall Grid Array – sejenis surface-mount packaging yang dapat diamati menggunakan Lensa Hirox BGA.
BinarizationKonversi gambar berwarna ke berbagai persentase warna hitam dan putih.
BorescopeLensa inspeksi optik yang terdiri dari batang kaku atau serat yang biasa digunakan untuk pengamatan benda yang tidak dapat diakses.
Bright FieldPencahayaan di sepanjang sumbu optik, juga disebut sebagai pencahayaan pin-point.
CCamera ResolutionJumlah megapiksel yang diambil dalam suatu gambar.
CCD CameraCharged-coupled Device Camera yang disambungkan menggunakan relay sirkuit terintegrasi untuk menyimpan data yang menghasilkan gambar yang dipotret pada monitor.
CGAColumn Grid Array – jenis surface-mount packaging yang biasanya diamati oleh lensa bergaya Hirox BGA.
Compound MicroscopeMikroskop ini menggunakan banyak lensa dan lampu untuk memperbesar sampel.
CondenserLensa yang memusatkan cahaya.
CSVFormat file yang direpresentasikan sebagai nilai-nilai yang dipisahkan dengan comma yang biasanya dibuka/disimpan-seperti dalam Microsoft Excel.
CXDudukan lensa C-mount yang memungkinkan integrasi dengan kamera lainnya.
DDark FieldPencahayaan dari berbagai sudut, juga disebut sebagai pencahayaan cincin.
Depth of FieldArea gambar yang menjadi fokus, di sepanjang sumbu optik.
DIC (Nomarski)Akronim untuk Differential Interference Contrast (juga disebut mikroskop Nomarski).

Ini adalah teknik pencahayaan untuk meningkatkan kontras pada sampel transparan.

DiffuserPerangkat yang menyebarkan cahaya dengan cara khusus.
DMSingkatan dari Digital Microscope.
EEDPSebuah fitur (Enhanced Digital Processing) untuk meningkatkan / mengubah gambar ke kondisi yang diinginkan.
FField of ViewArea yang Anda lihat di layar sistem.
Focal LengthJarak dari pusat optik lensa ke sensor kamera CCD saat lensa berada pada infinity focus (fokus sangat jauh).
Frame RateJumlah gambar yang ditampilkan di layar per detik.
HHDRSingkatan untuk High Dynamic Range, di mana beberapa foto diambil pada tingkat kecerahan yang berbeda dan digabung untuk membantu menghilangkan bagian over/under exposed.
IInterferometerPerangkat yang menggunakan pola cahaya untuk mengukur jarak dan ketebalan.
LLaser ConfocalSebuah mikroskop menggunakan teknik lubang jarum yang menggabungkan laser dan sumber cahaya putih.
LCD MonitorTampilan digital menggunakan liquid crystal cells.
LED Light SourceAkronim untuk light-emitting diode. Sumber cahaya ini memberikan pencahayaan intensitas tinggi yang tahan lama.
MMagnificationAngka yang berguna untuk melihat berapa kali lebih besar penampilan sampel yang ada di layar 15 “.
Micron (_m)Satuan panjang, sering disebut mikrometer, yaitu sama dengan sepersejuta meter.
Microscope ResolutionKemampuan lensa membedakan dua objek yang terpisah.
MX(G)MX (G) adalah pemasangan lensa yang dirancang untuk kamera Hirox.
NN.A.Singkatan dari Numerical Aperture. Ditentukan oleh angka yang menunjukkan daya resolusi optik lensa.

Ketika jumlah ini meningkat, resolusi meningkat.

OObjective LensLensa paling dekat dengan sampel.
PPar FocalDesain lensa memungkinkan sampel tetap fokus sepanjang rentang perbesaran setiap lensa zoom.
Polarized LightMenggunakan filter lensa, cahaya dapat dibatasi pada satu arah getaran saja. Filter ini dapat meningkatkan gambar dengan mengurangi intensitas cahaya dan silau.
PPar FocalDesain lensa yang memungkinkan sampel tetap fokus sepanjang rentang perbesaran setiap lensa zoom.
Polarized LightMenggunakan filter lensa, cahaya dapat dibatasi pada satu kal igetaran saja. Filter ini dapat meningkatkan gambar dengan mengurangi intensitas cahaya dan silau.
RRGBModel warna di mana nilai red, green, and blue digunakan untuk mereproduksi warna apa pun dalam spektrum yang terlihat di layar.
SSEMKependekan dari scanning electron miscroscopy. Teknik ini memindai setiap sampel dengan sorotan elektron yang terfokus.
Stereo MicroscopeMikroskop yang menggunakan satu set optik untuk setiap mata dengan jalur cahaya independen.
TTDR FormatFormat file gambar 3D Hirox yang merupakan singkatan dari rendering tiga dimensi.
TEMSingkatan dari transmission electron microscopy. Teknik ini menggunakan elektron yang ditransmisikan melalui setiap sampel.
TilingFitur yang menyatukan beberapa gambar untuk meningkatkan field of view
Toolmakers MicroscopeMikroskop presisi tinggi cocok untuk pengukuran sudut dan dimensi.
Transmit LightingMetode pencahayaan yang mentransmisikan cahaya dari bawah melalui kondensor untuk membantu dalam pencitraan sampel transparan.
WWhite BalancePengaturan yang menyesuaikan pencahayaan untuk memperhitungkan variasi warna pada gambar.
Working DistanceJarak antara lensa zoom dan bagian atas sampel.
ZZoom LensUnit lensa yang memungkinkan panjang fokus kamera diubah secara terus menerus.

Itu dia, beberapa informasi mengenai mikroskop digital. Semoga informasi ini membantu! Jika Anda membutuhkan mikroskop digital, bisa dapatkan di Dynatech!