Categories
Articles

Ini Dia 5 Alat Peraga Bilogi SMA yang Biasa Digunakan

Alat peraga biologi SMA merupakan salah satu bahan ajar penting yang digunakan untuk membantu proses pengajaran. Materi biologi yang menyangkut sistem tubuh, seperti fungsi jantung hati, struktur kulit, dan lainnya, mungkin menjadi materi yang sulit dipahami karena siswa tidak bisa melihatnya secara langsung. Oleh sebab itu, alat peraga biologi SMA ini sangat dibutuhkan untuk menjelaskan struktur sistem tubuh manusia beserta fungsinya.

Torso manusia

Torso manusia

Alat peraga biologi torso manusia adalah model bagian tubuh manusia yang digunakan untuk menunjukkan bagian-bagian dalam tubuh manusia, termasuk organ vital seperti jantung, hati, paru-paru, dan lainnya. Alat peraga ini terbuat dari plastik dan bisa dibongkar pasang. Alat peraga manusia ini juga bisa dipasang label untuk menunjukkan bagian-bagian penting tubuh manusia.

Lebih spesifiknya, torso manusia adalah alat peraga untuk mempelajari anatomi dan morfologi manusia. Alat peraga biologi ini memiliki bentuk dan warna yang sesuai dengan penampakan bentuk aslinya. Dengan begitu, siswa bisa mengetahui bentuk dan warna organ vital di dalam tubuhnya. Torso manusia ini biasanya terdiri dari torso laki-laki dan torso manusia. Torso juga terbagi dalam dua sisi, sisi dengan kulit tubuh dan sisi tanpa kulit tubuh.

Peraga Biologi Jantung Manusia

Peraga Biologi Jantung Manusia

Alat peraga biologi SMA yang selanjutnya adalah peraga jantung. Peraga ini terbuat dari plastik dan memiliki bagian-bagian bernomor. Nomor ini menunjukkan bagian-bagian tiap jantung, seperti serambi kanan dan kiri, serta bilik kanan dan kiri. Peraga ini juga memiliki bagian yang sangat lengkap dan detail, persis seperti jantung manusia yang asli. Peraga jantung manusia ini biasanya diletakkan dalam dudukan. Siswa bisa belajar struktur jantung manusia dari peraga ini karena ukurannya dibuat lebih besar dari ukuran jantung sebenarnya.

Struktur kulit manusia

Alat peraga struktur kulit manusia ini terbuat dari plastik dan kayu. Peraga ini terpasang pada bantalan. Peraga kulit manusia yang banyak ditemukan di laboratorium SMA ini merupakan penampang kulit yang terdiri dari kelenjar keringat dan folikel rambut. Siswa bisa belajar apa yang sebenarnya ada di balik kulit dan apa fungsi tiap bagian tersebut.

Model kerangka

Model kerangka

Alat peraga biologi SMA yang satu ini tentu sudah sering dijumpai dan menjadi salah satu bagian wajib yang ada di dalam sebuah laboratorium biologi. Model kerangka ini

terdiri dari bagian tengkorak manusia yang terdiri dari struktur tulang penopang dan tulang penyusun bagian-bagian tubuh manusia secara keseluruhan. Model kerangka tubuh manusia biasanya dibuat besar dengan ukuran 1500 mm.

Peraga ini digunakan untuk menjelaskan detail struktur kerangka tulang manusia. Misalnya saja jumlah dan bentuk tulang yang ada pada tubuh manusia secara keseluruhan. Siswa juga akan belajar apa saja nama-nama tulang yang menopang tiap bagian tubuh. Contohnya seperti tengkorak yang menyusun bagian kepala manusia.

Struktur model DNA

Struktur model DNA

Bagian kecil dalam tubuh manusia ini meski tidak terlihat dengan mata, namun memiliki fungsi vital yang penting. DNA menjadi material

genetik yang ada dalam tubuh manusia dan diwariskan dari orang tua ke anak. DNA juga memiliki fungsi penting yang menentukan warna kulit, bentuk muka, tipe kulit wajah, bentuk dan warna rambut, serta sifat manusia.

Karena ukuran yang sangat kecil dan letaknya yang berada dalam sel tubuh manusia, tentu saja siswa tidak bisa melihat bagian-bagian DNA dan strukturnya secara kasat mata. Oleh sebab itu, dibutuhkan alat peraga biologi SMA berupa struktur model DNA. Struktur ini menunjukkan struktur DNA helix dengan tinggi kira-kira 58 cm dan 178 bagian. Model ini dapat dibongkar pasang dan memiliki dudukan di alas.

Adanya alat peraga biologi SMA di laboratorium sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran. Jika Anda adalah pengajar sekolah yang membutuhkan alat-alat peraga, seperti yang dicontohkan di atas, dan juga mikroskop untuk penelitian, bisa hubungi Dynatech.

Categories
Articles

Metode FT-IR Dalam Industri Farmasi

Industri farmasi dan pengobatan merupakan salah satu indutsri penting yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Industri ini bekerja untuk menemukan, mengembangkan dan membuat obat-obatan, baik yang sudah ada maupun yang baru ditemukan. Dalam prosesnya, pengembangan, pengujian dan pengecekan kualitas harus dilakukan untuk menjamin keamanan obat-obatan yang digunakan masyarakat. Proses tersebut menggunakan FT-IR, apa itu? Simak paragraf di bawah ini untuk mempelajari peran FT-IR dalam industri farmasi.

Pendahuluan Dasar Teori Fourier Transform Infrared (FT-IR)

Sebelumnya, untuk menganalisis bahan-bahan kimia secara kualitatif dan kuantitatif biasa digunakan metode spektoskropi. Spektroskopi mempelajari interaksi radiasi elektromagnetik dan unsur kimia, serta interaksi rangsangan elektronik, getaran molekul, atau orientasi putaran nuklir. Salah satu jenis spektroskopi adalah spektroskopi infra merah (IR) atau FTIR (Fourier Transform Infrared spectroscopy). Spektroskopi ini didasarkan pada vibrasi suatu molekul. Spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang pada bilangan gelombang 7.500 – 350 cm-1.

Fourier Transform Infrared (FT – IR) spektrometri dikembangkan dalam rangka untuk mengatasi keterbatasan yang dihadapi dengan instrumen dispersif. Kesulitan utama dispersive IR adalah proses scanning yang lambat. Sebuah solusi dikembangkan menggunakan perangkat optik yang sangat sederhana, disebut interferometer. Interferometer menghasilkan jenis yang unik dari sinyal yang memiliki semua frekuensi inframerah “dikodekan” ke dalamnya. Sinyal dapat diukur dengan sangat cepat. Dengan demikian, waktu analisis per sampel direduksi menjadi hitungan beberapa detik.

Penggunaan FT-IR dalam Industri Farmasi

Dalam industri farmasi, pembuatan obat diawasi dengan sangat ketat karena seluruh aspek tahapan pembuatan akan menentukan kualitas dari obat yg diproduksi, dari mulai penerimaan bahan baku hingga pengolahan bahan tersebut menjadi sediaan obat yang siap dipasarkan.

Dalam tahap awal penerimaan bahan baku di industri farmasi, proses awal yang dilakukan adalah identifikasi secara kualitatif untuk memastikan bahan yang digunakan telah sesuai dengan obat yang akan diproduksi. FT-IR mendapatkan peran penting dalam uji ini.

Secara otomatis menggunakan FT-IR, spektrum sampel akan dapat dideteksi secara kualitatif melalui perbandingan langsung dengan spektrum standar. Seperti telah dibahas pada pendahuluan bahwa setiap bahan/senyawa organik memiliki spektrum penanda/identifikasi yang berbeda sehingga dapat digunakan sebagai fingerprint pada uji kualitatif. Dalam waktu yang relatif singkat dapat dikonfirmasi jenis bahan/analit yang diuji.

Dalam perkembangannya FT-IR saat ini sudah dapat di kombinasikan dengan mikroskop sehingga dapat mendeteksi bahan dengan ukuran mikro sehingga sangat bermanfaat dalam analisis cemaran pada bahan baku ataupun “obat jadi”.

Pemanfaatan FT-IR lainnya yang dapat digunakan dalam industri farmasi adalah pemeriksaan jenis kemasan yang nantinya akan digunakan pada ‘produk jadi’.

Pengecekan quality control dengan FTIR

Mengingat jumlah sediaan bahan baku dan obat sangat banyak jenis dan ragamnya, diperlukan alat yang dapat meng-analisis secara kualitatif dengan waktu yang cepat dan hasil terpercaya. Bruker menawarkan FT-IR dengan Rocksolid InterferometerTM yang memiliki kecepatan pembacaan secara cepat dengan ketangguhan instrumen yang superior. Dengan garansi Interferometer selama 10 tahun, biaya pemeliharaan dan “cost of ownership” sangat rendah.

Salah satu model FT-IR dari Bruker adalah ALPHA, dengan opsi sampling module yang lengkap mulai dari ATR (Attenuated Total Reflection) hingga transmisi. Bruker menawarkan platform alat FT-IR dengan kapabilitas kemudahan penggantian sampling module yang beragam (Quicksnap sampling module), model ini banyak digunakan pada pabrik farmasi untuk uji kualitatif bahan baku obat dengan sample makro dengan ukuran partikel diatas 50 micron.

ALPHA FT-IR Bruker

Untuk analisis cemaran berukuran mikro. Bruker memberikan solusi dengan instrument Mikroskop FT-IR LUMOS II yang dapat digunakan untuk menganalisis ukuran sample dengan partikel hinga 5 micron dalam produk, dilengkapi dengan MCT (Mercury-Cadmium-Telluride) detector, LUMOS II dapat medeteksi jenis cemaran yang berbentuk noda/spot dalam bahan baku ataupun produk jadi yang berbentuk padat (tablet ataupun serbuk).

Riset dan Pengembangan dengan FTIR

Salah satu bagian yang memegang peran penting dalam industri farmasi adalah bagian Riset dan Pengembangan (Research and Development). Bahan baku farmasi berkembang seiring dengan kebutuhan pengobatan saat ini, sehingga banyak penelitian yang dilakukan untuk sintesa bahan obat baru baik industri farmasi maupun akademisi. FT-IR digunakan sebagai penanda/fingerprint dari bahan obat yang diciptakan dan dapat digunakan selanjutnya sebagai referensi spektra pada saat bahan baku tersebut diproduksi dan dipasarkan secara umum.

Selain itu juga, FT-IR dapat digunakan untuk mempelajari perubahan ikatan kimia secara kualitatif dalam bahan sediaan farmasi apabila bahan tersebut diperlakukan dengan kondisi tertentu, sehingga dapat dijadikan salah satu dasar acuan informasi perlakuan yang dapat dihindari ataupun modifikasi dalam penggunaan bahan baku dalam proses pembuatan obat.

Categories
Articles

Kegunaan Polimer dalam Kehidupan Sehari-Hari

Istilah polimer mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Bahkan istilah ini sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari kita. Meski begitu, sebagian masyarakat mungkin belum mengetahui apa itu polimer dan kegunaannya. Secara umum, polimer adalah sebuah bahan kimia baku dalam dunia industri. Polimer sendiri banyak sekali digunakan untuk barang barang di sekitar kita, seperti botol minum plastik, ban dan alat-alat elektronik. Berikut beberapa ulasan mengenai polimer yang perlu Anda ketahui.

Apa Itu Polimer?

Bila ditelusuri dari segi bahasa,pengertian polimer sendiri adalah sebuah unsur yang terdiri dari dua suku kata dan berasal dari bahasa Yunani: poly dan merosPoly sendiri memiliki artian banyak, sementara untuk meros bisa diartikan sebagai bagian. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa pengertian polimer berdasarkan gabungan kata poly dan meros merupakan senyawa yang terdiri dari berbagai macam molekul kecil, membentuk rantai polimer.

Molekul kecil tersebut disebut dengan monomer. Polimer yang terbentuk dari satu jenis monomer disebut dengan homopolimer. Sedangkan, yang tersusun dari dua jenis atau lebih monomer dikenal dengan istilah kopolimer. Dan adapun juga polimer kondensasi adalah polimer yang terbentuk melalui penggabungan molekul-molekul kecil

Polimer memiliki senyawa yang dapat membentuk karakter jenis polimer itu sendiri. Ada yang bahan polimer yang memiliki sifat dan karakter yang kaku, maupun bahan polimer yang mudah dibentuk.

Hal ini akan bisa dibedakan menjadi 2 jenis polimer berdasarkan sumbernya atau berdasarkan asalnya, ada polimer alam yang contohnya adalah karet alam, protein, asam nukleat, selulosa, dan lain-lain. Lalu ada juga polimer sintetis, contohnya plastik, karet, PVC, teflon, dan lain-lain.

 

Jenis-Jenis Polimer

Nah, sebelumnya telah disinggung bahwa polimer memiliki banyak variasi. Agar mudah dipahami, jenis-jenis polimer bisa dipahami lewat beberapa pengelompokan berikut ini:

1. Berdasarkan Jumlah Monomer

Homopolimer

Homopolimer merupakan polimer yang diproduksi menggunakan satu tipe monomer, yaitu propilena. Misalnya, unit ‘vinil klorida’ membentuk polimer bernama polivinil klorida (PVC).

Kopolimer

Kopolimer merupakan polimer yang dibentuk dengan lebih dari satu monomer Misalnya poli (etilena-vinil asetat) (PEVA) yang terbentuk dari monomer etilena dan vinil asetat.

2. Berdasarkan Reaksi Terhadap Pemanasan

Termoplastik

Termoplastik adalah polimer yang bisa dileburkan ulang lewat proses pemanasan menjadi bentuk semula. Produksi termoplastik biasanya dimulai dengan pembentukan menjadi biji plastik. Biji plastik tersebut, kemudian dipanaskan dan dibentuk menjadi berbagai macam produk industri dan produk komersial.

Beberapa termoplastik yang cukup dikenal antara lain: polietilena, polipropilena, polivinil klorida, polistirena, nilon, dan polikarbonat.

Termoset

Tidak seperti termoplastik, polimer yang masuk pada kategori ini tidak bisa dikembalikan menjadi bentuk semula. Plastik termoset biasanya diproduksi dan dibentuk pada saat yang bersamaan.

Termoset pada umumnya dibentuk dengan metode pemanasan dan langsung menjadi produk akhir. Plastik yang termasuk dalam termoset antara lain: akrilik, poliuretana, melamin, silikon, dan epoksi.

3. Berdasarkan Metode Pembentukannya

Polimer Adisi

Polimer yang terbentuk dari proses penambahan unit monomer yang terus menerus.

Polimer Kondensasi

polimer yang terbentuk melalui penggabungan molekul-molekul kecil melalui reaksi yang melibatkan gugus fungsi, dengan atau tanpa diikuti lepasnya molekul kecil.

Industri Polimer di Indonesia

Polimer menjadi salah satu bahan baku yang paling favorit digunakan, khususnya untuk industri manufaktur dan peralatan berat lainnya. Jika dulu bahan yang digunakan dalam industri adalah plat dan kayu, kini mulai beralih ke bahan baku polimer. Ada beberapa alasan mengapa industri memilih bahan baku ini. Di antaranya adalah faktor efisiensi dan mudah dalam hal produksi. Selain itu, dapat disejajarkan dengan bahan metal.

Begitu pula yang terjadi di Indonesia. Bila di beberapa negara polimer digunakan sebagai bahan baku pembuatan uang kertas, di Indonesia lebih ke industri manufaktur kehidupan sehari-hari. Khususnya untuk industri peralatan elektronik dan otomotif. Bahkan industri polimer menyumbang pendapatan negara yang cukup tinggi.

Baca Juga: Analisa Polimer dan Jenis Karakteristiknya

Kegunaan Berbagai Jenis Polimer dalam Kehidupan

Kegunaan polimer adalah untuk memudahkan segala aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Kegunaan ini dibedakan berdasar jenis polimer itu sendiri, baik itu polimer plastik dan polimer karet maupun serat sintetis. Berikut beberapa manfaat polimer berdasarkan kegunaannya yang perlu Anda tahu.

 

1. Plastik

 

Kegunaan polimer jenis pertama adalah jenis polimer plastik. Jenis polimer ini masih dibedakan lagi ke dalam beberapa bagian. Misalnya saja poletilena yang digunakan untuk botol plastik yang bersifat fleksibel, plastik pembungkus, jas hujan, kantong plastik, dan isolator listrik. Jenis polipropilena kebanyakan digunakan dalam pembuatan tali, botol, maupun karung plastik.

Sementara untuk jenis Polivinil Klorida (PVC) biasa digunakan dalam pembuatan pipa, karung plastik dan pelapis lantai. Lalu, ada polimer berjenis teflon yang umumnya menjadi bahan baku pembuatan alat penggorengan, panci anti lengket, pelapis tangki bahan kimia, dan sebagainya karena cukup tahan panas. Sedangkan untuk bakelit menjadi bahan baku dalam pembuatan peralatan kelistrikan dan elektronik.

2. Karet

 

Jenis kedua polimer adalah karet. Sama halnya seperti plastik, karet pun dibedakan menjadi beberapa jenis yang lebih rinci. Untuk karet berjenis neoprena dapat digunakan dalam pembuatan selang karet, sol sepatu, sarung tangan, dan lainnya. Sedangkan, polimer karet yang berbahan dasar styrena butadiena rubber menjadi bahan baku ban motor.

3. Serat Sintetis

 

Selain kedua jenis polimer di atas, ada pula jenis lainnya, yakni serat sintetis. Misalnya saja untuk jenis nilon 66 banyak digunakan untuk bahan baku tenda, parasit, hingga jala. Jenis orlon menjadi bahan baku utama pembuatan karpet maupun pakaian. Kemudian ada serat sintetis yang digunakan sebagai bahan baku kemasan minuman yakni dacron. Dacron dipilih karena kualitasnya yang terbaik.

Melihat ulasan di atas, dapat disimpulkan jika manfaat polimer adalah sebagai bahan baku untuk industri. Kini, Anda bisa mendapatkan polimer terbaik dan ramah lingkungan dari Bruker melalui Dynatech selaku distributor resmi. Selain ramah lingkungan, polimer dari bruker juga memiiki kualitas terbaik. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa melihatnya dengan cara klik di sini atau melalui video berikut. Dan jika anda membutuhkan alat analisa bahan polymer dan bahan kimia sejenisnya, anda dapat mengunjungi website product Dynatech di sini. Semoga bermanfaat!

Categories
Articles

Bagaimana Prinsip Kerja Alat Ukur Ketebalan Lapisan?

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak alat ukur yang biasa digunakan oleh masyarakat. Alat ukur ini tidak hanya sekadar pada penggaris saja. Lebih dari itu, alat ukur dibuat dengan fungsi dan kompleksitasnya masing-masing. Salah satunya adalah alat ukur ketebalan. Bagaimana prinsip kerja, penggunaan, dan manfaat dari alat ukur ketebalan ini? Berikut ulasannya yang bisa Anda simak.

Bagaimana Cara Melakukan Pengukurannya?

Bagi Anda yang bergerak di bidang industri maupun otomotif, menggunakan alat ukur ketebalan memang mudah saja. Akan tetapi, bila Anda masih baru atau masih awam terhadap penggunaan alat tersebut, maka penting pula untuk mengetahui langkah-langkahnya. Jika diurai secara ringkas, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan.

Pertama, Anda harus membaca buku panduannya terlebih dahulu mengenai alat ukur ketebalan. Sebab, beda alat beda pula objek yang akan diukur sesuai dengan kebutuhan. Kedua, Anda cukup menempelkan alat ukur ketebalan tersebut pada sebuah objek. Bila Anda menggunakan alat ukur berupa sistem digital, tentu ini akan mudah diketahui hasilnya. Sebab, dengan menempelkannya saja, Anda sudah bisa melihat berapa tingkat keteblalannya dan akan ditampilkan pada layar. Mudah sekali bukan?

Cara Kerja Alat Ukur Ketebalan Lapisan

Cara kerja alat ukur ketebalan biasanya menggunakan prinsip tertentu. Pada prinsip yang sering digunakan adalah prinsip cara kerja magnetik. Prinsip kerja tersebut adalah saat alat ditempelkan pada sebuah objek, alat tersebut bekerja dengan mengukur ketebalan hingga mencapai kurang lebih ukuran 0,1 milimeter.

Kemudian, prinsip kerja lainnya adalah dengan menggunakan prinsip pusaran arus. Namun, ada juga alat pengukuran ketebalan yang dilengkapi dengan pendeteksi suara ultrasonik. Bisa dibilang, alat ukur ketebalan dengan pendeteksi suara ini lebih canggih bila dibandingkan dengan alat ukur ketebalan lainnya. Meski begitu, dalam pengukuran menggunakan alat tersebut juga tergantung pada permukaan yang diukur. Misalnya saja mengenai jenis bahan objek, ataupun jenis cat yang digunakan pada alat ukur ketebalan cat.

Baca juga: Apa Itu Hardness Testing?

Manfaat Menggunakan Alat Ukur Ketebalan Lapisan

Dalam berbagai kegiatan, terutama dalam dunia industri, alat ukur ketebalan lapisan memiliki berbagai ragam fungsi yang berguna untuk keseluruhan proses produksi dan mengetahui kualitas sebuah produk. Tidaklah mengherankan jika alat ukur ketebalan lapisan ini menjadi salah satu benda yang wajib ada dalam proses pengecekan atau quality control.

Jika dahulu alat ukur ketebalan lapisan menggunakan cara yang manual. Saat ini lebih praktis dan mudah dengan teknologi terbaru yang digunakan. Seperti penggunaan tampilan secara digital. Hal tersebut tentu memudahkan siapa saja yang menggunakannya. Lalu, apa sajakah manfaat menggunakan alat ukur ketebalan lapisan ini? Berikut ulasannya yang bisa Anda simak.

1. Mengetahui Ketebalan Suatu Benda

Seperti namanya, alat ukur ketebalan kerap digunakan dalam mengukur sebuah ketebalan benda tertentu. Misalnya saja untuk mengetahui ketebalan pada kayu, besi, benda berbahan plastik, hingga benda yang berbahan dasar alumunium.

Di sini dapat kita contohkan dalam pengukuran lapisan ketebalan kayu pada industri alat musik gitar. Dengan menggunakan alat ukur ketebalan lapisan tersebut dapat diketahui apakah ketebalan yang ada dapat berpengaruh pada resonansi gitar yang sudah dibuat. Adanya ketebalan yang pas, nantinya akan menghasilkan resonansi yang baik pula pada gitar.

2. Mengukur Ketebalan Sebuah Cat

Tidak hanya pada alat musik dan benda saja. Alat pengukur ketebalan juga bisa digunakan dalam mengukur ketebalan sebuah cat yang ada pada dinding semisalnya. Pengukuran ketebalan cat yang ada pada dinding, terkadang mustahil dilakukan dengan cara manual. Meskipun bisa dengan menggunakan penggaris, tentu dibutuhkan ketelitian tersendiri. Oleh karenanya, cara yang tepat mengukur ketebalan cat ini adalah dengan menggunakan alat pengukur ketebalan digital.

Mengukur ketebalan cat sangatlah penting dalam proses pembuatan konstruksi atau rumah. Sebab, dengan mengetahui berapa rata-rata ketebalan cat yang ada, ini akan membantu Anda dalam memperkirakan berapa jumlah cat yang akan dibutuhkan dalam melapisi sebuah dinding atau permukaan lainnya. Dengan begitu, Anda juga bisa menentukan berapakah budget yang dibutuhkan dalam biaya pengecatan tersebut.

3. Melihat Terjadinya Korosi

Siapa bilang alat ukur ketebalan hanya digunakan untuk mengukur ketebalan benda dan permukaan saja. Bila ditelisik lebih lanjut, ternyata fungsi dan manfaat alat tersebut juga bisa digunakan dalam melihat potensi korosi pada benda tertentu. Misalnya saja untuk mengetahui tingkat korosi pada sebuah tabung.

Alat pengukuran dan manfaat seperti ini banyak digunakan pada industri yang bergerak di bidang perminyakan. Dengan mengetahui adanya tingkat korosi, membantu memudahkan Anda dalam perencanaan hal apa sajakah yang harus dilakukan sebagai langkah antisipasi. Contohnya saja apabila terjadi kebocoran pada sebuah tabung dan mengurangi kerugian yang ada.

Baca juga: Pentingkah CMM Machine dalam Perkembangan Industri

4. Alat-alat Untuk Mengukur Ketebalan

Selain pemahaman yang baik, pemilihan alat untuk pengukur ketebalan akan membantu peneliti untuk mencapai nilai yang dituju dengan mudah. Berbagai produk pengukuran tersedia di Dynatech International, selaku distributor alat-alat industri terlengkap di Indonesia. Dibagi menjadi dua kategori;

  1. Portable Coating Thickness Gauge
  2. EDXRF

Untuk Portable Coating Thickness Gauge ada 7 pilihan, yaitu CMI 95, CMI 153, CMI 155/CMI 157, CMI 243, CMI 255/CMI 257, CMI 563, dan CMI 760. Tiap pilihan memiliki spesifikasi dan aplikasi yang berbeda, seperti contohnya CMI 95 untuk mengukur ketebalan tembaga laminasi terlepas dari ketebalan material dielektrik. Kemudian CMI 153 untuk mengukur lapisan non konduktif pada substrat non fero (Alumunium, Copper dan lainnya).

Hitachi Portable Coating Thickness Gauge

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang penggunaan dan pilihan Portable Coating Thickness Gauge dapat mengunjungi website dan/atau menghubungi Dynatech selaku distributor peralatan laboratorium terlengkap di Indonesia.

XSTRATA Hitachi

Kemudian untuk EDXRF dapat menggunakan seri X-STRATA 920 dari Hitachi High-Tech. X-Strata 920 adalah penganalisis kontrol kualitas tinggi, ringkas, tangguh, dan andal untuk pengukuran ketebalan dan analisis komposisi lapisan yang sederhana dan cepat. Pengukuran dapat dilakukan sesuai dengan metode pengujian Internasional, ISO 3497 dan ASTM B568. X-Strata 920 memiliki sumber eksitasi tabung X-ray Instrumen Oxford yang terbukti dan dilengkapi dengan detektor xenon kinerja tinggi.

Bagaimana, sudah cukup membantu bukan? Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai prinsip kerja alat ukur ketebalan beserta manfaat dan jenis-jenisnya. Anda bisa membeli alat ukur ketebalan sesuai dengan kebutuhan guna mendapatkan barang produksi dengan berkualitas baik. Semoga bermanfaat!

Categories
Articles

Laboratorium Uji Pelumas untuk Meningkatkan Daya Saing!

Pelumas merupakan jenis cairan zat kimia yang digunakan untuk mengurangi gesekan pada dua permukaan. Pelumas umumnya digunakan untuk kendaraan dan mesin.

Pelumas sendiri berguna sebagai bahan anti korosi pada mesin kendaraan. Tidak hanya itu saja, pelumas juga berfungsi sebagai pembersih yang bekerja untuk mencegah adanya serpihan yang berasal dari proses mekanis kendaraan. Pelumas juga bisa mencegah pengkaratan yang terjadi pada mesin kendaraan.

Pelumas sudah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu sebelum masehi. Pada waktu dulu, cairan yang digunakan untuk dijadikan pelumas yaitu air.

Hingga seiring berkembangnya waktu mulai muncul minyak pelumas yang hingga saat ini sering digunakan. Semakin banyak perusahaan yang memproduksi pelumas saat ini.

Industri pelumas di Indonesia saat ini sedang berkembang pesat saat ini. Peningkatan ini seiring semakin meningkatnya permintaan baik untuk kendaraan laut, udara dan juga kendaraan darat.

Tidak hanya itu, peningkatan industri pelumas juga disebabkan karena terjadinya peningkatan industri yang ada di Indonesia.

Seiring dengan peningkatan industri pelumas, persaingan di industri pelumas juga semakin ketat. Persaingan yang ketat ini disebabkan karena saat ini merk pelumas yang semakin banyak.

Persaingan industri pelumas yang terjadi di pasaran tidak hanya pelumas yang diproduksi di Indonesia saja tetapi juga produk pelumas yang berasal dari luar negeri. Saat ini semakin banyak produk pelumas impor yang beredar di Indonesia. Saat ini total ada 250 merek pelumas yang beredar di Indonesia, jumlah itu sudah mencakup pelumas dari produk Indonesia dan pelumas impor.

Laboratorium Uji Pelumas Indonesia

Uji Pelumas Indonesia

Untuk bisa mengimbangi peningkatan permintaan industri pelumas, Indonesia saat ini sudah memiliki laboratorium uji pelumas. Pembangunan laboratorium uji pelumas tidak hanya untuk mengatasi permintaan pelumas yang semakin meningkat tetapi juga untuk meningkatkan daya saing pelumas Indonesia dengan pelumas impor yang banyak beredar di pasaran.

Pembangunan Laboratorium uji pelumas berada di Jawa Barat tepatnya di daerah Sentul, Bogor. Laboratorium uji pelumas mempunyai area dengan luas 1.530 meter persegi. Bangunan laboratorium ini memiliki dua lantai yang terdiri dari pengujian untuk Parameter Unjuk Kerja Pelumas dan pengujian Karakteristik Fisika dan Kimia yang lengkap.

Baca Juga : MOBIL HYBRID TEKNOLOGI UNTUK MENGURANGI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL

Pembangunan laboratorium uji pelumas ini juga untuk mendukung kebijakan dari pemerintah. Kebijakan ini mengenai upaya untuk menjaga industri lokal Indonesia untuk bisa bersaing dengan produk luar negeri yang kurang berkualitas. Kebijakan ini disebut dengan STRACAP. Proses uji pelumas di laboratorium ini sudah sesuai dengan ketentuan SNI yang berlaku.

Alat Laboratorium Uji Pelumas

 

Laboratorium ini memiliki alat uji fisika kimia sebanyak 25 alat dan mesin dynamometer berkapasitas 250 Horse Power sebanyak 2 line. Kecepatan mesin ini sebanyak 24 jam. Ketentuan SNI yang berlaku di laboratorium uji pelumas ini mencapai 21 SNI, 7 SNI diantaranya sudah berlaku dengan peraturan dari Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2018.

Laboratorium uji pelumas tidak hanya untuk melakukan pengujian kualitas pelumas. Pada laboratorium ini juga melakukan uji pelumas untuk bisa mengetahui umur pelumas dan juga mengetahui keadaan mesin. Hal ini dilakukan untuk bisa melakukan perawatan terhadap mesin secara efisien dan juga untuk meningkatkan tingkat produktivitas mesin.

Laboratorium uji pelumas ini bekerja sama dengan BUMN di Indonesia untuk semakin meningkatkan pasokan pelumas di dalam negeri. Dengan adanya laboratorium uji pelumas ini, Indonesia semakin siap untuk menjaga produk pelumas dalam negeri dari terpaan produk pelumas impor.

Alternatif Alat Laboratorium Uji Pelumas

Berbagai alat uji pelumas dari Bruker Corp. juga tersedia untuk membantu peneliti menguji pelumas. Seperti produk S2 POLAR dan 26 JAGUAR sebagai pilihan yang tepat. Setiap produk, memiliki signature dan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.

 

Seperti S2 Polar untuk mengontrol kandungan Sulfur di bahan bakar solar dan bensin. Dengan kemampuan multi-elemennya, S2 POLAR juga cocok untuk mengukur Cl untuk meminimalkan dampak korosi, P terhadap penumpukan residu, atau untuk memantau elemen katalis dalam proses pengilangan. Kemudian, analisis multi-elemen aditif dalam minyak pelumas sesuai dengan ASTM D6481 dan D7751 termasuk Mg, P, S, Cl, Ca, Zn, dan Mo. S2 POLAR juga cocok untuk menganalisis elemen dalam minyak nabati (misalnya Mg, P, Ca) atau minyak sawit.

S6 Jaguar - Bruker

Analisis aditif dalam minyak pelumas (ASTM D 6443) atau polimer adalah pekerjaan mudah untuk S6 JAGUAR dan kualitas yang dihasilkan juga luar biasa. S6 JAGUAR adalah alat analisis ideal yang mencakup semua aplikasi permulaan hingga proses akhir, dari minyak mentah hingga produk petrokimia akhir.

Untuk mempelajari produk S2 POLAR klik di sini kemudian untuk S6 Polar bisa mengunjungi website ini. Produk-produk tersebut bisa Anda dapatkan di Dynatech selaku distributor peralatan laboratorium dan alat ukur terlengkap di Indonesia.

Categories
Articles

Metode Dalam Pengujian Logam

Logam merupakan unsur yang memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Peran logam dalam kehidupan sehari-hari adalah dijadikan bahan-bahan dalam elektronik, bangunan, dan transportasi. Tanpa adanya logam, kemajuan teknologi dan peradaban tidak akan terjadi.

Dalam proses pembuatan logam, terdapat tiga metode pengujian logam yang umum ditemukan. Metode pengujian logam sangat penting untuk dilakukan karena manfaatnya dalam mengetahui kualitas logam yang telah jadi dan siap dipakai dalam menjadi bagian dari alat atau bangunan yang dibutuhkan. Untuk menguji logam, terdapat tiga metode yang umum ditemukan. Metode tersebut adalah Destructive Test (DT), Non Destructive Test (NDT), dan Metallography.

3 Metode Pengujian Logam

1. Destructive Test (DT)

Metode Pengujian Logam

Destructive Test adalah metode pengujian logam dengan menimbulkan kerusakan logam yang sedang diuji. Tujuan dalam metode pengujian logam satu ini adalah untuk mengetahui ketahanan (hardness test) suatu material dengan dirusak menggunakan alat uji atau mesin uji melalui cara ditekan, ditarik, dan dilengkungkan sehingga materi yang dirusak dapat diketahui kualitasnya.

Testile testing atau pengujian logam dengan ditarik adalah cara menguji dengan menarik logam hingga putus melalui penambahan gaya tarik ke material yang diuji. Pengujian tekan atau compressed testing adalah pengujian logam yang ditekan dengan beban tertentu hingga hancur, yang bertujuan untuk mengetahui berat yang mampu ditampung oleh material tertentu.

Pengujian bengkok atau bending testing digunakan untuk menguji hasil pengelasan atau mengetahui seberapa lama material akan bertahan hingga bengkok menjadi lipatan atau hancur. Sedangkan pengujian kekerasan atau hardness testing adalah pengujian seberapa keras material lewat penekanan satu titik dengan mesin testing.

2. Non Destructive Test (NDT)

Metode Uji Logam

Non destructive test merupakan metode pengujian logam yang bertujuan untuk mengetahui apakah material logam yang diuji masih aman dan tidak melewati batas kerusakan. NDT dilakukan sebanyak minimal dua kali, yaitu selama fabrikasi dan di akhir proses fabrikasi, dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Proses ini bertujuan untuk menemukan apakah ada kegagalan parsial sebelum melewati toleransi kerusakan material yang diuji.

Material yang diuji secara NDT akan terdapat crack, cacat, atau kerusakan yang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu inside crack dan surface crack. Inside crack diuji dan dideteksi lewat radiography, ultrasonic, dan acoustic emission. Sedangkan, surface crack diketahui lewat visual inspection optical, liquid penetrant, magnetic particle, dan eddy current.

3. Metallography

OES Hitachi Logam

Metallography mempelajari struktur mikro, topografi logam, fasa logam, ukuran butir logam, distribusi logam, serta sifat logam. Metallography dilakukan dengan dua cara, yaitu lewat pengujian makro dan pengujian mikro. Pengujian makro dilakukan lewat mata terbuka, yaitu dengan mengetahui celah atau lubang pada permukaan. Sedangkan, pengujian mikro harus menggunakan mikroskop electron karena material logam yang diuji termasuk dalam golongan yang halus.

Cara Memeriksa Logam dengan OES

OES Hitachi Pengujian Logam

Salah satu metode pengujian logam dalam metallography adalah dengan menggunakan alat uji Optical Emission Spectroscopy (OES) yang digunakan untuk menentukan konsentrasi dan jenis unsur suatu material. Alat uji ini berdasarkan adanya pemecahan energi yang berwujud bentuk panjang gelombang dan adanya transisi eletron. OES dilakukan dengan pemberian kalor atau tegangan listrik pada material. Selain itu, akan muncul nilai intensitas logam berkat pancaran energy oleh electron unsur.

Solusi Hitachi untuk OES

Pentingnya kehadiran Optical Emission Spectroscopy (OES) dalam uji logam membuat Hitachi menjadikan OES solusi untuk kualitas sempurna dan merupakan jiwa yang ada dalam setiap alat uji yang dirilis oleh Hitachi dalam pengerjaan logam. OES yang disediakan oleh Hitachi mampu menghadirkan analisis elemen tramp untuk skrap, inspeksi barang, QS, dan QA dalam proses pengecoran dan pemeriksaan masalah barang logam lainnya.

OES juga dapat digunakan dalam penentuan komposisi unsur berbagai logam. Dengan tingkat akurasi dan ketelitian tertinggi dalam menyuguhkan hasil analisis, OES dari Hitachi merupakan solusi sempurna metode pengujian logam yang tepat dan akurat.

Pilihan yang tepat adalah OES 750 sebagai alat uji dan metode teranyar dari Hitachi. Meliputi spektrum lengkap elemen dalam logam, OES 750 juga memiliki beberapa batas deteksi terendah di kelasnya. Pengetatan peraturan industri, rantai pasokan yang kompleks, dan peningkatan penggunaan memo sebagai bahan dasar berarti sangat penting bagi pabrik pengecoran logam untuk mengontrol elemen tramp and trace dalam rentang ppm terendah.

Untuk mendapatkan deskripsi lebih lengkap mengenai produk OES 750 dapat mengunjungi website Dynatech sebagai distributor peralatan laboratorium dan alat ukur terlengkap di Indonesia.

Divisi ilmu analitik Hi-Tech Hitachi adalah divisi yang memegang peran penting dalam mempertahankan kualitas dan keakuratan alat uji yang disediakan oleh Hitachi. Keberadaan divisi ini adalah vital dan merupakan jiwa yang ada dalam setiap alat uji yang dirilis oleh Hitachi.

Categories
Articles

Mengenal Proses Daur Ulang Logam dan Hasil Akhirnya

Daur ulang adalah sebuah upaya terbaik untuk mengolah limbah menjadi sesuatu yang bisa kembali dimanfaatkan bahkan berharga. Melalui daur ulang, limbah tak hanya menjadi limbah yang menumpuk dan memperparah kondisi lingkungan. Salah satu limbah terbanyak di bumi ini adalah limbah logam. Apalagi sejak era teknologi berkembang pesat. Beruntungnya logam adalah termasuk limbah yang paling mudah untuk didaur ulang, sehingga bisa kembali digunakan sebagai material yang bermanfaat.

Namun masih sedikit orang yang mengetahui bagaimana proses daur ulang logam dan apa hasil akhirnya, sehingga di negara-negara berkembang masih banyak warga yang tidak melakukan pemilahan sampah. Pemilihan sampah berdasarkan jenis bahan atau material sangat berguna untuk memudahkan proses daur ulang. Tahapan utama dari proses daur ulang logam adalah sebagai berikut:

Proses Daur Ulang Logam dan Tahapanya

1. Proses pengumpulan

Daur Ulang Logam

Proses pengumpulan jenis logam yang berbeda dengan pengumpulan limbah bahan lain karena nilai jualnya yang sangat tinggi. Maka dari itu banyak orang yang memilih untuk menjual limbah logam ke para pengepul daripada langsung membuangnya ke tempat pembuangan sampah. Di Indonesia mudah sekali menemukan pengepul besi semacam ini.

Sumber terbesar logam besi tua di Amerika Serikat adalah dari kendaraan bekas. Jenis logam lainnya yang menjadi pemasok utamanya termasuk rel kereta, struktur konstruksi baja besar, konstruksi kapal, hingga alat pertanian, sampai peralatan rumah tangga. Proses pengumpulan paling efektif dari material logam adalah lewat pengepul, yang mana pengumpulan tersebut berkontribusi lebih dari setengah pasokan limbah logam.

2. Menyortir logam

Sortir Logam Daur Ulang

Penyortiran meliputi pemisahan logam yang berasal dari bahan lain yang menempel pada logam. Mengingat yang namanya limbah biasa sudah tercampur dengan material lain. Proses daur ulang dilakukan secara otomatis. Proses tersebut menggunakan magnet dan sensor dalam membantu pemisahan material ini.

Proses penyortiran selain menggunakan magnet bisa dilakukan dengan mengamati warna atau berat dalam melihat jenis logam dan kandungannya. Contohnya saja untuk jenis alumunium akan muncul warna perak dan beratnya ringan. Begitu juga untuk tembaga, yang biasanya berwarna kuning (untuk jenis kuningan) atau merah untuk tembaga murni. Para penyortir akan meningkatkan nilai material logam dengan cara memisahkan jenis logam bersih dengan material yang kotor.

X-Ray Vulcan

Cara mudah dan cepat untuk menyortir logam adalah dengan menggunakan alat portable yang mumpuni. Seperti kedua produk dari Hitachi, terdapat pilihan untuk menganalisa logam. Menggunakan X-ray atau tidak, produk-produk dari Hitachi ini siap membantu peneliti menganalisa logam dengan cepat. Pertama, Vulcan, teknologi berbasis Laser Induced Breakdown (LIBS) ini tidak menggunakan X-ray, artinya peneliti tidak perlu memikirkan radiasi yang terpancar dari alat ini, namun tetap akurat dan dapat diandalkan performanya. Kemudian ada X-MET8000 atau alat uji emas elektronik portable XRF untuk kebutuhan analisis yang lebih beragam. Untuk mempelajari produk-produk dari Hitachi High Tech dapat mengunjungi link ini.

3. Menghancurkan logam

Pemrosesan daur ulang berikutnya adalah logam akan “diparut”. Penghancuran logam dilakukan untuk memudahkan terjadinya peleburan, sebab jika logam diparut menjadi kecil-kecil volume rasio permukaan dan volume-nya akan lebih cepat dilebur. Proses peleburan yang cepat akan sangat menggunakan energi yang relatif lebih sedikit. Terkadang, aluminium tersebut diubah menjadi sebuah lembaran kecil. Kemudian, baja yang ada diubah menjadi balok-balok baja kecil yang lebih kecil.

Baca juga: Metode dalam Pengujian Logam

4. Mencairkan logam

Scrap logam kemudian akan dilebur dalam sebuah tungku besar. Logam yang akan dicairkan dibawa pada tungku besar yang dirancang khusus untuk melelehkan logam. Sebagian besar energi atau bahan bakar digunakan dalam proses pencairan. Akan tetapi, energi yang diperlukan untuk melelehkan dan proses mendaur ulang logam lebih sedikit dibandingkan energi yang diperlukan dalam proses produksi logam yang menggunakan bahan secara murni. Bila dilihat dari ukuran tungkunya, tingkatan suhu panas tungku maupun volume logam, peleburan dapat berlangsung dari beberapa menit saja daripada proses pembuatan awalnya. Sangat menguntungkan bukan proses daur ulang ini?

5. Pemurnian

Pemurnian dilakukan untuk memastikan produk akhir berkualitas tinggi dan bebas dari kontaminan material lain. Salah satu metode yang paling umum digunakan untuk pemurnian adalah Elektrolisis.

Baca juga: Berikut Alat Pemurnian Logam

6. Memantapkan

Setelah dilakukan proses pemurnian, logam yang meleleh akan dibawa untuk proses pendinginan hingga proses pemadatan logam. Dalam proses ini, potongan logam akan dibentuk menjadi bentuk tertentu seperti batang yang nantinya dapat dengan mudah digunakan untuk produksi berbagai kebutuhan produk logam.

7. Transportasi batangan logam

Proses berikutnya setelah pendinginan adalah logam akan dipadatkan, dan dibentuk sehingga logam siap digunakan. Logam hasil daur ulang ini kemudian akan dibawa ke berbagai pusat industri di mana logam akan digunakan sebagai bahan baku dan untuk proses produksi yang baru.

8. Hasil daur ulang

Seperti yang telah disinggung di atas, hasil dari daur ulang bisa dibentuk menjadi logam batangan atau lembaran yang siap digunakan kembali sebagai material produk. Ketika produk yang terbuat dari batang logam daur ulang tersebut berakhir pada akhir masa pakainya, proses daur ulang logam bisa diputar kembali. Itu artinya material logam bisa terus menerus digunakan. Ketersediaan logam daur ulang yang tinggi, akan sangat bermanfaat dalam pembuatan baja yang akan menghemat energi dan menjaga lingkungan.

Baca juga artikel terkait lainnya:

  • Analisa Logam Mulia di Zaman Modern
  • Mengenal Proses Daur Ulang Logam dan Hasil Akhirnya
Categories
Articles

7 Jenis Alat Peraga Elektronika dan Fungsinya    

Alat peraga elektronika merupakan alat yang sangat dibutuhkan dan harus ada dalam setiap laboratorium elektronika. Alat-alat ini berupa trainer dan komponen dasar yang wajib diketahui dan dikuasai oleh calon teknisi elektronika. Berikut ini adalah beberapa jenis alat peraga elektronika beserta dengan fungsinya yang wajib Anda ketahui. Simak daftarnya berikut ini.

Jenis Alat Peraga Elektronika

Trainer Elektronika Dasar

Trainer Elektronika Dasar

Trainer elektronika dasar merupakan jenis alat peraga elektronika yang menggunakan rangkaian sederhana dengan berbagai komponen dasar yang ada di dalamnya dan telah terpasang. Beberapa komponen terpasang ini meliputi komponen aktif dan komponen pasif yang mudah untuk dikuasai. Fungsi dari jenis alat peraga elektronika ini adalah untuk mengenalkan dasar tegangan listrik dan pengenalan akan kerja motor listrik.

Komponen terpasang yang wajib kamu ketahui adalah berupa resistor, saklar dan relay, kapasitor, lampu indikator, project board, loudspeaker, dan lain sebagainya. Komponen aktif yang ada pada trainer elektronika dasar adalah diode zener, transistor, thyristor, TRIAC dan DIAC, diode penyearah, dan lain sebagainya.

Baca: Uji Kadar Emas Dengan Hitachi XMET 8000 Portable XRF

Trainer Elektronika Praktis atau Elektronika II (Electronic Circuit)

Trainer elektronika praktis atau yang disebut dengan electronic circuit adalah alat peraga elektronika yang merupakan penerapan lebih lanjut akan komponen dasar elektronika dengan sistem yang lebih kompleks. Alat peraga ini masih mengandalkan rangkaian dasar yang telah dikenalkan pada trainer elektronika dasar.

Fungsi dari jenis alat peraga elektronika ini adalah untuk mengenalkan praktik elektronika yang lebih kompleks dengan komponen terpasang yang lebih banyak. Komponen aktif dalam alat peraga ini adalah resistor, kapasitor, dan lampu indikator. Sedangkan untuk komponen aktifnya, terdapat diode Zener, diode penyearah, transistor, dan sensor suhu dan cahaya.

Trainer Elektronika Terapan atau Aplikasi Elektronika

Trainer elektronika terapan ini merupakan jenis alat peraga elektronika yang merupakan pembuktian dari hukum dasar elektronika yang telah dipelajari dalam teori yang diberikan sebelum pengenalan pada alat elektronika. Jenis alat peraga elektronika ini merupakan penerapan rangkaian elektronika yang lebih terintegrasi dengan lebih banyak komponen terpasang.

Untuk komponen yang ada pada jenis alat peraga elektronika ini menggunakan beberapa komponen terpasang berupa DC motor, band pass filter, high pas filter, low pass filter, lampu, cascade amp, darlington amp, differentiate amp, op-amp, meissner oscillator, phase shift oscillator, schmitt trigger, tranduser, TRIAC, dan thyristor.

Trainer Digital Dasar atau Digital I

Trainer Digital Dasar atau Digital I merupakan jenis alat peraga elektronika yang membantu pemahaman akan alat elektronika yang sekarangs serba digital. Untuk bisa menguasai segala alat elektronika yang berbasis digital, Anda perlu terlebih dahulu memahami dan menguasai trainer ini.

Dalam jenis alat peraga elektronika satu ini, terdapat beberapa komponen terpasang yang wajib Anda ketahui dan kuasai. Komponen terpasang yang ada pada jenis alat peraga elektronika ini adalah papan percobaan, input dan output, steker banana, 8 bit input untuk 8 saklar tunggal, 8 bit output untuk 8 led, 14 kaki IC, dan 16 buah IC.

Baca: Panduan Cara Tepat Menghitung Kalori Pada Makanan Sehari-hari 

Trainer Digital Terapan atau Digital II

Trainer Digital Terapan atau Digital II merupakan jenis alat peraga elektronika yang membutuhkan penguasaan level lebih tinggi untuk penguasaan teknik elektronika digital. Jenis alat peraga ini merupakan trainer yang menggunakan penguasaan rangkaian, pengukuran, metode analisis, dan adanya kesalahan.

Untuk komponen yang ada pada jenis alat peraga elektronika ini terdapat pengontrol dan motor DC, penghitung biner, shift register, gerbang EX-OR dan EX-NOR, penghitung desimal, rangkaian PLL, seven segment, pemberi sinyal, pengontrol motor stepper, dan pembangkit 3 phasa. Komponen yang terpasang di atas merupakan komponen untuk sistem alat digital yang lebih kompleks untuk dikuasai oleh teknisi elektronika.

Trainer Modul Digital Dasar

Trainer Modul Digital Dasar merupakan jenis alat peraga elektronika yang digunakan untuk cara kerja IC digital. Jenis alat peraga ini menggunakan simulasi langsung berupa input saklar dan output lampu LED. Jenis alat peraga elektronika ini memiliki komponen terpasang berupa soket IC jenis 14 dan 16 kaki.

Circuit Trainer

Circuit Trainer merupakan jenis alat peraga elektronika yang memiliki fungsi untuk mempermudah dalam mempelajari beberapa alat elektronika baik untuk satu alat maupun yang telah terangkai dalam satu sistem fungsi rangkaian yang lebih kompleks. Selain itu, circuit trainer juga berfungsi untuk mengolah data dengan stabilitas kerja yang termasuk tinggi.

Itulah tujuh jenis alat peraga elektronika beserta fungsinya yang wajib Anda kenali dan kuasai sebagai teknisi elektronika. Alat-alat di atas bisa Anda temui dengan mudah di semua laboratorium elektronika dalam jenjang pendidikan maupun praktik. Semoga membantu ya!

Categories
Articles

Elektronika dalam Revolusi Industri 4.0  

Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan kita untuk melakukan pekerjaan dengan lebih mudah, cepat, serta memiliki nilai efisiensi yang tinggi. Istilah industri 4.0 lahir dari ide revolusi industri ke empat. Revolusi industri terjadi empat kali (Davies, 2015). Revolusi industri secara simple artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat tiga kali, dan saat ini mengalami revolusi industri yang keempat. Termasuk industri elektronika yang juga ikut kena imbasnya dalam industri 4.0 ini.

Revolusi Industri Pertama

Revolusi industri pertama terjadi di Inggris pada tahun 1784 yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita hanya bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.

Revolusi Industri Kedua

Revolusi industri yang kedua terjadi pada awal abad ke-20. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik untuk digunakan produksi secara massal. Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu produksi pararel dengan serial, perubahan yang terjadi pada revolusi industri ketiga adalah manusianya. Revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: komputer dan robot.

Komputer Pertama Di Dunia

Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era Perang dunia 2 sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman, yaitu computer yang bisa diprogram pertama yang bernama Colossus adalah mesin raksasa sebesar sebuah ruang tidur. Tidak punya RAM, dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard, apalagi touchscreen, tapi melalui pita kertas. Komputer ini juga memerlukan listrik luar biasa besarnya: 8500 watt. Namun, kemajuan teknologi computer mengalami kemajuan yang pesat setelah perang dunia kedua selesai. Penemuan semi konduktor, disusul transistor, lalu integrated chip (IC), serta rangkaian elektronika dasar sehingga membuat ukuran computer semakin kecil, listrik yang dibutuhkan semakin sedikit, sementara kemampuannya menghitungnya mengalami pengingkatan.

Mengecilnya computer menjadi penting, sebab kini computer bisa dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Kini, computer menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi. Proses ini disebut “Otomatisasi” dengan membutuhkan teknik dasar elektronika seperti rangkaian elektronika dasar, sensor, op-amp, dan motor listrik.

Baca: Uji Kualitas Susu Formula Dengan WDXRF Spectrometer

Peralatan Otomatisasi pada elektronika industri

  • Rangkaian elektronika dasar

Rangkaian elektronika adalah susunan dari komponen elektronika yang mempelajari ilmu tentang arus listrik lemah. Arus lemah adalah suatu sistem atau rangkaian yang berhubungan dengan kelistrikan yang memiliki nilai arus yang kecil. Arus lemah juga dapat dikategorikan kedalam sistem kendali (control) atau Automatisasi. Rangkaian listrik yang memakai komponen elektronika aktif dan sirkuit terpadu (IC chip). Rangkaian elektronika dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu: rangkaian analog, rangkaian digital, dan rangkaian kombinasi diantaranya. Komponen rangkaian elektronika dasar yang harus dibutuhkan adalah resistor, diode, transistor, rangkaian AC dan DC.

  • Sensor

Sensor adalah jenis transduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor bekerja dengan transduser, transduser sendiri adalah sistem yang melengkapi alat sensor dapat memiliki keluaran. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian. Pengukuran dan pengendalian berkaitan erat dengan sistem control dalam suatu proses produksi. Jenis sensor secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu: sensor fisika dan sensor kimia.

  • Op-amp

    Operation Amplifier

Penguat operasional atau op-amp adalah penguat differensial yang memiliki penguatan yang sangat tinggi. Op-amp tersusun dari resistor, diode, dan transistor: Penyusunan dari op-amp tersebut disusun dalam sebuah rangkaian yang terintegrasi atau yang biasa dikenal dengan Integrated Circuit (IC) yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan sebuah terminal output, dimana rangkaian umpan balik dapat ditambahkan untuk mengendalikan karakteristik tanggapan keseluruhan pada Op-Amp. Op-Amp dalam aplikasinya biasa digunkan sebagai penguat sinyal arus searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC), rangkaian inverter, non-inverter, integrator, dan differensiator.

Baca: 7 Jenis Alat Peraga Elektronika dan Fungsinya    

  • Motor Listrik

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energy listrik menjadi energy mekanik. Motor listrik yang umum digunakan adalah motor listrik asinkron, di mana rotor disuplai dengan tegangan AC atau DC melalui komutator, dan sikronmotor. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energy mekanik menjadi energy listrik adalah dynamo atau generator. Menghasilkan tegangan AC, DC, dan AC-DC dengan generator serta menghasilkan tegangan menggunakan self-generator.

Motor Listrik

Semua revolusi itu terjadi menggunakan revolusi sebelumnya sebagai dasar. Industri 2.0 tidak akan muncul selama kita masih mengandalkan otot, angin, dan air untuk produksi. Industri 3.0 intinya meningkatkan lini produksi dengan computer dan robot. Jadi industri 4.0 juga pasti menggunakan computer dan robot sebagai dasarnya.

Jaringan komunikasi pada revolusi industri 4.0 sudah memanfaatkan pelatihan Bluetooth, USB, serta RFID. Teknologi pelatihan bluetooth memberikan manfaat untuk sistem kendali konvensional yang dilakukan secara otomatis oleh pengguna atau operator. Dalam sistem kendali konvensional saat ini masih belum bisa dengan jarak jauh, sering terjadi masalah yang menghambat proses pengontrolan tersebut. Teknologi pelatihan USB memungkinkan untuk menggunakan port USB sebagai media transfer data. Teknologi pelatihan RFID dimanfaatkan untuk penggunaan ID-Card sebagai pengganti kunci konvensional. Dengan menggunakan ID-Card, maka keamanan serta probabilitas pengguna meningkat. Smart Door Lock sistem merupakan teknologi yang bertujuan untuk memudahkan setiap pemilik rumah agar mempunyai pintu yang pintar, aman, dan praktis. Sistem ini menggunakan RF-ID Card yang berfungsi sebagai alat scan barcode atau kode kunci untuk membuka pintu. Serta dilengkapi dengan micro servo sebagai motor penggerak atau actuator pengunci pintu rumah.

Dengan terjadinya revolusi industri 4.0, Smart Factory ( Pabrik pintar ) mencoba untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan teknologi baru seperti internet, sensor, cloud computing, dan machine learnings. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Inilah bagian penting dalam proses control sehingga kita selalu tersambung ke jaringan tersebut sesuai kebutuhan pengguna/user. Apabila terjadi kerusakan pada salah satu komponen, maka sistem akan berhenti beroperasi dan akan memakan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya. Pemberitahuan tersebut akan dikirimkan melalui jaringan internet kepada pengguna/user untuk memperbaikinya. Pemanfaatan sensor berguna untuk melakukan pemilihan terhadap barang yang diproduksi dengan memperhatikan bentuk, warna, serta ukuran dan lain yang berhubungan dengan faktor produksi.

Produksi unit industri 4.0 memanfaatkan DC motor, Servomotor, Teknologi control seperti relays, PLC, motion control, CNC. Serta sensor dan juga RFID. Revolusi Industri 4.0 sudah berintegrasi HMI (Human Machine Interface) dan pemanfaatan RFID. HMI adalah sebuah interface atau tampilan penghubung antara manusia dengan mesin. HMI juga merupakan user interface dan sistem control untuk manufaktur.

Era revolusi industri 4.0 semakin mempertegas peran teknologi dengan memaksimalkan pemanfaatan internet sebagai media komunikasi serta control terhadap perangkat penunjang produktifitas manusia saat ini. Manfaat utama dari revolusi industri 4.0 adalah : efficiency, agility, innovation, customer experience, cost, dan revenues.

Categories
Articles

Mobil Hybrid Teknologi Untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global

Perkembangan dunia otomotif tidak hanya kemunculan kendaraan-kendaraan baru, namun juga teknologi yang mengiringinya. Sehingga perkembangan produksi kendaraan cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir khususnya mobil. Mobil sebagai transportasi sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Selain mempercepat dan mempermudah aktivitas, di sisi lain penggunaan mobil juga menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan, terutama gas buang dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak terurai atau terbakar dengan sempurna.

Hal ini mengakibatkan munculnya permasalahan bahan bakar terhadap isu tentang pemanasan global akibat efek gas rumah kaca. Salah satu upaya teknologi yang dikembangkan untuk mengurangi dampak buruk pemanasan global adalah mobil hybrid. Mobil hybrid menggunakan mesin yang menggunakan sumber energy listrik dan bahan energy minyak. Teknologi ini dianggap salah satu upaya untuk mengurangi polusi dan pemakaian bahan bakar minyak.

Salah satu bagian penting dalam mesin, yakni mesin pembakaran internal. Sesuai dengan namanya, di sinilah terjadinya proses pembakaran antara bahan bakar dan udara yang nantinya menciptakan tenaga yang digunakan untuk menggerakkan piston. Saat melihat mesin mobil, terlihat dari komponen yang cukup rumit. Namun secara umum terdiri dari atas beberapa komponen utama yang saling bekerjasama. Komponen inilah yang memiliki andil besar dalam menggerakkan kendaraan. Seperti blok mesin, ruang pembakaran, kepala silinder, piston, poros engkol/ crankshaft, camshaft, dan timing system. Cara kerja mesin mobil terbagi menjadi 4 proses yang meliputi intake, compression, power, dan exhaust.

Proses intake, pistok akan ditarik oleh crankshaft ke sisi bagian menuju bagian dalam silinder. Selama mobil bergerak, crankshaft akan terus bergerak. Katup yang terdapat pada mesin juga akan terbuka sehingga memungkinkan udara dan bahan bakar masuk dan bercampur di dalam silinder. Setelah katup saluran masuk kemudian ditutup, piston bergerak meremas atau mengkompres campuran antara udara dan bahan bakar udara sehingga membuatnya lebih terbakar. Saat piston bergerak ke sisi bagian atas silinder, pada saat itu juga steker pemacu terbakar, proses inilah yang disebut compression.

Mobil Hybrid

Kemudian, percikan api hasil dari proses kompresi kemudian menghasilkan ledakan kecil dan membuat bahan bakar yang terbakar menghasilkan gas panas yang mendorong piston ke sisi bagian bawah. Energi yang dilepaskan dalam proses power tersebut nantinya akan menjadi tenaga untuk menggerakkan crankshaft. Proses terakhir yaiut exhaust ketika katup saluran luar kemudian akan terbuka dan crankshaft pun terus berputar, mendorong piston agar menuju kembali ke silinder. Pada tahapan inilah gas hasil pembakaran akan dibuang melalui knalpot.

Gas pembakaran ini yang menyebabkan timbulnya upaya untuk memanfaatkan energy listrik untuk mengurangi polusi gas di udara. Sedangkan mobil listrik menggunakan baterai untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Pengisian baterainya menggunakan sumber eksternal. Daya dari baterai ini diteruskan ke bagian motor. Motor yang mengubah energy listrik menjadi energy mekanik atau putaran.

Walaupun mengkombinasikan sumber energy listrik dan juga bahan energy minyak, beberapa teknologi pada kendaraan mobil yang sama antara lain seperti electrics, electrical machine, engine, comfort and driver assistance, and driver train.

Baca: Metode IR untuk Quality Control Industri Farmasi

Teknologi Pada Mobil Hybrid

  • Electrics

Sistem kelistrikan mobil adalah rangkaian energy listrik yang disusun untuk menjalankan sebuah fungsi tertentu pada sebuah mobil. Dengan kata lain, semua sistem yang memanfaatkan energy listrik masuk dalam sistem elektrikal mobil. Pengaplikasian pada mobil seperti power supply, lighting systems, networking lighting systems, dan backfitting electrical systems.

  • Electrical machine

Sistem kelistrikan mesin adalah semua rangkaian kelistrikan yang terdapat pada mesin mobil. Pada mobil listrik yaitu motor listrik sebagai wiper motor dan pre-engaged-drive starters.

  • Engine

Pada kendaraan mobil, komponen yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga pertama kali adalah mesin atau engine. Secara konsep, elemen-elemen fungsional pada mobil listrik kurang lebih sama dengan mobil mesin pembakaran, namun memiliki implementasi yang berbeda. Penyimpanan energy yang berbeda antara mobil listrik dengan baterai sedangkan mobil pembakaran dengan tanki bahan bakar. Selanjutnya, energy tersebut dikonversikan ke tenaga dengan electrical machine. Pada mesin bensin, bahan bakar dicampur dengan udara, kemudian dikompres dengan piston dan kemudian dinyalakan oleh percikan api dari busi. Sedangkan pada mesin diesel, udara dikompresi terlebih dahulu dan bahan bakar disuntikkan karena udara memanas saat dikompresi, sehingga bahan bakar menyala.

Temperatur mesin harus dipertahankan pada temperature kerjanya, apabila temperature mesin terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengakibatkan beberapa masalah pada mesin. Sehingga mesin dilengkapi dengan mesin pendingin di dalamnya. Tipe sistem pendingin mesin yang pada umumnya sering digunakan sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. Selain itu, ketika mesin beroperasi maka akan ada komponen-komponen di dalam mesin yang bersinggungan. Untuk mengurangi resiko keausan yang tinggi akibat gesekan maka mesin juga dilengkapi sistem pelumasan.

  • Comfort and driver assistance

Kenyamanan dan asisten pengemudi merupakan salah satu faktor utama yang dapat mendukung pada saat bepergian. Aplikasi dari comfort and driver assistance antara lain bantuan parkir, on-board computer, dan gaspedal elektronik.

Baca: Alat Peraga Fisika SMA yang Sering Digunakan Sekolah

  • Drive train

Selain kenyamanan dan asisten pengemudi, hal yang harus diperhatikan adalah sistem penggerak. Setiap mobil pasti memiliki jenis sistem penggerak yang berfungsi memindahkan tenaga yang dihasilkan mesin untuk menjalankan roda dan kendaraan. Drive train ini, terbagi mulai dari transmisi, beberapa menggunakan transfer gear, diteruskan ke diferensial yang nantinya berujung pada roda.

Alternatif teknologi kendaraan mengenai isu tentang pemanasan global dan juga upaya mengurangi bahan bakar minyak adalah penggunaan mobil Hybrid.