Kategori
Artikel

Pengujian Pakan, Update terhadap Pengujian Pakan Ternak Terbaru

Pakan Ternak

Uji pakan ternak memang memiliki banyak manfaat. Selain untuk mengetahui kandungan gizi pada pakan, uji lab pakan ternak bisa membantu peternak untuk menyesuaikan pakan yang cocok dengan hewan ternaknya. Berikut adalah metode pakan ternak yang bisa dilakukan pada laboratorium uji pakan ternak.

Metode Pengujian Pakan Ternak

1. Pengujian Fisik

Uji fisik merupakan tahapan pertama dari tiga serangkaian uji lab pakan ternak yang bisa dilakukan. Uji fisik yang juga disebut sebagai uji organoleptik dilakukan dengan melihat fisiknya secara langsung. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk uji fisik terhadap pakan ternak.

  • Makroskopis

Uji fisik Makroskopis pada pakan ternak dapat dilakukan menggunakan mata telanjang. Artinya, Anda tidak membutuhkan bantuan equipment atau peralatan tertentu. Uji ini meliputi pemeriksaan pada warna pakan ternak, kondisinya yang utuh atau pecah (untuk biji-bijian), bebas jamur, bebas bau tengik, bebas kandungan insekta, dan kadar air (kering atau basa).

  • Mikroskopis

Uji fisik kedua adalah Mikroskopik. Sesuai dengan namanya, uji fisik pada pakan ternak ini membutuhkan bantuan mikroskop. Tujuannya, mengetahui kemurnian bahan baku. Dengan demikian, uji fisik yang satu ini membutuhkan seorang profesional yang mumpuni untuk melakukan identifikasi serta menghitung tentang kandungan bahan yang sudah terkontaminasi atau bahkan tercampur. Misalnya, jamur, benda asing, dan lain sebagainya.

Biji - bijian

2. Pengujian Kimia

Uji pakan ternak yang satu ini selain membutuhkan waktu yang lama, juga memerlukan biaya tidak sedikit. Ini disebabkan dengan tahapan uji kimia yang terbilang rumit. Uji kimia hanya bisa dilakukan di sebuah laboratorium untuk mendapatkan informasi tentang kadar atau nilai nutrisi pada bahan dan pakan. Uji kimia meliputi analisa proksimat (penggolongan komponen), bomb calorimeter (menghitung energi total), analisa serat (kandungan selulosa), photometry (konsentrasi dari komponen pakan), dan Chromatography (kandungan mineral).

3. Pengujian Biologi

Uji biologis adalah uji lab pakan ternak yang dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh nutrisi pada pakan dengan mengamati pertumbuhan ternak itu sendiri. Dengan demikian, uji ini dilakukan pada objek ternak yang telah memakan pakan tertentu. Uji biologi dilakukan menggunakan sebuah metode mikrobiologi.

Mengapa Harus Uji Lab Pakan Ternak?

Ternak Sapi

  • Mencari Tahu tentang Kontaminasi

Bukan hanya makanan manusia, pakan ternak juga perlu diperhatikan. Mengapa demikian? Saat ini, pakan ternak beserta bahan bakunya yang dijual secara umum sangat rentan dan rawan mengandung beberapa bahan yang dipalsukan, alias tidak asli. Dengan demikian, pakan ternak telah terkontaminasi dengan zat-zat lain yang bisa saja berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan ternak.

Adanya kontaminasi ini yang kemudian bisa memberikan nutrisi semu. Misalnya, dalam sebuah produk pakan ternak dedak halus, saat ini banyak produk yang dijual telah mendapatkan tambahan gilingan sekam. Sekan sendiri memiliki fungsi utama untuk menambah bobot dari produk dedak yang dijual tersebut.

Sayangnya, sekam yang dicampur pada produk dedak memiliki serat kasar yang relatif tinggi. Kondisi ini akan menyulitkan unggas untuk mencernanya. Akhirnya, peternak yang akan dirugikan jika ternaknya tidak sehat atau bahkan mati. Adanya kontaminasi pada pakan ternak dapat diketahui menggunakan uji lab pakan ternak dengan uji floroglusinol.

Selain itu, masih ada banyak bahan baku ternak yang dicampur dengan bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan ternak. Misalnya pada pakan ikan. Tepung ikan sering terkontaminasi dengan urea, yang dapat meningkatkan kandungan protein kasar. Bukannya bermanfaat bagi tubuh, kandungan ini justru membahayakan, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Kontaminan yang paling banyak digunakan untuk mengkontaminasi bahan utama pakan ternak adalah mikotoksin atau racun jamur. Dengan melakukan uji lab pakan ternak, peternak bisa mengetahui apakah pakan ternak-nya mengandung mikotoksin atau tidak. Jika terbukti adanya kontaminasi, peternak dapat menanganinya dengan bahan pengikat pada pakan yang disebut dengan toxin binder.

  • Mendapatkan Informasi tentang Nutrisi

Salah satu alasan mengapa uji lab pakan ternak harus dilakukan adalah untuk mengetahui informasi tentang kandungan dari pakan itu sendiri. Hal ini berhubungan dengan nutrisi pada pakan yang akan membawa pengaruh pada kesehatan ternak. Data dan informasi yang didapatkan dari uji lab pakan ternak dapat digunakan sebagai parameter, apakah pakan tersebut aman untuk diberikan kepada ternak atau sebaliknya.

Baca Juga: Panduan Cara Tepat Menghitung Kalori Pada Makanan Sehari-hari

Jangan Abaikan Uji Lab Pakan Ternak

Jika Anda adalah seorang peternak, jangan pernah mengabaikan uji lab pakan ternak, karena ini berhubungan dengan kesehatan hewan ternak Anda. Jika pakan telah terkontaminasi dan tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi ternak, bukan tidak mungkin ternak akan sakit bahkan mati. Pada akhirnya, peternak yang akan mengalami kerugian. Maka dari itu, lakukan uji lab pakan ternak secara berkala.

Kategori
Artikel

Penggunaan AFM untuk Riset Sains yang Perlu Anda Ketahui

Mungkin bagi Anda istilah atomic force microscopy (AFM) sedikit asing, terutama bagi yang tidak berkecimpung dalam dunia riset. Pada dasarnya atomic force microscopy (AFM) ini dapat dikatakan sebagai mikroskop yang dapat menampilkan informasi topografi sebuah wilayah. Informasi yang ditampilkan tersebut berupa tiga dimensi dalam skala tertentu hingga nanometer.

Pada atomic force microscopy (AFM) resolusi lateralnya dapat mencapai ukuran 1.5 nanometer. Kemudian, untuk resolusi vertikalnya bisa mencapai 0.05 nanometer. Ini artinya, atomic force microscopy (AFM) bisa mengukur ketinggian di permukaan dengan ukuran lebih besar daripada untuk mengukur panjang dan lebar.

Komponen yang Ada dalam Atomic Force Microscopy

Dalam atomic force microscopy (AFM) memiliki beberapa komponen tertentu untuk pengoperasiannya dalam riset sains maupun teknologi.  Komponen utama AMF terdiri dari tiga bagian yakni scanner, cantilever, dan feedback control. Cantilever ini adalah bagian yang memiliki interaksi langsung dengan objek maupun permukaan sampel yang diteliti. Di ujung cantilever ini terdapat sebuah tip dengan ukuran kecil dan berukuran nanometer. Meski ukurannya kecil, tip inilah yang yang mampu melakukan proses scanning atau pemindaian pada bagian permukaan sampel yang diteliti.

Sedangkan untuk bagian kedua disebut dengan scanner. Fungsinya adalah mengendalikan pergerakan dari tip itu sendiri maupun sampel pada arah tertentu. Scanner ini juga dilengkapi dengan piezo-electric material yang mana mampu untuk mengarahkan gerakan dalam skala kecil berukuran nanometer.

Selanjutnya atau komponen ketiga dari AFM adalah feedback control. Dalam komponen ini, fungsinya ialah menerjemahkan sinyal yang diarahkan oleh tip dalam sebuah photodiode detector. Sinyal ini nantinya akan diterima dan diterjemahkan serta menggerakkan piezo-electric material.

Atomic Force Microscopy

Cara Kerja Atomic Force Microscopy

Lalu, bagaimanakah cara kerja dari atomic force microscopy (AFM) ini? Bila dianalogikan, cara kerjanya seperti halnya tangan kita. Anda dapat membayangkan diri Anda dalam sebuah ruangan gelap dan hal itu akan sulit untuk melihat objek. Kemudian, Anda akan diberikan benda tertentu dan tidak bisa mengetahui apa benda itu. Salah satu caranya adalah dengan merasakan permukaan benda apakah halus atau kasar dengan menggunakan tangan. Pada atomic force microscopy (AFM), fungsi seperti tangan tersebut digantikan oleh jarum atau tip yang menjadi alat perabanya.

Dari segi teknisnya, untuk cara kerja atomic force microscopy (AFM) ini adalah pada posisi normalnya, sinar laser yang ada bisa diarahkan ke arah ujung kantilever. Kemudian, melalui cantilever ini laser dipantulkan ke bagian tengah dari photodiode detector. Pada saat tip mendekati permukaan sampel yang diteliti, di sini terdapat gaya tarik maupun gaya tolak dari tip dan permukaan sampelnya.

Dari gaya ini nantinya akan membuat cantilever menjadi membengkok. Adapun pembengkokan cantilever  itu bisa terdeteksi dengan pergeseran posisi laser yang berhasil ditangkap oleh photodioda. Bila semakin besar gaya tarik maupun tolak tip dan permukaan sampel, maka pergeserannya semakin besar.

Baca Juga: Apa Itu SEM (Scanning Electron Microscope) Dikenal Microskop Elektron dan Bagaimana Fungsi dan Cara Kerjanya

Fungsi dari Atomic Force Microscopy

Sebenarnya atomic force microscopy (AFM) memiliki fungsi yang hampir sama dengan mikroskop pada umumnya. Yakni melakukan perbesaran objek yang berukuran kecil atau mikroskopis bahkan untuk benda yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang sekalipun. Biasanya, penggunaan atomic force microscopy (AFM) dilakukan untuk penelitian sains seperti bidang geografi, dan sebagainya.

Kini, atomic force microscopy (AFM) juga semakin canggih dengan teknologi yang sudah diperbarui. Misalnya saja dapat dihubungkan dengan layar komputer. Dari situlah nantinya para peneliti dapat melihat objek dan merekamnya ke dalam sebuah foto khusus maupun video untuk menjadi bahan penelitian. Selain itu, dengan menyimpan di komputer membuat dokumen lebih aman dan terhindar dari kerusakan fisik.

Bagaimana, kini Anda sudah mengetahui apa itu atomic force microscopy (AFM), bagian, fungsi, dan cara kerjanya. Bila Anda ingin mendapatkan atomic force microscopy (AFM) dengan kualitas terbaik salah satunya adalah dengan membelinya di distributor ternama seperti Dynatech. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Kategori
Artikel

Quality Control Komponen Otomotif

Quality Control adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi, quality control juga memastikan bahwa kualitas produk dari industri manufaktur, termasuk otomotif, tetap terjaga. Untuk melakukannya, dibutuhkan alat yang tepat. Ada tujuh alat quality control yang dapat digunakan, yang biasa dikenal dengan sebutan Seven Tools.

1. Cause and Effect Diagram

Cause and effect diagram atau yang juga disebut dengan diagram tulang ikan (fishbone diagram) adalah sebuah diagram yang digunakan untuk mempelajari, menganalisis, dan mencari solusi dari permasalahan yang memiliki hubungan sebab akibat, sesuai dengan faktor 4M. Faktor itu adalah Man (pekerja), Material (materi), Method (metode atau cara), dan Machine (mesin atau peralatan yang digunakan).

Pada umumnya, alat quality control ini digunakan setelah mendapatkan hasil dari diagram pareto. Diagram pareto sendiri adalah alat quality control yang memiliki fungsi utama mengetahui dan mencari faktor penyebab sebuah masalah. Dengan menggunakan Cause and Effect diagram, Anda akan mendapatkan jawaban dari permasalahan yang terjadi.

2. Diagram Pareto

Diagram pareto adalah diagram yang hasil dari pengerjaannya digunakan pada Cause and Effect diagram. Diagram ini berbentuk grafik, yang memudahkan pemilik atau pekerja perusahaan manufaktur untuk mengetahui akar masalah yang dihadapi. Faktor dari sebuah masalah akan ditampilkan pada bagan bagian kiri, sedangkan permasalahannya sendiri diletakkan pada sebelah kanan.

Dalam mencari akar dari sebuah permasalahan, Anda bisa meletakkan masalah paling kecil pada bagian atas, sehingga memudahkan untuk dicari faktor utamanya terlebih dulu. Setelah itu, masukkan masalah dengan risiko lebih besar di bawahnya, dan begitu seterusnya. Ini akan membantu Anda dalam menjalankan tahapan selanjutnya.

3. Check Sheet

Alat quality control yang satu ini sangat penting untuk dimiliki. Check sheet sendiri adalah berupa lembar periksa yang berisi data-data. Data-data itu nantinya akan diolah dan dianalisis untuk kepentingan keberlangsungan produk. Alat quality control ini dibuat sesuai dengan situasi kerja, sehingga tidak terpaku pada model tertentu. Check Sheet memiliki fungsi utama sebagai kontrol proses dan juga pengambilan data-data pada proses penelitian dan analisis.

4. Histogram

Sama seperti dua diagram yang telah dijabarkan di atas, Histogram adalah alat quality control yang berupa grafik berisi data-data. Histogram sendiri memiliki fungsi utama untuk menampilkan variasi data dari sebuah kumpulan data. Oleh karena itu, alat quality control yang satu ini berguna dan memudahkan untuk memantau sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan, termasuk komponen otomotif.

5. Scatter Diagram

Scatter diagram merupakan alat quality control dengan fungsi utama untuk menguji tentang kekuatan antara dua variabel data. Hampir mirip dengan prinsip Matematika, variabel yang digunakan disimbolkan dengan x dan y. Hubungan yang dihasilkan dari dua variabel ini akan memberikan hasil yang positif atau negatif. Setelah hasil keluar, keputusan bisa diambil untuk menunjang keberlangsungan produk dan perusahaan. Scatter diagram juga dikenal dengan sebutan diagram tebar.

Baca Juga: Miliki Laboratorium Uji Pelumas, Indonesia Siap Meningkatkan Daya Saing Dalam Industri

6. Control Chart

Alat quality control yang patut untuk dimiliki dalam pengujian reliability of control equipment adalah Control Chart. Alat quality control ini memiliki fungsi utama untuk memantau atau memonitor stabilitas sebuah proses yang sedang beroperasi atau berjalan dari periode ke periode. Dalam sistem kerjanya, Control Chart terdiri dari garis tengah atau central line yang diasumsikan sebagai rata-rata, lalu upper control limit untuk mendefinisikan batas kontrol atas, dan batas kontrol bawah atau yang disebut lower control.

7. Stratification

Alat quality control berikutnya adalah stratification. Alat ini digunakan untuk mengkategorikan berbagai data pada kelompok-kelompok yang lebih kecil dan mempunyai karakteristik yang sama. Tetapi, alat ini dianggap bukan sebagai alat quality control yang memiliki fungsi vital dalam proses quality control. Banyak pihak yang menggunakan flow chart dan run chart untuk menggantikan Stratification.

Dengan menggunakan alat-alat quality control di atas, proses quality control akan berjalan dengan baik, serta menghasilkan evaluasi akhir yang dapat menunjang performance pada periode berikutnya.

Kategori
Artikel

Apa Itu Alat Uji Kekasaran Permukaan, Lihat selengkapnya Disini

Permukaan dari sebuah benda ternyata punya bentuk yang cukup berbeda-beda menurut strukturnya atau karena dari hasil produksinya. Kekasaran permukaan dari benda juga bisa diuji dengan menggunakan alat khusus. Jadi apa sebenarnya alat uji kekasaran permukaan itu? Lihat selengkapnya di sini.

Apa Sebenarnya Surface Roughness?

Surface Roughness atau kekasaran permukaan adalah komponen tekstur dari permukaan. Nilai kekasaran sendiri dinyatakan dalam Roughness Average atau Ra. Nilai kekasaran Ra adalah parameter kekasaran yang paling umum dan sering digunakan di berbagai negara.  Ra sendiri bisa diartikan sebagai rata-rata aritmatika serta adanya penyimpangan pada profil kekasaran.

Kekasaran permukaan berperan penting ketika menentukan objek yang berinteraksi dengan lingkungannya. Permukaan kasar sendiri biasanya bisa lebih aus dan memiliki gaya gesek dan memiliki tingkat lebih tinggi di permukaan halus. Kekerasan juga dapat meningkatkan daya rekat. Nilai kekasaran yang tinggi sering tidak diinginkan karena bisa menjadi lebih sulit untuk mengontrol pembuatannya.

Surface Roughness

Apa saja Satuan dan Cara Pengukurannya?

Dalam surface roughness atau pengukuran kekasaran permukaan, terdapat besaran kekasaran yang digambarkan dengan simbol Ra, Rt dan Rmax. Ra (roughness average) adalah rata-rata permukaan yang didapatkan dari titik tengah serta diukur dari titik awal hingga titik akhir. Rt (roughness total) adalah jarak antara perbedaan gelombang tertinggi dengan gelombang terendah. Sedangkan, Rmax (roughness maximal) adalah gelombang tertinggi yang diukur dari titik nol.

Ada pula Rz yang merupakan jarak vertikal dari lima  panjang gelombang (lima gelombang tinggi dan lima gelombang bawah) dan memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan hasil akhir pengukuran. Semua pengukuran Ra, Rt, Rmax dan Rz dinyatakan dalam satuan micrometer atau mikroinci.

Pengukuran Kekasaran dari Kosaka Laboratory

Menghitung kekasaran dari permukaan menggunakan prinsip yang menggunakan transducer dan kemudian diolah dengan microprocessor. Di Kosaka Laboratory menyajikan beberapa peralatan yang bisa dimanfaatkan untuk mengukur kekasaran permukaan seperti berikut ini:

  • SE300

SE300

SE300 series merupakan alat ukur kekasaran permukaan portable dengan performa yang tinggi yang bisa digunakan untuk pengukuran skidless, printer dengan resolusi tinggi dan memori dengan lima kondisi pengukuran.

Alat ukur portabel yang satu ini akan memberikan hasil pengukuran yang tepat dengan performa yang tinggi. Hasil pengukurannya juga tanpa ada selip karena dengan Analisa yang tinggi dan dicetak dengan printer yang beresolusi tinggi. Alat ini juga sudah kompatibel dengan standar yang ada di dunia.

Baca Juga: Mengenal Proses Daur Ulang Logam dan Hasil Akhirnya

  • SE500

SE500 adalah alat ukur dengan model yang canggih dan desainnya juga terlihat modern. Alat yang satu ini juga bisa memberikan kinerja yang baik untuk mengukur permukaan kekasaran. Alat ukur yang satu ini juga sudah kompatibel dengan berbagai parameter dan dapat melakukan analisis simultan untuk berbagai standar.

  • SE600

Alat ukur permukaan dengan series SE600 ini telah mematuhi standar di seluruh dunia seperti ISO, JIS, DIN dan masih banyak yang lainnya. Berbagai filter dan termasuk ukuran panjang dan jenis formula disediakan guna memenuhi standar. Desain yang dihasilkan oleh alat ukur ini juga sangatlah halus.

  • SE600K31

Alat ukur series SE600K31 dapat mengukur kekasaran permukaan 3D sehingga bisa memungkinkan untuk mengevaluasi mendalam terhadap permukaan dengan garis dan bidang. Alat ukur ini juga telah kompatibel dengan berbagai parameter.

  • SE700

SE700 adalah alat ukur kekasaran permukaan yang canggih dan performanya juga kuat. Alat ukur ini juga bisa dioperasikan dengan mudah karena bisa menggunakan remote control. Alat ukur ini juga memungkinkan untuk memproses filter dan menganalisa lebih tepat.

  • SE4000

Jika Anda ingin mengukur permukaan dengan komponen yang kecil maka series dari SE4000 ini sangat direkomendasikan. Alat ukur ini telah memenuhi parameter di seluruh dunia dan pengambilan sampelnya telah menggunakan skala digital.

Kosaka Laboratory telah memulai bisnis pengemabangan produksi instrument untuk pengukuran presisi sejak tahun 1950 lalu. Bisnisnya pun semakin berkembang dengan terus memproduksi dan menjual alat ukur presisi, peralatan hidrolik, mesin otomatis dan mesin pengemasan. Meskipun awalnya mereka hanya menjual peralatannya di Jepang, tapi saat ini mereka telah memasarkannya hingga ke beberapa negara lain.

Kategori
Acara

TXRF Webinar – Bruker Nano Analytics

We cordially invite you to join our upcoming webinar.

Rapid on-site trace element analysis of wastewater, sewage, and industrial effluents

Live Webinar: Wednesday, 22 April 2020

Session I – 8 am UTC / 10 am CEST / 4 pm CST / 5 pm JST

Register for Session I

Session II – 8 am PDT / 11 am EDT / 3 pm UTC / 5 pm CEST

Register for Session II

(The content of both sessions is identical.)

Overview

This webinar will demonstrate the performance of compact benchtop TXRF spectrometers and their application to industrial wastewater, sewage, mining waste and process runoff. It will highlight the ease of sample preparation of this analytical technique for routine lab analysis, industrial lab testing and environmental research institutions. You will learn about the preparation of slurries, suspensions and other multi-phase mixtures without any time-consuming digestion procedures. This webinar will focus on improved levels of detection of most modern TXRF spectrometers used in the lab or in-field. The ease-of-use and rapid preparation and measurement process will be demonstrated shortly. You will also learn about new tools and processes to streamline all of your sewage testing needs. Whether you are interested in method development for environmental monitoring, water quality testing or regulated sewage analysis, this webinar will give you the information you need on the capabilities of the TXRF technique. There will be a 15 minute Q&A session where our experts will answer your questions.

Bruker's TXRF spectrometer S4 T-STAR

Bruker’s TXRF spectrometer S4 T-STAR

Who should attend?

  • Lab managers and analysts from governmental, industrial and service labs
  • Analytical experts at coal-fired plants, mining sites and supervisory authorities
  • Waste recycling, refinery and petrochemical personnel
  • Scientists involved with environmental sciences, including water, sediment, mud, food, fertilizer and waste

Speakers

  • Dr. Armin Gross, Product Manager TXRF, Bruker Nano, Berlin, Germany
  • Dr. Hagen Stosnach, Application Scientist TXRF, Bruker Nano, Berlin, Germany

You can’t attend the live webinar? Register now and we will send you a link to later viewing the recording at your convenience.

We look forward to seeing you there!

Your Bruker Nano Analytics Team

Kategori
Acara

Webinar – Geochemical Visualization in the Geologist’s Toolkit

Geochemical visualization in the geologist’s toolkit: using micro-XRF and automated minerology in the mineral exploration workflow

Overview

Rapid and reliable decision making in mineral exploration requires robust characterization of mineral and lithogeochemical trends. To enhance the geologist’s toolkit, micro-XRF and automated minerology can be powerful tools that enable geochemical visualization within the context of mineral distribution and texture. Join us for a short introduction to the incorporation of visual and quantitative geochemistry into mineral exploration workflows with Bruker’s M4 TORNADO micro-XRF, and the AMICS automated mineralogy platform for micro-XRF and SEM, including:

  • the use of micro-XRF and automated minerology for mineral and lithological characterization
  • geochemical and mineralogic vectoring
  • rapid identification of pathfinder or indicator minerals
  • characterization of ore mineralogy allowing ongoing assessment of deposit viability during exploration.

Bruker’s solutions work together across scales for a more complete understanding of lithology, mineralogy, and geochemistry.

You can’t attend the live webinar?

Register now and we will send you a link to later viewing the recording at your convenience.

Drill core is an important exploration tool. M4 TORNADO and AMICS allow the textural and geochemical characterization of drill core without destroying it.

Non-destructive visual geochemistry can be used to forward-model the economic of deposits, including large-particle liberation.

Speakers

Dr. Nigel Kelly Senior Market Application Scientist, Bruker Nano Analytics

Dr. Nigel Kelly
Senior Market Application Scientist, Bruker Nano Analytics
Jonathan Knapp
Market Segement Manager, Bruker Nano Analytics
Kategori
Acara

Webinar Invitation – S2 PUMA Series 2

Join us for an informative webinar as we launch our new S2 PUMA Series 2

The S2 PUMA Series 2 Energy-Dispersive X-ray Fluorescence (EDXRF) spectrometer for elemental analysis is ready and we would like to share its many enhanced capabilities with you!

Analyze. Everything. Faster.

  • Enhanced Speed: Up to three times shorter measurements for higher throughput.
  • Enhanced Flexibility: Additional configurations and new software features to fulfill all analytical needs and requirements.
  • Enhanced Usability: Next generation software for smooth, time-efficient, and intuitive operation.

In this live webinar, Dr. Adrian Fiege and Dr. Kai Behrens will discuss the S2 PUMA Series 2’s technology, configurations, and analytical performance.

A wide range of applications will be cover, including cement, steel, mining, petrochemical, food & feed and pharma.

The presentation will be followed by an audience Q&A session.

Wed, April 29, 2020

Session 1:
9:00 am CET (Berlin)
4:00 pm SGT (Singapore)

Session 2:
3:30 pm CET (Berlin)
8:30 am CDT (Chicago) 

Speakers:  

Dr. Adrian Fiege

Dr. Adrian Fiege
Product Management XRF
Karlsruhe, Germany

Dr. Kai Behrens

Dr. Kai Behrens
Head of Product
Management XRF
Karlsruhe, Germany

Register now for the session that best meets your schedule. If you cannot attend, feel free to register anyway, and we will send you a link to the recording to watch at your convenience.

Session 1   Session 2

We look forward to seeing you there!

Kategori
Artikel

Uji Komposisi Kimia untuk Positif Material Identifikasi di Industri

Uji komposisi kimia untuk positif material identifikasi membutuhkan perhatian yang cukup teliti, terutama pada proses incoming Quality Assurance pada saat penerimaan material di indsutri manufaktur baik sebagai bahan baku produksi maupun sebagai komponen konstruksi di process production. Pasalnya, dalam melakukan uji komposisi kimia, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Hal ini mencakup jenis analisis yang akan dilakukan hingga penggunaan alat yang akan dipakai dalam proses analisis. Untuk analisisnya, biasanya qualitative dan quantitative chemical analysis digunakan dalam uji komposisi kimia untuk positif material identifikasi di industri.

Ragam Jenis Quantitative Chemical Analysis

Berikut ini adalah beberapa ragam jenis quantitative chemical analysis yang biasa digunakan dalam uji komposisi kimia untuk positif material identifikasi pada industri:

1. Wet Chemistry

Wet Chemistry - Quantitative Chemical Analysis

Wet chemistry merupakan salah satu jenis quantitative chemical analysis dalam uji komposisi kimia yang termasuk dalam teknik gravimetri dan titrimetri. Saat ini, wet chemistry kurang umum digunakan dalam analisis logam dan bahan anorganik, penggunaan wet chemistry hanya berfokus pada metode analisis instrumen saja.

2. Spark-OES

Spark OES - Quantitative Chemical Analysis

Spark optical emission spectroscopy (Spark-OES) adalah sebuah teknik yang digunakan dalam analisis langsung sampel logam padat terutama material logam. Dalam uji komposisi kimia menggunakan quantitative chemical analysis jenis ini, spesimen digrinding agar mendapatkan area yang rata dan bersih dengan ukuran sekitar 1 hingga 2 cm saja. Kemudian, sampel yang disiapkan diletakkan pada spark stand pada instrumen Spark-OES. Jenis Material Logam yang biasa diuji menggunakan sistem ini adalah logam Ferrous base seperti Pig Iron, Low Allow Steel, Stainless Steel, Tools Stell dan lain2. OES juga bisa melakukan pengujian pada logam non Ferrous base seperti Alumunium, Nickel Alloy, Copper Alloy, Zinc Alloy, Titanium Alloy, Magnesium Alloy, logam Timah Putih, logam Timah Hitam dan Cobalt Alloy.

3. XRF

XRF - Indonesia

X-ray fluorescence spectroscopy (XRF) adalah sebuah teknik yang biasa digunakan untuk menganalisis secara langsung sampel logam pada, scrap logam, logam mulia hingga banyak bahan-bahan lainnya. XRF merupakan teknik yang cepat dan tidak bisa merusak permukaan sampel. XRF mesin ada dari jenis yang handheld dan ada yang dipakai di dalam laboratory. Dikarenakan ada jenis yang portable dan handheld, maka dari itu, salah satu jenis quantitative chemical analysis dalam uji kompetensi kimia ini sering diimplementasikan di lapangan dan digunakan untuk mengontrol kualitas industri.

4. ICP-OES

Inductively coupled plasma optical emission spectroscopy (ICP-OES) merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis konsentrasi elemen logam pada sampel padat dan cair. ICP-OES juga menggunakan prinsip-prinsip emisi optik dari atom yang keluar untuk menentukan konsentrasi dari unsur yang ada.

5. Combustion Methods

Pembakaran pada suhu tinggi dilakukan untuk menentukan kandungan karbon serta sulfur dalam berbagai bahan, baik organik maupun anorganik. Sampel ditimbang dengan akurat dan diletakkan pada wadah keramik atau tempat pembakaran. Biasanya, digunakan juga bersama dengan akselerator pembakaran.

6. IG

Inert gas fusion merupakan salah satu teknik analisis kuantitatif untuk menentukan konsentrasi nitrogen, oksigen, serta hidrogen dalam bahan besi dan nonferrous. Sampel ditimbang dengan akurat dan diletakkan dalam wadah grafit murni dalam tungku fusi dengan atmosfer gas inert.

Perbandingan OES dan XRF untuk Analisis Positive Material Identification (PMI)

Dalam melakukan analisis PMI, ada dua jenis metode umum yang biasa digunakan, yakni analisis menggunakan OES dan analisis menggunakan XRF. Berikut ini adalah beberapa perbedaan yang antara kedua metode analisis PMI tersebut:

  • Analisis menggunakan OES meninggalkan bekas pada analisis yang dilakukan sedangkan analisis menggunakan XRF sepenuhnya non-destruktif.
  • OES membutuhkan sampel yang bersih, rata, dan homogen sedangkan XRF membutuhkan persiapan sampel yang setidaknya memiliki permukaan yang bersih saja.
  • OES bisa menganalisa Carbon dalam Logam sedangkan Handheld XRF pada umumnya tidak dapat menganalisa unsur tersebut dikarenakan nature dari tekninya
  • OES memiliki berat lebih dari 15 kg, sedangkan handheld XRF memiliki berat total kurang dari 2 kg.
  • OES membutuhkan tenaga listrik sedangkan Handheld XRF bisa menggunakan batere disini portability lebih unggul dibandingkan dengan OES

Solusi dari Hitachi untuk Analisis PMI

Sebagai solusi untuk analisis PMI, Hitachi menawarkan beragam rangkaian lengkap alat analisis dari OES, XRF maupun LIBS. Hitachi menawarkan banyak rangkaian alat yang bisa digunakan pada lingkungan apa saja. Tidak hanya itu, inspeksi yang dilakukan bisa dilakukan dengan waktu yang singkat dan tepat. Peralatan yang ada di sini memiliki kualitas yang tahan lama dan berefisiensi tinggi.

Sekilas tentang Hitachi – Hi-Tech Analytical Science Division

Hitachi Hi-Tech

Hitachi – Hi-Tech Analytical Science Division memiliki fokus pada solusi analisis teknologi tinggi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan sektor industri yang terus berkembang pesat. Adanya Hitachi – Hi-Tech Analytical Science Division membantu dalam menekan biaya pengeluaran, mengurangsi risiko kerja, dan mampu meningkatkan efisiensi produksi.

Adanya berbagai instrumen pengujian lapang yang memiliki performa kuat dan kinerja tinggi mampu menghasilkan analisis bahan serta pelapis yang meningkatkan mutu dari semua siklus hidup produksi. Mulai dari eksplorasi bahan baku hingga inspeksi yang masuk, produksi dan kontrol kualitas, hingga daur ulang.

Kategori
Artikel

Cara Solusi Alat Pengujian Kekerasan Logam!

Saat ini, ada banyak industri menggunakan alat uji kekerasan, khususnya untuk menguji kekerasan logam. Ada banyak sekali jenis peralatan untuk menguji kekerasan logam. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang kekerasan logam serta peralatan uji kekerasan logam apa yang perlu digunakan agar produktivitas kerja semakin meningkat.

Apa itu kekerasan logam?

Kekerasan logam adalah ketahanan sebuah material terhadap deformasi pada wilayah lokal serta permukaan material. Pada dasarnya, uji kekerasan logam memiliki tujuan untuk mengukur ketahanan dari sebuah bahan atau sebuah logam terhadap deformasi plastis.

Prinsip pengukuran yang diadopsi pada kekerasan logam adalah pemberian gaya tekan dengan menggunakan sebuah indentor pada permukaan bahan maupun logam. Setelah itu, luas atau diameter, atau dimensi dari jejak indentasi atau penekanan dilakukan pengukuran.

Pada umumnya, alat tekan atau indentor yang digunakan pada uji kekerasan logam memiliki bentuk piramida, bola, atau kerucut. Nilai kekerasannya juga dihitung dari jejak indentasi menggunakan formula tertentu berdasarkan pada cara mengujinya.

Jenis kekerasan logam

Uji Kekerasan Logam

Kekerasan logam sendiri memiliki beragam jenis. Masing-masing jenis memiliki indentor yang berbeda satu sama lain. Berikut ini adalah beberapa jenis kekerasan logam yang biasa ditemui:

1. Vickers

Uji kekerasan Vickers adalah sebuah uji kekerasan logam yang menggunakan indentor berbentuk piramida intan. Indentor tersebut memiliki bentuk dasar berupa bujur sangkar yang besar sudutnya 136 derajat pada kedua sisi yang saling berhadapan. Jejak indentasi yang diproduksi oleh indentor Vickers jauh lebih jelas daripada jejak indentor yang dihasilkan oleh metode Brinell.

Kelebihan yang dimiliki oleh metode kekerasan Vickers ini lebih sering dipakai dalam dunia penelitian dan pendidikan. Penggunaan metode ini sangat luas, mulai dari logam yang mempunyai nilai Vickers rendah 5 HV pada logam lunak hingga logam bernilai Vicker tinggi 1500 HV pada logam keras.

2. Rockwell

Uji kekerasan Rockwell menggunakan indentor berbentuk bola baja keras atau indentor berbentuk kerucut intan. Beban atau gaya yang diaplikasikan untuk penekan sangat bervariasi dan bergantung pada logam yang diuji. Nilai kekerasan tersebut mengacu pada kedalaman indentasi yang sedang terjadi.

Nilai kekerasan uji kekerasan metode Rockwell sendiri dibagi dalam skala kekerasan, salah satunya adalah kekerasan Rockwell skala C (HRC) dan kekerasan Rockwell skala B (HRB). Kekerasan Rockwell skala B dipakai dalam bahan atau logam yang lunak. Sementara itu, kekerasan Rockwell skala C dipakai dalam logam yang keras. Masih banyak lagi skala Rockwell yang ada dan dapat diuji oleh Rockwell Hardness Tester dari Future-Tech yang terbaru FR-X series.

3. Knoop

Uji kekerasan Knoop adalah sebuah metode untuk mengidentifikasi nilai kekerasan bahan dengan menggunakan indentor yang memiliki bentuk piramida. Indentor Knoop mempunyai panjang diagonal yang berbeda pada diagonal satu dan diagonal lainnya.

Perbedaan panjang diagonal tersebut sangat ekstrem. Pasalnya, diagonal yang lebih panjang dipakai untuk menentukan nilai kekerasan Knoop atau HK. Biasanya, indentor piramida tersebut berbahan dari intan. Indentor itu sendiri dipakai dengan cara menekan benda uji hingga terbentuklah sebuah indentasi atau lekukan.

Solusi Future-Tech untuk Micro Vicker – FM Series

Future-Tech menyajikan berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk kegiatan uji kekerasan logam. Hal ini bisa dilihat dari adanya Micro Vicker – FM Series yang memiliki berbagai macam jenis dan fitur yang berbeda-beda. Dengan spesialisasinya pada produksi mesin uji kekerasan logam, Future-Tech mampu menjadi perusahaan yang berkembang pesat dalam pembuatan mesin di sektor industri.

Fitur dan Manfaat dari FM Series

Uji Kekerasan Logam dengan Future-Tech

FM Series memiliki beberapa fitur dan manfaat. Berikut ini adalah beberapa fitur serta manfaat dari FM Series yang dimilikinya:

  • Dilengkapi dengan output port USB.
  • Dilengkapi dengan fungsi offset silinder dan fungsi perhitungan ketebalan spesimen.
  • Dilengkapi dengan panel layar sentuh LCD berwarna yang terintegrasi dengan PC serta memiliki prosedur, kondisi dan data pengukuran yang ditampilkan secara jelas.
  • Dilengkapi dengan pengujian Brinell yang memiliki beban ringan yang sebagai fungsi standar.
  • Dilengkapi dengan pengujian toughness fracture yang mampu mengukur nilai Kc, nilai Micro Vickers, dan Knoop sehingga sangat efektif untuk dilakukan evaluasi kualitas pada material baru.
  • Tampilan yang jelas dan pengukuran yang mudah dilakukan
  • Bisa memilih berbagai jenis beban uji serta banyaknya muatan dan kombinasi muatan sendiri.
  • Memiliki empat lensa objek yang memungkinkan untuk melakukan pengamatan area spesimen luas.
  • Berbagai macam pembesaran mudah dan tersedia memutar tujuan ke posisi yang benar.
  • Penempatan lekukan dan bacaan lebih akurat serta dapat diulang dengan pilihan tujuan yang tepat.
  • Memiliki dua indentor untuk pengukuran HV/HK bisa dilakukan secara bersamaan yang memungkinkan untuk dilakukan tes Vickers dan Knoop tanpa perlu mengganti indentornya.

Sekilas tentang Future-Tech Corp

Future-Tech Corp merupakan sebuah perusahaan asal Jepang yang memiliki keahlian dalam menyediakan peralatan manufaktur yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan industri. Future-Tech Corp menyediakan berbagai peralatan yang bisa digunakan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, kalibrasi dan perawatan, laboratorium, dan mesin-mesin lainnya. Tidak hanya itu, semua peralatan yang dijual telah banyak tersebar dan digunakan pada beberapa perusahaan besar baik di tingkat lokal maupun internasional.

Kategori
Artikel

Macam-Macam Alat Praktek Kimia

Konsep yang kompleks dan abstrak dalam ilmu kimia menjadikan siswa beranggapan bahwa pelajaran kimia merupakan pelajaran yang sulit. Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan komposisi materi (yang tersusun oleh senyawa-senyawa) serta perubahannya, bagaimana senyawa-senyawa itu bereaksi/ berkombinasi membentuk senyawa lain. Makanan, minuman, udara, pakaian, kendaraan, tubuh kita, benda-benda langit yang jauh dari kita tersusun oleh senyawa kimia.  Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kimia, karena hampir setiap perubahan materi melibatkan proses kimia, proses pencernaan makanan, pembusukan sampah, penuaan kulit, perkaratan besi, pembakaran bensin, kebakaran hutan, pelapukan batuan, pembentukan bintang, pembuatan plastik, pembuatan sabun dan pembuatan obat adalah contoh-contoh proses kimia. Sehingga menjadikan siswa sulit untuk memahami yang muncul dari karakteristik materi pelajaran kimia itu sendiri yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak.

Oleh karena itu , hal yang harus dilakukan guru mengatasi kesulitan-kesulitan belajar kimia menggunakan alat peraga untuk membantu menjelaskan tentang materi dikelas secara pararel antara teori dengan percobaan. Hal ini akan menyebabkan para siswa dapat memahami materi kimia lebih dalam. Biasanya ada beberapa contoh alat peraga kimia SMA yang sering dipakai di dalam kelas.

Alat Peraga Percobaan Kimia

Alat peraga percobaan kimia dari kurikulum pelajaran di SMA hingga Universitas dapat dikelompokkan menjadi beberapa bidang yaitu kimia organik, kimia an-organik, kimia analitik, kimia fisika, kimia Teknik, dan biokimia.

Kimia an-organik

Kimia an-organik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anoragnaik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik.

Alat peraga yang umum digunakan pada percobaan kimia an-organik adalah property material, reaksi kimia dan stoikiometri, serta senyawa air, udara, dan gas, dan sifat-sifat metal dan non-metal, dan larutan asam,basa,garam.

Pada percobaan property material seperti menentukan massa molaritas dan keadaan serta struktur materi. Pada percobaan reaksi kimia dan stoikiometri seperti hokum kekelan massa, hokum perbandingan tetap, dan hokum perbandingan berganda. Pada percobaan senyawa air seperti dekomposisi air, sintesis air, serta sifat-sifat air. Sedangkan pada udara dan gas lainnya, yaitu tentang komponen udara, produksi gas, reaksi dengan gas.

Kimia organik

Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen, dan belerang.

Alat peraga yang umum digunakan pada percobaan kimia organik adalah senyawa organik, reaksi pada kimia organik, petrokimia, sertai sintesis dan pemurnian senyawa organik.

Kimia analitik

Kimia Analitik merupakan cabang ilmu Kimia yang mempelajari prinsip identifikasi, separasi dan kuantifikasi senyawa-senyawa kimia melalui pengembangan metode, teknik, dan instrumentasi yang dikaji secara fundamental dan aplikasinya.

Alat peraga yang umum digunakan pada percobaan kimia analitik adalah menentukan sifat wujud gas, cair, dan padatan, kromatografi, metode analisis optik, struktur analisis, analisis kuantitatif, dan penerapan analitik.

Kimia Fisik

Kimia fisik adalah ilmu yang mempelajari fenomena makroskopik, mikroskopik, atom, subatom dan partikel dalam sistem dan proses kimia berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep fisika.

Alat peraga yang umum digunakan pada percobaan kimia fisik adalah kinetic reaksi, kesetimbangan kimia, termokimia, dan elektrokimia. Kinetik reaksi seperti katalis, ordo reaksi, dan laju reaksi.

Kimia Teknik

Teknik kimia adalah cabang ilmu Teknik atau rekayasa yang mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik

Alat peraga yang umum digunakan pada percobaan kimia Teknik adalah proses skala industry, produk dari bahan kimia, kimia dan lingkungan, proses transportasi dan produk yang terbuat dari bahan baku terbarukan.

Biokimia

Biokimia adalah kimia makhluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Lihat artikel biologi molekular untuk diagram dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi molekular, dan genetika.

Alat peraga yang umum digunakan pada percobaan biokimia adalah bioteknologi dan building blocks of life.Bioteknologi pada biokimia seperti proses bioteknologi, dan produk bioteknologi. Sedangkan building blocks of life seperti karbohidrat, asam amino, proteins, lemak dan minyak.

Formulir Pendaftaran Acara

Macam-Macam Alat Praktek Kimia

Isi formulir ini untuk acara DYNATECH.