Categories
Articles

Tips Melakukan Perhitungan Alat Uji Tarik

Uji tarik adalah suatu pengujian untuk mengetahui sifat bahan. Dengan menarik bahan yang diuji, maka bahan tersebut akan bereaksi terhadap tenaga tarikan dan seberapa besar kekuatan material tersebut. Alat uji untuk melakukan uji tarik ini harus memiliki cengkraman yang kuat dan kekuatan yang tinggi.

Dalam melakukan uji tarik ini kita akan menarik bahan sampai kondisinya berubah. Dari hal itu kita akan mendapatkan profil tarikan yang lengkap. Yaitu hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang.

Dalam uji tarik ini, menggunakan hukum Hook, yaitu hubungan antara beban ata gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang bahan tersebut yang disebut daerah linier. Kemudian pertambahan panjang yang berbanding dengan beban mengikuti aturan Hooke, yaitu rasio tegangan dan regangan adalah konstan.

Dari rumusan yang diperoleh tersebut maka Anda bisa melakukan perhitungan uji tarik dengan sebuah rumus,

Stress (Tegangan Mekanis):  σ = F/A  , F = gaya tarikan, A = luas penampang

Strain (Regangan):  ε = ΔL/L , ΔL = Pertambahan panjang, L = Panjang awal

Baca juga: Mengenal Alat Uji Tarik Untuk Berbagai Kebutuhan Test

Maka, hubungan antara stress dan strain dirumuskan:

E  =  σ/ε

Namun demikian, adanya rumusan tersebut tentunya akan sangat menyulitkan Anda dalam melakukan perhitungan uji tarik. Karena membutuhkan beragam alat yang tidak bisa membuat waktu Anda semakin terbuang percuma dalam melakukan uji tarik.

Sekarang ini dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah tersedia alat uji tarik yang mudah untuk digunakan. Sehingga Anda tidak perlu kesulitan dalam melakukan perhitungan uji tarik.

Perhitungan uji tarik akan secara otomatis dilakukan oleh alat tersebut yang kini telah disingkronkan dengan berbagai teknologi digital. Dengan alat uji tarik ini Anda bisa dengan mudah menemukan hasil analisanya dalam sebuah monitor komputer yang terhubung dengan alat uji tarik tersebut.

Dynatech hadir di tengah-tengah Anda untuk membantu Anda menemukan alat uji tarik terbaik dengan bahan dan kualitas yang tinggi. Dengan spesifikasi yang mumpuni membuat Anda tidak perlu kesulitan dalam melakukan perhitungan uji tarik.

Apalagi Dynatech sangat memahami bagaimana kebutuhan industri dan berbagai macam kebutuhan lainnya mengenai kekuatan material yang harus bisa dihitung. Dengan hasil perhitungan uji tarik tersebut Anda akan mendapatkan nilai yang sangat valid dari perhitungan uji tarik alat uji tarik yang direkomendasikan kepada Anda.

Categories
Articles

Keunggulan Alat Ukur CMM yang Tidak Dimiliki Alat Sejenis Lainnya

Berbicara alat yang berfungsi untuk menempatkan sesuai dengan koordinat, tentu kita akan kembali mengingat Coordinate Measuring Machine (CMM). Alat ini mampu mnghasilkan akurasi yang tinggi berdasarkan pemantulan cahaya. Ukuran merupakan hal yang sangat penting dalam membuat suatu produk. Kesalahan dalam mengukur dapat menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan standard yang diinginkan.

Salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur ruang dengan dimensi pajang, lebar, dan tinggi adalah CMM (Coordinate Measuring Machine). Alat ukur CMM mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan alat ukur manual lainnya, seperti penggunaan air pad bearing (bantalan air) pada alat ukur CMM mampu menghasilkan gerakan yang lebih halus. Selain itu, alat ukur CMM ini mempunyai kecepatan yang sangat tinggi sehingga juga memiliki tingkat akurasi dan efisiensi yang tinggi. Hal ini dapat mengurangi kesalahan dalam pengukuran.

Alat ukur ini dapat digunakan untuk mengukur bagian yang lebih besar bila dibandingkan dengan alat ukur lainnya. Selain itu, alat ini juga mampu menentukan koordinat benda manapun dengan mudah. Penggunaan alat ukur ini juga mampu mengurangi resiko kemacetan yang sering ditimbulkan oleh alat ukur lainnya. Prinsip kerja dari alat ukur CMM juga tidak dipengaruhi oleh kondisi temperatur dari tempat proses pengukuran dilakukan. Pada beberapa alat ukur CMM juga dilengkapi dengan air damper yang berfungsi untuk mengurangi efek getaran pada lingkungan sekitar CMM.

Software pada alat ukur CMM mampu mengolah data yang diterima secara cepat dan dapat langsung dicetak. Dalam proses penyettingan alat ini dapat dilakukan secara singkat sehingga lebih menghemat waktu pengerjaan. Alat ini bersifat portable atau dapat didisetting didalam laboratorium ukur maupun untuk produksi.

Selain kelebihan, alat ukur CMM juga mempunyai beberapa kekurangan, seperti harganya yang cukup mahal. Hal ini karena adanya komponen utama yang terdiri dari alat-alat yang canggih serta adanya software yang dibutuhkan. Alat ini juga tidak dapat dioperasikan oleh sembarang orang. Untuk mengoperasikan alat ini, seorang teknisi harus menjalani kursus yang disesuaikan dengan produk yang ingin di buat. Setelah lulus, mereka akan mendapatkan sertifikasi dan setelah itu baru di izinkan untuk mengoperasikan CMM di dalam industri.

Sebelum digunakan, alat ini perlu diprogram terlebih dahulu dan pada beberapa program dibutuhkan tambahan card pada komputer yang akan digunakan. Adanya komputer yang digunakan pada alat ukur ini menyebabkan alat ini membutuhkan daya yang besar sehingga tidak dapat digunakan pada keadaan tidak ada listrik. CMM yang akan digunakan untuk mengukur harus mempunyai kapasitas yang memadai agar sesuai dengan ukuran benda-benda yang dibutuhkan pengguna dalam proses pengukuran. Hal ini dapat mempengaruhi presisi hasil dari pengukuran CMM.

Categories
Articles

Mengenal Alat Uji Tarik Untuk Berbagai Kebutuhan Test

Setiap material yang ada di alam semesta ini memiliki ambang getas. Ambang getas adalah titik di mana ikatan antar molekul atom nya patah/putus akibat adanya gaya yang diberikan. Biasanya sebuah ikatan atom akan getas atau putus apabila di berikan gaya secara terus menerus, sebagai contoh kawat besi yang terus menerus kita bengkokan akan mengalami fatigue (kelelahan) pada bidang yang di bengkokan, semakin lama kita membengkokan area yang sudah lelah tersebut, maka akan patah pada titik yang sama.

Hal ini berlaku untuk semua materi, tak terkecuali bahan serat kain, hingga kulit manusia sekalipun. Untuk mengetahui daya getas dan titik lelah, para peneliti menggunakan sebuah alat yang di sebut sebagai Tensile Strength Tester atau Alat Uji Tarik.

Tujuan Melakukan Uji Tarik

Sebuah proses pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui tingkat gaya maksimal yang bisa di bebankan kepada sebuah material. Sebagai contoh adalah kain parasut yang terbuat dari serat nilon. Pengujian di lakukan untuk mengetahui ambang getas ketika harus bergesekan dengan udara yang bertekanan tinggi atau ketika tersangkut di sebuah ranting, ambang getas maksimal beban yang bisa di bawa oleh parasut dengan standar kecepatan jatuh mengikuti gaya grafitasi dan sebagainya.

Selain itu, uji tarik juga di gunakan untuk mengetahui sifat fisik sebuah bahan polymer yang di campurkan, dan mengetahui efektifitasnya manakala di campurkan satu sama lain. Sebagai contoh, polyethylene adalah bahan pembuatan plastik, karena sifat fisiknya ethyelene mudah sobek ketika terkena panas, maka di campurkan dengan bahan plastic additives seperti Propylene untuk meningkatkan kekuatan rantai karbonnya. Menjadikan campuran bahan ini lebih tahan panas ketika di bentuk menjadi botol minum dan sebagainya.

Proses Mempersiapkan Sampel Untuk Di Uji

Untuk melakukan pengujian, sampel yang akan di uji akan di potong mengikuti ukuran sampel standar 1×5 cm atau sesuai kebutuhan. Dimensi ini merupakan acuan ketika sampel di letakan di dalam alat tarik, dimana gaya getas akan di hitung mengikuti luas materi per cm2.

Sampel yang sudah di sesuaikan ukurannya kemudian di tarik sesuai dengan gaya yang di kehendaki. Mulai dari proses penarikan hingga proses putus, nilai modulus elastisitas bahan akan muncul sebagai bentuk grafik. Dan nilai ini yang kemudian menjadi acuan terhadap gaya getas sebuah materi per centimeter2nya.

Hasil pengujian tersebut kemudian di serahkan kepada pihak yang membutuhkan, yang nantikan akan di manfaatkan dalam berbagai proses pembuatan sebuah produk.

 

Informasi Lainnya

Fungsi Mikroskop Cahaya Lengkap Dengan Pengaplikasiannya
 
Uji Kadar Emas Dengan Hitachi XMET 8000 Portable XRF
 
Categories
Articles

Tips Menggunakan Mikroskop Digital

Mikroskop merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memeperhatikan benda-benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Dalam penerapannya, mikroskop mampu melihat benda-benda dengan perbesaran hingga puluhan atau ratusan kali.

Mikroskop digital merupakan buah dari perkembangan ilmu teknologi yang semakin canggih. Di mana mikroskop digital ini terdiri dari mikroskop biasa dengan kamera digital yang dibangung ke dalam mikroskop biasa. Gambar akan terlihat melalui mikroskop bisa diproyeksikan ke monitor dan dapat disimpan di file komputer. Sebuah mikroskop digital sangat cocok untuk dunia pendidikan karena memungkinkan bisa menganalisa spesimen dengan lebih jelas dan ditunjukkan dengan lebih mudah.

Mikroskop digital adalah variasi dari mikroskop optik tradisional yang menggunakan optik dan charge coupled device (CCD) kamera ke output gambar digital yang disambungkan ke monitor, atau dengan menggunakan sebuah software yang berjalan pada komputer. Perbedaannya dengan mikroskop tradisional adalah proyeksi gambar pada lensa disambungkan pada kamera CCD tersebut. Seluruh sistem tersebut dirancang untuk gambar monitor.

  1. Letakkan mikroskop digital di tempat yang datar dan kuat.
  2. Nyalakan komputer dan menyambungkan USB dari mikroskop ke PC.
  3. Pasang lampu LED dan sambungkan ke listrik.
  4. Nyalakan lampu LED dan atur sesuai dengan kebutuhan. Letakkan preparat ke meja preparat. Kemudian objek diletakkan di sinar yang masuk. Dan pilih lensa obyektif empat kali lebih dulu.
  5. Jalankan software aplikasi mikroskop digital.
  6. Putar fokus kasar hingga gambar yang muncul pada monitar fokus.
  7. Gambar ataupun video yang terekam pada kamera dan terlihat di dalam monitor bisa Anda simpan di tombol simpat.

Mikroskop digital mempunyai fitur yang sangat canggih. Seperti video streaming yang mampu mengamati objek dan menghasilkan citra digital secara realtime. Capturing, yang mampu menangkap gambar yang diamati sesuai dengan citra digital yang terlihat di monitor. Tangkapan gambar tersebut kemudian bisa disimpan dalam file digital berbentuk JPEG  dengan beragam resolusi. Video recording, yang mampu merekam citra digital yang terlihat di monitor dalam rentang waktu yang diinginkan. Rekaman video tersebut bisa Anda simpan sebagai file video.

Dengan berbagai macam kelebihan tersebut tentunya Anda akan lebih mudah menggunakan alat mikroskop digital. Untuk mendapatkan kebutuhan mikroskop digital ini, Anda bisa mendapatkannya di sini.

Categories
Events

APAC Advance User Training on Bruker FT-NIR Spectroscopy

Your invitation for
APAC Advance User
Training on Bruker FT-NIR
Spectroscopy

Date: Tuesday 28th August – Thursday 30th August 2018

Time: 08:30h – 17:00h

Location: Doubletree by Hilton Jakarta – Diponegoro

Instructors:

Dr. Mui Saranwong

(Applied Spectroscopy Business

Development Manager S.E.A/Japan)

Mr. Joerg Hauser

(International Sales Support and Global

Dairy Manager)

Register soon to
secure limited seat at:
https://www.bruker.com/events/2018/optics/apac-advance-user-nir.html

This training is intended for users with more than
two years of experience on NIR spectroscopy.
No registration fee.

Availability:
Maximum 30 seats due to room limitation

Next events:
NIR Advance User Training (Japan): Nov 13-15, 2018
NIR Advance User Training (Kuala Lumpur): Q2/2019

For more information please contact
Dr. Sirinnapa (Mui) Saranwong
Applied Spectroscopy Business Development Manager
SEA/Japan
E-mail: Mui.Saranwong@bruker.com
Mobile: 8210-5419-3973

Click here  for more detail schedule

Categories
Events Articles

APAC Basic User Training on Bruker FT-NIR Spectroscopy

Your invitation for
APAC Basic User Training
on Bruker FT-NIR Spectroscopy

Date             : Monday, 27 th August 2018
Time             : 08.00h – 15.30h
Location        : Mercure Hotel Jakarta Cikini
Instructors     : – Sapriyanto Ginting (Sales Manager PT. Dynatech)
– Dona Dirza (Application Support NIR)

For more information & Register please
contact
Arif Kurniawan
Email : arif@dynatech-int.com
Phone : 021-5859365
0811-812970

Click here for more detail schedule

Categories
Articles

Sejarah Penemuan Mikroskop

Begini Ternyata Mikroskop Pertama Kali Ditemukan

Mikroskop ternyata sudah mulai digunakan sejak dari 400 tahun yang lalu. Tepatnya pada kisaran 1590 seorang yang bekerja untuk membuat dan memperbaiki kacamata membuat mikroskop untuk pertama kalinya. Dia dibantu oleh asistennya bernama Hans Jansen. Kedua orang ini berhasil membuat mikroskop yang bisa memperbesar obyek hingga 150 kali.

Temuan dari kedua orang tersebut membuat ilmuwan terkenal, Galileo Galilei turut andil membuat mikroskop. Hingga pada 1609 dia mampu menyelesaikan mikroskopnya dan mengklaim dirinyalah penemu dari mikroskop. Mikroskop miliknya ini diberi nama Mikroskp Galileo. Temuan Galileo ini menggunakan sebuah lensa optik yang ternyata mempunyai batasan pembesaran. Hal ini karena mikroskop Galileo mempunyai limit difraksi cahaya yang hanya mencapai 200 nanometer. Sehingga mikroskop ini tidak mampu digunakan untuk mengamati benda di bawah 200 nanometer.

sejarah penemuan mikroskop

Kemudian ada seorang bernama Antony Van Leeuwenhoek dari Belanda. Sebenarnya dia adalah seorang wine tester atau seorang penilai citarasa wine. Namun ketertarikannya dalam mengamati serat-serat kain alas botol wine membuatnya terus mengembangkan mikroskop. Sehingga dia berhasil membuat mikroskop dengan perbesaran hingga 300 kali.
Leeuwenhoek juga mengamati dan melakukan riset lainnya di dalam labnya sendiri. Dia mulai mempelajari bagaimana cara menggunakan mikroskop lab miliknya tersebut dengan meneliti beberapa obyek, seperti air sungai, air hujan, ludah, hingga feses. Pengamatannya tersebut dicatat dan dia mengirim surat ke British Royal Society. Salah satu surat pada 7 September 1674 mengatakan bahwa ada hewan terkecil yang sekarang dikenal sebagai protozoa. Antara 1693 hingga 1723 dia menulis lebih dari 300 surat. Dari penelitian inilah kemudian berkembang ilmu mikrobiologi.

Mikroskop milik Leeuwenhook ini masih terdapat kekurangan pada lensa cembung. Cara menggunakan mikroskop lab milik Leeuwenhook ini juga tidak sesimpel seperti yang Anda temui hari ini. Sehingga berbagai peneliti lainnya melakukan perkembangan dengan menambah lensa pendukung yang sekarang dikenal dengan lensa obyektif. Mikroskop terus mengalami perkembangan, seperti ada penambahan cermin sebagai sumber pencahayaan, kondensor, dan sebagainya. Hingga mikroskop modern mampu memperbesar obyek hingga 1.000 kali. Pada 1920 saat ditemukan adanya elektron, hingga pada 1932 berkembanglah mikroskop elektron yang bisa memperbesar ukuran benda hingga dua juta kali lipat. Anda pun kini bisa memahami dengan mudah bagaimana cara menggunakan mikroskop lab, tidak seperti dulu lagi dengan berbagai macam kekurangan.

Itulah bagaimana sejarah perkembangan mikroskop pada saat awal-awal perkembangannya. Kini, siapapun tidak akan kesulitan bagaimana cara menggunakan mikroskop lab. Berbagai macam bidang menggunakan mikroskop sebagai alat bantu penelitian. Mulai dari media pembelajaran di sekolah, penelitian mikrobiologi, hingga kesehatan. Seperti berbagai macam mikroskop yang Anda kenal di berbagai lab tentu saja merupakan bentuk dari mikroskop modern. Cara menggunakan mikroskop lab sangat mudah. Karena memang cara menggunakan mikroskop lab ini disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Dynatech menyediakan berbagai macam mikroskop untuk berbagai kebutuhan tersebut. Teknologi dan kualitas bahan yang sangat baik akan membuat Anda lebih mudah bagaimana cara menggunakan mikroskop lab.

Categories
Articles

Yuk Ketahui Jenis Jenis Mikroskop Untuk Penelitian

Melakukan pengamatan dengan mikroskop merupakan sebuah aktivitas yang menyenangkan. Karena kita bisa melihat berbagai macam bentuk mikroskopik yang jarang bisa di temukan secara kasat mata. Namun tidak semua mikroskop dapat melihat dengan jelas objek penelitian, terdapat berbagai macam bentuk mikroskop yang ada.

Berbagai jenis mikroskop dengan berbagai macam fungsinya

Dalam melakukan pengamatan di laboratorium, tentu objek yang diamati terkadang memiliki berbagai macam karakteristik. Sehingga dibutuhkan lebih dari satu alat yang berbeda-beda agar menampilkan hasil penelitian yang valid. Terutama dalam melakukan pengamatan benda-benda berukuran mikro.

Alat yang biasa digunakan untuk mengamati benda berukuran mikro ini dikenal dengan mikroskop. Pengertian mikroskop secara garis besar adalah digunakan untuk mengamati benda-benda kecil, salah satunya sel hidup agar bisa mendapatkan tampilan gambar yang baik dan lebih fokus.

Mungkin sebagian besar orang hanya tahu satu jenis mikroskop saja. Namun sebenarnya, ada berbagai macam jenis mikroskop. Banyaknya jenis mikroskop ini memiliki kegunaan yang berbeda-beda.

Walau berbeda-beda, tetap saja dengan perkembangan teknologi yang ada membuat mikroskop menjadi semakin canggih dengan berbagai macam keunggulan dan fitur. Artinya kemampuan mikroskop semakin bisa mengamati objek dengan perbesaran hingga ratusan ribu kali, sehingga objek mikroskopis yang diamati akan terlihat semakin jelas dan detail. Lebih canggih, maka lebih baik pula.

Berbagai jenis mikroskop yang ada memang memiliki berbagai macam fungsi juga. Namun di bawah ini, ada penjelasan mengenai jenis mikroskop yang dibagi berdasarkan lensa, sumber cahaya, dan fungsinya. Agar bisa mengetahui apa saja mikroskop yang ada, berikut penjelasan lengkapnya.

 Baca Juga: Bagaimana Menggunakan Mikroskop Dengan Baik

Jenis-jenis mikroskop berdasarkan lensa

Untuk bagian pertama, pembahasannya adalah jenis-jenis mikroskop yang dikategorikan berdasarkan lensa. Memang pada dasarnya, mikroskop bisa dikelompokan berdasarkan jumlah lensa yang digunakan. Namun, akan lebih baik jika kita mengenal bagian-bagian dari sebuah mikroskop terlebih dahulu.

Lensa Objektif

Lensa objektif berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan benda atau objek yang akan diamati.

Lensa Okuler

Lensa okuler pada mikroskop adalah lensa yang lterletak dekat dengan mata pengamat.

Revolver

Revolver berfungsi untuk mengganti perbesaran lensa objektif.

Diafragma

Diafragma berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk menuju kondensor

Kondensor

Memiliki fungsi untuk mengumpulkan dan mengarahkan cahaya dari cermin menuju ke preparat.

Makrometer dan Mikrometer

Makrometer berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan badan mikroskop dengan cepat atau lambat.

Lengan Mikroskop

Lengan mikroskop berfungsi sebagai tempat untuk memegang mikroskop ketika memindahkan mikroskop.

Cermin

Cermin berfungsi untuk memantulkan sumber cahaya menuju kondensor.

Meja Benda

Sebagai tempat untuk meletakkan preparat yang akan diamati.

Penjepit

Penjepit berfungsi untuk menjepit preparat agar tidak bergeser ketika sedang dilakukan pengamatan.

Kaki Mikroskop

Bagian ini berfungsi untuk menyangga mikroskop.

Dari berbagai macam jumlah lensa untuk penelitian, secara umum, mikroskop dikelompokkan menjadi 2 jenis dengan penambahan satu mikroskop dengan lensa yang beragam, yaitu:

Untuk bagian pertama, pembahasannya adalah jenis-jenis mikroskop yang dikategorikan berdasarkan lensa. Memang pada dasarnya, mikroskop bisa dikelompokan berdasarkan jumlah lensa yang digunakan. Dari berbagai macam jumlah lensa untuk penelitian, secara umum, mikroskop dikelompokkan menjadi 2 jenis dengan penambahan satu mikroskop dengan lensa yang beragam, yaitu:

Mikroskop monokuler

Mikroskop monokuler adalah jenis mikroskop yang hanya memiliki satu lensa okuler saja. Kegunaan dari lensa okuler ini untuk meningkatkan pembesaran dalam mengamati objek yang sederhana. Namun dengan hanya mampu melihat objek yang sederhana, mikroskop monokuler tidak berguna untuk penelitian yang lebih dalam dan serius. Dengan kondisi ini, maka mikroskop monokuler lebih sering digunakan untuk kegiatan pembelajaran di sekolah.

Mikroskop binokuler

Selain mikroskop monokuler, ada juga mikroskop binokuler. Dengan perbedaan namanya, ada dua lensa pembesar yang dipakai di dalam mikroskop binokuler. Pemakaian dua lensa pembesar membuat mikroskop jenis ini bisa melihat objek mikroskopis yang lebih kecil, seperti bakteri, virus, dan yang lainnya. Untuk penggunaannya, mikroskop binokuler biasa digunakan untuk keperluan media dan penelitian lainnya.

Mikroskop Fluorescence

Untuk versi mikroskop yang memiliki lensa lebih lengkap, maka jawabannya adalah mikroskop fluorescence. Di dalam mikroskop ini, ada lensa monokuler dan juga lensa binokuler. Dengan kondisi sini, mikroskop fluorescence bisa digunakan secara adaptif.

Baca Juga: Mikroskop Trinokuler: Bagian-Bagiannya, Definisi, Serta Cara Kerja

Jenis Mikroskop berdasarkan sumber cahaya

Setelah membahas jenis-jenis mikroskop berdasarkan jumlah lensa yang ada di dalamnya, selanjutnya adalah jenis-jenis mikroskop berdasarkan sumber dari cahaya. Cahaya bisa dari sinar matahari dan juga sinar lampu. Jika ditinjau dari sumber cahayanya, maka terdapat dua jenis mikroskop, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron

Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang hanya bisa bekerja dengan sumber cahaya, karena sesuai namanya, mikroskop ini membutuhkan cahaya yang tepat. Ada tiga jenis lensa yang digunakan, yaitu lensa okuler terletak di dekat mata pengamat, lensa objektif terletak di dekat objek, dan lensa kondensor terletak di bawah meja mikroskop. Yang termasuk mikroskop cahaya.

Baca Juga: Fungsi Mikroskop Cahaya Lengkap

Mikroskop Biological

Sesuai namanya, mikroskop biological cocok digunakan untuk proses melihat hal-hal berbau biologi, sehingga cocok untuk penggunaan di lembaga pendidikan, seperti sekolah, kampus, hingga para profesional. Penggunaan cahaya matahari bisa dipakai untuk mikroskop jenis ini.

Mikroskop Polarizing

Mikroskop polarizing sangatlah berguna untuk industri medis, hingga industri yang lebih spesifik lagi seperti mengidentifikasi berlian, cairan, mineral, hingga melihat masalah keretakan di benda-benda keras seperti metal, gelas, dan material lainnya.

Mikroskop Mettalurgical

Mikroskop mettalurgical digunakan untuk melihat sisi dalam dari objek yang tidak tembus pandang atau tidak memiliki permukaan yang lebih tipis, seperti keramik, mineral, hingga jarum. Untuk bisa melihatnya, dibutuhkan cahaya bantuan, yang disebut juga mettalurgical, yang menyinari objek dengan fokus tersendiri. Dengan begitu cahaya yang digunakan menjadi berguna dalam penelitian. 

Mikroskop Fase Kontras

Mikroskop fase kontras merupakan mikroskop yang menggunakan kondensor khusus untuk membantu membuang cahaya keluar dari fase. Biasa digunakan untuk spesimen tak bercacat seperti mempelajari sel-sel.

Mikroskop Elektron

Selanjutnya, ada mikroskop elektron. Sesuai namanya, mikroskop ini menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya. Dengan penggunaan elektron, mikroskop berfungsi untuk melihat objek dengan memperbesarnya hingga jutaan kali lipat.

Jenis Mikroskop berdasarkan fungsinya

Untuk pembahsan berdasarkan fungsi, mikroskop dapat dikelompokan menjadi 4 jenis, antara lain mikroskop medan terang, mikroskop medan gelap, mikroskop pendar, dan mikroskop ultraviolet.

Mikroskop Medan Terang

Mikroskop medan terang digunakan dengan cara memanfaatkan fokus cahaya yang jatuh kepada objek. Dengan cahaya tersebut, maka benda yang diamati tersebut terlihat lebih terang dibandingkan latar belakangnya. Salah satu kegunanannya bisa membuat objek yang lebih terang sehingga membuat penelitian lebih optimal lagi.

Mikroskop Medan Gelap

Mikroskop medan gelap menggunakan lensa kondensor sebagai lensa khusus yang bisa memantulkan cahaya. Dengan pantulan cahaya yang ada, penampakan objek menjadi lebih terang dan bagian sekelilingnya terlihat lebih gelap.

Mikroskop Pendar

Mikroskop pendar digunakan untuk melihat benda asing yang berukuran mikroskopis seperti bakteri dan virus yang biasanya ada di dalam protein. Untuk cara kerja dari mikroskop pendar, cukup berbeda. Cara penggunaannya adalah meneteskan cairan pendar kepada objek sehingga tercipta sebuah reaksi dari benda tersebut, dengan munculnya warna pendar, sehingga mudah diketahui bentuknya.

Mikroskop Ultraviolet

Mikroskop ultraviolet sebenarnya mirip dengan mikroskop cahaya. Namun sesuai namanya, mikroskop ini menggunakan sinar ultraviolet sebagai sumber cahaya. Penggunaan ultraviolet berguna untuk mendapatkan pembesaran penglihatan yang lebih tinggi karena sinar ultraviolet memiliki gelombang yang pendek.

Mikroskop Digital

Teknologi dalam perancangan mikroskop terus berkembang yang selalu disesuakan untuk fungsinya dalam berbagai industri. Seperti halnya mikroskop digital. Mikroskop digital bisa dikatakan merupakan jenis mikroskop model baru yang dilengkapi dengan kamera digital. Mikroskop jenis ini terhubung dengan kamera yang akan menunjukkan output gambar pengamatan pada monitor atau proyektor. Dengan begitu, hasil pengamatan bisa dilihat atau ditunjukkan oleh orang banyak, seperti tenaga pengajar yang ingin menunjukkan hasil pengamatan preparat kepada siswa.

Baca Juga: Mikroskop Digital: Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagian-Bagiannya

Itulah berbagai jenis mikroskop dengan berbagai macam fungsinya. Penggunaan mikroskop memang penting untuk penelitian dan juga edukasi. Dengan mikroskop, penelitian tersebut bisa berguna untuk masyarakat yang lebih luas lagi.

Informasi Lainnya

Alat Uji Emas Elektronik, Uji kadar Emas Dengan Teknik XRF

Mikroskop Stereo: Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagian-Bagiannya

 
 
Categories
Articles

Tips Menggunakan Mikroskop Yang Baik Dan Benar

Untuk mengamati objek yang berukuran sangat kecil, kita membutuhkan bantuan sebuah alat yang bernama Mikroskop. Alat ini sangat umum ditemukan di laboratorium, terutama lab Biologi. Dengan memahami cara penggunaan yang baik, tentu kita dapat melakukan pengamatan dengan hasil yang memuaskan. Berikut adalah Tips Menggunakan Mikroskop Dengan Baik dan Benar di Laboratorium.

Cara Menggunakan Mikroskop Yang Baik Dan Benar

Mikroskop merupakan salah satu dari alat pengaya yang selalu ada di laboratorium, khususnya laboratorium biologi. Kegunaan alat ini untuk melihat benda-benda yang berukuran kecil atau mikroskopis seperti penampang sebuah mahluk hidup, mikroorganisme atau lainnya. Dengan bantuan alat ini, kita bisa mempelajari dan mengamati berbagai macam mahluk hidup dan mikroorganisme yang ada di bumi guna tujuan edukasi hingga penelitian.

tips menggunakan mikroskop dengan baik dan benar

Karena dapat mengamati benda berukuran kecil, mikroskop tersusun dari beberapa lensa optik dan memiliki bagian-bagian yang sensitif. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan mikroskop lab dengan baik dan benar. Dengan mengetahui cara menggunakan mikroskop, Kita bisa mendapatkan hasil pengamatan yang lebih baik.

Berikut adalah cara menggunakan mikroskop lab yang baik dan benar:

Atur letak mikroskop Anda

Hal pertama yang harus dilakukan agar bisa menggunakan mikroskop dengan baik dan benar adalah dengan meletakkan mikroskop di meja yang mudah dijangkau oleh Anda. Tidak terlalu jauh di tengah meja, atau terlalu di pinggir meja, sehingga Anda akan nyaman ketika melihat melalui lensa mikroskop.

Mengatur pencahayaan mikroskop Anda

Untuk melihat objek yang berukuran sangat kecil, kita membutuhkan cahaya, pengaturan cahaya ini bisa dilakukan dengan mengatur pantulan dari lensa yang berada dibawah mikroskop. Mikoroskop dengan sumber cahaya matahari, bisa Anda letakkan di dekat jendela. Sehingga cahaya matahari bisa cukup menampilkan objek yang kita amati.

Jika tak ada cahaya matahari, kita juga bisa meletakkan lampu dengan jarak sekitar 15 cm dari mikroskop. Mikroskop dengan sumber cahaya lampu di dalam alat, akan lebih mudah bagi kita. karena tidak membutuhkan pengaturan cahaya yang rumit. Cukup dengan menyalakan lampu mikroskop dengan menekan tombol yang tersedia.

Untuk mengatur besar kecilnya cahaya yang masuk ke dalam mikroskop, kita bisa mengatur diafragma. Semakin lebar diafragma, maka semakin banyak cahaya yang masuk, begitu juga sebaliknya.

Mengamati Objek

Untuk mengamati objek, kita membutuhkan kaca preparat atau kaca tipis yang nantinya akan diletakan cuplikan sampel yang hendak diamati. Karena bentuk kaca preparat yagn sangat tipis, perlu berhati-hati dalam memegangnya. Pasang dengan tepat preparat tersebut tepat di atas lubang diafragma, kemudian jepit agar subjek tidak bergeser selama melakukan pengamatan. Setelah itu turunkan tabung hingga berjarak sekitar 1 cm dengan pemutar kasar. Pada tahap ini jangan Anda lakukan dengan mengintai lensa okuler.

Setelah kira-kira 1 cm, intai lensa kemudian atur pemutar halus hingga objek terlihat jelas. Setelah terlihat jelas, perkuat perbesaran objek dengan memutar cakram mikroskop dengan mengarahkan lensa objektif perbesaran, atur kembali pemutar halus untuk mendapatkan pengamatan yang lebih maksimal.

Dengan menggunakan mikroskop yang baik dan benar, kita bisa melakukan pengamatan dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Categories
Events

Lab Indonesia 2018 – Dynatech International

Lab Indonesia is a 3 days event being held from 4th April to the 6th April 2018 at the Jakarta Convention Center in Jakarta, Indonesia. PT. Dynatech International have been participating together with our prestigious partner Bruker AXS and Bruker Optics Division in this respected exhibition.

In Short Bruker is a NASDAQ listed company and has most of their manufacturing facility around the globe, mainly in Germany. Bruker is a manufacturer of scientific instruments for materials research, as well as for industrial and applied testing field. Our booth was located strategically in Singapore Pavillion, booth no G-03 which is in between Hall A and Hall B.

Lab Indonesia is a 3 days event being held from 4th April to the 6th April 2018 at the Jakarta Convention Center in Jakarta, Indonesia. PT. Dynatech International have been participating together with our prestigious partner Bruker AXS and Bruker Optics Division in this respected exhibition.

In Short, Bruker is a NASDAQ listed company and has most of its manufacturing facility around the globe, mainly in Germany. Bruker is a manufacturer of scientific instruments for materials research, as well as for industrial and applied testing field. Our booth was located strategically in Singapore Pavillion, booth no G-03 which is in between Hall A and Hall B.

Dynatech Distributor Alat Laboratorium

Lab Indonesia is one of the leading laboratory exhibitions in Southeast Asia which aims to bring together scientific and analytical laboratory industry elites such as professional chemists, biochemists, microbiologists, analysts, research and development researchers, lab managers and quality control and assurance managers at a networking and resourceful platform.

At our booth, we showcase a few latest updates that is available including the latest product introductions as well as a few niche new applications. Bruker AXS product offering is ranging from X-rays instrumentation like XRD (X-ray Diffraction Spectrometer), EDXRF (Energy Dispersive X-ray Fluorescence Spectrometer), WDXRF (Wavelengeth Dispersive X-Ray Fluorescence Spectrometer),  SAXS (Small Angle X-ray Scattering), and last but not least Single Crystal X-Ray Diffraction.

Those products are being used mainly in high-end scientific research as well as industrial quality testing such as Cement Industry, Mining & Mineral Industry, Automotive & Electronic Industry, and many others.

Other products range that is offered by another division would cover from IR Spectrometer (FTIR), Raman and NIR spectrometer who serve broad range of application in the field of Polymer and Plastic, Pharmaceutical, Automotive and Electronics, Food and Feed, Milk and Dairy, Chemical and Petrochemical, Edible Oil, Education and Research and many others. 

The exhibition that lasted for three days, is filled with crowded visitors from various spectrum of industries. Hundreds of visitors dropped by to our booth to know technological updates as well as the latest invention from Bruker. PT Dynatech International as a distributor for laboratory instruments, scientific as well as industrial testing products in Indonesia will continue to serve a wide range of scientists from different fields as well as quality control laboratories of a broad spectrum of the industry now and in the future.