Kategori
Artikel

Alat Peraga Fisika SMA yang Sering Digunakan Sekolah

Pembelajaran yang satu ini memerlukan alat peraga fisika mengingat ini adalah pelajaran yang rumit. Tidak bisa dipungkiri bahwa pelajaran fisika adalah salah satu pelajaran yang paling dihindari di Sekolah. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu yang harus dikuasai bagi mereka di sekolah khususnya yang ingin kuliah di perguruan tinggi dalam bidang eksakta (bidang MIPA/sains, kedokteran, teknik, dan ilmu komputer). Ada banyak cara yang digunakan oleh para siswa di sekolah untuk belajar tentang konsep-konsep pelajaran fisika di kelas agar lebih mudah dipahami. Namun, tetap saja konsep nya yang sulit untuk dibayangkan sehingga menghambat proses pemahaman belajar mengajar.

Oleh karena itu, guru di kelas bisa menggunakan alat peraga fisika untuk membantu menjelaskan tentang konsep dan materi di kelas. Sehingga para siswa dapat menghubungkan secara teori dengan sesuatu yang nyata. Hal ini akan menyebabkan para siswa dapat memahami materi fisika lebih dalam. Biasanya ada beberapa contoh alat peraga fisika SMA yang sering dipakai di dalam kelas.

Baca Juga: Analisa Logam Mulia di Zaman Modern

Alat Peraga Fisika

Kurikulum pelajaran fisika SMA sd Universitas dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Fisika Dasar dan Fisika Modern. Fisika Dasar dan Fisika Modern. Fisika dasar mencakup topik-topik mengenai fisika mekanika, fisika panas, fisika elektrik, fisika elektronika dan sebagian topik dari fisika optic. Sedangkan fisika lanjut atau fisika modern sangat berhubungan erat dengan fisika atomik, fisika zat padat.

Pendulum

Fisika Mekanika

  • Fisika mekanik adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang gaya gaya yang bekerja pada sebuah benda uji. Hukum yang paling sering dipergunakan adalah Hukum Newton mengenai kekalan energi dan hukum newton mengenai gerak.
  • Alat peraga fisika yang umum digunakan pada percobaan fisika mekanik adalah percobaan laju dan percepatan sebuah benda, percobaan tumbukan dan momentum, percobaan gerak translasi, gerak rotasi, osilasi, gelombang, akustik, dan hidrodinamika.
  • Contoh:
  • Pada percobaan alat peraga fisika sma tentang laju dan percepatan benda biasanya berupa track lintasan dengan kereta sebagai benda yang bergerak sepanjang track lintasan dengan mengukur waktu yang ditempuh.
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang momentum biasanya berupa air track yang dilengkapi dengan kereta-kereta unuk mensimulasikan tumbukan atau kecepatan atau percepatan.
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang gerak harmonik sederhana (osilasi) biasanya berupa bola pendulum yang diikatkan oleh pita tali, kemudian digerakkan dalam keadaan berosilasi sempurna sampai keadaan diam dengan mengukur waktu yang ditempuh.

Fisika Panas

  • Fisika panas adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang konversi energi dan panas dan juga aplikasinya. Pembelajaran thermodinamka sangat penting untuk mempelajari efisiensi dan efektifitas pada sebuah percobaan.
  • Alat peraga Fisika Panas yang umum dipergunakan adalah: Percobaan ekspansi termal, transfer panas, energi panas, transisi fase, teori gas kinetis dan thermodinamika.
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang pemuaian benda padat dengan menentukan perubahan panjang yang telah dipanaskan. Sehingga dapat mengetahui koefisien muai panjang benda padat tersebut.

Fisika Listrik

  • Pembelajaran kelistrikan sangat penting dilakukan sejak dini. Pemahaman kelistrikan menjadi fundamental penerapan sains dalam kehidupan sehari-hari.
  • Alat peraga fisika listrik yang biasa digunakan adalah: Pembelajaran elektrostatis, magnetostatis, induksi elektromagnetik, mesin listrik, arus AC dan DC, fundamental dari fisika listrik seperti hukum ohm dan hukum kirchoff.
  • Contoh:
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang medan magnet ingin membuktikan bahwa jika kawat panjang dialiri arus listrik maka akan timbul medan magnet (Hukum Biot-Savart) disekitar kawat tersebut.
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang rangkaian arus listrik AC dan DC serta memahami hukum kirchoff untuk mengetahui rangkaian seri dan pararel secara nyata.

Fisika Elektronika

  • Fisika Elektronika
  • Pembelajaran fisika elektronika biasa mencakup pembelajaran tentang gerbang logika, fenomena dasar tentang elektronika, aplikasi sirkuit, serta pembelajaran proses digital dan juga basic-basic dari kontrol.
  • Contoh:
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang komponen-komponen pada rangkaian dasar seperti rangkaian diode dan rangkaian transistor
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang gerbang logika, serta memahami tentang rangkaian logika seperti flipflop, counter.
  • Pada percobaan alat peraga fisika tentang konversi AD dan DA.

Baca Juga: Spektrometer: Pengertian, Fungsi, Cara kerja, Prinsip

Fisika Optik

  • Fisika optik adalah ilmu-ilmu yang mempelajari tentang sifat cahaya dan perilaku cahaya dengan materi. Optik dijelaskan dan ditandai dengan fenomena optic. Materi bidang optic biasanya menggambarkan sifat cahaya tampak, sinar inframerah dan ultraviolet, tetapi sebagai cahaya adalah gelombang elektromagnetik.
  • Alat peraga fisika optik dimulai dari pembelajaran optik geometri, pembelajaran disperse dan kromatik, praktikum polarisasi, kecepatan cahaya, spektrum dan spectrometer.
  • Contoh:
  • Pada percobaan alat peraga fisika optik tentang sifat gelombang cahaya seperti dispersi cahaya, interferensi cahaya, difraksi cahaya, dan polarisasi cahaya.
  • Pada percobaan alat peraga fisika spectrometer bertujuan untuk mengetahui sudut puncak prisma, indeks bias prisma, serta memahami prinsip kerja spectrometer.

Baca Juga: Yuk Ketahui Jenis Jenis Mikroskop Untuk Penelitian

Fisika Modern

  • Fisika modern adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku materi dan energy pada skala atomic dan partikel-partikel subatomic atau gelombang. Pada prinsipnya sama dengan fisika klasik, namun materi yang dibahas dalam fisika modern adalah skala atomic atau subatomic dan partikel bergerak dengan kecepatan tinggi. Praktikum fisika modern mencakup pembelajaran tentang dualisme partikel gelombang, radiasi benda hitam, konstanta planck, sinar-x, radioaktivitas, dan percobaan seperti percobaan thomson dan milikan.

Fisika Atom/Nuklir

  • Fisika atom adalah ilmu yang mempelajari atom sebagai system terisolasi dari electron dan inti atom. Fisika nuklir adalah ilmu yang mempelajari inti atom, serta perubahan-perubahan pada inti atom. Praktikum fisika atom mencakup pembelajaran tentang kulit atom seperti deret balmer, spectrum emisi dan penyerapan, efek Zeeman, percobaan Franck-Hertz, spin electron. Sedangkan praktikum fisika nuklir mencakup pembelajaran tentang hamburan Rutherford, resonansi magnetic nuklir, efek Compton, sifat partikel radiasi, dan sifat partikel radiasi.

Fisika Zat Padat

  • Fisika zat padat adalah ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku pada kristal. Kristalografi merupakan bidang ilmu yang mempelajari struktur suatu bahan yang tampak secara eksternal maupun mikroskopik, serta ilmu yang mempelajari tentang bentuk, pertumbuhan, struktur kimia, ikatan, dan sifat-sifat fisik. Praktikum fisika zat padat mencakup pembelajaran tentang struktur kristal, hamburan sinar-x, efek hall, konduktivitas, sifat magnetik, scanning probe microscopy, analisis fluorescence sinar-x.
Kategori
Artikel

Spektrometer: Pengertian, Fungsi, Cara kerja, Prinsip

Ada banyak sekali alat yang dapat ditemukan dalam sebuah laboratorium. Selain alat ukur, biasanya laboratorium juga dilengkapi dengan alat optik. Alat optik ini banyak sekali jenisnya. Salah satu jenis alat optik yang paling umum ditemukan di laboratorium adalah mikroskop. Namun di samping mikroskop, beberapa jenis laboratorium dalam dunia industri juga menggunakan alat optik lainnya. Spektrometer adalah salah satunya. Apa itu spektrometer dan fungsinya? Juga bagaimana prinsip dan cara kerjanya? Simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Alat Optik Spektrometer

Seperti yang telah disebutkan pada bagian pembuka, spektrometer adalah salah satu jenis alat optik. Itu artinya spektrometer bekerja dengan memanfaatkan sifat-sifat cahaya. Secara sederhana, spektrometer adalah alat untuk melihat spektrum cahaya dari sebuah zat. Spektrum cahaya sebuah zat dapat terpancar apabila dipanaskan dalam suhu tinggi hingga membentuk gas. Gas tersebut kemudian disorot dengan sinar putih hingga muncul spektrum cahaya.

Mengapa perlu memperhatikan spektrum cahaya sebuah zat? Ternyata, setiap zat memiliki spektrum cahaya yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh komposisi kimiawi yang menyusun zat. Dengan menganalisis spektrum cahaya sebuah zat maka peneliti dapat mengetahui komposisi kimiawi dari zat tersebut.

Baca: Alat Uji Emas Elektronik, Uji kadar Emas Dengan Teknik XRF

Sejarah Spektrometer

Gustav Robert Kirchhoff

Gambar 1: Gustav Robert Kirchhoff

Sejarah kemunculan spektrometer bermula pada abad ke-19, tepatnya di tahun 1802, Saat itu, William Hyde Wollaston menemukan bahwa dalam spektrum optik matahari ternyata terdapat beberapa garis-garis hitam. Hal ini mematahkan temuan sebelumnya yang menganggap bahwa spektrum matahari tidak tersusun atas gradasi warna yang saling menyambung tanpa sekat.

Temuan Wollaston ini kemudian diperkuat oleh temuan Josef von Fraunhofer di tahun 1814. Dalam studi tersebut Fraunhofer juga menemukan garis-garis hitam dalam spektrum optik matahari. Ia kemudian mengukur panjang gelombang dari garis-garis tersebut. Total, Fraunhofer berhasil memetakan kurang lebih 570 garis dengan masing-masing panjang gelombang.Temuan ini kemudian dikenal sebagai Garis Fraunhofer.

Dari temuan tersebut kemudian Gustav Kirchhoff dan Robert Bunsen berhasil menyimpulkan bahwa garis-garis hitam dalam spektrum optik matahari berhubungan dengan elemen kimia. Garis-garis hitam tersebut disebabkan adanya penyerapan elemen kimia yang ada di lapisan paling atas matahari.

Temuan-temuan tersebut adalah dasar dari penemuan spektrometer. Pada tahun 1905 akhirnya ditemukan sebuah alat untuk melihat spektrum. Wujudnya menyerupai tabung dan memecah cahaya menjadi spektrum optik dengan gesekan difraksi. Alat inilah yang kemudian dikenal sebagai spektrometer sederhana.

Prinsip Spektrometer

Prinsip kerja dari spektrometer adalah prinsip dispersi cahaya. Dispersi cahaya adalah kondisi saat sebuah cahaya putih terurai menjadi spektrum warna. Untuk memunculkan dispersi cahaya ini biasanya digunakan cermin prisma.

Dalam spektrometer, prinsip kerja dispersi cahaya juga dimunculkan dengan cermin prisma.Namun beberapa spektrometer model baru menggunakan grating (cermin dengan ribuan alur sejajar pada permukaannya) sebagai ganti cermin prisma. Cermin prisma ini kemudian dilingkupi wadah khusus untuk mencegah cahaya bocor keluar.

Cahaya putih kemudian ditembakkan dari sumber cahaya menuju lensa kolimator. Adanya lensa kolimator ini akan menyebabkan cahaya menjadi sejajar. Dari situ cahaya kemudian diteruskan menuju cermin prisma. Cahaya yang melalui cermin prisma akan terurai menjadi spektrum optik. Dalam satu waktu, hanya akan ada satu warna cahaya yang muncul pada celah keluar alat, Untuk memunculkan warna lain, cermin prisma harus diputar terlebih dahulu.

Dari situ kemudian dapat diukur panjang gelombang serta kecepatan gelombang cahaya. Dispersi cahaya yang terjadi pada prisma memang menghasilkan kecepatan gelombang cahaya yang berbeda-beda karena panjang gelombang setiap warna dalam spektrum pun berbeda.

Cara Kerja Spektrometer

Cara kerja spektrometer sebenarnya sangat sederhana. Alat ini menembakkan cahaya putih yang kemudian diuraikan menjadi spektrum cahaya melalui cermin prisma.Untuk menggunakan spektrometer modern pun sangat mudah karena keseluruhan prosesnya bisa dibilang otomatis. Berikut ini langkah-langkah menggunakan spektrometer.

  1. Memastikan sumber cahaya bisa berfungsi dengan baik. Anda bisa menggunakan lampu natrium sebagai sumber cahaya.
  2. Arahkan spektrometer tepat di hadapan sumber cahaya. Tujuannya adalah supaya cahaya bisa langsung menuju lensa kolimator.
  3. Kalibrasikan spektrometer terlebih dahulu. Catat sudut mula-mula saat bagian teleskop dan lensa kolimator berada di sumbu yang sama.
  4. Letakkan cemin prisma yang akan diukur indeks biasnya.
  5. Atur teleskop hingga tampak garis-garis spektrum pada setiap panjang gelombang.
  6. Geser teleskop hingga benang silang saling berhimpitan dengan garis-garis spektrum.
  7. Catat sudut dispersi yang muncul saat spektrum cahaya telah terlihat jelas.
  8. Hitung indeks bias cermin prisma berikut panjang gelombangnya.

Baca: Bagaimana Cara Menggunakan Alat Ukur CMM?

Bagian-Bagian pada Spektrometer

Bagian-Bagian pada Spektrometer

Gambar 2: Bagian – Bagian Spektrometer (Source: andarupm)

Spektrometer adalah sebuah alat optik yang tersusun atas beberapa bagian.Bagian-bagian tersebut kemudian disusun sedemikian rupa agar spektrometer bukan hanya dapat menghasilkan spektrum cahaya tetapi juga bisa menghitung indeks bias. Berikut ini beberapa bagian dari spektrometer:

1. Lensa kolimator

Bagian pertama dari spektrometer adalah lensa kolimator.Letaknya tepat berada di sebelah celah untuk masuknya cahaya.Lensa kolimator ini berbentuk tabung dengan lensa akromatik di bagian akhirnya (mengarah ke prisma).Selain itu, lensa kolimator juga dilengkapi dengan sekrup pengatur untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk.

Fungsi utama dari lensa kolimator adalah agar cahaya putih yang masuk bisa menjadi sejajar sehingga saat ditembakkan ke arah prisma dapat terjadi dispersi cahaya.Selain itu, lensa kolimator juga berfungsi mencegah cahaya putih terpencar atau bocor keluar sebelum ditembakkan ke arah cermin prisma dalam spektrometer.

2. Teleskop

Teleskop adalah alat optik yang sangat umum ditemukan di laboratorium. Alat optik yang satu ini ternyata juga bisa ditemukan pada sebuah spektrometer. Pada sebuah spektrometer, teleskop berfungsi sebagai alat untuk melihat spektrum cahaya yang muncul setelah cahaya ditembakkan melewati cermin prisma. Di samping itu, teleskop juga mampu menunjukkan besarnya sudut yang dihasilkan dari dispersi cahaya melalui prisma.

Dalam spektrometer, teleskop tersusun atas lensa okuler dan lensa objektif. Untuk mengatur posisi kedua lensa ini terdapat sekrup khusus yang dapat diputar sesuai keperluan.

3. Meja spektrometer

Bagian ketiga dari sebuah spektrometer adalah meja spektrometer. Meja spektrometer berfungsi sebagai wadah penampung prisma. Bagian ini dapat diatur ketinggiannya dengan menggunakan sekrup khusus yang dapat dilonggarkan atau dieratkan sesuai dengan keperluan. Pastikan meja spektrometer dalam posisi sejajar dan datar sebelum meletakkan prisma.

4. Skala utama dan skala nonius

Bagian terakhir pada spektrometer adalah skala utama dan skala nonius. Letaknya tepat berada di bawah meja spektrometer. Skala utama dan skala nonius berbentuk menyerupai piringan datar. Apa fungsi dari kedua skala ini? Skala utama menunjukkan besarnya sudut yang dihasilkan dari dispersi cahaya. Terdapat 360 skala pada skala utama ini untuk menunjukkan sudut lingkaran penuh.

Skala kedua bernama skala nonius. Skala nonius terdiri atas beberapa skala yang ukurannya lebih kecil dari skala utama. Jumlahnya tidak tetap, mengikuti tingkat ketelitian spektrometer. Semakin kecil tingkat ketelitian spektrometer, maka semakin banyak skala noniusnya dan semakin kecil pula jarak antara satu skala dengan skala lainnya.

Spektrometer adalah alat optik yang berfungsi untuk mengamati spektrum cahaya. Dari pengamatan tersebut kemudian dapat diketahui sudut deviasi, kecepatan gelombang serta panjang gelombang, hingga indeks bias. Alat ini juga bisa membantu menganalisis elemen apa saja yang menyusun sebuah zat. Karena fungsinya yang beragam, produk spektrometer pun berbeda-beda. Ada yang berupa handheld X-ray fluorescence, wavelength dispresive x-ray flourescence, atau laser-induced breakdown. Anda bisa mengetahui berbagai pengertian dan klasifikasi serta produk-produk spektrometer berkualitas dengan mudah di Dynatech. Semoga informasi tentang spektrometer ini bermanfaat.

Kategori
Artikel

Panduan Cara Tepat Menghitung Kalori Pada Makanan Sehari-hari  

Bagi Anda yang sedang atau harus memperhatikan berapa besaran asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh, terdapat cara untuk menghitung kalori makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Mengetahui cara untuk menghitung hal ini, bisa membantu Anda untuk tahu berapa banyak kalori yang telah masuk ke tubuh Anda. Ini bisa membantu Anda juga dalam kegiatan menurunkan berat badan. Ternyata, menghitung kalori pada makanan dan minuman bukanlah hal yang sulit.

Kalori merupakan satuan energi yang terkandung dalam sumber energi yaitu makanan. Disingkat sebagai kal, satuan energi yang ada pada kemasan makanan biasanya tertulis dalam satuan kilokalori atau kkal yang dalam satu kilonya mengandung 1.000 kalori. Satu kkal ditentukan untuk memanaskan satu kilogram air sebanyak satu derajat Celsius. Kalori makanan tentu saja akan berbeda-beda. Dan bisa mempengaruhi Anda ketika menghitung kebutuhan kalori harian. Maka ada baiknya jika Anda tahu cara menghitungnya, agar kebutuhan asupan energi bisa selalu tercukupi.

Baca: 4 Alat Penghitung Kalori yang Bisa Anda Gunakan 

Cara Menghitung Kalori

Figure 1. Cara Menghitung Kalori Makanan (source: hellosehat)

Dalam ilmu gizi, kegiatan menghitung kalori makanan telah dikategorikan menjadi tiga macam makronutrisi yakni lemak, protein, dan karbohidrat. Dalam satu gram lemak terkandung 9 kalori dan dalam satu gram protein dan satu gram karbohidrat terdapat 4 kalori. Ketiga macam kalori ini semuanya dibutuhkan oleh tubuh sebagai bahan bakar energi.

Kalori yang tertera pada kemasan

Dalam kemasan makanan yang dijual di pasaran, biasanya telah tercantum gizi apa saja yang terkandung dan berapa banyak kandungan kalori di dalamnya. Jika Anda membeli makanan yang dibungkus dalam kemasan yang tercantum nilai gizinya, Anda bisa mengecek dan menghitung kalori yang masuk dalam tubuh.

Menghitung kalori makanan secara manual

Namun, jika makanan yang tidak terdapat kemasannya, Anda masih bisa menghitung kalori makanan yang dikonsumsi secara manual dengan mengetahui jenis nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut. Dalam makanan pastilah terkandung lemak, protein, dan karbohidrat. Anda bisa memperkirakan berapa gram dari setiap jenis kalori yang ada dalam makanan. Selain cara manual dengan rumus ada juga alat penghitung kalori yang dapat di manfaatkan ketika ingin menghitung kalori makanan.

Perhitungan sederhana untuk contoh adalah jika makanan Anda mengandung 10 gram protein, Anda tinggal mengalikan 10 gram protein dengan 4 kalori yang sama dengan 40 kalori. Jika kandungan lemak dalam makanan adalah 5 gram, maka Anda bisa kalikan 9 kalori yaitu sama dengan 45 kalori. Begitu juga dengan perhitungan karbohidrat. Untuk jumlah kalori total, Anda kemudian menjumlahkan kalori yang ada dalam setiap jenis makronutrisi.

Selain itu, Anda wajib tahu berapa kebutuhan kalori dari tubuh Anda agar terhindar dari berat badan berlebih akibat kelebihan kalori. Kelebihan kalori pada tubuh biasanya akan tersimpan dalam bentuk lemak yang menjadikan tubuh tidak terlihat fit hingga obesitas. Untuk menghitung jumlah kalori yang diperlukan, Anda bisa menghitung dengan cara sederhana berdasarkan jenis kelamin dan tinggi badan Anda. Dan tentu saja kebutuhan kalori tiap orang akan berbeda karena 2 hal diatas, serta aktivitas harian mereka. Tiap orang tentu memiliki aktivitas yang berbeda, entah itu aktivitas fisik yang intens seperti olah raga, atau yang santai seperti bekerja.

Baca: Alat Peraga Fisika SMA yang Sering Digunakan Sekolah

Rumus Penghitungan Kalori

Untuk menghitung kalori, Tinggi Badan (TB) dan menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dengan rumus BBI = (TB-100) – (10% x (TB – 100)). Sebagai contoh, jika tinggi badan anda adalah 170 cm, maka berat badan ideal Anda adalah sebagai berikut:

BBI = (170-100) – (10% x (170-10)) = 70 – (10% x 70) = 70 – 7 = 63 kg

Kebutuhan kalori basal (KKB)/ Basal metabolic rate

Setelah itu, Anda wajib tahu dan menghitung Kebutuhan Kalori Basal yang merupakan kebutuhan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dalam melakukan aktivitas basal seperti memompa jantung, mencerna makanan, bernapas, memperbaiki sel tubuh, detoksifikasi, mempertahankan suhu tubuh, dan aktivitas metabolisme tubuh.

Rumus KKB bagi setiap jenis kelamin berbeda-beda. Untuk pria KKB dasar adalah 30 kkal, sedangkan wanita membutuhkan KKB sebanyak 25 kkal. Dengan mengetahui BBI dan KKB tubuh, Anda kemudian kalikan saja BBI dan KKB tubuh Anda sehingga hasilnya adalah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari.

Sebagai contoh, jika BBI Anda adalah 63 kg dan Anda adalah perempuan, maka kebutuhan kalori harian Anda adalah sebesar ini:

KKB = 25 kkal x 63 kg = 1.575 kkal

Maka, kebutuhan harian kalori Anda adalah 1.575 kkal.

Manfaat Mengetahui Kebutuhan Kalori Makanan

Dengan mengetahui cara untuk menghitung kalori makanan di atas, Anda bisa mulai menghitung asupan kalori makanan yang masuk ada berapa kalori, serta mengatur pola makan terutama ketika Anda sedang menjalani proses diet. Sehingga Anda akan tahu dalam satu hari, berapa banyak atau berapa kali Anda harus mengonsumsi makanan yang dibutuhkan tubuh.

Anda juga bisa mengatur asupan makanan Anda berdasarkan aktivitas harian, ini tentunya akan yang sangat membantu ketika menjaga badan agar tetap sehat. Apalagi jika Anda masih berada di usia yang produktif. Dengan menghitung kebutuhan kalori harian, kegiatan menjaga atau menurunkan berat badan dan kesehatan tubuh akan menjadi semakin mudah.

Ingat, selalu konsumsi makanan dan minuman dengan gizi yang cukup, dan tidak ketinggalan untuk menkonsumsi buah serta berolahraga untuk bisa tetap hidup sehat.

Untuk membantu kebutuhan Anda dalam penghitungan kalori makanan, artikel berikut berisi informasi berbagai cara menghitung kalori makanan yang bisa Anda gunakan. Selamat mencoba!

Kategori
Artikel

Lengkap! Pengertian, Klasifikasi, dan Cara Kerja Spektroskopi  

Bahan kimia bisa dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif melalui metode analisis yang berbeda. Salah satu metode paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan spektroskopi. Spektroskopi mempelajari interaksi radiasi elektromagnetik dan unsur kimia, serta interaksi rangsangan elektronik, getaran molekul, atau orientasi putaran nuklir.

Metode spektroskopi dikategorikan berdasarkan tipe radiasi, interaksi antar energi dan bahan, jenis bahan, dan pengaplikasian teknik yang digunakan. Terdapat banyak jenis spektroskopi, spektroskopi atom, dan sebagainya. Berikut beberapa penjelasannya yang perlu Anda ketahui.

Baca:Analisa Bahan Tambang Logam Nikel dan Proses Pengolahannya

Spektroskopi Atom

Spektroskopi atom merupakan spektroskopi pertama yang dikembangkan. Spektroskopi ini telah dikembangkan menjadi tiga macam spektroskopi atom yaitu penyerapan atom, emisi, dan spektrokopi fluoresensi. Dalam spektroskopi ini, atom yang berbeda yang dimiliki oleh unsur yang berbeda akan terdeteksi menjadi spectrum yang berbeda- beda, sehingga spektroskopi bisa membedakan dan mengidentifikasi komposisi sampel.

Tipe spektroskopi ini telah terdapat tiga tipe yaitu, atomic absorption spectroscopy (AAS), atomic emission spectroscopy (AES), dan atomic fluorescence spectroscopy (AFS). Dalam tipe AAS, atom akan menyerap ultraviolet dan cahaya yang tampak menjadi transisi dan level energi yang lebih tinggi. AAS biasanya digunakan untuk mendeteksi logam.

Dalam tipe AES atom akan bereaksi pada panas api, plasma, busur, atau percikan untuk mengeluarkan cahaya AES digunakan berdasarkan intensitas cahaya untuk memeriksa kuantitas unsur di dalam sebuah sampel. Dalam AES, teknik yang digunakan meliputi spektroskopi emisi api, spektroskopi emisi atom plasma, dan spektroskopi emisi atomic atau percikan atom.

Dalam tipe AFS, berkas cahaya yang membangunkan analit, sehingga analit mengeluarkan cahaya. Fluorosensi yang muncul dalam sampel akan dianalisis dengan menggunakan fluorometer. Tipe AFS biasanya digunakan untuk menganalisis senyawa organik.

Figure 1. iCE™ 3500 Atomic Absorption Spectrometer

Salah satu Spektroskopi Atom terbaik dimiliki oleh Thermo Fisher Scientific. Bernama iCE™ Atomic Absortion Spectometer menyediakan performa yang terjamin dengan kemudahan yang diberikan untuk penggunanya. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang produk ini, kunjungi website Thermo Fisher Scientific.

Spektroskopi Ultraviolet dan Visible (UV-Vis)

Spektroskopi jenis ini digunakan untuk menganalisis senyawa menggunakan radiasi elektromagnetik dengan spectrum 10 nm hingga 700 nm. Dengan menggunakan spektroskopi ini, atom akan bisa memancarkan atau menyerap cahaya yang tampak sehingga dari situ bisa dilihat warna semu dari senyawa tersebut.

Spektroskopi UV-Vis ini bisa digunakan untuk mengukur konsentrasi sampel dengan menggunakan Prinsip Beer-Lambert yang menyatakan bahwa absorbansi senyawa sebanding dengan konsentrasi zat dan panjang jalur. Spektroskopi UV-Vis ini juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi apakah ada elektron bebas atau ikatan ganda dalam molekul. Selain itu, spketroskopi ini bisa digunakan untuk kromatografi cairan berkinerja tinggi.

Figure 2. Orion™ AquaMate 8100 UV-Vis

Pilihan yang tepat untuk Spektroskopi UV-Vis adalah produk dari Thermo Fisher Scientific™ Orion™ AquaMate 8100. Dilengkapi dengan fitur-fitur canggih serta penggunaan yang mudah dan fleksibel, termasuk ratusan metode yang terprogram di dalamnya. Untuk mendapatkan produknya dapat mengunjungi website Thermo Fisher Scientific.

Spektroskopi Inframerah

Spektroskopi inframerah digunakan untuk menganalisis senyawa menggunakan spektrum inframerah, baik dengan inframerah dekat, inframerah sedang, maupun inframerah jauh. Inframerah dekat memiliki energi yang paling besar sehingga bisa menembus senyawa lebih dalam jika dibandingkan dengan inframerah sedang maupun jauh.

Spektrum senyawa bisa diketahui ketika molekul bergetar dengan ikatan yang meregang atau membengkok ketika senyawa menyerap inframerah. Kelompok fungsional yang berbeda akan menyerap panas dalam frekuensi yang berbeda bedasarkan strukturnya sehingga getaran spektrum bisa digunakan untuk mengetahui kelompok fungsional yang ada di dalam sampel. Ketika menggunakan spektroskopi ini, hasil harus dibandingkan dengan tabel frekuensi agar bisa diketahui struktur mana yang terdeteksi dalam kelompok fungsional dalam senyawa tersebut.

Figure 3. Invenio X – Bruker

 Untuk mempermudah analisis sampel adalah dengan cara menggunakan spektroskopi yang tepat, seperti Spektroskopi Invenio X dari Bruker. Software yang simpel akan membantu pengguna untuk menganalisa sampel, begitupun fitur-fitur terbaik lainnya. Pengguna juga dapat mengganti aksesori sampel dalam hitungan detik, sehingga Invenio X mampu mempercepat proses penelitian. Untuk mempelajari lebih lanjut dapat mengunjungi website Dynatech selaku distributor dari Bruker serta peralatan laboratorium lainnya.

Spektroskopi Raman

Spektroskopi raman memiliki teknik yang mirip dengan spektroskopi inframerah yaitu menggunakan getaran namun dengan hamburan tidak elastis. Spektrum dalam spektroskopi raman menunjukkan hamburan garis Rayleigh, Stoke, dan anti-Stoke atau dikenal dengan hamburan Raman.

Dalam hamburan ini terdapat cahaya monokrom yang tampak dan dekat dengan rentang cahaya inframerah dan ultraviolet. Agar transisi dalam Raman aktif, harus ada perubahan dalam polarisasi molekul selama getaran dan awak eletron haruslah mengalami perubahan posisi. Dalam teknik ini akan menunjukkan sidik jari molekuler dari senyawa kimia dan struktur sampel. Namun, hamburan Raman cenderung memberikan sinyal lemah. Untuk itulah Surface Enhnaced Raman Spectroscopy (SERS) dikembangkan untuk meningkatkan sensitivitas dalam menggunakan spektroskopi raman.

Figure 4. Bruker Bravo Portable Raman Spectrometers

Terlebih, spektroskopi raman nirkabel dan ringkas akan memudahkan peneliti untuk melakukan penghitungan di luar laboratorium. Spektroskopi ringkas ini dimiliki oleh Bruker. Bernama Bravo, spektroskopi raman portable ini memiliki fitur lengkap di kelasnya dan menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian verifikasi bahan baku dengan mudah.

Baca: Teknik XRD: X-Ray Difraction, Definisi, Prinsip, Beserta Gambar

Spektroskopi Resonansi Magnetik Inti

Nuclear Magnetic Resonance (NMR) atau spektroskopi resonansi magnetik nuklir menggunakan resonansi dan keadaan perputaran nuklir dalam analisisnya. Dalam nuklir terdapat perputaran nuklir yang di setiap atomnya bergantung pada lingkungan intramolekul dan bidang terapan eksternal.

Terdapat beberapa tipe NMR yaitu NMR hydrogen, NMR carbon 13, NMR DEPT 90, dan NMR DEPT 135. Spektrum NMR dalam senyawa menunjukkan sinyal resonansi yang muncul dari nuklir atom pada sampel dan bisa digunakan untuk mengidentifikasi struktur senyawa.

Figure 5. Bruker Avance III HD

Penghitungan nuklir tentu dibutuhkan peralatan yang canggih dan cepat, serta tingkat pengontrolan yang tinggi. Karena itu Avance III HD dari Bruker akan menjadi pilihan yang tepat untuk NMR. Klik di sini untuk mempelajari produk Avance III HD lebih lanjut.

Itulah Pengertian, klasifikasi, dan cara kerja spektroskopi yang harus Anda ketahui. Spekroskopi yang berbeda tipe akan berbeda juga cara kerja dan hal-hal yang bisa diidentifikasi lewat spektroskopi yang digunakan.

Kategori
Artikel

Analisa Bahan Tambang Logam Nikel dan Proses Pengolahannya

Bahan tambang logam telah digunakan untuk berbagai macam seperti berikut. Sekitar 69% dari nikel yang diproduksi digunakan untuk memproduksi baja tahan karat. Sebanyak 15% lainnya digunakan dalam baja dan paduan non-ferrous lainnya – seringkali untuk aplikasi industri, dirgantara, dan militer yang sangat terspesialisasi. Sekitar 8% digunakan dalam pelapisan dan 3% lainnya dalam pengecoran. Sekitar 3% nikel digunakan dalam baterai untuk elektronik, dan baterai untuk peralatan portabel dan mobil hibrida dan sekitar 2% digunakan untuk bahan kimia, katalis dan pewarna.

Jenis batuan laterit kaya akan besi dan aluminium oksida. Batuan laterit berkembang melalui pelapukan tropis dari batuan induk dan membentuk tanah merah di negara-negara tropis. Batuan laterit umumnya dikenal sebagai salah satu sumber bijih aluminium, tetapi dengan kenaikan harga komoditas saat ini menjadi sumber penting untuk nikel. Mineral kadar rendah ini ditambang dalam operasi tambang terbuka berskala besar, oleh karena itu kendali kadar kandungannya menjadi vital untuk optimalisasi proses produksi nikel. Selain unsur-unsur utama seperti Ni, Fe, dan Si, unsur-unsur Al, Mg, Ti, Ca, Mn, Cr, Co, Zn, dan Cu biasanya terjadi dalam jumlah kecil dan sedikit.

Paduan antara bahan nikel, besi dan krom menghasilkan baja yang tahan karat atau stainless steel. Bahan ini banyak digunakan untuk peralatan dapur (sendok dan peralatan memasak) hingga komponen industri. Penggunaan nikel secara masif juga memengaruhi sumber dayanya di alam. Lalu, bagaimana cara menganalisa bahan tambang logam nikel? Cara menganalisa bahan tambang logam nikel salah satunya menggunakan teknik X-Ray Fluorescence (XRF) Spektrometri.

Baca: 4 Alat Penghitung Kalori yang Bisa Anda Gunakan 

XRF adalah teknik analisis yang paling banyak digunakan untuk menganalisa unsur dalam industri pertambangan. Hal ini digunakan untuk memastikan kualitas produk tertinggi, membangun pemantauan ketat kegiatan penambangan dan pengolahan mineral, dan survei geologi. Keuntungan dari menggunakan XRF meliputi elemen luas yang berkisar dari berilium hingga uranium, kisaran konsentrasi luas dari 100% ke tingkat jejak (ppm), akurasi dan presisi analitik terbaik, persiapan sampel yang sederhana dan cepat, tingkat fleksibilitas analitis yang tinggi, dan integrasi yang mudah untuk segala jenis otomatisasi proses.

Adapun cara tersebut telah berkembang pesat menjadi Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (EDXRF) dan Wavelength-Dispersive X-Ray Fluorescence (WDXRF), saat ini metode tersebut telah dikenal luas untuk analisis mineral serta untuk mengakses tingkat dalam operasi penambangan dan di pabrik peleburan untuk inspeksi bahan baku yang sedang masuk. Secara khusus, kadar nikel sangat penting untuk optimasi biaya ketika menjual atau membeli laterit nikel dan konsentrat nikel. Wavelength-Dispersive X-Ray Fluorescence (WDXRF) dikenal karena tingkat akurasi, presisi, dan keandalannya yang tak tertandingi. Wavelength-Dispersive X-Ray Fluorescence (WDXRF) telah memenuhi kebutuhan banyak aplikasi industri, di mana instrumentasi yang kuat dan presisi tinggi adalah kunci keberhasilan dalam industri ini.

Terdapat berbagai contoh produk-produk EDXRF dan WDXRF dari Bruker sebagai acuan peneliti untuk menganalisis mineral. Pertama, S2 Puma untuk EDXRF, alat ini memiliki wadah dengan 20 posisi, tersedia benchtop, cepat, akurat dan reliable. Kemudian untuk Benchtop Sequential WDXRF ada S6 Jaguar dengan fitur-fitur yang membuatnya lebih kuat dan juga hemat energi dan biaya perawatan. Lalu untuk Sequential WDXRF, S8 Tiger sangat cocok untuk ore, smelting lab, chemistry & catalyst dan lain lain. Terakhir, untuk kecepatan dan keakuratan elemen sampel analisis adalah Simultaneous WDXRF S8 Lion.

Tentunya, sebelum menganalisa bahan tambang logam nikel, dibutuhkan sebuah proses pengolahan logam nikel. Sebagai informasi, proses pengolahan logam nikel tidaklah mudah. Anda bisa menelisik langkah-langkahnya dalam berikut.

Baca: Mikroskop Digital: Definisi, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagian-Bagiannya

Tahap Analisa Bahan Tambang Logam

Tahap Land Clearing

Tahap ini adalah tahap untuk membersihkan lokasi tambang dari tanaman yang tumbuh di sekitarnya. Tahap ini barangkali terdengar sederhana, namun dengan membersihkan lokasi tambang, bahan tambang logam nikel bisa dengan mudah digali.

Stripping

Striping merupakan tahap mengelupas lapisan tanah penutup. Lapisan tanah penutup dibawa ke penampungan untuk penambahan lahan purnatambang. Lapisan penutup yang dibuka sedalam 5-10 meter tergantung pada kondisi tanah.

Tahap Ore Mining

Setelah lapisan tanah penutup terbuka, tahap selanjutnya adalah ore mining. Tahap ini adalah tahap dimana bijih nikel tampak dengan kadar sedang dan tinggi. Selanjutnya bijih nikel kadar tinggi dibawa ke screening station untuk disaring sesuai ukuran yang diinginkan pabrik pengolahan.

Tahap Stockpile

Tahap selanjutnya adalah stockpile. Ini adalah tahap dimana tempat penampungan sementara ore guna mengurangi kadar air sebelum diolah ke pabrik. Setelah itu ore yang berada pada stockpile diangkut ke apron feeder dan kemudian dipindahkan lagi ke tempat penguapan sebagian kandungan air dari biji basah atau yang biasa disebut dryer. Ore yang sudah kering kemudian ditampung di dry ore storage.

Reduction Kiln

Reduction kiln merupakan tahap untuk menghilangkan kandungan air kristal dan air bebas serta mengurangi nikel oksida menjadi nikel logam. Proses ini menghasilkan kalsin yang memiliki suhu 700 derajat celcius.

Furnace

Setelah reduction kiln, ada tahap furnace. Tahap ini adalah tahap untuk menghilangkan air yang tersisa dengan cara melebur kalsin menjadi terak besi (slag) dan nikel matte. Tahap ini juga bertujuan untuk memisahkan slag serta mengeluarkan matte dengan slag sekitar 1.500 derajat celcius dansuhu matte sekitar 1.300 derajat celcius.

Baca: 7 Jenis Alat Peraga Elektronika dan Fungsinya

Converter

Tahap berikutnya adalah tahap converter. Pada tahap ini, kadar matte dinaikkan hingga 78%. Setelah itu disemprot menggunakan air bertekanan tinggi sampai berbentuk butir-butiran nikel matte. Setelah itu disaring dan siap dikemas.

Nah, dari rumitnya proses bahan tambang logam nikel tersebut, apakah Anda tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang dunia perlogaman? Logam apa yang ingin ada pelajari?

Kategori
Artikel

4 Alat Penghitung Kalori yang Bisa Anda Gunakan  

Anda pasti pernah bertanya-tanya bagaimanakah kalori yang tertera dalam kemasan makanan bisa dihitung dan ditemukan? Jawabannya adalah dengan menggunakan alat penghitung kalori. Alat penghitung kalori atau calorimeter merupakan alat untuk mengetahui ada berapa kalori yang terkandung dalam bahan atau makanan jadi.

Alat penghitung kalori biasanya digunakan untuk keperluan ahli gizi dalam meneliti atau mengembangkan bahan atau makanan jadi. Dalam bentuk cair atau padat, makanan yang akan diperiksa kalorinya bisa diperiksa dengan menggunakan beberapa kalorimeter atau alat penghitung kalori yang memiliki beberapa level automasi sesuai denga tipe dan kebutuhannya.

Alat penghitung kalori berikut ini dapat mengukur kalori dengan tepat, akurat, menyediakan data hasil yang presisi. Mari simak tipe dan keunggulan dari masing-masing alat penghitung kalori atau kalorimeter.

Baca: Panduan Cara Tepat Menghitung Kalori Pada Makanan Sehari-hari

List Alat Penghitung Kalori

1. Kalorimeter C1

Figure 1. Bomb Kalorimeter C1 – IKA

Alat penghitung kalori C1 merupakan alat penghitung kalori paling kecil yang tidak akan memakan tempat. Meski ukurannya kecil, calorimeter C1 memiliki level automasi yang tinggi. Alat penghitung kalori C1 akan memudahkan hidup Anda dengan akurasi yang sangat tinggi.

Kalorimeter ini bekerja menggunakan prinsip isoperibolis di dalam case yang kokoh. Hal ini membuat alat pengukur kalori C1 sebagai alat yang tangguh untuk kepentingan industri maupun laboratorium pengetesan. Alat pengukur kalori ini sangat populer dalam ranah industri pengolahan limbah, industri bahan makanan serta pakan ternak, dan industri konsturksi sector material.

Alat penghitung kalori C1 sangatlah ringan dengan ruang pembakaran yang mudah dilepas-pasang. Alat penghitung kalori C1 juga sudah menggunakan teknologi otomatis penuh yang memudahkan penggunanya. Terdapat sistem pengisian, pengeluaran, dan pelepasan oksigen dan air, dan sistem pemasalan yang juga otomatis.

2. Kalorimeter C 200

Figure 2. Bomb Kalorimeter C 200 – IKA

Jika Anda sedang mencari alat penghitung kalori yang cocok untuk digunakan di laboratorium sekolah, maka kalorimeter C 200 jawabannya. Alat penghitung kalori ini memiliki fungsi untuk beberapa standar penggunaan. Selain itu, alat pengukur kalori ini tergolong kuat sehingga pemeliharaannya tidak merepotkan.

Untuk alat penghitung kalori C 200 terdapat “Student Mode” yaitu mode untuk bisa digunakan siswa belajar menghitung kalori dengan jelas dan instruktif. Kalorimeter ini sangat cocok digunakan untuk tujuan belajar dan pendidikan di sekolah, akademi teknik, universitas dan institusi nasional, dan laboratorium dengan volume sampel yang kecil. Dengan adanya “Student Mode” ini siswa akan lebih mudah untuk mengetahui setiap tahapan dan proses dalam menggunakan alat penghitung kalori.

3. Kalorimeter C 3000

Figure 3. Bomb Kalorimeter C 3000 – IKA

Alat penghitung kalori C IKA C 3000 adalah penerus model C 2000 kami yang canggih secara teknologi, dengan fitur-fitur baru yang hebat seperti sampel yang berjalan lebih cepat, bejana dekomposisi berbentuk sphere untuk transfer panas yang lebih cepat dan layar sentuh yang nyaman untuk pengoperasiannya. Kemudian untuk pengisian oksigen dan seluruh proses penanganan air sepenuhnya otomatis.

Alat penghitung kalori C 3000 juga dapat menghitung hingga empat sampel berbeda dalam satu set kode yang sama. Pengukuran dan perhitungan nilai kalor bersih sesuai dengan ISO 1928, ASTM D4809, ASTM D5865, ASTM 240 dan GB T213. Area aplikasi termasuk industri listrik dan semen di mana analisis akurat sangat penting. Dengan bentuk alat yang tangguh, alat penghitung kalori C 3000 dapat beroperasi dengan baik dalam jangka waktu yang lama meski dalam lingkungan yang tidak ramah alat sekalipun.

Baca: Mengenal Prinsip Kerja Alat FTIR

4. Kalorimeter C 6000

Figure 4. Bomb Kalorimeter C 6000 – IKA

Jika Anda membutuhkan alat penghitung kalori yang bisa digunakan untuk memeriksa sampel dalam jumlah yang sangat banyak, maka kalorimeter C 6000 adalah jawaban Anda. Kalorimeter ini dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih lagi. Adanya layar sentuh yang intuitif akan memudahkan Anda dalam menggunakannya. Selain itu, alat pengukur kalori ini menghasilkan hasil yang akurat dan berkualitas tinggi.

Alat penghitung kalori C 6000 sangat cocok untuk sektor yang membutuhkan hasil yang presisi dan berstandar tinggi, dan juga sektor yang memeriksa sampel dalam jumlah besar. Alat penghitung kalori ini memiliki wadah dekomposisi yang berbentuk bulat yang dapat meningkatkan penyaluran panas dan mempercepat waktu pengukuran.

Sekarang Anda telah tahu dan mengenal beberapa tipe alat penghitung kalori yang dapat memudahkan Anda dalam menghitung kalori. Setiap tipe akan cocok untuk tujuan dan industri yang berbeda-beda. IKA menyediakan berbagai peralatan yang memudahkan Anda untuk mengerjakan penghitungan kalori di setiap kebutuhan.

Perusahaan asal Jerman ini merupakan penguasa pasar ketika digunakan untuk kebutuhan menentukan nilai kalori dari sampel cairan atau padatan. Pemilihan Bom kalorimeter oksigen IKA secara optimal diarahkan ke berbagai macam kebutuhan yang berbeda. ragam Kalorimeter yang ada antara lain: kalorimeter C 1, C 200, C 3000 dan C 6000. Untuk mendapatkan produk-produk dari IKA bisa hubungi Dynatech selaku distributor IKA serta peralatan laboratorium dan alat ukur terbesar di Indonesia.

Kategori
Artikel

Mengenal Prinsip Kerja Alat FTIR

Mengenal Prinsip Kerja Alat FTIR

FTIR merupakan singkatan dari Fourier transform Infrared Spectroscopy. Dalam Bahasa Indonesia, bisa juga disebut dengan Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier. FTIR adalah sebuah teknik untuk memperoleh spektrum inframerah dari penyerapan atau emisi zat padat, cair, atau gas. Secara sederhananya, prinsip kerja FTIR adalah untuk mengidentifikasi senyawa, mendeteksi gugus fungsi, dan menganalisis campuran dan sampel yang dianalisis.

Umumnya, FTIR lebih sering digunakan untuk mengidentifikasi senyawa organik, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pada riset kuantitatif, FTIR dipakai untuk mengetahui konsentrasi analit dalam sampel. Sedangkan, FTIR pada riset kualitatif dimanfaatkan untuk mengidentifikasi senyawa dan gugus-gugus fungsional yang terkandung dalam suatu senyawa.

Baca: Mengapa Pengujian Semen Wajib Dilakukan?

Prinsip kerja FTIR (Fourier Transform Infrared) pada umumnya

FTIR hadir dalam beragam jenis model dan bentuk. Secara spesifik, tiap model FTIR tentu punya cara kerja masing-masing. Namun, secara umum, prinsip kerja FTIR tidak jauh berbeda dari satu sama lain. Hal utama yang menjadi prinsip kerja FTIR adalah interaksi antara materi dan energi. Ketika FTIR digunakan, inframerah akan melewati celah ke sampel. Celah ini berfungsi sebagai pengontrol jumlah energi yang akan diberikan kepada sampel.

Sampel kemudian menyerap beberapa inframerah yang masuk, sedangkan inframerah lain yang tidak terserap akan dipindah melalui permukaan sampel. Tujuannya agar sinar inframerah tersebut bisa lolos hingga ke detektor. Nah, sinyal yang terukur lalu dikirim ke komputer untuk kemudian direkam.

Ragam model FTIR

Seperti yang disebutkan sebelumnya, mesin FTIR hadir dalam begitu banyak model dan jenis. Namun, jika Anda ingin mendapatkan FTIR dengan kualitas yang bagus dan tepercaya, produk buatan Bruker Corp sangat layak dipertimbangkan. Sejak tahun 1960-an, Bruker Corp hadir menyediakan teknologi komputasi ilmiah melalui produk-produk research dengan kecanggihan terkini. Berikut beberapa di antaranya:

1. Alpha II

Bruker Alpha II

Figure 1. Bruker Alpha II

Merupakan upgrade dari pendahulunya, FTIR Alpha II dari Bruker Corp mengalami peningkatan kualitas melalui penyematan teknologi yang canggih. Produk satu ini dilengkapi dengan touch panel PC terintegrasi dan software intuitif OPUS Touch. Alhasil, performa FTIR Alpha II pun bisa cepat dan optimal. Tidak ketinggalan desain yang compact dan kokoh, membuat FTIR Alpha II sangat tepat digunakan untuk melakukan analisis rutin dan kontrol kualitas pada produk-produk industrial. Untuk mempelajari lebih lengkap produk ini bisa klik di sini.

Baca: Mobil Hybrid Teknologi Untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global

2. Invenio

Invenio

Figure 2. Invenio

Jika Anda membutuhkan alat FTIR dengan performa lebih canggih untuk pekerjaan yang lebih berat, maka Invenio dari Bruker Corp adalah solusinya. Berkat adanya fitur kustomisasi, Invenio bisa dikonfigurasi untuk hampir seluruh kebutuhan penelitian Anda. Fitur-fitur lain yang juga bisa Anda temukan pada FTIR Invenio adalah teknologi detektir 5x MultiTectTM, penggantian splitter otomatis dengan akurasi tinggi, touch panel intuitif, dan teknologi Bruker FM untuk inframerah jarak menengah (MIR) dan jauh (FIR). Untuk mempelajari lebih lengkap produk ini bisa klik di sini.

Industri yang banyak menggunakan FTIR

Prinsip kerja FTIR banyak diterapkan di berbagai industri untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan tertentu. Namun, memang, umumnya FTIR digunakan di bidang farmasi, polimer & packaging, petrochemical, forensic, oil & gas, drug abuse, material research dan masih banyak bidang-bidang lainnya.

Baca Juga: Metode FT-IR Dalam Industri Farmasi

FTIR telah banyak mengalami evolusi. Seiring berjalannya waktu, FTIR mendapat berbagai macam upgrade untuk mempermudah peneliti dalam melakukan riset dan analisis sampel. Dengan mengetahui prinsip kerja FTIR, diharapkan Anda bisa menggunakannya secara maksimal. Jika anda membutuhkan alat-alat penunjang untuk mempermudah pekerjaan anda, anda bisa mulai mengunjungi website product dari Dynatech di sini. Semoga bermanfaat!

Kategori
Artikel

Mengapa Pengujian Semen Wajib Dilakukan?

Semen merupakan salah satu bahan baku yang penting dalam pembuatan bangunan, jembatan, dan konstruksi lainnya. Maka perlu dilakukan pengujian semen, ini merupakan kunci untuk menentukan kualitas sebuah konstruksi dan kekuatannya. Mengingat pentingnya fungsi semen pada sebuah konstruksi, sudah pasti pengujian semen wajib dilakukan sebelum produk tersebut digunakan pada pembangunan konstruksi.

Pengujian semen dilakukan untuk melihat seberapa bagus kualitas yang dimiliki. Karena semen adalah pengikat untuk beton konstruksi, maka semen dengan kualitas bagus sudah pasti akan dibutuhkan untuk mendapatkan beton yang berkualitas juga. Pengujian semen dilakukan pada aspek kuat tekan, kekekalan, waktu ikat, kehalusan, konsistensi, dan berat jenis.

Baca: Mempelajari Struktur Polimer, Rantai Berulang dari Atom yang Panjang

Industri semen masa kini

Industri semen masa kini harus menghadapi tantangan yang cukup berat untuk menghasilkan produk semen berkualitas. Pasalnya, industri semen harus memikirkan bagaimana memproduksi semen dengan bahan berkualitas, namun juga tetap memikirkan efisiensi biaya produksi. Belum lagi soal peraturan baru yang ditujukan untuk melindungi lingkungan. Sudah pasti industri semen dilarang menggunakan bahan kimia berbahaya yang bisa mengancam kelestarian alam.

Menghadapi hal ini, industri semen sering kali menggantikan bahan baku tradisional yang memiliki biaya mahal, dengan bahan kimiawi dan bahan baku alternatif. Dua bahan ini memang menawarkan biaya yang lebih hemat untuk produksi semen, sehingga dijadikan alternatif pilihan. Namun, kedua bahan ini juga berisiko menghasilkan produk yang kurang berkualitas ataupun membahayakan alam sehingga menurunkan nilai produk saat pengujian semen dilakukan.

Bruker Corp

Untuk mengatasi dilema industri semen, Bruker Corp memiliki solusi untuk produksi semen yang berkualitas dan tetap menimbang aspek efisiensi biaya. Bruker Corp menawarkan analisis X-Ray terbaru untuk menjamin kinerja tinggi dan efisiensi biaya melalui pengetahuan total dan tepat dari elemen konsentrasi dan komposisi fase mineral.

Solusi Bruker untuk industri semen

Analisis X-Ray dari Bruker Corp dilakukan saat proses produksi semen sehingga risiko kegagalan produksi atau penurunan kualitas produk bisa diminimalisir atau bahkan dicegah. Metode analisi X-Ray terbaru dari Bruker Corp ini akan memberikan peringatan jika saja ada masalah dalam proses produksi semen.

Bruker Corp akan memberikan informasi akurat tentang semua bahan baku terkait proses, zat pengikat, zat antara, dan produk. Kapan saja materi bahan baku produksi semen digunakan dan proses dilangsungkan, analisis X-Ray Bruker Corp akan otomatis berjalan. Bruker Corp memastikan proses produksi semen berjalan stabil dengan peringatan dini untuk mencegah penyumbatan. Hal ini juga untuk memastikan bahwa proses pencampuran bahan baku berjalan efisien dan menghasilkan semen bermutu tinggi.

1. Pengujian XRF pada semen

Pengujian semen melalui X-Ray Fluorescence (XRF) adalah teknik analisis yang dilakukan untuk menganalisis unsur dalam semua jenis sampel, cairan, padatan, dan serbuk longgar. XRF menggabungkan akurasi dan presisi tinggi dengan persiapan sampel yang sederhana dan cepat. XRF dilakukan untuk analisis unsur-unsur dari berilium (Be) hingga uranium (U) dalam rentang konsentrasi 100%.

Pengujian semen dengan XRF meliputi kontrol kadar bahan baku dan alternatif, kontrol alkali klorida untuk mencegah pemanasan awal dan penyumbatan, serta analisis elemen jejak dalam bahan bakar sekunder. XRF juga akan melakukan pengujian semen untuk memastikan tidak ada bahan yang ikut dalam produk semen, yang mana termasuk dalam bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan oleh undang-undang. XRF juga melakukan kontrol kualitas produk semen di akhir proses.

Produk S8 Tiger dari Bruker sangat cocok untuk pengujian semen, karena didukung oleh fitur HighSense WDXRF technology dan Kristal XS-CEM yang memastikan berbagai material dapat teruji secara akurat. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang keunggulan S8 Tiger, silahkan klik di sini.

Baca: Spektrometer: Pengertian, Fungsi, Cara kerja, Prinsip

2. Pengujian XRD pada semen

Pengujian semen melalui X-Ray Difraction (XRD) dilakukan untuk analisis terperinci atas segala bahan baku produksi semen, mulai dari penelitian mendasar hingga kendali mutu industri. Hal ini akan memberikan solusi wawasan ke depan bagi industri semen.

Analisis XRD pada pengujian semen meliputi beberapa hal. Di antaranya adalah analisis simultan pembentukan mineral penyumbatan dan derajat dekarbonasi, siklus debu klinker. Ada juga analisis fase klinker yang melakukan kontrol proses berdasarkan nyata komposisi fase, perbedaan otomatis alit, modifikasi belite, dan C3A. Lalu ada analisis fase semen, yang berfokus pada analisis langsung gipsum dehidrasi selama penggilingan semen, pengisi dan penambahan seperti batu kapur, dan bahan lainnya.

D8 Endeavor menawarkan analisis fase langsung di seluruh proses produksi, mulai dari bahan baku, produk setengah jadi seperti hotmeal dan debu (REACH) hingga clinker dan semen jadi. Selengkapnya untuk fitur-fitur D8 Endeavor dapat dilihat di sini.

Dengan menggunakan solusi pengujian semen yang ditawarkan oleh Bruker Corp melalui analisis XRF dan XRD, industri semen bisa memastikan bahwa produk yang dihasilkan 100% berkualitas tinggi dengan tidak membahayakan lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Dynatech atau langsung menuju website Bruker Corp!

Kategori
Artikel

Mempelajari Struktur Polimer, Rantai Berulang dari Atom yang Panjang

Polimer adalah senyawa yang terbentuk melalui rangkaian atom panjang secara berulang-ulang. Polimer terdiri dari struktur polimer yang terbentuk dari satuan unit kecil yang terbentuk secara berulang-ulang disebut juga sebagai monomer. Walaupun mungkin istilah ini terdengar begitu teknis, sebetulnya polimer sudah digunakan oleh manusia sejak berabad-abad lalu. Saat itu, polimer kebanyakan digunakan dalam bentuk aspal, minyak, dan permen karet.

Industri Polimer

Barulah pada akhir tahun 1830-an lah industri struktur polimer modern mulai berkembang. Momennya pun bertepatan dengan masa revolusi industri. Seiring berjalannya waktu, struktur polimer pun hadir dalam lebih banyak jenis dan bentuk, khususnya di dunia industri.

Baca: Lengkap! Pengertian, Klasifikasi, dan Cara Kerja Spektroskopi 

Sekilas industri polimer di Indonesia

Beberapa dari Anda mungkin tidak menyadari ini, tapi sebetulnya pemanfaatan polimer di Indonesia cukup besar. Berdasarkan asalnya, polimer terbagi menjadi dua jenis, yaitu polimer alam dan sintetis. Sesuai namanya, polimer alam merupakan polimer yang terbentuk secara alami. Beberapa contohnya adalah protein, amilum, selulosa, dan pati. Nah, dengan mengonsumsi nasi, kentang, atau gandum, sebetulnya tanpa sadar kita sudah memanfaatkan polimer alam.

Sedangkan, polimer sintetis dibuat oleh manusia secara sengaja untuk berbagai tujuan. Struktur polimer sintetis inilah yang biasanya dimanfaatkan dalam dunia industri. Salah satu yang cukup ramai diperbincangkan di Indonesia adalah karet sintetis, dengan monomer stirena sebagai pembentuk utamanya. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki lahan karet paling luas di dunia, yaitu 3,4 juta hektar.

Secara umum, pemerintah Indonesia sudah cukup aware akan industri polimer di Indonesia. Demi lancarnya keberlangsungan industri ini, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bahkan sudah secara resmi mengeluarkan keputusan khusus. Keputusan ini dituangkan secara tertulis dalam dokumen Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Karet, Barang dari Karet, dan Plastik Bidang Industri Produk Polimer.

Penggunaan polimer di industri

Pemanfaatan polimer di industri tanah air cukup luas. Mulai dari industri elektronik, otomotif, hingga dirgantara, hampir semuanya menggunakan struktur polimer. Contohnya, polimer dalam bentuk PVC lunak yang bisa Anda manfaatkan sebagai selang. Sedangkan, PVC keras bisa diolah menjadi pipa. Lalu, di industri otomotif, struktur polimer bisa Anda temukan dalam bentuk ban, yang dibuat dengan bahan dasar karet alam.

Bahkan penggunaan polimer juga masuk hingga ke level rumah tangga. Bagi yang sering memasak, kemungkinan besar Anda pernah menggunakan teflon atau alat masak anti lengket. Nah, alat ini juga merupakan salah satu bentuk polimer karena bahan dasarnya adalah politetrafluoroetilena.

Baca: Analisa Bahan Tambang Logam Nikel dan Proses Pengolahannya

MIR Polymer sebagai solusi dari Bruker Solution

Tentunya para pelaku industri tidak bisa serta merta langsung menggunakan struktur polimer untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dibutuhkan alat yang canggih dan proper untuk melakukannya. Di sinilah Bruker Corp bisa membantu Anda. Lebih dari 55 tahun beroperasi di industri penelitian, Bruker Corp menyediakan alat-alat dengan teknologi up-to-date untuk para researcher di dunia industri.

Berkaitan dengan pemanfaatan struktur polimer, salah satu alat unggulan buatan Bruker Corp adalah FTIR Spectrometers – Alpha II. Dengan adanya panel PC terintegrasi dan user interface OPUS-TOUCH, Anda bisa lebih mudah dalam melakukan identifikasi senyawa polimer, mengevaluasinya, hingga membuat laporan. Dengan begitu Anda bisa menghasilkan produk dari struktur polimer dengan kualitas membanggakan. Tidak perlu bingung mencari, Anda bisa mendapatkan produk ini melalui Dynatech selaku distributor Bruker dan peralatan laboratorium resmi di sini.

Alpha II untuk polimer:

Video: Modern quality control of polymeric products!

Struktur polimer ternyata memiliki peran yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terbukti dari banyaknya industri di Indonesia yang menggunakannya untuk melakukan produksi berbagai alat dan barang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

Kategori
Artikel

Ketahui Perkembangan Alat FTIR biodiesel di Indonesia

Perkembangan sumber energi sudah kuno. Semua orang menggunakan sumber energi lain dengan mengembangkan biodiesel. Lalu, bagaimana perkembangan biodiesel di Indonesia? Artikel kali ini membahas tentang biodiesel dan juga alat FTIR biodiesel di Indonesia.

Baca: Mengenal Prinsip Kerja Alat FTIR

Bagaimana Perkembangan Biodiesel di Indonesia?

 

Figure 1. Biodiesel (Source: Biofuels-news.com)

 

Saat ini, Indonesia masih bergantung pada bahan bakar dengan basis fosil sebagai sumber energi. Data yang diperoleh dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menampilkan bahwa dengan banyaknya persediaan minyak mentah di Indonesia sekitar 9 miliar barel dan laju produksi rata-rata 500 juta barel setiap tahunnya. Persediaan bahan bakar fosil tersebut akan habis dalam 18 tahun.

Untuk mengurangi kecenderungan penggunaan minyak bumi dan memenuhi persyaratan lingkungan internasional, satu-satunya cara mengatasi hal tersebut adalah mengembangkan bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

Pemilihan biodiesel adalah salah satu cara alternatif yang cocok karena pembuatannya yang berdasarkan jumlah bahan baku yang ada. Minyak rapeseed merupakan bahan utama kedelai di Amerika dan biodiesel di Jerman. Sementara itu, bahan baku yang dipakai di Indonesia adalah crude palm oil (CPO). Selain itu, masih ada juga potensi besar yang bisa didapatkan dari minyak jarak pagar (Jatropha Curcas) serta lebih dari 40 bahan baku alternatif lainnya yang ada di Indonesia.

Indonesia sendiri adalah negara dengan produksi minyak sawit terbesar kedua setelah Malaysia. Produksi CPO Indonesia adalah sekitar 8 juta ton pada tahun 2002 dan menjadi produsen CPO terbesar di dunia pada tahun 2012. Dengan memperhatikan aspek kelimpahan bahan baku, teknologi pembuatan, dan juga kemandirian Indonesia terhadap energi diesel, maka sudah seharusnya potensi pengembangan biodiesel sebagai suatu alternatif yang bisa dengan cepat diterapkan.

Untuk itu, sebuah pengujian biodiesel yang tepat sangat diperlukan dalam hal ini. Di bawah ini ada beberapa informasi mengenai pengujian biodiesel yang bisa Anda pelajari.

Baca: Alat Umum pada Laboratorium Farmasi Apa Saja?

Pengujian Biodiesel

Ada dua metode uji standar untuk mengukur FAME dalam campuran diesel menggunakan FTIR: cara pertama mengharuskan sampel bahan bakar diencerkan dalam heksana tetapi tetap melibatkan prosedur kalibrasi yang relatif sederhana dan memberikan sensitivitas yang lebih besar daripada cara kedua.

Sementara itu, cara kedua melibatkan pengukuran pada sampel bahan bakar yang rapi. Sehingga, memerlukan persiapan sampel yang lebih sedikit dan memberikan analisis yang cepat. Tetapi, prosedur kalibrasi yang lebih kompleks diperlukan, dan metode ini tidak cocok untuk mengukur kadar FAME di bawah 1%.

Terlepas dari metode yang dipilih untuk pengukuran konten FAME, penting untuk menggunakan peralatan yang andal dan akurat untuk analisis. Melakukan pengukuran FTIR biodiesel pada cairan kental, seperti sampel diesel, menggunakan sel cair tradisional dapat menantang dan memakan waktu.

Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR) sendiri adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mendapatkan spektrum inframerah dari penyerapan atau emisi dari benda padat, cair, atau gas.

Spektrometer FTIR mengumpulkan data resolusi spektral tinggi pada rentang spektral yang luas secara bersamaan. Hal ini memberikan keuntungan yang signifikan dibandingkan menggunakan spektrometer dispersif yang hanya mengukur intensitas pada rentang panjang gelombang yang sempit pada suatu waktu.

Saat ini, Brucer Corp. menawarkan FTIR, FT-NIR, Raman, TeraHertz, spektrometer bahkan FTIR biodiesel sebagai serta pencitraan spektograf untuk berbagai pasar dan aplikasi. Brucer Corp. adalah sebuah manufaktur yang berada di Ettlingen, Jerman, dengan pendukung pusat teknis dan kantor di seluruh Eropa, Amerika Utara dan Selatan dan Asia.

Jika Anda ingin mendapatkan FTIR dengan kualitas yang bagus dan tepercaya, produk buatan Bruker Corp sangat layak dipertimbangkan. Sejak tahun 1960-an, Bruker Corp hadir menyediakan teknologi komputasi ilmiah melalui produk-produk research dengan kecanggihan terkini. Berikut produk terbaik untuk pengujian biodiesel dari Bruker:

Alpha II FAME

Figure 2. Bruker Alpha II Fame

FAME ALPHA II dalam analisis diesel memungkinkan untuk mengukur konten FAME dalam diesel sesuai dengan DIN EN 14078. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan aliran cairan melalui sel dalam modul transmisi ALPHA II. Untuk mempelajari produknya klik di sini.