AFM untuk Aplikasi Aluminium Alloy (Al Alloys)
Cara “melihat” permukaan aluminium sampai skala nanometer
Aluminium alloy (paduan aluminium) seperti AA2024 dan AA7075 banyak dipakai di industri pesawat, otomotif, hingga konstruksi karena ringan tapi kuat. Namun, kekuatan dan ketahanannya sering kali ditentukan oleh hal-hal yang sangat kecil di permukaan, bahkan berukuran nanometer (sepersejuta milimeter).
Untuk “melihat” hal-hal kecil inilah digunakan AFM (Atomic Force Microscopy).
Kenapa AFM penting untuk Aluminium Alloy?
1. Melihat Partikel Penguat (Contoh: AA7075)
Kekuatan alloy seperti AA7075 dipengaruhi oleh partikel sangat kecil yang disebut presipitat MgZn₂. Ukurannya bisa hanya 10–80 nanometer.
Dengan AFM, peneliti bisa:
- Mengukur ukuran dan distribusi partikel
- Membandingkan hasil perlakuan panas (aging)
- Mengevaluasi kualitas proses produksi
Artinya, kalau proses heat treatment berubah sedikit saja, AFM bisa membantu mendeteksi perubahan mikrostruktur sebelum berdampak ke kekuatan material.
2. Mengamati Awal Korosi (Contoh: AA2024)
AA2024 dikenal cukup sensitif terhadap korosi lokal karena adanya partikel intermetalik tertentu.
Dengan AFM, peneliti bisa melihat:
- Awal terbentuknya “lubang kecil” (pitting)
- Area sekitar partikel yang mulai terlarut
- Kedalaman pit yang bisa mencapai ratusan nanometer
Menariknya, AFM juga bisa digunakan secara in-situ (di dalam larutan korosif seperti NaCl), sehingga proses korosi bisa dipantau langsung.
Manfaat praktisnya:
- Menentukan lokasi awal korosi
- Mengembangkan coating atau anodizing yang lebih efektif
- Meningkatkan ketahanan korosi komponen industri
3. Mengecek Kualitas Anodizing
Anodizing adalah proses pelapisan oksida pada aluminium untuk meningkatkan ketahanan korosi dan kekerasan permukaan. Ketebalan lapisan anodizing bisa mencapai 5–11 mikrometer, dan kekasarannya bisa berbeda tergantung kondisi proses.
Dengan AFM, kita bisa:
- Mengukur kekasaran permukaan (misalnya nilai Sq)
- Melihat apakah permukaan retak atau terlalu porous
- Membandingkan parameter proses anodizing
Ini penting untuk aplikasi seperti:
- Komponen aerospace
- Surface untuk adhesi coating
Aplikasi tribologi (gesekan dan keausan)
Evolusi topografi permukaan aluminium alloy AA5083 selama pengamatan AFM in-situ dalam larutan NaCl. (Sumber: diadaptasi dari Yasakau (2020), Corrosion Materials and Degradation)
Contoh pada aluminium alloy AA5083 menunjukkan bahwa AFM mampu memantau inisiasi dan pertumbuhan pit secara langsung dalam larutan NaCl. Korosi tidak terjadi sekaligus, tetapi dimulai dari titik kecil yang semakin dalam seiring waktu. Setelah sekitar 130 menit mulai terlihat inisiasi pit, yang kemudian berkembang lebih jelas pada 220 hingga 450 menit perendaman. Grafik kedalaman pit memperlihatkan peningkatan hingga ratusan nanometer sebelum akhirnya mendekati kondisi stabil, membuktikan bahwa perubahan mikro pada permukaan dapat diukur secara kuantitatif dengan AFM.
AFM membantu kita memahami aluminium alloy dari skala yang sangat kecil tempat di mana kekuatan, korosi, dan performa sebenarnya “dimulai”. Dengan melihat presipitat penguat, awal korosi, hingga kualitas anodizing, AFM menjadi alat penting untuk:
- Riset dan pengembangan (R&D)
- Quality control industri
- Aplikasi performa tinggi seperti aerospace

BRUKER AFM Dimension Icon



Dektak Pro mengukur ketinggian step dari skala nanometer hingga milimeter menggunakan satu sensor LIS 3 yang mampu beroperasi dengan rentang gaya terkontrol melalui perangkat lunak, mulai dari 0,03 mg hingga 15 mg (dengan opsi N-Lite+ untuk beban rendah). Contoh yang ditampilkan adalah step 1 µm (kiri) dan 1 mm (kanan), keduanya diukur menggunakan satu sensor yang sama








































(BRUKER Dektak Pro)