Articles

Quality Control Komponen Otomotif

Quality Control adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi, quality control juga memastikan bahwa kualitas produk dari industri manufaktur, termasuk otomotif, tetap terjaga. Untuk melakukannya, dibutuhkan alat yang tepat. Ada tujuh alat quality control yang dapat digunakan, yang biasa dikenal dengan sebutan Seven Tools.

1. Cause and Effect Diagram

Cause and effect diagram atau yang juga disebut dengan diagram tulang ikan (fishbone diagram) adalah sebuah diagram yang digunakan untuk mempelajari, menganalisis, dan mencari solusi dari permasalahan yang memiliki hubungan sebab akibat, sesuai dengan faktor 4M. Faktor itu adalah Man (pekerja), Material (materi), Method (metode atau cara), dan Machine (mesin atau peralatan yang digunakan).

Pada umumnya, alat quality control ini digunakan setelah mendapatkan hasil dari diagram pareto. Diagram pareto sendiri adalah alat quality control yang memiliki fungsi utama mengetahui dan mencari faktor penyebab sebuah masalah. Dengan menggunakan Cause and Effect diagram, Anda akan mendapatkan jawaban dari permasalahan yang terjadi.

2. Diagram Pareto

Diagram pareto adalah diagram yang hasil dari pengerjaannya digunakan pada Cause and Effect diagram. Diagram ini berbentuk grafik, yang memudahkan pemilik atau pekerja perusahaan manufaktur untuk mengetahui akar masalah yang dihadapi. Faktor dari sebuah masalah akan ditampilkan pada bagan bagian kiri, sedangkan permasalahannya sendiri diletakkan pada sebelah kanan.

Dalam mencari akar dari sebuah permasalahan, Anda bisa meletakkan masalah paling kecil pada bagian atas, sehingga memudahkan untuk dicari faktor utamanya terlebih dulu. Setelah itu, masukkan masalah dengan risiko lebih besar di bawahnya, dan begitu seterusnya. Ini akan membantu Anda dalam menjalankan tahapan selanjutnya.

3. Check Sheet

Alat quality control yang satu ini sangat penting untuk dimiliki. Check sheet sendiri adalah berupa lembar periksa yang berisi data-data. Data-data itu nantinya akan diolah dan dianalisis untuk kepentingan keberlangsungan produk. Alat quality control ini dibuat sesuai dengan situasi kerja, sehingga tidak terpaku pada model tertentu. Check Sheet memiliki fungsi utama sebagai kontrol proses dan juga pengambilan data-data pada proses penelitian dan analisis.

4. Histogram

Sama seperti dua diagram yang telah dijabarkan di atas, Histogram adalah alat quality control yang berupa grafik berisi data-data. Histogram sendiri memiliki fungsi utama untuk menampilkan variasi data dari sebuah kumpulan data. Oleh karena itu, alat quality control yang satu ini berguna dan memudahkan untuk memantau sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan, termasuk komponen otomotif.

5. Scatter Diagram

Scatter diagram merupakan alat quality control dengan fungsi utama untuk menguji tentang kekuatan antara dua variabel data. Hampir mirip dengan prinsip Matematika, variabel yang digunakan disimbolkan dengan x dan y. Hubungan yang dihasilkan dari dua variabel ini akan memberikan hasil yang positif atau negatif. Setelah hasil keluar, keputusan bisa diambil untuk menunjang keberlangsungan produk dan perusahaan. Scatter diagram juga dikenal dengan sebutan diagram tebar.

Baca Juga: Miliki Laboratorium Uji Pelumas, Indonesia Siap Meningkatkan Daya Saing Dalam Industri

6. Control Chart

Alat quality control yang patut untuk dimiliki dalam pengujian reliability of control equipment adalah Control Chart. Alat quality control ini memiliki fungsi utama untuk memantau atau memonitor stabilitas sebuah proses yang sedang beroperasi atau berjalan dari periode ke periode. Dalam sistem kerjanya, Control Chart terdiri dari garis tengah atau central line yang diasumsikan sebagai rata-rata, lalu upper control limit untuk mendefinisikan batas kontrol atas, dan batas kontrol bawah atau yang disebut lower control.

7. Stratification

Alat quality control berikutnya adalah stratification. Alat ini digunakan untuk mengkategorikan berbagai data pada kelompok-kelompok yang lebih kecil dan mempunyai karakteristik yang sama. Tetapi, alat ini dianggap bukan sebagai alat quality control yang memiliki fungsi vital dalam proses quality control. Banyak pihak yang menggunakan flow chart dan run chart untuk menggantikan Stratification.

Dengan menggunakan alat-alat quality control di atas, proses quality control akan berjalan dengan baik, serta menghasilkan evaluasi akhir yang dapat menunjang performance pada periode berikutnya.

Share it on

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More articles: