Articles

analisis semen portland putih

Analisis Semen Portland Putih dengan S6 Jaguar Bruker!

Banyak yang mengira bahwa tidak ditemukannya perbedaan antar tiap jenis semen. Akan tetapi, adanya berbagai perbedaan secara bahan baku maupun fungsinya. Salah satu, jenis semen yang kerap digunakan, yakni semen portland putih. Berikut seluk beluk semen Portland putih!

Apa itu Semen Portland Putih (White Portland Cement)?

Semen Portland atau “Portland Cement” dikenalkan pertama kali oleh Joseph Aspdin yang berprofesi sebagai tukang batu dari Leeds, Inggris pada awal abad ke-19.

Hal tersebut, ditemukannya melalui pembakaran batu kapur fan tanah liat bubuk menggunakan kompor di dapur rumahnya.

Selanjutnya, semen portland merupakan kombinasi kimia antara kalsimu (Ca), silica (Si), alumunium (Al), dan besi (Fe) yang dikendalikan secara ketat dengan bahan lain, misalnya gypsum.

Lalu, gypsum tadi ditambahkan dalam proses penggilingan akhir untuk mengatur waktu pengikatan (setting time) beton.

Adapun, bahan yang biasanya digunakan dalam pembuatan semen di antaranya, batu kapur, kerang. Pun, marl dikombinasikan dengan serpih, tnah liat, terak tanur tinggi (slang), pasir silika serta bijih besi (iron ore).

Jenis semen Portland yang terdapat di Indonesia, yaitu semen Portland, semen masonry, semen Portland putih, semen Portland pozzolan (PPC), semen P 7ortland komposit (PCC), dan semen Portland campur.

Lalu, yang dimaksud dengan semen Portland putih (white Portland cement) adalah semen yang terbuat dari bahan baku magnesium oksida rendah.

Umumnya, semen Portland putih diaplikasikan untuk lapisan keramik hingga dekorasi interior maupun eksterior suatu bangunan.

Bahkan, semen Portland putih merupakan produk penting dalam industri konstruksi dan restorasi.

Karenanya, ia memiliki kemampuan reflektansi matahari yang tinggi dan dapat digunakan untuk warna dan nilai keindahan.

Unsur putih pada semen ini diakibatkan dari fungsi unsur-unsur Mn dan Fe. Karenanya, perlu menjaga batas bawah konsentrasi unsur tersebut.

Oleh sebab itu, dibutuhkannya analisis yang tepat dari kedua elemen tersebut untuk mengendalikan kualitas (Quality Control).

Analisis dengan S6 Jaguar

S6 Jaguar adalah spectrometer fluoresensi sinar X (WDXRF) dispersive panjang gelombang benchtop yang paling kuat.

Bahkan, spectrometer ini memiliki kinerja analitis yang luar biasa untuk berbagai elemen (F hingga U) dicapai dengan menggabungkan komponen teknis mutakhir dengan desain geometris yang inovatif.

Jaguar S6 dapat mengotomatisasi secara baik sebagai sistem cadangan ataupun penganalisis utama untuk strategi QC.

Fitur utama Jaguar S6 ialah dapat mengkonfigurasi secara fleksibel dengan beberapa komponen opsional dan solusi yang dipilih (kristal penganalisis, paket perangkat lunak satu tombol, autochanger XY, dan lainnya).

Tentunya, hal ini dapat disesuaikan dengan sistem kebutuhan spesifik Anda.

Sistem Operasi S6

Pengoperasian S6 yang mudah digunakan melalui Teknologi SampleCare yang melindungi komponen sistem penting untuk perawatan yang rendah.

  • User Interface Software Spectra Elements dengan akun pengguna yang kuat kontrol
  • EasyLoad 24-posisi untuk analisis tanpa pengawasan
  • Desain kokoh dan komponen berkualitas tinggi yang kuat untuk masa pakai yang lama
  • Layar kontrol sentuh ergonomis untuk operasi rutin “satu tombol” tanpa peripheral PC

Preparasi Sampel

Dalam preparasi sampel dilakukan secara otomatis dengan POLAB® APM. Preparasi sampel yang dilakukan secara otomatis dapat meningkatkan reproduktifitas dan mudah digunakan.

Kondisi Analitis dan Kalibrasi

Konfigurasi sistem JAGUAR S6 dengan tiga kristal penganalisis dan dua detektor dipilih. Waktu penghitungan puncak berkisar 14 detik dan 48 detik.

Kondisi analitis dan pengaturan kristal tercantum dalam Tabel 1.  Pada tabel 2 menunjukkan kadar standar komposisi mentah yang digunakan untuk kalibrasi.

Lalu, kurva kalibrasi diproduksi oleh SPECTRA Bruker, termasuk software ELEMENTS pada gambar 4. Tes pengulangan 30 jam menunjukkan presisi, stabilitas, dan akurasi S6 JAGUAR.

Setelah analisis, sampel pallete ditekan diturunkan dari ruang sampel kemudian dimuat kembali sebelum pengukuran berikutnya standar deviasi sangat rendah pada konsentrasi tingkat Fe (0,162 ± 0,001 berat Fe2O3) dan Mn (72 ± 1 ppm MnO).

Reference

Bruker.com

Share it on

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More articles: